Rabu, 14 Desember 2016

Kebahasaan dan Kesastraan (38)

SEGALANYA TENTANG PUISI (9)

Subagio S.Waluyo


(Lanjutan Apresiasi Puisi)


Pada puisi ‘Surat Cinta’ itu tampak sekali Rendra melibatkan seluruh alam dalam rasa kebahagiaannya. Bumi dan langit, alam dan surga meminjamkan gambaran-gambaran serta bahan-bahan untuk melukiskan perasaan jiwanya. Atau setiap makhluk yang dijumpainya merupakan cermin bagi isi hatinya: burung belibis, anak-anak yang bersenda gurau, bahkan malaikat-malaikat yang dipandangnya dalam percikan air hujan pada kaca jendela. Hal semacam itu juga banyak dijumpai pada puisi-puisi Rendra yang lain. Kita bisa lihat pada kumpulan puisinya yang lain, seperti Blues Untuk Bonie, Ballada Sepatu Tua, atau pada puisinya yang bernada kritik sosial Potret Pembangunan dalam Puisi, Di samping Rendra juga banyak penyair lain yang selalu akrab dengan alam.

Kebahasaan dan Kesastraan (37)

SEGALANYA TENTANG PUISI (8)

5. Apresiasi Puisi 


Subagio S.Waluyo

Sebelum berbicara tentang apresiasi puisi, sebaiknya kita lihat dulu pengertian puisi. Pengertian puisi dapat dilihat pada Segalanya tentang Puisi (1). Apresiasi dan bahasa Inggris to appreciate yang artinya menghargai, berkenaan atau appreciation yang artinya penghargaan. Kata ini diadaptasikan ke dalam bahasa Indonesia menjadi apresiasi yang artinya kira-kira kegiatan atau usaha merasakan dan menikmati hasil-hasil karya seni. Apresiasi puisi berarti kegiatan atau usaha merasakan atau menikmati karya seni yang berbentuk puisi.

Senin, 05 Desember 2016

Kebahasaan dan Kesastraan (36)

SEGALANYA TENTANG PUISI (7)

Subagio S.Waluyo

4. Macam-Macam Puisi

Puisi dapat dibedakan atas beberapa macam. Macam-macam puisi itu dapat dibagi menurut isi, bentuk, dan ketersuratan serta ketersiratan makna puisi. Berdasarkan isi secara garis besar puisi dapat dibedakan atas tiga jenis, yaitu (1) puisi liris, (2) puisi naratif, dan (3) puisi dramatis. Puisi liris adalah puisi yang berisi curahan perasaan pribadi dan yang diutamakan ialah lukisan perasaannya. Pelukisan perasaan sebagai akibat adanya kontak antara si pembuat puisi dengan alam sekitar, dengan manusia lain baik sebagai individu maupun sebagai kelompok, dan dengan Sang Pencipta. Sebagai misal, lukisan rasa Mohammad Yamin yang memuja “tanah air”-nya.

Sabtu, 03 Desember 2016

Kebahasaan dan Kesastraan (35)


SEGALANYA TENTANG PUISI (6) 


Subagio S.Waluyo


G.    Ritme/Irama

Pernahkah Anda mengamati orang yang berbicara? Anda akan menemukan beberapa hal terutama dalam lagu orang itu berbicara. Pada saat ia marah, ia berbicara dengan nada suara yang meninggi. Sebaliknya, pada saat ia menghiba, ia berbicara dengan nada suara yang merendah. Ada nada yang meninggi-merendah, tekanan yang mengeras-melembut, dan tempo yang mencepat-melambat yang terdengar ketika ia berbicara. Irama itu menyangkut arus ujaran. Coba kita lihat bait puisi di bawah ini.

Kebahasaan dan Kesastraan (34)

SEGALANYA TENTANG PUISI (5)

Subagio S.Waluyo


D.    Pigura Bahasa

Pembicaraan tentang pigura bahasa atau bahasa figuratif dibagi dalam dua bagian besar, yaitu metafor dan simile. Untuk metafor sudah dijelaskan dan diuraikan di muka secara panjang lebar. Sekarang kita hanya menguraikan tentang simile saja.
Anda pernah mendengar ungkapan-ungkapan seperti: bagai kerbau dicocok hidung, seperti telur di ujung tanduk, dan laksana air di daun talas. Ungkapan-ungkapan itu menunjukkan suatu pemisalan. Sering untuk mengatakan ungkapan digunakan kata-kata bagai, bagaikan, sebagai, seperti, laksana, dan bak. Simile biasanya dinyatakan dengan memakai kata-kata tersebut. Oleh karena itu, bisa dikatakan simile ialah gaya pernyataan dengan membandingkan dua objek atau dua hal yang tidak sama.

Kebahasaan dan Kesastraan (33)

SEGALANYA TENTANG PUISI (4)

Subagio S.Waluyo


    C.    Metafor

Metafor atau metafora dalam bahasa Indonesia berarti pemakaian kata-kata bukan dengan arti yang sebenarnya, melainkan sebagai lukisan yang berdasankan persamaan atau perbandingan (Kamus Umum Bahasa Indonesia, 1983:648). Metafor boleh juga disebut sebagai perbandingan langsung. Metafor merupakan salah satu unsur bangunan puisi yang mengandung kesamaan dalam bentuk atau sifat.
Coba kita perhatikan puisi di bawah ini.

Kebahasaan dan Kesastraan (32)

SEGALANYA TENTANG PUISI (3)

Subagio S.Waluyo

3. Unsur-Unsur Puisi


Kalau kita ingin membangun rumah, kita harus tahu unsur-unsur yang harus dipenuhi. Kita bisa menyebutkan adanya fondasi rumah karena fondasi adalah dasar rumah. Rumah yang fondasinya rapuh, cepat rubuh apalagi jika terjadi gempa bumi. Dinding rumah juga turut membentuk rumah. Terakhir tentu saja atapnya. Satu sama lain unsur-unsur tersebut sangat berkaitan. Bahan bangunannya bergantung kepada jenis rumah yang akan dibangun. Apakah itu rumah gubuk, rumah mewah, ataukah bangunan bertingkat ?

Membuat sebuah puisi sama dengan membangun rumah. Ada unsur-unsur yang dipenuhi. Unsur-unsur puisi itu antara lain : bentuk, simbol, metafora, pigura bahasa, imaji, ritme, rima, dan tema. Unsur-unsur puisi itu berguna untuk menganalisis, memahami, dan mengapresiasi puisi. Untuk lebih jelasnya, unsur-unsur puisi itu di bawah ini dibahas satu per satu.

Bahasa dan Sastra (259)

  `Wong Gemblung` dan `Psikopat` Subagio S. Waluyo            “Pak wong gemblung boleh tidak puasa kan?” “Ya, kamu boleh tidak berpuasa. A...