SANG KIAI DAN LAPENDOS
Subagio S. Waluyo
Sesungguhnya segala perbuatan itu
ditentukan oleh penutupnya
(Hadits Bukhari)
Seorang Kiai bisa akrab dengan seorang
Laki-Laki Penuh Dosa (Lapendos), mungkinkah bisa terjadi? Mungkin saja.
Kuntowijoyo dalam cerpennya yang ditulis hampir 54 tahun lalu, “Hati yang Damai
Kembalilah kepada Tuhan” menceritakan
kedekatan Sang Kiai dengan seorang Lapendos. Cerita bermula ketika seorang laki-laki tua, 50 tahun, Pak Sujak, seorang
Lapendos
jumat siang itu dia merasa
terpanggil untuk bertobat. Dengan jalan
terhuyung karena pengaruh alkohol dan keringat deras keluar sehingga
pakaian yang dikenakannya basah kuyup, dia berjalan ke arah masjid. Di halaman
masjid karena sudah tidak sanggup lagi melangkah, dia merangkak. Belum sampai
ke pintu masjid dia terkapar di bawah pohon Tanjung. Dia terbaring di pojok
halaman masjid.






