Sabtu, 31 Desember 2022

Bahasa dan Sastra (123)

 24. BELAJAR MENULIS WACANA EKSPOSISI (7)

Subagio S.Waluyo

Pada “23. Belajar Menulis Wacana Eksposisi (6)” telah kita coba berlatih menulis wacana eksposisi dengan mengambil inspirasinya di antaranya dari kutipan. Kutipan yang dijadikan inspirasinya diambil dari puisi Wiji Tukul yang berjudul   `Di Bawah Selimat Kedamaian Palsu`. Berikutnya, yang juga dijadikan inspirasi diambil dari naskah drama yang ditulis WS Rendra berjudul Panembahan Reso. Selain itu, sebagai tambahan, sumber inspirasi bisa diambil dari gambar-gambar karikatur. Dari gambar karikatur tersebut bisa dijadikan inspirasi menulis tentang kurangnya perhatian orang tua pada anak-anak karena kedua orang tuanya sibuk dengan gawainya. Gambar karikatur kedua diambil dari Oom Pasikom (GM Sudharta) tentang TKI yang mendapat gelar `pahlawan devisa`. Sekarang, kita akan mencoba menulis wacana eksposisi yang mengambil inspirasinya dari tulisan yang menggambarkan perbedaan dua negara yang mewakili dua ideologi: Korea Selatan (Kapitalis) dan Korea Utara (Komunis). Bagaimana menuliskannya ke dalam tulisan wacana eksposisi?

          Langkah pertama yang perlu kita lakukan adalah mencari referensi yang berkaitan dengan kedua negara tersebut. Setelah kita mendapatkannya, coba kita tulis dulu tentang Korea secara umum sebelum terpecah menjadi dua negara seperti sekarang ini. Tuliskan juga secara singkat tentang Perang Korea yang menjadi faktor penyebab terpecahnya dua Korea. Kemudian, kita tutup dengan akibat dari terpecahnya dua negara tersebut. Data di bawah ini bisa menjadi masukan untuk menuliskan akibat yang terjadi setelah terjadinya perpecahan menjadi dua negara: Korea Selatan dan Korea Utara. 

 

Konflik Korea Utara dan Korea Selatan:

Dampak Global dari Adanya Perang

Antara Korea Selatan dan Korea Utara

 

Siti Rahayu Diningrum 

Salah satu penyebab umum yang menimbulkan adanya perang korea adalah karena perbedaan dan persaingan ideologi di antara Amerika Serikat dan Uni Soviet. Penyebab spesifik dari adanya perang konflik antara Korea Selatan dan Korea Utara yaitu pada bulan Desember 1948 diadakan sidang umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang memberi pernyataan bahwa Korea Selatan-lah yang telah resmi disahkan dan diakui kepemerintahannya. 

Mendengar hal itu, Korea Utara memanas dan marah terhadap Korea Selatan maupun Amerika Serikat, hingga pada tahun 1950 muncullah perang di antara kedua wilayah tersebut. Dengan banyaknya pasukan tentara dan persenjataan yang dibawa oleh Korea Utara membuat Amerika Serikat khawatir terhadap pertahanan Korea Selatan. Amerika Serikat menyadari sengketa perbatasan dan perang tersebut tidak hanya sebuah konflik antara dua wilayah melainkan sebuah langkah awal para komunisme berkampanye guna mengambil alih dunia. Satu tahun kemudian, Amerika Serikat beserta pasukan militernya memasuki wilayah perang dan mengatasnamakan Korea Selatan dengan alasan memiliki misi dalam memerangi Komunisme.

Amerika Serikat menyadari sengketa perbatasan dan perang tersebut tidak hanya sebuah konflik antara dua wilayah melainkan sebuah langkah awal para komunisme berkampanye guna mengambil alih dunia. 

Pada satu tahun kemudian, Amerika Serikat beserta pasukan militernya memasuki wilayah perang dan mengatasnamakan Korea Selatan dengan alasan memiliki misi dalam memerangi Komunisme. Sehingga, hal lain yang juga menjadi penyebab terjadinya perang Korea adalah persaingan ideologi diantara Uni Soviet dan Amerika Serikat. 

Munculnya peristiwa ini memberi begitu banyak dampak baik dalam segi perekonomian hingga dampak bagi poltik itu sendiri, di antara lain dilihat dalam segi politiknya Korea Selatan menganut sistem politik dalam bentuk demokratis, sehingga memberik perbedaan yang begitu besar pada Korea Utara yang menganut Komunis-sentralistik. Maka dengan ini pihak militer harus meninggalkan perannya dari era politik.  

Begitu juga dengan dampak yang terjadi pada perekonomian kedua negara tersebut, adanya peristiwa ini mengakibatkan banyak kehancuran pada infrastruktur dan perekonomian negara, sehingga negara harus mendapatkan kerugian yang begitu besar, terutama pada Korea Selatan. 

Contradiction: Perbedaan ideologi

 

Adanya proxy war terjadi karena perbedaan ideologi antara Korea Utara dan Selatan.Yang mana Korea Utara didukung oleh Komunis Uni Soviet dan Republihk rakyat China, sementara Korea Selatan didukung oleh Amerika Beserta sekutu PBB nya. 

Attitude: Legitimasi Penyerangan korea Utara terhadap Korea Selatan 

Karena bentuk dari sikap itu berupa penyerangan, Korea Utara meluncurkan penyerangan terhadap Korea Selatan atas persetujuan Uni Soviet.Legitimasi penyerangan tersebut dilakukan dengan mengatakan bahwa pihak selatan telah lebih dulu melanggar perbatasan. 

Behavior: Invasi Darat dan udara oleh Korea Utara 

Amerika memberikan bantuan kepada Korea Selatan berupa militer, sementara Korea utara menginvasi korea Selatan udara dan daratan. 

Sumber Tulisan:

(https://www.kompasiana.com/sityrahayu/63365c1c4addee66074b0573/konflik-korea-utara-dan-korea-selatan-dampak-global-dari-adanya-perang-antara-korea-selatan-dan-korea-utara?page=all#section1) 

 

 

          Langkah kedua, setelah menulis sebuah paragraf pembuka, kita coba menuliskan perkembangan terakhir yang terjadi pada kedua negara tersebut yang akhir-akhir ini sempat memanas. Kita boleh saja mengkritisi, misalnya,  sejarah masa lalu pecahnya dua Korea itu yang lebih disebabkan oleh ego negara-negara adidaya yang masing-masing mewakili dua ideologi: kapitalis dan komunis. Ketika menuliskan tentang perkembangan yang terjadi saat ini, boleh jadi kita bisa menuliskannya dalam dua paragraf. Begitu juga ketika kita menulis tentang ego negara-negara adidaya yang menjadikan negara tersebut terpecah ke dalam dua negara dengan dua ideologi yang berbeda juga bisa kita tuliskan dalam satu paragraf. Jika masih dirasakan kurang, kita bisa menuliskan dalam satu paragraf tentang kemungkinan menyatunya kembali dua Korea seperti menyatunya dua Jerman: Jerman Barat dan Jerman Timur. Untuk melengkapi bahan tulisan, tidak ada salahnya kita pelajari bahan dari Google Search berikut ini tentang Korea Selatan. Untuk Korea Utara, silakan saja kalau ada yang mau mencari sendiri referensinya agar nantinya bisa ditulis perbedaan yang jelas antara Korea Selatan dan Korea Utara.

Korea Selatan

 

Republik Korea (Hangul: 대한민국) atau lebih dikenal sebagai Korea Selatan, adalah sebuah negara di Asia Timur yang meliputi bagian selatan Semenanjung Korea. Di sebelah utara, Korea Selatan berbatasan dengan Korea Utara, di mana keduanya bersatu sebagai sebuah negara hingga tahun 1948. Laut Kuning di sebelah barat, Jepang berada di seberang Laut Jepang dan Selat Korea berada di bagian tenggara. Negara ini dikenal dengan nama Han-guk (한국).[14] oleh penduduk Korea Selatan dan disebut Nam Cho-sŏn (남조선) oleh orang Korea Utara. Ibu kota Korea Selatan adalah Seoul (서울).

 

Penemuan arkeologis menunjukkan bahwa Semenanjung Korea telah dihuni sejak Zaman Paleolitik Awal. Sejarah Korea dimulai dari pembentukan Gojoseon pada 2333 SM, oleh Dan-gun. Setelah unifikasi Tiga Kerajaan Korea di bawah Silla pada 668 M, Korea menjadi satu di bawah Dinasti Goryeo dan Dinasti Joseon hingga akhir Kekaisaran Han Raya pada 1910 karena dianeksasi oleh Jepang. Setelah liberalisasi dan pendudukan oleh Uni Soviet dan Amerika Serikat pada akhir Perang Dunia II, wilayah Korea akhirnya dibagi menjadi dua.

Geografi

 

Luas Korea Selatan adalah 100.339 km2, lebih kecil dibanding Korea Utara. Keadaan topografinya sebagian besar berbukit dan tidak rata. Pegunungan di wilayah timur umumnya menjadi hulu sungai-sungai besar, seperti sungai Han dan sungai Naktong. Sementara wilayah barat merupakan bagian rendah yang terdiri dari daratan pantai yang berlumpur. Di wilayah barat dan selatan yang terdapat banyak teluk terdapat banyak pelabuhan yang baik seperti Incheon, Yeosu, Gimhae, dan Busan.

 

Korea Selatan memiliki sekitar 3.000 pulau, sebagian besar adalah pulau kecil dan tidak berpenghuni. Pulau - pulau ini tersebar dari barat hingga selatan Korea Selatan. Pulau Jeju yang terletak sekitar 100 kilometer di bagian selatan Korea Selatan adalah pulau terbesar dengan luas area 1.845 km2. Gunung Halla adalah gunung berapi tertinggi sekaligus sebagai titik tertinggi di Korea Selatan yang terletak di Pulau Jeju. Pulau yang terletak di wilayah paling timur Korea Selatan adalah Uileungdo dan Batu Liancourt sementara Marado dan Batu Socotra merupakan pulau yang berada paling selatan di wilayah Korea Selatan.

 

Iklim Korea selatan dipengaruhi oleh iklim dari daratan Asia dan memiliki 4 musim. Musim panas di Korea selatan yang dimulai bulan Juni bisa mencapai temperatur 40 derajat celcius (di kota Daegu), yang ditandai dengan datangnya musim hujan yang jatuh pada akhir bulan Juli sampai Agustus di seluruh bagian semenanjung. Sementara temperatur musim dinginnya rata-rata dapat jatuh pada suhu sejauh minus 10 derajat celcius di beberapa provinsi. Korea Selatan juga rentan akan serangan angin taifun yang menerjang selama bulan musim panas dan musim gugur. Beberapa tahun belakangan ini Korea selatan juga sering dilanda badai pasir kuning yang dibawa dari Gurun Gobi di Tiongkok yang juga melanda Jepang dan sejauh Amerika Serikat.

 

Politik

 

Korea Selatan adalah negara republik. Seperti pada negara-negara demokrasi lainnya, Korea Selatan membagi pemerintahannya dalam tiga bagian: eksekutif, yudikatif dan legislatif. Lembaga eksekutif dipegang oleh presiden yang dipilih berdasarkan hasil pemilu untuk masa jabatan 5 tahun dan dibantu oleh Perdana Menteri yang ditunjuk oleh presiden dengan persetujuan Majelis Nasional. Presiden bertindak sebagai kepala negara dan Perdana Menteri sebagai kepala pemerintahan.

 

Lembaga legislatif dipegang oleh dewan perwakilan yang menjabat selama 4 tahun. Pelaksanaan sidang paripurna diadakan setiap setahun sekali atau berdasarkan permintaan presiden. Sidang ini terbuka untuk umum namun dapat berlangsung tertutup.

 

Pengadilan konstitusional menjadi lembaga tertinggi pemegang kekuasaan yudikatif yang terdiri atas 9 hakim yang direkomendasikan oleh presiden dan dewan perwakilan. Hakim akan menjabat selama enam tahun dan usianya tidak boleh melebihi 65 tahun pada saat terpilih. 

Hubungan luar negeri dan militer

 

Korea Selatan melakukan hubungan diplomatik lebih dari 188 negara. Korea Selatan juga tergabung dalam PBB sejak tahun 1991, bersamaan dengan bergabungnya Korea Utara. Pada 1 Januari 2007, Menteri Luar Negeri Korea Selatan pada saat itu, Ban Ki-moon resmi menjadi Sekretaris Jenderal PBB menggantikan Kofi Annan. Selain itu, Korea Selatan juga menjadi mitra stratergis ASEAN sebagai anggota Asean Plus 3 dan aktif dalam forum ekonomi dunia lainnya seperti G-20, APEC dan Konferensi Tingkat Tinggi Asia Timur.

 

Korea Selatan menjalin hubungan erat dengan RRT, terutama sejak Korea Selatan memutuskan hubungan dengan Republik Tiongkok. Uni Eropa menjadi mitra penting perdagangan Korea Selatan dan menjadi tujuan utama ekspor Korea Selatan.Hubungan diplomatik dengan Jepang tidak pernah dicatatkan secara formal sejak Perang Dunia II, namun Traktat Hubungan Dasar antara Jepang dan Korea Selatan yang ditandatangani tahun 1965 menjadi dasar utama hubungan kedua negara. Korea Selatan dan Jepang mengalami persengketaan mengenai masalah Batu Liancourt,namun secara administratif, kepulauan ini dimiliki oleh Korea Selatan karena Pengawal Pantai Korea Selatan bermarkas di pulau ini.

 

Invasi serta ketegangan dengan Korea Utara telah mendorong Korea Selatan mengalokasikan 2.6% dari PDB dan 15% dari pengeluaran pemerintah untuk pembiayaan militer serta mewajibkan seluruh pria untuk mengikuti wajib militer. Jumlah tentara aktif Korea Selatan menempati urutan keenam terbesar di dunia,urutan kedua dalam jumlah tentara cadangan dan sebelas besar dalam urusan anggaran pertahanan.

 

Pasukan militer Korea Selatan terdiri atas Angkatan Darat (ROKA), Angkatan Laut (ROKN) dan Korps marinir (ROKMC).Angkatan bersenjata ini kebanyakan berkonsentrasi di daerah perbatasan Zona Demiliterisasi Korea. Seluruh pria Korea Selatan diwajibkan secara konstitusi untuk mengikuti wajib militer, umumnya untuk masa dua tahun.

 

Ekonomi

 

Korea Selatan memiliki ekonomi pasar dan menempat urutan kelima belas berdasarkan PDB. Sebagai salah satu dari empat Macan Asia Timur,Korea Selatan telah mencapai rekor ekspor impor yang memukau, nilai ekspornya merupakan terbesar kedelapan di dunia. Sementara, nilai impornya terbesar kesebelas.

 

Kesuksesan ekonomi Korea Selatan dicapai pada akhir 1980-an ketika PDB berkembang dari rata – rata 8% per tahun (US$2,7 miliar) pada tahun 1962 menjadi US$230 miliar pada 1989. Jumlah ini kira - kira 20 kali lipat dari Korea Utara dan sama dengan ekonomi – ekonomi menengah di Uni Eropa. Kemajuan ekonomi ini dikenal dengan nama Keajaiban di Sungai Han.

 

Krisis Finansial Asia 1997 membuka kelemahan dari model pengembangan Korea Selatan, termasuk rasio utang/persamaan yang besar, pinjaman luar yang besar, dan sektor finansial yang tidak disiplin. Pertumbuhan jatuh sekitar 6,6% pada 1998, kemudian pulih dengan cepat ke 10,8% pada 1999 dan 9,2% pada 2000. Pertumbuhan kembali jatuh ke 3,3% pada 2001 karena perlambatan ekonomi dunia, ekspor yang menurun, dan persepsi bahwa pembaharuan finansial dan perusahaan yang dibutuhkan tidak bertumbuh. Dipimpin oleh industri dan konstruksi, ekonomi Korea Selatan mulai bangkit pada 2002 dengan pertumbuhan sebesar 5,8%. Jumlah penduduk di bawah garis kemiskinan sebesar 15% pada tahun 2003. Indeks gini menunjukkan perbaikan, dari angka 35.8 menjadi 31.3 pada tahun 2007. Nilai investasinya sebesar 29.3% dari PDB dan menempati urutan ke dua puluh satu.

 

Pada 2005, di samping merupakan pemimpin dalam akses Internet kecepatan tinggi,semikonduktor memori, monitor layar-datar dan telepon genggam, Korea Selatan berada dalam peringkat pertama dalam pembuatan kapal, ketiga dalam produksi ban, keempat dalam serat sintetis, kelima dalam otomotif dan keenam dalam baja. Negara ini juga menempati peringkat ke tiga puluh enam dalam hal tingkat pengangguran, kesembilan belas dalam Indeks Kemudahan Berbisnis dan ketiga puluh satu dari 179 negara dalam Indeks Kebebasan Ekonomi berdasarkan data tahun 2010.

 

Ekspor bergerak dalam bidang semi konduktor, peralatan telekomunikasi nirkabel, kendaraan bermotor, komputer, baja, kapal dan petrokimia dengan mitra ekspor utama RRT 21,5%, Amerika Serikat 10,9%, Jepang 6,6% dan Hong Kong 4,6%.Korea Selatan mengimpor plastik, elektronik dan peralatannya, minyak, baja dan bahan kimia organik dari RRT 17,7%, Jepang 14%, Amerika Serikat 8,9%, Arab Saudi 7,8%, Uni Emirat Arab 4,4% dan Australia 4,1%.

 

Jumlah tenaga kerja berada di peringkat kedua puluh lima dunia. Ekonomi Korea Selatan dipimpin oleh konglomerat besar yang dikenal dengan sebutan chaebol. Beberapa chaebol yang terbesar antara lain: Samsung Electronics, POSCO, Hyundai Motor Company, KB Financial Group, Korea Electric Company, Samsung Life Insurance, Shinhan Financial Group, LG Electronics, Hyundai dan LG Chem.

 

Transportasi

 

Transportasi di Korea Selatan terdiri dari kereta api, bus, kapal ferry dan penerbangan udara. Jalur kereta api terdiri dari subway yang berada di enam kota: Seoul, Busan, Daegu, Gwangju, Daejon dan Incheon. Operator kereta api Korail menyediakan pelayanan kereta api hampir keseluruh kota besar di Korea Selatan.

 

Korea Selatan memiliki 103 bandar udara dengan Bandar Udara Internasional Incheon sebagai bandar terbesar. Bandar udara Incheon pernah dinobatkan sebagai bandar udara terbaik di dunia oleh Airport Council International. Bandar udara internasional lainnya yang terdapat di Korea Selatan antara lain berada di Gimpo, Busan dan Jeju.

 

Maskapai penerbangan nasional Korean Air dibentuk pada tahun 1962, melayani 21.640.000 penumpang dengan 12.490.000 penumpang internasional. Asiana Airlines, dibentuk pada tahun 1988, melayani penerbangan domestik dan internasional. Penerbangan lain seperti Hansung Airlines dan Jeju Air melayani penerbangan domestik dengan harga yang lebih murah.

 

Ilmu pengetahuan dan teknologi

 

Perkembangan IPTEK di Korea Selatan awalnya tidak berkembang dengan baik karena masalah pembagian korea dan Perang Korea yang terjadi setelah masa kemerdekaan. Kemajuan IPTEK mulai dirasakan pada tahun 1960-an ketika pemerintahan diktator Park Chung-hee di mana ekonomi Korea Selatan melaju pesat.

 

Robotika telah menjadi penelitian dan pengembangan yang utama di Korea Selatan sejak 2003. Pada 2009, pemerintah mengumumkan rencana untuk membangun taman tematik robot di Incheon dan Masan dengan dana pemerintah maupun swasta. Pada 2005, Institut Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Korea Selatan mengembangkan robot humanoid kedua di dunia yang mampu berjalan. Institut Teknologi Industri Korea juga berhasil mengembangkan android Korea yang pertama, EveR-1 pada Mei 2006.

 

Demografi 

Korea Selatan memiliki kepadatan penduduk yang tinggi, sekitar 487,7 jiwa/km².Jumlah ini sepuluh kali lebih banyak daripada rata – rata dunia. Kebanyakan penduduk hidup di daerah perkotaan karena migrasi besar – besaran dari pedesaan selama ekspansi ekonomi yang pesat pada tahun 1970, 1980 dan 1990. Pada tahun 2005, Seoul merupakan kota terpadat di Korea Selatan dengan jumlah penduduk lebih dari 9 juta jiwa disusul oleh Busan (3,4 juta jiwa), Incheon (2,4 juta jiwa), Daegu (2,3 juta), Daejeon (1,4 juta), Gwangju (1,4 juta) dan Suwon (1 juta).

Pada tahun 2008, tingkat kelahiran per tahun sebesar 9 kelahiran dari 1.000 orang.angka ini merupakan yang terendah di dunia sedangkan harapan hidup rata - rata sebesar 79,10 tahun[yang merupakan tertinggi keempat puluh di dunia. 

Agama

Atheisme            :46.50%

Kristen               : 33.35%

Buddhist            : 10.50%

Shamanisme      :   4%

Hindu                :   1%

Yahudi               :   1%

Agama lain         :   3.65% 

Hampir sebagian besar rakyat Korea Selatan memilih tidak beragama atau atheisme. Buddha adalah agama yang mempunyai penganut terbesar di Korea Selatan dengan 10.7 juta penduduk. Agama lainnya yang terbesar adalah Kristen Protestan dan Katolik Roma. Gereja Kristen terbesar di Korea Selatan, Yoido Full Gospel Church berlokasi di Seoul. Diperkirakan kurang dari 35.000 warga Korea yang beragama Islam, dengan 100.000 orang pekerja yang berasal dari negara Muslim, yaitu Bangladesh, Indonesia, dan Pakistan. 

Pendidikan 

Pendidikan di Korea Selatan dibagi dalam beberapa bagian seperti pada umumnya di negara lain: kelompok bermain, sekolah dasar, pendidikan menengah, dan sekolah tinggi/universitas. Berdasarkan hasil penelitian 2006 tentang Program Penilaian Pelajar Internasional dari OECD, Korea Selatan menempati urutan pertama dalam pemecahan masalah, urutan ketiga dalam matematika dan urutan kesebelas pada bidang sains. Teknologi pada pendidikan di Korea juga dikembangkan hingga keseluruh daratan Korea dengan membuat jaringan akses internet berkecepatan tinggi di sekolah dasar dan lanjutan. Pemerintah Korea melalui Kementerian Pendidikan juga memberikan beasiswa bagi siswa-siswi yang berasal dari luar Korea hingga mencapai 100.000 siswa per tahun. 

Budaya 

Korea Selatan dan Korea Utara memiliki kebudayaan yang sama, namun sejak Pembagian Korea pada tahun 1945, masing - masing negara mengembangkan bentuk kebudayaan kontemporer yang berlainan bentuk. Secara historis, kebudayaan Korea dipengaruhi oleh RRT, namun Korea mampu mengembangkan identitas budaya yang unik dan berbeda.Kementerian Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata Korea Selatan aktif dalam mendorong budaya tradisional dalam bentuk modern lewat pembiayaan dan program - program edukasi. 

Musik kontemporer, film, dan televisi 

Hingga tahun 1990-an, trot dan ballad adalah musik populer yang mendominasi Korea Selatan. Bergabungnya grup rap Seo Taiji and Boys pada 1992 menandai perubahan besar dalam dunia musik Korea Selatan yang dikenal dengan istilah K-Pop, grup ini mencampurkan elemen genre musik populer seperti rap, rock, dan techno ke dalam musik mereka. 

Sejak kesuksesan film Shiri pada tahun 1999, Film Korea mulai mendapatkan apresiasi secara internasional. Film lokal mulai mendominasi pasar terutama sejak pemberlakuan kuota yang mewajibkan bioskop untuk menampilkan film-film Korea paling sedikit 73 hari dalam satu tahun. 

Sepak bola, basket, bulu tangkis, dan baseball adalah beberapa olahraga terpopuler di kalangan masyarakat Korea Selatan. Di bidang sepak bola, tim nasional Korea Selatan telah berhasil menembus babak kualifikasi Piala Dunia FIFA selama 8 kali berturut – turut dan merupakan rekor terbanyak di Asia. Baseball merupakan olahraga dengan jumlah spektator yang banyak, para pemilik klub baseball biasanya adalah para chaebol Korea Selatan. Tim baseball Korea Selatan berhasil meraih medali emas di Olimpiade 2008. Bulu tangkis telah menjadi perhatian para masyarakat terutama sejak banyak para pemain Korea Selatan yang menang dalam tingkat internasional.

 

Taekwondo adalah olahraga asli dari Korea yang berkembang dengan pesat dan menjadi olahraga resmi pada Olimpiade sejak tahun 2000 di Sydney, selain itu Korea juga memiliki beberapa macam olahraga bela diri lainnya seperti taekkyeon, hapkido, tang soo do, kuk sool won, kumdo dan subak.

 

Selain sukses dengan pengembangan olahraga aslinya, Korea Selatan juga berhasil menjadi tuan rumah berbagai perhelatan acara olahraga akbar. Pada tingkat Asia, Korea Selatan pernah menjadi tuan rumah Asian Games tahun 1986 di Seoul, 2002 di Busan, dan akan kembali menjadi tuan rumah pada 2014 di Incheon. Pada tingkat internasional, Korea Selatan pernah menjadi tuan rumah Olimpiade tahun 1988 di Seoul dan bersama dengan Jepang menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA 2002.

 

Prestasi olahraga Korea Selatan terus meningkat. Korea Selatan menempati urutan keempat perolehan medali saat menjadi tuan rumah Olimpiade Seoul 1988, serta menjadi satu-satunya tim Asia yang berhasil menembus babak semifinal pada Piala Dunia FIFA 2002 yang diselenggarakan di Korea Selatan dan Jepang. 

Pada tahun 2010, Korea Selatan menjadi tuan rumah untuk balap mobil F1 di Yeongnam untuk pertama kalinya. 

Sumber:

(https://id.wikipedia.org/wiki/Korea_Selatan)

     Langkah ketiga, sebagai penutup, kita bisa membuat kesimpulan dari uraian yang terdapat di bagian paragraf penghubung. Sebaiknya, agar terlihat adanya kerapian dalam tulisan, kita tulis butir-butir kesimpulannya. Setelah itu tidak ada salahnya kita masukkan rekomendasi atau saran-saran. Dengan demikian, kita telah menuntaskan tulisan wacana eksposisi yang terinspirasi dari membandingkan dua negara dengan dua ideologi besar: kapitalis dan komunis. Mau mencoba menuliskannya?  




Sabtu, 24 Desember 2022

Bahasa dan Sastra (122)

23. BELAJAR MENULIS WACANA EKSPOSISI (6)

Subagio S.Waluyo


 

Kita telah mempelajari  penulisan wacana eksposisi yang dimulai dari “17.Belajar Menulis Wacana Eksposisi (1)” sampai dengan “22. Belajar Menulis Wacana Eksposisi (5)”. Memang, di sana-sini masih banyak kekurangan dalam penyajiannya. Meskipun demikian, sebagai penulis pemula banyak yang bisa dipelajari dengan melihat uraian-uraian, penjelasan-penjelasan, dan contoh-contoh yang disajikan. Dengan mempelajarinya secara serius dan fokus, kita diharapkan bisa mempraktekkannya ketika tiba saatnya ingin menuangkan ide-ide, gagasan-gagasan, dan pemikiran kita ke dalam tulisan eksposisi. Setelah memiliki banyak pengetahuan dan pemahaman tentang penulisan wacana eksposisi, langkah berikutnya adalah mencoba berlatih menulis wacana eksposisi. Sebagai langkah awal, kita dalam pembelajaran penulisan wacana eksposisi bisa memulainya dari mengambil teks-teks berupa paragraf-paragraf yang terdapat di “10. Awali dengan Kutipan (4)”, “11. Awali dengan Kutipan (5)”,  dan “13. Dipancing Pakai Gambar Karikatur”. Mari kita coba memulainya dari sebuah paragraf yang dalam penulisannya dimulai dari kutipan yang terdapat di puisi Wiji Tukul `Di Bawah Selimat Kedamaian Palsu` berikut ini.    

Rabu, 21 Desember 2022

Bahasa dan Sastra (121)

 

22. BELAJAR MENULIS WACANA EKSPOSISI (5)

Subagio S.Waluyo



Sebagaimana telah dijelaskan di “18. Belajar Menulis Wacana Eksposisi (1)” bahwa yang disingkap dalam tulisan eksposisi adalah sesuatu yang selama ini tertutup, terlindungi, atau tersembunyi. Dalam hal ini buah pikiran, ide, perasaan, atau pendapat penulisnya. Salah satu yang juga perlu disingkap adalah buah pikiran yang dihasilkan Yok Koeswoyo, salah satu personal grup band: Koes Ploes, yang di tahun 1973 menulis sebuah lirik lagu `Kolam Susu`.  Ada apa dengan lirik lagu tersebut? Lirik lagu tersebut menarik untuk disingkap karena di lirik lagu tersebut kalau diamati secara mendalam ternyata isinya membahas kekayaan negeri kita tercinta: Indonesia.

Selasa, 20 Desember 2022

Bahasa dan Sastra (120)

 21. BELAJAR MENULIS WACANA EKSPOSISI (4)

Subagio S.Waluyo



Selain Samodra Wibawa, akademikus dari UGM, ada juga seorang akademikus dari UI yang juga pernah menuliskan wacana eksposisi. Adalah Koentjaraningrat seorang guru besar Antropologi yang kumpulan tulisan eksposisinya dikumpulkan oleh Redaksi Harian Kompas menjadi sebuah buku yang berjudul Kebudayaan, Mentalitas, dan Pembangunan. Sesuai dengan judulnya, buku tersebut memang membahas hal-hal yang berkaitan dengan kebudayaan Indonesia, mentalitas bangsa kita, dan pembangunan di masa orde baru (1969) yang baru saja ketika buku itu diterbitkan dilaksanakan. Namanya juga kumpulan tulisan, buku tersebut membahas secara singkat ketiga hal di atas. Walaupun hanya sebuah kumpulan tulisan, bahkan buku ini tergolong jadul (terbit pertama kali tahun 1974) buku ini sampai saat ini masih menjadi rujukan utama ketika orang membahas tentang hal-hal yang berkaitan dengan kebudayaan, mentalitas, dan pembangunan. Keunikan dari buku tersebut, selain isinya mudah dicerna dan dipahami adalah judul-judul tulisan yang terdapat di buku tersebut dari awal sampai akhir dimulai dengan kata tanya.

Sabtu, 17 Desember 2022

Bahasa dan Sastra (119)

20. BELAJAR MENULIS WACANA EKSPOSISI (3)

Subagio S.Waluyo


Seorang akademikus dari UGM, Samodra Wibawa, sebagai seorang yang ahli di bidang Manajemen Publik dan Kebijakan Publik pernah menulis di seputar Pandemi Covid-19 yang dikaitkan dengan tindak pidana kriminalitas. Judul tulisannya “Pandemi dan Kriminalitas” bisa digolongkan sebagai tulisan eksposisi yang mengarah pada pemberian informasi. Meskipun demikian, di dalam tulisannya itu Samodra Wibawa mengingatkan kita akan kematian. Di samping itu, sesuai dengan judul tulisannya, penulis juga membahas tentang banyaknya orang di masa Pandemi Covid melakukan perbuatan kriminal. Untuk lebih jelasnya, coba kita simak tesis tulisannya yang dimulai dari mengingatkan kita akan kematian. 

Kamis, 15 Desember 2022

Bahasa dan Sastra (118)

19. BELAJAR MENULIS WACANA EKSPOSISI (2)

Subagio S. Waluyo 


   Dalam penulisan wacana eksposisi bisa saja diawali dengan sebuah narasi singkat. Di sini penulis mengajak pembacanya untuk menyimak yang dilakukan penulis sebelum membahas inti tulisannya. Jadi, penulis di bagian tesis (pembuka) menyampaikan sebuah cerita yang diambil dari pengalaman hidupnya. Bisa saja pengalaman hidup itu diperoleh secara tidak sengaja menemukan sesuatu yang membuat dirinya tertarik sampai beberapa saat yang ditemukannya terus tersimpan di benaknya. Suatu saat sesuatu yang dulu pernah ditemukannya dan membuat dirinya penasaran juga secara tidak sengaja ditemukan. Dari situ si penulis berusaha membuat tulisan eksposisi karena boleh jadi sesuatu yang ditemukannya itu berkaitan dengan, misalnya, masalah penyimpangan sosial. Setelah memiliki referensi yang berkaitan dengan masalah penyimpangan sosial, si penulis mulai menggerakkan jari-jarinya di tuts laptopnya sehingga menjadi sebuah tulisan eksposisi.

Rabu, 14 Desember 2022

Bahasa dan Sastra (117)

18. BELAJAR MENULIS WACANA EKSPOSISI (1) 

Subagio S. Waluyo



    Dimaksudkan dengan eksposisi menurut Ismail Marahamin dalam Menulis Secara Populer adalah menyingkap. Dalam hal ini menurutnya yang disingkap adalah sesuatu yang selama ini tertutup, terlindungi, atau tersembunyi. Apa yang disingkap? Tentu saja buah pikiran, ide, perasaan, atau pendapat penulisnya. Di dalam tulisan eksposisi yang disingkap itu disebut sebagai tesis (2009: 193). Tesis merupakan bagian awal dalam tulisan eksposisi. Bisa juga tesis disebut sebagai pembuka. Karena sebagai pembuka, dalam tesis penulis menyajikan pengenalan isu, masalah, pandangan penulis, dan gagasan utamanya. Di bagian tesis inilah penulis mau tidak mau harus menyatakan pendapatnya. Untuk itu, penulis harus menentukan terlebih dahulu tujuan menulis eksposisi sebelum menuliskannya dalam tesisnya (https://www.detik.com/sulsel/berita/d-6371253/cara-membuat-teks-ekspo-sisi -berbagai-tema-dengan-mudah-beserta-contohnya).   

Kamis, 08 Desember 2022

Bahasa dan Sastra (116)

17. BELAJAR MENULIS WACANA DESKRIPSI (4) 

Subagio S.Waluyo


Bagian akhir dari penulisan wacana deskripsi adalah menulis deskripsi berdasarkan kutipan teks cerita rekaan yang dibacanya. Apakah bisa menulis deskripsi dari kutipan teks cerita rekaan yang kita baca? Bisa-bisa saja, kenapa tidak? Di bawah ini ada tulisan deskripsi yang ditulis berdasarkan kutipan teks cerita rekaan, tepatnya dari sebuah novel barat berjudul Never Let Me Go (NLMG) oleh Kazuo Ishiguro (KI). Novel tersebut ditulis penulis Inggris kelahiran Nagasaki, Jepang, 8 November 1954. Penulis ini pindah ke Inggris tahun 1960. Sejak saat itu sampai sekarang ini KI tinggal di Inggris. Sebagai penulis KI adalah salah satu penulis fiksi kontemporer paling terkenal di dunia berbahasa Inggris. KI telah menerima empat nominasi Man Booker Prize dan memenangkan penghargaan pada tahun 1989 untuk novelnya The Remains of the Day . Novel KI (2005), Never Let Me Go , dinamai oleh Time sebagai novel terbaik tahun ini. Novel tersebut dimasukkan dalam daftar 100 novel berbahasa Inggris terbaik majalah yang diterbitkan antara tahun 1923 sampai dengan 2005. Akademi Swedia (2017) menghadiahkan Ishiguro Penghargaan Nobel Sastra, menggambarkannya dalam kutipannya sebagai penulis "yang, dalam novel-novel dengan kekuatan emosional yang besar, telah menemukan jurang di bawah rasa ilusi kita tentang koneksi dengan dunia". Karena prestasinya di bidang sastra, KI dianugerahi gelar bangsawan dalam Daftar Penghargaan Ulang Tahun Ratu 2018 (https://id.wikipedia.org/wiki/ Kazuo_Ishiguro).

Selasa, 06 Desember 2022

Bahasa dan Sastra (115)

 

16. BELAJAR MENULIS WACANA DESKRIPSI (3)

Subagio S. Waluyo 



      Setelah kita membahas wacana deskripsi yang menggambarkan suatu peristiwa dan suasana. Sekarang kita beralih membahas tulisan deskripsi yang juga masih mengambil gambaran suasana atau keadaan. Tetapi, untuk kali ini kita membahas gambaran suasana yang diambil dari karya fiksi (novel). Novel yang cukup panjang menggambarkan suasana (keadaan) di antaranya adalah novel yang ditulis oleh Mochtar Lubis: Harimau Harimau (HH). Novel ini ditulis ketika penulisnya masih mendekam di sebuah penjara di Madiun. Novel ini lebih merupakan sebuah tanggapan terhadap kepemimpinan Presiden Soekarno. Novel ini bercerita tentang tujuh orang pengumpul damar yang diserang oleh seekor harimau ketika pulang ke desanya. Pimpinan yang karismatik dalam novel ini pun gagal menghindari serangan harimau. Justru pimpinan tersebut yang dijadikan umpan untuk mengakhiri petualangan sang harimau yang telah memakan korban tiga orang dari tujuh orang pencari damar (satu orang dibunuh oleh Wak Katok sang pemimpin karismatik). Sebagai tambahan, novel yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Belanda, Inggris, dan Mandarin ini mendapat penghargaan sebagai Buku Terbaik dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (https://id. wikipedia.org/wiki/Harimau!_ Harimau!).  

Bahasa dan Sastra (114)

 

15. BELAJAR MENULIS WACANA DESKRIPSI (2)

Subagio S. Waluyo



    Di samping bisa menulis deskripsi berkaitan dengan peristiwa yang dialaminya, seseorang bisa juga menulis deskripsi berdasarkan pengalaman hidupnya. Maksudnya, seseorang bisa saja menulis tulisan yang bersifat argumentasi yang didahului dengan tulisan deskripsi. Tulisan dengan judul `Kota Anak-Anak Alfa` yang dijadikan salah satu contoh tulisan di sini, ditulis oleh penulisnya (saya sendiri) sebagai pengantar sebelum membahas lebih jauh tentang gambaran anak-anak yang lahir di atas tahun 2010. Anak-anak yang lahir di tahun 2010 disebut sebagai `Anak-anak Alfa`. Mengutip pendapat Mark Mc Crindle (Nova, 22 September 2015), dimaksudkan dengan `generasi alfa` atau `generasi broadband` atau mobile ialah generasi keturunan awal generasi Y dan  terakhir generasi X. Karena yang dibicarakan adalah anak-anak yang tinggal di kota-kota besar di Indonesia, jadilah tulisan tersebut berjudul `Kota Anak-Anak Alfa`.

Kamis, 01 Desember 2022

Bahasa dan Sastra (113)

 14. BELAJAR MENULIS WACANA DESKRIPSI (1)

Subagio S. Waluyo


    Kita telah belajar menulis paragraf dengan menggunakan berbagai cara seperti yang dicontohkan dalam tulisan-tulisan yang terdapat di website: www.subagiowaluyo.com. Secara berurutan dijelaskan di website tersebut cara-cara, baik mengaitkan kalimat pertama dengan kalimat yang kedua dan seterusnya maupun mengawali tulisan pada saat kita kesulitan menuliskan kalimat pertama di sebuah paragraf. Cara pertama kita bisa menggunakan konjungsi atau kata penghubung antar kalimat. Ada 53 konjungsi baik berupa kata maupun frasa yang bisa kita gunakan (“2. Saatnya Menulis”). Cara kedua kita bisa menggunakan kata-kata kunci yang bisa digunakan secara berulang-ulang di setiap atau beberapa kalimat dalam satu paragraf (“3. Penggunaan Pengulangan Kata Kunci”). Cara ketiga kita bisa menggunakan definisi. Maksudnya, kita bisa mengawali sebuah tulisan dengan mengutip sebuah definisi (“4. Awali dengan Definisi”). Cara keempat kita juga bisa menggunakan kata tanya seperti apa, kapan, di mana, siapa, mengapa, dan bagaimana (“5. Memulainya dengan Pertanyaan”). Cara kelima kita tentu saja bisa menggunakan pernyataan-pernyataan yang memikat. Dalam hal ini bisa saja kita mengawali tulisan dengan kata-kata atau kalimat-kalimat yang bikin pembacanya penasaran. Dengan kata lain, bisa menggunakan kata-kata atau frasa-frasa, bahkan kalimat-kalimat yang bombastis (“6. Awali dengan yang Memikat”). Cara keenam sampai kesepuluh kita bisa mengawali tulisan dengan cara mengutip entah itu dari ungkapan para pakar atau ilmuwan, ayat-ayat Al-Quran dan hadis, lirik-lirik lagu, bait-bait puisi, atau petikan-petikan yang terdapat di cerpen, novel, atau naskah drama. Semua itu bisa dilihat dalam tulisan yang dimulai dari “7. Awali dengan Kutipan (1)” sampai dengan “11. Awali dengan Kutipan (5)”. Sebagai pelengkap, masih di website tersebut, kita juga diarahkan untuk bisa menulis paragraf yang dipancing dengan gambar-gambar, baik gambar-gambar ilustrasi maupun gambar-gambar karikatur (“12. Dipancing dengan Gambar Ilustrasi” dan “13. Dipancing dengan Gambar Karikatur”). Diharapkan dengan cara-cara tersebut, kita dimudahkan menulis paragraf pada saat kita mengalami kebuntuan untuk menuangkan gagasan kita ke dalam sebuah tulisan.

Senin, 28 November 2022

Bahasa dan Sastra (112)

 

13. DIPANCING PAKAI GAMBAR KARIKATUR

Subagio S.Waluyo

 

         Setelah mencoba menulis paragraf dipancing dengan gambar ilustrasi, sekarang kita mencoba menulis paragraf yang juga dipancing dengan gambar karikatur. Menulis paragraf, baik dipancing dengan gambar ilustrasi maupun karikatur pada prinsipnya sama. Sama-sama di tahap pertama kita mengamati gambar tersebut. Nanti dari hasil pengamatan kita menyimpulkan gambar ilustrasi yang dijadikan objek tulisan berisikan tentang, misalnya, perilaku konsumtif. Untuk gambar karikatur selain mengamati gambar juga ada kata-kata yang tercantum di situ, misalnya, pada gambar karikatur di atas tertulis `Hari Anak`. Selain itu, pada gambar karikatur ada misi tertentu yang ingin disampaikan oleh sang karikaturis, yaitu kritik sosial buat kalangan tertentu. Dalam hal ini kalangan tertentu bisa pemerintah, pengusaha, tokoh-tokoh nasional, masyarakat, kalangan pendidik, orang tua, atau bisa juga kalangan anak-anak milineal. Jadi, semua pihak bisa dijadikan sasaran kritik.

Sabtu, 26 November 2022

Bahasa dan Sastra (111)

12. DIPANCING PAKAI GAMBAR ILUSTRASI 

Subagio S. Waluyo



Menulis paragraf bisa dipancing pakai gambar ilustrasi? Di dunia ini tidak ada yang tidak bisa. Sekedar orang mau menulis paragraf dipancing pakai gambar ilustrasi pasti bisa. Gambar ilustrasi `kan cuma dipakai sebagai stimulus agar kita memulai menulis sebuah tulisan? Dengan melihat gambar ilustrasi seperti gambar  ilustrasi di atas, kita akan bereaksi menulis paragraf. Kalau sebuah paragraf sudah terwujud, kita tinggal meneruskan menjadi sebuah wacana. Apa yang susah? Supaya dimudahkan kita menulis, begitu kita melihat gambar ilustrasi langsung cari referensinya.Gambar ilustrasi di atas, misalnya, orang sedang memegang kotak Jendela Johari. Kita langsung saja cari di Google tentang konsep Jendela Johari pasti dapat kita temukan. Kalau sudah ditemukan, kita langsung saja bahas hal-hal apa saja yang diuraikan di Jendela Johari itu. Berikut ini bisa kita baca tulisan singkat tentang Teori Jendela Johari. 

Kamis, 17 November 2022

Bahasa dan Sastra (110)

 11. AWALI DENGAN KUTIPAN (5)

Subagio S. Waluyo


Bagian terakhir dalam penulisan paragraf yang diawali dengan kutipan adalah kutipan yang diambil dari teks yang terdapat di prosa, baik cerpen, novel, maupun naskah drama. Pada prinsipnya memulai kutipan dari teks-teks yang terdapat di prosa sama saja dengan lirik-lirik lagu atau baris-baris pada puisi. Bedanya muatan yang terdapat dalam lirik-lirik lagu atau baris-baris pada puisi dibutuhkan pencarian sesuatu di balik kata-kata atau frasa-frasa yang ditulis sang penulis lagu atau penyair. Sedangkan dalam teks-teks prosa lebih mudah dipahami sehingga tidak perlu mencari sesuatu yang ada di balik kata-kata atau frasa-frasa yang diungkapkan penulisnya. Memang, terkadang ada juga penulis cerpen yang dalam penyampaian kalimat-kalimatnya memerlukan kerutan dahi karena kalimat-kalimat yang diungkapkannya sulit dimengerti. Meskipun demikian, sebagian besar ungkapan penulis dalam karya-karya prosa mudah dipahami oleh pembacanya.

Selasa, 08 November 2022

Bahasa dan Sastra (109)

10. AWALI DENGAN KUTIPAN (4) 

Subagio S. Waluyo



Lirik pada lagu sama saja dengan puisi. Terkadang lirik lagu banyak juga yang bernilai sastra. Lirik-lirik lagu Ebiet G. Ade, misalnya, sebenarnya kalau ditelisik merupakan puisi yang dinyanyikan. Terkadang, lirik-lirik lagu Ebiet susah dipahami maknanya. Untuk bisa menyanyikan lirik-lirik lagunya memang mudah. Tapi, tidak semudah kita mengapresiasikannya. Terbayang di benak kita, bagaimana Ebiet menuliskan lirik-lirik lagunya? Tentu Ebiet perlu  berimajinasi dan berkontemplasi untuk menuangkan kata-katanya ke dalam lirik-lirik lagunya. Ebiet juga perlu banyak mempelajari fenomena sosial dan juga filsafat (bahkan agama sekalipun). Agar lirik-lirik lagunya benar-benar berbobot, dia padukan semua itu dengan aransemen musik yang siap untuk dinyanyikan. Kita pun tanpa disadari terbawa arus alunan lirik-lirik lagunya sehingga kita tidak sadar bahwa yang juga kita lantunkan lirik-lirik lagunya sebenarnya merupakan puisi-puisi yang bernuansa nilai-nilai sastra. Kita cukupkan saja pembicaraan kita tentang lirik-lirik lagu yang bernuansa sastra. Kita fokus saja pada puisi yang akan kita coba mengembangkannya menjadi sebuah tulisan berikut ini.

Rabu, 02 November 2022

Bahasa dan Sastra (108)

9. AWALI DENGAN KUTIPAN (3) 

Subagio S.Waluyo


(https://de.cleanpng.com/png-94q340/)

Oh my love for the first time in my life

My eyes are wide open

Oh my lover for the first time in my life

My eyes can see

 

I see the wind, oh I see the trees

Everything is clear in my heart

I see the clouds, oh I see the sky

Everything is clear in our world

………………………………………………….

(`Oh My Love`/John Lennon)

Bahasa dan Sastra (259)

  `Wong Gemblung` dan `Psikopat` Subagio S. Waluyo            “Pak wong gemblung boleh tidak puasa kan?” “Ya, kamu boleh tidak berpuasa. A...