PELANGGARAN HAM DALAM SOROTAN SASTRAWAN
Subagio S. Waluyo
/1/
Untuk kesekian kalinya terjadi lagi pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM) di negara kita. Entah berapa kali lagi peristiwa pelanggaran HAM akan terjadi lagi di negara yang kita cintai ini. Kita berharap, semua orang yang mempunyai hati nurani pun berharap, agar peristiwa yang mengenaskan, yang memakan korban manusia yang tidak sedikit, yang melecehkan hak-hak yang paling mendasar dalam hidup manusia dan kemanusiaan tidak terulang lagi. Meskipun demikian, tampaknya di masa reformasi ini, peristiwa yang pernah terjadi di masa-masa Orde Baru terulang kembali. Mengapa di masa-masa setiap orang sudah demikian bebas menyatakan euphoria-nya masih saja ada segelintir orang diselimuti tabir ketakutan dengan teror-teror ninja, bentrokan antaragama yang memakan korban manusia tak terhitung jumlahnya, tindakan sewenang-wenang aparat militer yang membunuh bangsanya sendiri, demonstrasi mahasiswa yang diterjang nyawanya oleh rentetan timah-timah panas, dan ditampilkannya di hadapan kita badut-badut politik produk Orde Baru yang yang mengulang kembali perilaku Orde dengan bermain dagelan di lembaga terhormat (KPU dan mungkin juga DPR/MPR) di negara ini? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut berpulang pada masih adanya pelecehan HAM di negara ini.










