Senin, 07 September 2015

All You Need Is Love (17)

ALBUM “SGT. PEPPER`S LONELY HEART CLUB BAND”
SEBAGAI PRODUK BUDAYA UNGGUL NEGARA MAJU

Subagio S Waluyo

/I/

Penerjemah buku Tarikh Khulafa, Samson Rahman, dalam Kata Pengantarnya  menulis:
”Hanya mereka yang  pernah melakukan pekerjaan yang agung dan besarlah yang berhak untuk dicantumkan dalam sejarah. Hanya mereka yang mampu mengubah arah mata angin pikiran dan pola pikir manusialah yang patut mendapatkan lisensi untuk ditorehkan dalam sejarah. Manusia-manusia yang memiliki karakter, integritas dan `bobot` (mereka yang mampu mengopotimalkan potensi diri yang ada pada dirinya untuk mengubah dunia) sebagaimana manusialah yang pantas untuk ditorehkan dalam sejarah.”
(Imam suyuthi, 2010:ix)

Dalam dunia tarik suara di negara-negara maju, siapakah yang layak dicantumkan atau ditorehkan dalam sejarah yang pernah melakukan pekerjaan yang agung dan besar?  Siapakah yang mampu mengubah arah mata angin pikiran dan pola pikir manusia? Siapa pula yang memiliki karakter, integritas, dan mampu mengoptimalkan potensi diri yang ada pada dirinya sehingga mampu mengubah dunia? Jawabannya hanya satu: The Beatles. Mengapa hanya empat anak muda Liverpool dari Britania Raya yang di awal-awal penampilannya berambut poni yang bermain musik dengan alat seadanya? Apakah tidak ada grup band yang lain selain mereka?

Bahasa dan Sastra (259)

  `Wong Gemblung` dan `Psikopat` Subagio S. Waluyo            “Pak wong gemblung boleh tidak puasa kan?” “Ya, kamu boleh tidak berpuasa. A...