Selasa, 27 Agustus 2019

All You Need Is Love (42)



TERALIENASI

Subagio S.Waluyo


HAMPA
                            Kepada Sri

Sepi di luar. Sepi menekan mendesak.
Lurus kaku pohonan. Tak bergerak
Sampai ke puncak. Sepi memagut,
Tak satu kuasa melepas-renggut
Segala menanti. Menanti. Menanti.
Sepi.
Tambah ini menanti jadi mencekik
Memberat-mencekung punda
Sampai binasa segala. Belum apa-apa
Udara bertuba. Setan bertempik
Ini sepi terus ada. Dan menanti.

Karya: Chairil Anwar

Jumat, 23 Agustus 2019

All You Need Is Love (41)

BLACKOUT


Subagio S.Waluyo



          Empat provinsi di Jawa, dimulai dari Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan sebagian Jawa Tengah tanpa ba-bi-bu tiba-tiba saja listrik blackout alias padam. Dengan kata lain, di waktu yang bersamaan PLN melakukan pemadaman listrik serentak (https://www.jawapos.com/nasional/05/08/2019/blackout-gang- gu-4-provinsi/). Sontak, orang-orang di mana-mana memaki-maki PLN yang seenak udelnya memadamkan listrik. PLN juga tidak mau kalah memaki-maki pohon sengon yang mengakibatkan terputusnya aliran listrik di empat provinsi tersebut. Hebat! Gara-gara pohon sengon bisa listrik blacout seharian. Pohon sengon jadi tersangka yang mengakibatkan kerugian demikian besar. Tentang kerugian akibat blackout, jangan ditanya lagi. Yang pasti bravo, salut deh buat pohon sengon yang bikin blackout listrik tidak tanggung-tanggung di empat provinsi di Jawa!

Kamis, 15 Agustus 2019

All You Need Is Love (40)

BRAIN WASH--BLOOD WASH--HEART WASH


Subagio S Waluyo




Banyak predikat buruk yang melekat pada birokrasi kita. Pemicu buruknya birokrasi kita salah satu di antaranya adalah adanya perilaku bodong yang melekat pada pejabat publik di negara ini. Ciri khas yang ada pada pejabat publik yang berperilaku bodong di antaranya adalah adanya sifat egois, cenderung pragmatis, dan oportunis. Perilaku bodong yang sudah menjadi penyakit akut pada para pejabat publik kita tentu saja tidak bisa didiamkan. Karena sudah menjadi penyakit akut, mau tidak mau dia harus diterapi. Para pejabat publik yang akan diterapi harus melalui tiga cara, yaitu brain wash, blood wash, dan heart wash. Dengan tiga cara itu diharapkan pejabat publik kita tidak lagi terkena penyakit vested interest (M. Mas`ud Said, Birokrasi di Negara Birokratis, 2007:52-53). 

Senin, 05 Agustus 2019

All You Need Is Love (39)


BLO`ON

Subagio S.Waluyo


Seorang guru ketika ditanya oleh muridnya, apa itu `blo`on`? Dia tidak menjawab definisi `blo`on`, tapi dijawabnya dengan mengatakan,` orang `blo`on` itu orang yang minum es pake ditiup.` Mendengar jawaban spontan sang guru, semua anak di kelas itu tertawa. Boleh jadi mereka menertawakan dirinya sendiri, bukankah memang kita sering berbuat `blo`on` ketika minum es pake ditiup? Kenapa minum es pake ditiup? `Kan es itu dingin? Kok, pake ditiup? Apakah orang yang melakukan cara itu dianggap `blo`on`? Kalo gitu, supaya tidak dianggap `blo`on` jangan sekali-sekali minum es pake ditiup! Kira-kira begitu persepsi kita.

Kamis, 01 Agustus 2019

All You Need Is Love (38)


NGIBUL

Subagio S. Waluyo


          Ingat kata `ngibul` ingat film komedi yang dimainkan mendiang Benyamin Suaib; Benyamin Tukang Ngibul. Di film yang sebenarnya penuh dengan sindiran (satire) itu Benny (Benyamin) nekad datang ke Jakarta. Dia nekad bermain judi sampai ludes duitnya di meja judi. Dengan uang yang tersisa, dia nekad menggandakan uangnya dengan cara apapun termasuk dia nekad jualan obat. Cara-cara Benny menggandakan uangnya tentu saja dengan cara `ngibul`. Kalau ada pepatah yang mengatakan: `sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya akan jatuh juga` Benny juga mengalami hal yang sama. Sepintar-pintarnya dia `ngibul` akhirnya harus berhadapan dengan amukan massa yang merasa dikibuli oleh ulahnya.

Rabu, 31 Juli 2019

All You Need Is Love (37)

PERILAKU BODONG

Subagio S.Waluyo



Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata `bodong` diartikan sebagai `tersembul pusatnya atau bujal (bahasa Jawa)`. Kata `bodong` dalam perkembangannya dirangkaikan dengan kata lain, seperti `motor bodong` yang dikonotasikan dengan kendaraan bermotor yang tidak ada STNK dan/atau BPKB-nya. Selanjutnya, ada juga `investasi bodong`, yaitu investasi yang tidak jelas bagi hasil keuntungannya.  Biasanya orang yang menawarkan menanam modal pada calon investor selalu mengiming-imingi bagi keuntungan yang cukup besar sehingga sang calon investor tertarik untuk menanam modalnya. Selang beberapa saat mulai tampak ada tanda-tanda yang patut dicurigai. Ternyata, orang yang mengajak sang calon investor tidak jelas belantaranya. Sang calon  investor pun gigit jari karena `boro-boro` dapat keuntungan, modalnya pun raib. Itu jika kata `bodong` disandingkan dengan kata `investasi` yang berujung pada ketidakjelasan atau boleh dikatakan bohong atau palsu. Bagaimana jika disandingkan dengan kata `perilaku` sehingga menjadi `perilaku bodong`?   

Bahasa dan Sastra (259)

  `Wong Gemblung` dan `Psikopat` Subagio S. Waluyo            “Pak wong gemblung boleh tidak puasa kan?” “Ya, kamu boleh tidak berpuasa. A...