Kamis, 23 September 2021

All You Need Is Love (92)

Bahan Presentasi Bikinan Sendiri 

Subagio S. Waluyo

Bahan-bahan presentasi berikut ini sebagaimana terlihat pada judul di atas merupakan hasil kerja saya sendiri. Bahan-bahan tersebut lebih merupakan cuplikan entah dari buku, e-book, atau bahan presentasi yang pernah orang buat. Tentu saja sebagai bahan presentasi  hasil comot sana-sini tidak dijamin baik sekali. Tetapi, sebagai bahan pengayaan di saat orang belajar tentang pembangunan, misalnya, bisa dipelajari pokok-pokok pikiran Joseph E. Stiglitz yang di bahan presentasi diberi judul "Curhat Joseph E.Stiglitz tentang Pembangunan". Begitu juga ketika ingin tahu tentang Pendidikan Antikorupsi bisa dilihat dari intisari buku yang ditulis Tim dari Dikti, Kemendikbud; Pendidikan Antikorupsi untuk Perguruan Tinggi yang sengaja saya tulis judulnya "Namanya juga Korupsi (1-4)". Masih banyak lagi yang bisa disampaikan di sini yang kalau mau ditulis semuanya bisa-bisa lebih banyak cuap-cuapnya daripada bahan yang dipresentasikan. Silakan para kaum akademisi atau praktisi yang mau memanfaatkan bahan-bahan di bawah ini. Salam takzim dari saya penulis bahan presentasi yang apa adanya. Semoga bermanfaat.  

Minggu, 29 Agustus 2021

Kebahasaan dan Kesastraan (98)

 

TEKNIK PENULISAN KARYA ILMIAH (2)

Subagio S.Waluyo




Setiap mahasiswa sudah bisa dipastikan akan menyampaikan keluhannya manakala berhadapan dengan membuat tugas berupa paper atau karya tulis ilmiah. Semua itu berawal salah satu di antaranya lebih disebabkan oleh minat baca yang kurang. Jangankan untuk membaca buku atau jurnal-jurnal ilmiah, untuk membaca postingan di WA atau medsos saja kalau sudah cukup panjang (padahal postingan tersebut diharapkan memiliki nilai tambah atau menginspirasi) tidak akan dibaca sampai tuntas. Selain itu, banyak tenaga pendidik yang mengajarkan TPKI yang kurang dapat menyampaikan bahan kurang baik atau kurang memberikan ilustrasi dan latihan-latihan sehingga pembelajarannya dirasakan  kurang menarik dan menjemukan. Kehadiran buku-buku TPKI berikut ini diharapkan banyak membantu bukan saja para tenaga pendidik tapi juga para mahasiswa yang akan dan sedang belajar menulis karya tulis ilmiah. Salam takzim dari saya (Subagio S. Waluyo) penyedia buku-buku Teknik Penulisan Karya Ilmiah (1). Semoga bermanfaat.

  1. Buku Berpikir Kritis di Era Informasi
  2. Buku Pedoman Penulisan Karya Ilmiah: Skripsi-Tesis-Disertasi FEB UGM
  3. Buku Tesaurus Bahasa Indonesia-Pusat Bahasa
  4. Buku Seri Penyuluhan Bahasa Indonesia-Paragraf
  5. Buku Seri Penyuluhan Bahasa Indonesia-Kalimat
  6. Buku Seri Penyuluhan Bahasa Indonesia-Ejaan
  7. Buku Seri Penyuluhan Bahasa Indonesia-Pilihan Kata/Diksi
  8. Buku Pedoman Penulisan Karya Ilmiah-IPB
  9. Buku Betapa Mudah Menulis Karya Ilmiah
  10. Buku Penulisan Karya Tulis Ilmiah
  11. Buku Karya Tulis Ilmiah
  12. Buku Pedoman Penulisan Karya Ilmiah-UPI
  13. Buku Modul UT-Hakikat Karya Tulis Ilmiah

Sabtu, 28 Agustus 2021

Kebahasaan dan Kesastraaan (97)

 TEKNIK PENULISAN KARYA ILMIAH (1)

Subagio S. Waluyo (ed.)


Setiap mahasiswa sudah bisa dipastikan akan menyampaikan keluhannya manakala berhadapan dengan membuat tugas berupa paper atau karya tulis ilmiah. Semua itu berawal salah satu di antaranya lebih disebabkan oleh minat baca yang kurang. Jangankan untuk membaca buku atau jurnal-jurnal ilmiah, untuk membaca postingan di WA atau medsos saja kalau sudah cukup panjang (padahal postingan tersebut diharapkan memiliki nilai tambah atau menginspirasi) tidak akan dibaca sampai tuntas. Selain itu, banyak tenaga pendidik yang mengajarkan TPKI yang kurang dapat menyampaikan bahan kurang baik atau kurang memberikan ilustrasi dan latihan-latihan sehingga pembelajarannya dirasakan  kurang menarik dan menjemukan. Kehadiran bahan-bahan presentasi berikut ini diharapkan banyak membantu bukan saja para tenaga pendidik tapi juga para mahasiswa yang akan dan sedang belajar menulis karya tulis ilmiah. Salam takzim dari saya (Subagio S. Waluyo) penyedia bahan-bahan presentasi Teknik Penulisan Karya Ilmiah (1). Semoga bermanfaat.  

Rabu, 28 Juli 2021

All You Need Is Love (91)

 KADERISASI, KOMUNIKASI, DAN PARTISIPASI POLITIK KADER PARTAI KEADILAN SEJAHTERA DI KOTA BEKASI

Subagio S. Waluyo


Jagat politik di Indonesia sejak reformasi diwarnai kehadiran partai Islam yang memiliki keunikan ketika berkiprah di panggung politik. Siapa partai Islam itu? Siapa lagi kalau bukan Partai Keadilan Sejahtera (sebelumnya bernama Partai Keadilan). Ketika masih bernama Partai Keadilan (PK) perolehan suaranya jauh dari Electoral Threshold (ET). Bahkan, banyak lembaga survai dan para pakar politik yang memperkirakan PKS tidak akan lolos dari ET. Tapi, apa yang terjadi? Ternyata, kegigihan para kader PKS (di samping juga adanya pertolongan Allah SWT) bisa menjawab suara-suara miring itu dengan perolehan suara yang luar biasa. Bayangkan saja yang semula di masa PK hanya memperoleh 7 kursi di pusat, begitu ganti nama menjadi PKS memperoleh 45 kursi. Di Kota Bekasi pun terjadi hal yang sama. Yang semula hanya 2 kursi, ternyata bisa melejit menjadi 11 kursi. Bukankah ini sebuah fenomena menarik?   

Jumat, 25 Juni 2021

All You Need Is Love (90)

 

PENELITIAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

Subagio S.Waluyo (ed.)

” Hasil-hasil penelitian yang telah memenuhi arsip-arsip di perpustakaan harus diimplementasikan dalam bentuk pengabdian masyarakat (PM). Bikin kegiatan PM jangan cuma sekedar menyenangi orang sesaat (kuratif) tetapi membikin kesengsaraan berkepanjangan. Kegiatan-kegiatan kuratif harus disingkirkan. Sudah tidak layak lagi `orang-orang intelek` di kampus bikin kegiatan kuratif seperti bakti sosial sementara mempertontonkan kemewahan hidupnya di tengah-tengah masyarakat duafa. Sudah saatnya `orang-orang intelek` di kampus juga mengintelekkan masyarakat sekitarnya. Sudah saatnya `orang-orang intelek` di kampus melihat dengan mata kepala sendiri tentang kenyataan hidup bangsanya  yang jauh dari kecukupan hidup. Mereka (`orang-orang intelek` yang ada di kampus) harus bisa melihat dunia masyarakat yang bertentangan dengan dunia kampus. Mereka harus punya pandangan heterogen karena selama ini pandangan mereka cenderung homogen. Selain itu, mereka harus benar-benar mau bersentuhan dengan kondisi kehidupan masyarakat yang kompleks permasalahannya. Jadi, mata mereka harus benar-benar melek melihat permasalahan dunia masyarakat yang ada di sekitarnya. Mereka tidak bisa bertahan dengan masalahan dunia kampus yang permasalahannya cenderung dalam bentuk model atau teori. `Orang-orang intelek` dari kampus coba terapkan teori yang dimilikinya untuk memecahkan permasalahan yang ada di masyarakat. Sanggup tidak dengan teorinya itu memecahkan berbagai permasalahan di masyarakat? Ini sebuah tantangan bagi kalangan akademis untuk menyelamatkan masalah-masalah sosial yang semakin hari semakin menumpuk. Berikut ini ada bahan-bahan hasil penelitian yang siap untuk dikembangkan memecahkan masalah-masalah sosial. Silakan dibaca dan dipelajari. Salam dari pecinta pemberdayaan masyarakat (Subagio S.Waluyo)”

  1. Penelitian tentang Profil dan Pemetaan Potensi Masyarakat
  2. Efektivitas Kebijakan Publik Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dalam Pengembangan Potensi Lokal
  3. Implementasi Kebijakan Pengembangan Kota Terpadu Mandiri Labangka
  4. Laporan Pemetaan Sosial Desa Beringin Agung Tahun 2017
  5. Analisis Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat melalui Program Kawasan Home Industry Unggulan
  6. Pemberdayaan Masyarakat Desa dalam Upaya Peningkatan Kesejahteraan Keluarga
  7. Pemberdayaan Masyarakat Desa Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDES)
  8. Pemberdayaan Masyarakat melalui Program Anggaran Dana Desa (ADD)
  9. Pemberdayaan Masyarakat pada Program Pembiayaan Mikro 
  10. Pemberdayaan Masyarakat untuk Kemandirian Ekonomi melalui Kelompok Swadaya Masyarakat
  11. Proses Pemberdayaan Masyarakat melalui Usaha Pembuatan Tempe
  12. Studi Pemetaan Sosial dan Penyusunan CSR 
  13. Strategi Pemberdayaan Masyarakat dalam Program CSR 
  14. Strategi  Pemberdayaan Masyarakat melalui Dana Desa sebagai Upaya Pengentasan Kemiskinan
  15. Tingkat Keberlanjutan PNPM Pinjaman Bergulir

Rabu, 26 Mei 2021

All You Need Is Love (89)

 BAHAN PRESENTASI

BADAN USAHA MILIK DAERAH

Subagio S.Waluyo (ed.)

(https://images.app.goo.gl/VtNoEcnCjkYkdiMC8) 

Bagaimana kondisi Perusahaan Daerah (PD) atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di setiap daerah di negara ini? Pejabat daerah kalau ditanya tentang itu akan mengatakan minimal `Au ah gelap`. Kenapa? Sampai sekarang pejabat daerah yang diamanahkan mengelola PD atau BUMD memang bukan orang yang memiliki kapabilitas dalam menangani PD atau BUMD. Hanya kepala daerah yang memiliki kapabilitas memimpin dan mengelola daerahnya yang bisa mengelola PD dan BUMD. Dari sekian banyak kepala daerah bisa dihitung dengan jari yang benar-benar bisa mengelola PD dan BUMD sehingga hasil dari PD atau BUMD-nya bisa mendongkrak Pendapatan Asli Daerah. Masalah itu bisa diselesaikan kalau para pejabat yang berwenang menangani PD atau BUMD di daerahnya mau belajar. Bahan-bahan presentasi berikut ini walaupun hanya bahan-bahan presentasi diharapkan dapat membantu siapapun yang peduli dengan keberadaan PD atau BUMD di daerahnya. Silakan diklik dan diunduh bahan-bahan berikut jika dipandang perlu. Salam dari Subagio S. Waluyo (pemerhati masalah PD atau BUMD).  

Minggu, 11 April 2021

All You Need Is Love (88)

Manajemen Masjid dan Studi Islam 

Subagio S. Waluyo (ed.)




“Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain Allah, maka merekalah yang termasuk golongan orang-orang yang selalu mendapat petunjuk (dari Allah Ta’ala)” (QS At-Taubah: 18). 

“Barangsiapa yang membangun masjid karena Allah Ta’ala (mengharapkan wajah-Nya) maka Allah akan membangunkan baginya rumah (istana) di Surga”.

Ayat Qur`an dan hadits di atas jelas menjadi pemicu dan pemacu orang-orang beriman untuk memakmurkan masjid. Tidak heran kalau dengan waktu yang demikian singkat banyak masjid yang dibangun. Tapi, apakah masjid-masjid yang dibangun demikian megah dengan asesori yang membikin decak kekaguman setiap jamaah yang memasukinya benar-benar makmur dalam artian aktivitas masjidnya juga luar biasa? Ternyata yang terjadi adalah aktivitas rutinitas sebatas ibadah sementara masyarakat di sekitarnya tidak tertanam dalam dirinya rasa terikat dan cinta terhadap masjid. Mereka cenderung menjauhkan masjid. Masjid hanya dikunjungi ketika salat jumat dan iedul fitri/iedul qurban. Di luar itu? Tidak usah ditanya lagi. Meskipun demikian, dari sekian banyak  masjid yang ada di negara ini, ada salah satu masjid yang layak dijadikan contoh  dalam hal memakmurkan masjid, yaitu Masjid Jogokariyan di Kota Yogya. Kenapa bisa demikian? Biar tidak penasaran silakan diklik file-file berikut yang berkaitan dengan Masjid Jogokariyan. Kalau masih juga kurang puas, silakan datang langsung ke Masjid Jogokariyan. Sebagai tambahan, agar wawasan ke-Islam-an pembaca semakin bertambah silakan juga diklik file-file yang berkaitan dengan materi-materi ke-Islam-an. Semoga bermanfaat. Salam takzim dari Subagio S Waluyo (Pemerhati masalah-masalah ke-Islam-an dan kemasjidan). 

Bahasa dan Sastra (259)

  `Wong Gemblung` dan `Psikopat` Subagio S. Waluyo            “Pak wong gemblung boleh tidak puasa kan?” “Ya, kamu boleh tidak berpuasa. A...