Selasa, 15 Agustus 2017

All You Need Is Love (36)

MENGGOYANG MENARA GADING

Subagio S. Waluyo



Dalam Wiktionary (ensiklopedia multi bahasa) kata menara gading didefinisikan sebagai `tempat atau kedudukan yang serba mulia, enak, dan menyenangkan atau boleh juga tempat untuk menyendiri, misal tempat studi, yang memberi kesempatan untuk bersikap masa bodoh terhadap hal-hal yang terjadi di sekitarnya` (https:// id.wiktionary.org/wiki/menara_gading). Kalau begitu memang patut orang-orang kampus alias makhluk akademis tinggal di menara gading karena mereka merasa nyaman dengan kedudukannya yang serba mulia. Bukankah mereka merasa mulia terutama para pengajar (dosen) karena sebutan dosen saja itu di mata masyarakat punya kelas tersendiri (lebih tinggi daripada guru di sekolah). Bukankah juga dianggap mulia karena punya berderet gelar akademis baik dari perguruan tinggi (PT) ternama  di negeri ini maupun lulusan luar negeri kelas dunia sehingga untuk menghormati mereka orang yang di bawahnya atau sesama teman sejawatnya menyapanya dengan `Pak Dosen`, `Doktor`, atau `Prof` (untuk professor)? Yang bukan teman sejawatnya (sekelas mahasiswa atau karyawan/pegawai PT) karena menyapanya dengan sapaan di atas setidak-tidaknya membuat ``Sang Dosen``, `Sang Doktor`, atau `Sang Profesor` merasa tersanjung dengan sapaan tersebut. Jangan coba-coba menyapa mereka dengan sapaan `Pak Guru` atau `Bu Guru` karena buat mereka sapaan itu hanya ada di tingkat pendidikan SD,SMP, SMA atau SMK. Menyapa mereka dengan sapaan seperti itu sama halnya juga merendahkan mereka.  Mudah-mudahan saja tidak semua dosen bawa perasaan (baper) seperti itu karena juga masih banyak dosen yang egaliter.

Bahasa dan Sastra (259)

  `Wong Gemblung` dan `Psikopat` Subagio S. Waluyo            “Pak wong gemblung boleh tidak puasa kan?” “Ya, kamu boleh tidak berpuasa. A...