BELAJAR MALU DARI SULAM
Subagio S. Waluyo
Menunda
amal karena menunggu waktu yang luang
termasuk
tanda kebodohan
(Ibnu Atha`illah Al-Iskandari)
Tokoh Aku dalam cerpen “Wangon
Jatilawang” (Ahmad Tohari) sebenarnya termasuk orang yang sangat peduli pada
orang seperti Sulam. Tokoh Aku juga digambarkan sebagai orang yang sabar, orang
yang mau berbagi dengan Sulam yang digambarkan sebagai orang yang teralienasi, terbelakang
mental atau idiot. Sulam yang tidak punya lagi ibu-bapak, yang rumahnya begitu
ibunya meninggal juga ikut punah (konon kabarnya ibunya juga mengalami
keterbelakangan mental) setiap hari wara-wiri dari Wangon ke Jatilawang. Dua kota kecamatan yang jaraknya tujuh kilometer. Sulam dengan pakaian yang tidak layak
dipandang karena lusuh dan kalau memakai celana kedodoran sehingga dia harus
menyangkutkan tali pelastik di celananya. Orang seperti Sulam ini jelas tidak
disukai orang karena ada anggapan setiap rumah yang disinggahi Sulam katanya
bisa apes.






