Selasa, 09 Februari 2021

All You Need Is Love (86)

 DIPAKSA MENGAKU

Subagio S Waluyo


“Hei, kamu belum menjawab pertanyaan saya?”

“Ss… saya musti jawab apa, Pak?”

laki­laki   itu terisak. Hatinya tertusuk,

nuraninya tersayat, harga dirinya terkoyak.


“Jawab! Gitu aja, nangis. Cengeng!”

“Bapak keterlaluan…Untuk apa, nanya­nanya kayak gini. Bapak tahu, ini kan konyol, Pak. Kalau bapak mau tembak saya, tembak saja. Ini… 

tembak saja, Pak.”

 

Para petugas tersentak. Embun mendingin. Sunyi menyergap.

Rabu, 06 Januari 2021

All You Need Is Love (85)

MENGETUK PINTU LANGIT

Subagio S. Waluyo 



Masih Ada Waktu

 

Ebiet G. Ade

 

Bila masih mungkin kita menorehkan batin

Atas nama jiwa dan hati tulus ikhlas

Mumpung masih ada kesempatan buat kita

Mengumpulkan bekal perjalanan abadi

Kita pasti ingat

Tragedi yang memilukan

Kenapa harus mereka yang terpilih menghadap

Tentu ada hikmah yang harus kita petik

Atas nama jiwa mari heningkan cipta

Kita mesti bersyukur

Bahwa kita masih diberi waktu

Entah sampai kapan

Tak ada yang bakal dapat menghitung

Hanya atas kasih-Nya

Hanya atas kehendak-Nya

Kita masih bertemu matahari

Kepada rumput ilalang

Kepada bintang gemintang

Kita dapat mencoba

Meminjam catatan-Nya

Sampai kapankah gerangan

Waktu yang masih tersisa

Semuanya menggeleng

Semuanya terdiam

Semuanya menjawab tak mengerti

Yang terbaik hanyalah

Segeralah bersujud

Mumpung kita masih diberi waktu

Bahasa dan Sastra (259)

  `Wong Gemblung` dan `Psikopat` Subagio S. Waluyo            “Pak wong gemblung boleh tidak puasa kan?” “Ya, kamu boleh tidak berpuasa. A...