Sabtu, 19 Februari 2022

All You Need Is Love (97)

 KOTA GIGANTISME (1)

Subagio S. Waluyo


(https://www.istockphoto.com/id/vektor/sampah-di-kota-perkotaan-gm1097299074-294654172)

Apa yang bisa kita katakan dari sebuah kota yang kotor, yang tidak terurus, di sana-sini timbul kemacetan, dan banjir setiap kali turun hujan? Kita akan mengatakan kota itu telah tidak terurus. Walikota atau gubernurnya sekalipun sudah tidak berkeinginan untuk mengurusi kotanya. Atau boleh juga kota itu telah mengalami kebangkrutan. Jangan-jangan APBD yang setiap tahun rutin digelontorkan oleh pemerintah pusat tidak menyisakan sedikit pun untuk melakukan pembangunan atau pemeliharaan kota? Kota-kota semacam ini jangan-jangan telah terkena stigma kota gigantisme.

Kota Gigantisme (1) dijadikan judul kumpulan tulisan kali ini. Disajikan untuk bisa dibaca, dipelajari, dan direnungkan oleh kita semua. Memang, isi kumpulan tulisan kali ini sebenarnya lebih merupakan tulisan-tulisan yang pernah dimuat di blog dan website penulis.  Sebagian juga pernah diterbitkan dalam buku-buku penulis: Penampakan Nilai-Nilai Sosial dalam Karya Sastra Indonesia dan Dari Menjauhi Hipokrit ke Mengetuk Pintu Langit. Tapi, tidak ada salahnya kalau dimuat di sini, di blog ini, supaya pembaca-pembaca lain yang tidak sempat memiliki buku-buku tersebut bisa membacanya. Insya Allah kumpulan tulisan ini akan bersambung ke Kota Gigantisme (2) dan (3). Penulis ingin mengucapkan terima kasih pada anak penulis, Umair Shodiq dan Milla Karima, yang telah membuatkan untuk penulis beberapa gambar ilustrasi. Demi kesempurnaan dalam pembuatan kumpulan tulisan ini, segala. kritikan dan masukan sangat  penulis harapkan. Semoga sumbangan yang kecil ini bisa memberikan banyak manfaat. 


Selasa, 11 Januari 2022

All You Need Is Love (96)

 Kampus Merdeka Merdeka Belajar

Subagio S. Waluyo (ed.)


“Kemerdekaan belajar dalam artian memberikan kebebasan dan otonomi kepada lembaga pendidikan, dan merdeka dari birokratisasi, dosen dibebaskan dari birokrasi yang berbelit serta mahasiswa diberikan kebebasan untuk memilih bidang yang mereka sukai” 

“Mahasiswa perlu penguasaan kombinasi disiplin ilmu ketika menekuni sebuah profesi. Program Kampus Merdeka memungkinkan mahasiswa belajar di luar prodi dan mendapat pendidikan lintas disiplin ilmu.


Adapun rumpun ilmu yang digabungkan dapat melahirkan karya yang unik dan inovatif. Hal ini tidak hanya berdampak pada sang mahasiswa, tetapi juga untuk industri, dan untuk masyarakat Indonesia.”

(Nadiem Makarim, Mendikbud) 

  1. Buku Panduan-Merdeka Belajar Kampus Merdeka 
  2. Buku Pedoman-Implementasi Merdeka Belajar di UNJ
  3. Buku Pedoman-Merdeka Belajar Kampus Merdeka-Unsyiah
  4. Buku Petunjuk Teknis-Merdeka Belajar Kampus Merdeka-UI
  5. Buku Saku-Kampus Merdeka-Indonesia Jaya
  6. Buku Seri-Penerapan Kurikulum Kampus Merdeka di Era Covid 19
  7. Handout-Implementasi Kebijakan Kampus Merdeka
  8. Handout-Kampus Merdeka
  9. Handout-MBKM Universitas Negeri Malang
  10. Handout-MBKM dan MOOCs UGM
  11. Handout-Membangun Budaya Mutu Kampus Merdeka
  12. Handout-Sosialisasi MBKM ITB
  13. Handout-Sosialisasi Pertukaran Mahasiswa Merdeka Unhas
  14. Handout-Sosialisasi MBKM FMIPA Unnes
  15. Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka Prodi Pendidikan Sosiologi UNY
  16. Pedoman Penyelenggaraan MBKM Universitas Jember
  17. Permendikbud RI Nomor 30 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi
  18. Skripsi-Respon Mahasiswa Unimed terhadap Wacana Kampus Merdeka
  19. Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
  20. Undang-Undang RI Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi

Kamis, 18 November 2021

All You Need Is Love (95)

 

DARI MENJAUHI HIPOKRIT 
KE MENGETUK PINTU LANGIT (2)

Subagio S.Waluyo




Judul kumpulan tulisan ini terinspirasi oleh buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma karya Idrus. Meskipun demikian, kumpulan tulisan ini tidak terinspirasi untuk memuat entah itu novel, cerpen, atau esai seperti yang ditulis Idrus di awal-awal tahun `40-an. Memang, kumpulan tulisan ini banyak memuat cuplikan entah itu yang namanya diambil dari puisi, cerpen, novel, atau syair-syair lagu. Tetapi, penulis berusaha mengajak para pembaca untuk bisa membaca, memahami, dan menelaah nilai-nilai agama (dalam hal ini Islam). Bisa juga disebut cara mengapresiasi nilai-nilai Islam. Karena pembaca diajak untuk mengapresiasi nilai-nilai Islam, tentu saja penulis berusaha menulis dengan bahasa yang mudah dicerna. Pembaca tidak dijejali dengan teori-teori agama atau dalil-dalil agama seperti yang biasa orang pelajari ketika mempelajari ilmu-ilmu agama. Penulis lebih cenderung menyampaikan masalah-masalah aktual di seputar praktek kehidupan manusia (bahkan masyarakat sekalipun) dalam beragama. Penulis lebih cenderung menyampaikan bahwa banyak di antara kaum muslimin yang dalam beragama cenderung setengah-setengah meskipun sudah jelas-jelas bahwa Islam mengajak umatnya untuk memasuki Islam secara kaafah (menyeluruh) sebagaimana tertuang dalam Al-Qur`an (Surat Al-Baqarah:208). Agar tidak berpanjang kalam, silakan pembaca mengklik setiap judul berikut ini. Penulis mengucapkan terima kasih untuk anak penulis, Umair Shodiq, yang telah menyumbangkan gambar-gambar ilustrasi di beberapa tulisan. Semoga sumbangsih penulis yang sedikit ini menjadi amal baik penulis di yaumul akhir. Amin. 


  1. Berkisah tentang Verbalisme
  2. Berkisah tentang Kejujuran
  3. Berkisah tentang Kemanusiaan
  4. Berkisah tentang Kemiskinan
  5. Berkisah tentang Kepedulian
  6. Semut di Seberang Pulau Kelihatan
  7. Pengurbanan dan Pengorbanan
  8. Qarun Sang Kapitalis
  9. Lebaran Tahun Ini Sepi 
  10. Mengetuk Pintu Langit

All You Need Is Love (94)

 DARI MENJAUHI HIPOKRIT 
KE MENGETUK PINTU LANGIT (1)

Subagio S. Waluyo

Judul kumpulan tulisan ini terinspirasi oleh buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma karya Idrus. Meskipun demikian, kumpulan tulisan ini tidak terinspirasi untuk memuat entah itu novel, cerpen, atau esai seperti yang ditulis Idrus di awal-awal tahun `40-an. Memang, kumpulan tulisan ini banyak memuat cuplikan entah itu yang namanya diambil dari puisi, cerpen, novel, atau syair-syair lagu. Tetapi, penulis berusaha mengajak para pembaca untuk bisa membaca, memahami, dan menelaah nilai-nilai agama (dalam hal ini Islam). Bisa juga disebut cara mengapresiasi nilai-nilai Islam. Karena pembaca diajak untuk mengapresiasi nilai-nilai Islam, tentu saja penulis berusaha menulis dengan bahasa yang mudah dicerna. Pembaca tidak dijejali dengan teori-teori agama atau dalil-dalil agama seperti yang biasa orang pelajari ketika mempelajari ilmu-ilmu agama. Penulis lebih cenderung menyampaikan masalah-masalah aktual di seputar praktek kehidupan manusia (bahkan masyarakat sekalipun) dalam beragama. Penulis lebih cenderung menyampaikan bahwa banyak di antara kaum muslimin yang dalam beragama cenderung setengah-setengah meskipun sudah jelas-jelas bahwa Islam mengajak umatnya untuk memasuki Islam secara kaafah (menyeluruh) sebagaimana tertuang dalam Al-Qur`an (Surat Al-Baqarah:208). Agar tidak berpanjang kalam, silakan pembaca mengklik setiap judul berikut ini. Penulis mengucapkan terima kasih untuk anak penulis, Umair Shodiq, yang telah menyumbangkan gambar-gambar ilustrasi di beberapa tulisan. Semoga sumbangsih penulis yang sedikit ini menjadi amal baik penulis di yaumul akhir. Amin. 


Kamis, 28 Oktober 2021

MAHASISWA BICARA KORUPSI (1)

Subagio S. Waluyo (ed.)


Mahasiswa bicara soal korupsi bukan sebatas hanya minta pendapatnya tentang korupsi, tapi lebih jauh lagi mahasiswa juga perlu mengungkap berbagai tindak pidana korupsi (tipikor) dalam bentuk diskusi. Mereka (para mahasiswa) memang mendiskusikan berbagai tipikor yang melanda negeri ini dalam bentuk mempresentasikan temuan-temuannya pada kuliah online Pendidikan Antikorupsi (PAK). Data-data yang mereka peroleh tentang kasus-kasus tipikor, baik yang diperoleh dari media cetak maupun online memang masih jauh dari yang diharapkan. Semua kekurangan dalam penyajian data baru bisa diketahui setelah diadakan presentasi dan diskusi. Meskipun demikian sebagai langkah awal bahwa mereka memiliki kepedulian terhadap tipikor adalah langkah yang layak diacungkan jempol. Segala kelebihan dan kekurangan mereka dalam menyusun bahan presentasi dan kegagapan menjawab segala persoalan yang berkaitan dengan tipikor harus diterima dengan lapang dada. Yang penting mereka masih punya hati nurani dan kepedulian bahwa korupsi merupakan kejahatan yang layak untuk dilawan. Bahan-bahan presentasi yang disajikan berikut ini diharapkan banyak memberikan manfaat bagi siapapun yang masih punya kepedulian terhadap upaya-upaya pencegahan korupsi. Silakan diklik judul-judul bahan presentasi berikut ini.    

Bahasa dan Sastra (259)

  `Wong Gemblung` dan `Psikopat` Subagio S. Waluyo            “Pak wong gemblung boleh tidak puasa kan?” “Ya, kamu boleh tidak berpuasa. A...