TITIK
AKHIR PERUBAHAN
Subagio
S.Waluyo
Ramadhan baru saja
berlalu. Saatnya hamba-hamba Allah mengakhiri semua aktivitas ibadah yang
begitu nikmat. Tapi, hamba-hamba Allah yang meraih ketaqwaan jangan
terburu-buru karena Ramadhan mewarisi banyak hal yang perlu direnungkan.
Hamba-hamba Allah yang semula jarang bahkan enggan berpuasa, begitu memasuki
Ramadhan mau tidak mau juga berpuasa. Tentang di awal-awal berpuasa niatnya
masih belum jelas antara terpaksa dan tidak terpaksa, tetapi dalam perjalanan
ibadahnya Insya Allah telah terjadi perubahan karena ada pelurusan niat.
Hamba-hamba Allah itu karena ingin meraih derajat taqwa juga melengkapi
ibadah-ibadahnya dengan sholat tarawih sambil mendengar ceramah-ceramah tarawih
yang mencerahkan, sholat subuh berjamaah di masjid atau mushollah, sholat-sholat
sunnah lainnya, tilawah Qur`an, dzikir, bersedekah, dan menyediakan makanan dan
minuman untuk berbuka bagi sesama Muslim yang berpuasa. Sepuluh hari menjelang
berakhirnya Ramadhan, hamba-hamba Allah itu melaksanakan i`tikaf walaupun
terkadang tidak bisa penuh karena masih ada urusan duniawi yang memang tidak
bisa ditinggalkan. Lagi-lagi dengan i`tikaf itu hamba-hamba Allah belajar
membina hubungannya pada Sang Khalik dan dan pada sesama Muslim yang
melakanakan i`tikaf. Hamba-hamba Allah itu tanpa disadari telah menyempurnakan
hubungannya bukan hanya pada Allah tetapi juga pada sesama manusia.