Rabu, 28 Juli 2021

All You Need Is Love (91)

 KADERISASI, KOMUNIKASI, DAN PARTISIPASI POLITIK KADER PARTAI KEADILAN SEJAHTERA DI KOTA BEKASI

Subagio S. Waluyo


Jagat politik di Indonesia sejak reformasi diwarnai kehadiran partai Islam yang memiliki keunikan ketika berkiprah di panggung politik. Siapa partai Islam itu? Siapa lagi kalau bukan Partai Keadilan Sejahtera (sebelumnya bernama Partai Keadilan). Ketika masih bernama Partai Keadilan (PK) perolehan suaranya jauh dari Electoral Threshold (ET). Bahkan, banyak lembaga survai dan para pakar politik yang memperkirakan PKS tidak akan lolos dari ET. Tapi, apa yang terjadi? Ternyata, kegigihan para kader PKS (di samping juga adanya pertolongan Allah SWT) bisa menjawab suara-suara miring itu dengan perolehan suara yang luar biasa. Bayangkan saja yang semula di masa PK hanya memperoleh 7 kursi di pusat, begitu ganti nama menjadi PKS memperoleh 45 kursi. Di Kota Bekasi pun terjadi hal yang sama. Yang semula hanya 2 kursi, ternyata bisa melejit menjadi 11 kursi. Bukankah ini sebuah fenomena menarik?   

Jumat, 25 Juni 2021

All You Need Is Love (90)

 

PENELITIAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

Subagio S.Waluyo (ed.)

” Hasil-hasil penelitian yang telah memenuhi arsip-arsip di perpustakaan harus diimplementasikan dalam bentuk pengabdian masyarakat (PM). Bikin kegiatan PM jangan cuma sekedar menyenangi orang sesaat (kuratif) tetapi membikin kesengsaraan berkepanjangan. Kegiatan-kegiatan kuratif harus disingkirkan. Sudah tidak layak lagi `orang-orang intelek` di kampus bikin kegiatan kuratif seperti bakti sosial sementara mempertontonkan kemewahan hidupnya di tengah-tengah masyarakat duafa. Sudah saatnya `orang-orang intelek` di kampus juga mengintelekkan masyarakat sekitarnya. Sudah saatnya `orang-orang intelek` di kampus melihat dengan mata kepala sendiri tentang kenyataan hidup bangsanya  yang jauh dari kecukupan hidup. Mereka (`orang-orang intelek` yang ada di kampus) harus bisa melihat dunia masyarakat yang bertentangan dengan dunia kampus. Mereka harus punya pandangan heterogen karena selama ini pandangan mereka cenderung homogen. Selain itu, mereka harus benar-benar mau bersentuhan dengan kondisi kehidupan masyarakat yang kompleks permasalahannya. Jadi, mata mereka harus benar-benar melek melihat permasalahan dunia masyarakat yang ada di sekitarnya. Mereka tidak bisa bertahan dengan masalahan dunia kampus yang permasalahannya cenderung dalam bentuk model atau teori. `Orang-orang intelek` dari kampus coba terapkan teori yang dimilikinya untuk memecahkan permasalahan yang ada di masyarakat. Sanggup tidak dengan teorinya itu memecahkan berbagai permasalahan di masyarakat? Ini sebuah tantangan bagi kalangan akademis untuk menyelamatkan masalah-masalah sosial yang semakin hari semakin menumpuk. Berikut ini ada bahan-bahan hasil penelitian yang siap untuk dikembangkan memecahkan masalah-masalah sosial. Silakan dibaca dan dipelajari. Salam dari pecinta pemberdayaan masyarakat (Subagio S.Waluyo)”

  1. Penelitian tentang Profil dan Pemetaan Potensi Masyarakat
  2. Efektivitas Kebijakan Publik Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dalam Pengembangan Potensi Lokal
  3. Implementasi Kebijakan Pengembangan Kota Terpadu Mandiri Labangka
  4. Laporan Pemetaan Sosial Desa Beringin Agung Tahun 2017
  5. Analisis Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat melalui Program Kawasan Home Industry Unggulan
  6. Pemberdayaan Masyarakat Desa dalam Upaya Peningkatan Kesejahteraan Keluarga
  7. Pemberdayaan Masyarakat Desa Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDES)
  8. Pemberdayaan Masyarakat melalui Program Anggaran Dana Desa (ADD)
  9. Pemberdayaan Masyarakat pada Program Pembiayaan Mikro 
  10. Pemberdayaan Masyarakat untuk Kemandirian Ekonomi melalui Kelompok Swadaya Masyarakat
  11. Proses Pemberdayaan Masyarakat melalui Usaha Pembuatan Tempe
  12. Studi Pemetaan Sosial dan Penyusunan CSR 
  13. Strategi Pemberdayaan Masyarakat dalam Program CSR 
  14. Strategi  Pemberdayaan Masyarakat melalui Dana Desa sebagai Upaya Pengentasan Kemiskinan
  15. Tingkat Keberlanjutan PNPM Pinjaman Bergulir

Rabu, 26 Mei 2021

All You Need Is Love (89)

 BAHAN PRESENTASI

BADAN USAHA MILIK DAERAH

Subagio S.Waluyo (ed.)

(https://images.app.goo.gl/VtNoEcnCjkYkdiMC8) 

Bagaimana kondisi Perusahaan Daerah (PD) atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di setiap daerah di negara ini? Pejabat daerah kalau ditanya tentang itu akan mengatakan minimal `Au ah gelap`. Kenapa? Sampai sekarang pejabat daerah yang diamanahkan mengelola PD atau BUMD memang bukan orang yang memiliki kapabilitas dalam menangani PD atau BUMD. Hanya kepala daerah yang memiliki kapabilitas memimpin dan mengelola daerahnya yang bisa mengelola PD dan BUMD. Dari sekian banyak kepala daerah bisa dihitung dengan jari yang benar-benar bisa mengelola PD dan BUMD sehingga hasil dari PD atau BUMD-nya bisa mendongkrak Pendapatan Asli Daerah. Masalah itu bisa diselesaikan kalau para pejabat yang berwenang menangani PD atau BUMD di daerahnya mau belajar. Bahan-bahan presentasi berikut ini walaupun hanya bahan-bahan presentasi diharapkan dapat membantu siapapun yang peduli dengan keberadaan PD atau BUMD di daerahnya. Silakan diklik dan diunduh bahan-bahan berikut jika dipandang perlu. Salam dari Subagio S. Waluyo (pemerhati masalah PD atau BUMD).  

Minggu, 11 April 2021

All You Need Is Love (88)

Manajemen Masjid dan Studi Islam 

Subagio S. Waluyo (ed.)




“Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain Allah, maka merekalah yang termasuk golongan orang-orang yang selalu mendapat petunjuk (dari Allah Ta’ala)” (QS At-Taubah: 18). 

“Barangsiapa yang membangun masjid karena Allah Ta’ala (mengharapkan wajah-Nya) maka Allah akan membangunkan baginya rumah (istana) di Surga”.

Ayat Qur`an dan hadits di atas jelas menjadi pemicu dan pemacu orang-orang beriman untuk memakmurkan masjid. Tidak heran kalau dengan waktu yang demikian singkat banyak masjid yang dibangun. Tapi, apakah masjid-masjid yang dibangun demikian megah dengan asesori yang membikin decak kekaguman setiap jamaah yang memasukinya benar-benar makmur dalam artian aktivitas masjidnya juga luar biasa? Ternyata yang terjadi adalah aktivitas rutinitas sebatas ibadah sementara masyarakat di sekitarnya tidak tertanam dalam dirinya rasa terikat dan cinta terhadap masjid. Mereka cenderung menjauhkan masjid. Masjid hanya dikunjungi ketika salat jumat dan iedul fitri/iedul qurban. Di luar itu? Tidak usah ditanya lagi. Meskipun demikian, dari sekian banyak  masjid yang ada di negara ini, ada salah satu masjid yang layak dijadikan contoh  dalam hal memakmurkan masjid, yaitu Masjid Jogokariyan di Kota Yogya. Kenapa bisa demikian? Biar tidak penasaran silakan diklik file-file berikut yang berkaitan dengan Masjid Jogokariyan. Kalau masih juga kurang puas, silakan datang langsung ke Masjid Jogokariyan. Sebagai tambahan, agar wawasan ke-Islam-an pembaca semakin bertambah silakan juga diklik file-file yang berkaitan dengan materi-materi ke-Islam-an. Semoga bermanfaat. Salam takzim dari Subagio S Waluyo (Pemerhati masalah-masalah ke-Islam-an dan kemasjidan). 

Jumat, 19 Maret 2021

Kebahasaan dan Kesastraan (96)

 

Pembelajaran Penulisan

Subagio S. Waluyo




(1)

Submenu kebahasaan dan Kesastraan kali ini dinamakan Pembelajaran Penulisan karena memang sengaja disediakan kolom untuk siapa saja yang ingin belajar menulis. Dinamakan Pembelajaran Penulisan karena belajar menulis merupakan sebuah proses. Tentang lamanya mengikuti proses belajar menulis itu sendiri bukan semata-mata adanya talenta, tapi juga dibutuhkan keseriusan. Selain itu, perhatian harus fokus. Perlu juga dicamkan, belajar menulis harus disertai kesabaran dan tetap konsisten dengan komitmen yang telah dicanangkan di awal ketika belajar. Komitmen yang harus ada pada seorang calon penulis adalah dia mau belajar menulis untuk memperoleh tulisan-tulisan yang bermanfaat bagi pembacanya. Memberikan wawasan pada setiap pembacanya. Tentu saja wawasan yang bermanfaat bagi kehidupan pembacanya di masa depan dan diharapkan (setidak-tidaknya) membantu memecahkan permasalahan yang dihadapi pembaca.

Jumat, 05 Maret 2021

All You Need Is Love (87)

 EVALUASI PEMEKARAN DAERAH

KABUPATEN PANGANDARAN

Subagio S. Waluyo

Sejak diundangkannya UU Nomor 22 tahun 1999 banyak daerah baik di level kota, kabupaten, maupun provinsi menghendaki adanya pemekaran daerah. Di masa orde baru ada 26 provinsi, 234 k abupaten, dan 59 kota. Di masa reformasi dengan keluarnya kebijakan yang berkaitan desentralisasi dan otonomi daerah terjadi pembengkakan luar biasa. Sampai saat ini (meskipun ini sudah dilakukan penghentian sementara) sudah ada 34 provinsi, 415 kabupaten, dan 93 kota. Semua itu belum termasuk jumlah kecamatan, kelurahan, dan desa yang juga mengalami pemekaran. Apakah dengan adanya pemekaran daerah terjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat? Ternyata dari banyak pemberitaan dan hasil penelitian yang terjadi adalah sebaliknya. Salah satu kabupaten di Jawa Barat yang juga melakukan pemekaran daerah adalah Kabupaten Pangandaran. Kabupaten ini lahir merupakan hasil pemekaran Kabupaten Ciamis. Tentang pemekaran daerah Kabupaten Pangandaran silakan diklik bahan-bahan berikut ini. Semoga file-file berikut ini bermanfaat. Salim takzim dari Subagio S Waluyo (pemerhati pemekaran daerah). 

  1. Penelitian Evaluasi Pemekaran Daerah Kabupaten Pangandaran
  2. Lampiran 1-Profil Wilayah Kabupaten Pangandaran 
  3. Lampiran 2-Alasan Pemekaran Daerah 
  4. Lampiran 3-Sejarah Singkat Berdirinya Kabupaten Pangandaran
  5. Lampiran 4-Kabupaten Pangandaran Miliki Kawasan Ekonomi Baru
  6. Lampiran 5-Profil Kabupaten Pangandaran
  7. Lampiran 6-Petikan UU Nomor 21 Tahun 2012-Pembentukan Kabupaten Pangandaran
  8. Lampiran 7-Konflik Kepentingan dalam Penataan Kabupaten Pangandaran
  9. Lampiran 8-Analisis SWOT Kabupaten Pangandaran 
  10. Lampiran 9-Kabupaten Pangandaran Raih Prestasi Laporan Keuangan
  11. Lampiran10-Prestasi Luar Biasa Kabupaten Pangandaran Terima Penghargaan 
  12. Lampiran11-Kabupaten Pangandaran DOB Terbaik di Indonesia
  13. Lampiran12-Kabupaten Pangandaran Raih Penghargaan Pertama

Kamis, 18 Februari 2021

Kebahasaan dan Kesastraan (95)

 KUMPULAN CERPEN DAN NOVEL

AHMAD TOHARI

Subagio S.Waluyo (ed.)

Mau mendalami kehidupan orang desa? Gak usah jauh-jauh, baca saja karya-karya Ahmad Tohari entah itu yang namanya cerpen atau novel, pasti akan ditemukan beragam perilaku dan peradaban orang-orang desa. Kalau ada referensi akademis yang berhubungan dengan sosiologi, silakan saja cari bukti-buktinya di karya-karya Ahmad Tohari. Pasti akan ditemukan yang namanya perubahan sosial dan budaya, pengangguran, kemiskinan, dan segala macam masalah sosial diungkap dalam karya-karyanya. Di cerpen-cerpen Ahmad Tohari juga kaya mengungkap masalah-masalah sosial yang sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Penasaran untuk membacanya? Silakan saja diklik cerpen-cerpen novel-novelnya berikut ini. Selamat menikmati karya-karya sastra Ahmad Tohari. Semoga bermanfaat. Salam takzim dari Subagio S. Waluyo (pencinta dan pemerhati sastra). 

Bahasa dan Sastra (259)

  `Wong Gemblung` dan `Psikopat` Subagio S. Waluyo            “Pak wong gemblung boleh tidak puasa kan?” “Ya, kamu boleh tidak berpuasa. A...