- Buku-30 Fatwa Ramadhan
- Buku-33 Tanya Jawab Seputar Qurban
- Buku-37 Masalah Populer
- Buku-77 Tanya Jawab Seputar Sholat
- Buku-Tafsir Ibnu Katsier
- Buku-Dalam Dekapan Ukhuwwah
- Buku-Bulughul Marom-Ibnu Hajar Ast Qolani
- Buku-Terjemah Syarah Sahih Muslim-1
- Buku-Fathul Baari 1-Ibnu Hajar Al-Atsqolani
- Buku-Fathul Baari 2- Ibnu Hajar Atsqolani
- Buku-Fathul Baari 3- Ibnu Hajar Atsqolani
- Buku-Asbabun Nuzul Lengkap
- Buku Bidayah Wan Nihayah-Ibnu Katsier
- Buku-Kitab Shahih Bukhari
- Buku-Kitab Shahih Muslim
- Berdakwah dengan Akhlak Mulia
Kamis, 08 Maret 2018
Bahan Pembelajaran-24
Bahan Pembelajaran-23
- Buku Bahan Ajar Bahasa Indonesia PT
- Buku Betapa Mudahnya Menulis Karya Ilmiah
- Buku Bahasa Indonesia-Sebuah Pengantar
- Buku Kamus Besar Bahasa Indonesia
- Buku Menulis Berita dan Features
- Buku-365 Hari Tuntutan Menulis
- Buku-Jurnalisme Warga Menulis Kehidupan Desa
- Buku-Panduan Penulisan Artikel Ilmiah
- Buku-Seminar HI-Menulis Artikel Populer-Artikel Ilmiah dalam Jurnal
- Majalah-ARSIP-Media Kearsipan Nasional-Edisi 64/ Juli-Desember 2014
- Transkripsi
- Buku-Kumpulan Artikel MSDM
- Majalah Mulia Edisi September 2016
- Majalah Elshinta Edisi Juni 2015
- Majalah SWA Edisi Oktober 2013
Selasa, 15 Agustus 2017
All You Need Is Love (36)
MENGGOYANG MENARA GADING
Subagio
S. Waluyo
Dalam Wiktionary (ensiklopedia multi bahasa)
kata menara gading didefinisikan sebagai `tempat atau kedudukan yang serba
mulia, enak, dan menyenangkan atau boleh juga tempat untuk menyendiri, misal
tempat studi, yang memberi kesempatan untuk bersikap masa bodoh terhadap
hal-hal yang terjadi di sekitarnya` (https:// id.wiktionary.org/wiki/menara_gading).
Kalau begitu memang patut orang-orang kampus alias makhluk akademis tinggal di
menara gading karena mereka merasa nyaman dengan kedudukannya yang serba mulia.
Bukankah mereka merasa mulia terutama para pengajar (dosen) karena sebutan
dosen saja itu di mata masyarakat punya kelas tersendiri (lebih tinggi daripada
guru di sekolah). Bukankah juga dianggap mulia karena punya berderet gelar
akademis baik dari perguruan tinggi (PT) ternama di negeri ini maupun lulusan luar negeri
kelas dunia sehingga untuk menghormati mereka orang yang di bawahnya atau
sesama teman sejawatnya menyapanya dengan `Pak Dosen`, `Doktor`, atau `Prof`
(untuk professor)? Yang bukan teman sejawatnya (sekelas mahasiswa atau
karyawan/pegawai PT) karena menyapanya dengan sapaan di atas setidak-tidaknya membuat
``Sang Dosen``, `Sang Doktor`, atau `Sang Profesor` merasa tersanjung dengan
sapaan tersebut. Jangan coba-coba menyapa mereka dengan sapaan `Pak Guru` atau
`Bu Guru` karena buat mereka sapaan itu hanya ada di tingkat pendidikan SD,SMP,
SMA atau SMK. Menyapa mereka dengan sapaan seperti itu sama halnya juga merendahkan
mereka. Mudah-mudahan saja tidak semua dosen
bawa perasaan (baper) seperti itu karena juga masih banyak dosen yang egaliter.
Minggu, 30 Juli 2017
All You Need Is Love (35)
MASYARAKAT
GPD
Subagio
S.Waluyo
Masyarakat
atau segelintir orang dari negeri kolam susu yang termasuk EGP tidak boleh
berlama-lama bercokol karena cepat atau lambat punya andil besar menenggelamkan
kapal Titanic. Sudah banyak yang tahu
kalau mereka itu golongan iblis berbaju manusia. Mereka itu walaupun manusia
didominasi oleh keserakahan, haus kekuasaan, dan kedzoliman. Saking serakah
pada kekuasaan (termasuk serakah terhadap harta) sampai-sampai mereka lupa
kalau ada kewajiban untuk menolong orang-orang duafa. Bahkan, boro-boro
menolong mereka malah memarginalkan orang-orang duafa. Cita-cita negeri kolam
susu sebagaimana yang tercantum dalam sila kelima `Keadilan Sosial bagi Seluruh
Rakyat Indonesia` bukan hanya `nyaris` tapi memang `tidak akan terwujud`. Jadi, demi mewujudkan sila kelima itu mereka
yang tergolong EGP (egois) harus diganti oleh masyarakat yang tergolong GPD.
Rabu, 26 Juli 2017
All You Need Is Love (34)
BANGSA
RAJAWALI
Subagio
S.Waluyo
Untuk
mengubah negeri kolam air mata menjadi negeri kolam susu bangsa ini harus
diubah dari bangsa ayam menjadi bangsa rajawali. Bangsa ayam itu melambangkan
bangsa yang lemah. Ayam termasuk jenis hewan yang lemah karena memang sudah
ditakdirkan menjadi hewan yang siap untuk dikonsumsi oleh siapapun termasuk
musang. Dalam cerita-cerita fabel sering ditemui sang ayam yang tergolong ayam
jago demikian mudah dikelabui oleh sang musang. Sebaliknya, rajawali
menggambarkan karakter bangsa yang disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, dan
tanggung jawab. Selain itu, rajawali menggambarkan sosok bangsa yang memiliki
kekuatan luar biasa. Lihat saja gambar di atas, seekor burung rajawali dengan
kekuatan cakarnya sambil terbang bisa mengangkat seekor domba. Itulah gambaran
bangsa yang dikehendaki untuk mengubah negeri kolam air mata menjadi negeri kolam
susu harus bisa diwujudkan menjadi bangsa rajawali.
All You Need Is Love (33)
NEGERI
KOLAM AIR MATA
Subagio
S.Waluyo
Kapal Titanic itu yang semula merupakan kapal pesiar termewah di zamannya
perlahan-lahan tenggelam dan akhirnya lenyap dari pandangan mata. Rakyat yang
menyaksikannya turut menangisinya sehingga banjir air mata. Air mata yang
membanjir itu membentuk kolam. Itulah kolam air mata. Air mata mengucur deras dari
orang-orang dhuafa, orang-orang jelata, orang-orang miskin negeri ini. Air mata
orang-orang dhuafa, orang-orang jelata, orang-orang miskin negeri ini sampai-sampai
bukan hanya air mata yang mengucur
deras, tetapi juga darah. Kapal Titanic
yang ditangisi orang-orang miskin negeri ini (yang sampai-sampai berlumuran
darah dari kedua pelupuk matanya) adalah Indonesia yang terlalu banyak
bebannya. Indonesia yang habis-habisan dieksplorasi bangsa sendiri dan
bangsa-bangsa asing yang serakah, yang haus kekuasaan, penganut neoliberalisme.
Indonesia yang mewarisi hutang yang boro-boro bisa membayar hutang, untuk
membayar bunganya saja harus berhutang lagi. Kata peribahasa yang terdengar
sarkasme, `gali lubang, tutup lubang`. Sampai
kapan itu bisa berakhir?
Minggu, 23 Juli 2017
All You Need Is Love (32)
NEGERI
KOLAM SUSU
Subagio
S.Waluyo
Kolam Susu
Koes Plus
Bukan
lautan hanya kolam susu
Kail
dan jalan cukup menghidupimu
Tiada
badai tiada topan kau temui
Ikan
dan udang menghampiri dirimu
Bukan
lautan hanya kolam susu
Kail
dan jala cukup menghidupmu
Tiada
badai tiada topan kau temui
Ikan
dan udang menghampiri dirimu
Orang
bilang tanah kita tanah surga
Tongkat
kayu dan batu jadi tanaman
Orang
bilang tanah kita tanah surga
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman
Langganan:
Postingan (Atom)
Bahasa dan Sastra (259)
`Wong Gemblung` dan `Psikopat` Subagio S. Waluyo “Pak wong gemblung boleh tidak puasa kan?” “Ya, kamu boleh tidak berpuasa. A...
-
Profesor dan Segumpal Daging Cerpen Subagio S.Waluyo Prof Sanusi pagi itu begitu kaget ketika di meja kerjanya, di...
-
Potongan Hati yang Tertinggal Subagio S. Waluyo Mengenang ibu-ibu perkasa yang telah dipanggil Allah di gerbong terakhir KRL...
-
Proses Kreatif Saya dalam Menulis Cerpen Subagio S.Waluyo Bermula dari Sini Dulu! Sebelum memaparkan hal-hal yang berkaitan dengan pros...






