Rabu, 09 April 2014

All You Need Is Love (13)

GURU ADA, GURU TIADA

 Subagio S. Waluyo
Judul tulisan ini terinsipirasi dari judul kumpulan puisi yang disunting oleh Irwan Rinaldi, yaitu Ayah Ada, Ayah Tiada. Meskipun dari judul ada kemiripan (hanya berbeda objek, yaitu ayah dengan guru), isi tulisan ini Insya Allah sama sekali tidak mengutip isi yang terdapat pada kumpulan puisi tersebut. Mungkin ada pertanyaan `mengapa mengangkat judul seperti itu?` Ada apa sebenarnya dengan guru sehingga mengangkat judul yang (mungkin) berbau sarkasme? Kedua pertanyaan itulah yang akan diungkapkan dalam tulisan ini supaya setiap orang tua tahu tentang fungsi dan peranan guru saat ini.

All You Need Is Love (12)

BERPIKIR ILMIAH

Subagio S. Waluyo

1.0 Di Seputar Berpikir Ilmiah
             Apa itu berpikir ilmiah?  Sebuah pertanyaan singkat sengaja diajukan di sini karena selama ini kita (anggap saja) belum tahu persis tentang berpikir ilmiah.  Untuk memberikan jawaban pertanyaan di atas, coba Anda lihat bagan Proses Modernisasi yang dibuat oleh Jujun Suria Sumantri (Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer, 1988).  Di Nilai Teori, Anda akan mendapati betapa jauh berbeda Nilai Teori yang terdapat pada masyarakat tradisional dengan masyarakat modern.  Kalau Anda mengukur ke dalam diri sendiri, apakah Anda termasuk ke dalam masyarakat tradisional atau masyarakat modern?  Jika Anda sudah bisa mengukurnya, berarti Anda telah melakukan proses berpikir  ilmiah.  Kalau begitu (kita teruskan pertanyaan di atas) apa itu berpikir ilmiah?  Jika Anda masih belum bisa menyimpulkannya sebaiknya kita lihat dulu uraian di bawah ini.

Rabu, 01 Januari 2014

All You Need Is Love (11)

Sekilas tentang Manusia


Masalah manusia adalah masalah yang tidak pernah selesai-selesainya untuk dibicarakan karena objek yang dibicarakan adalah juga subjek yang membicarakannya (Karisma, 1985:iii). Dengan kata lain, baik yang dibicarakan maupun yang membicarakannya adalah sama, yaitu manusia itu sendiri. Di sisi lain, membicarakan manusia adalah membicarakan makhluk Tuhan yang unik. Ia dikatakan unik karena khusus makhluk Tuhan yang satu ini memang dikaruniakan Tuhan dengan memiliki banyak kelebihan bila dibandingkan dengan makhluk-makhluk Tuhan yang lain di dunia ini. Manusia dikatakan makhluk unik karena hanya manusia di muka bumi ini yang mempersoalkan problematika kehidupannya. Problematika kehidupan manusia sepanjang zaman di antaranya menyangkut tentang posisinya dalam papan catur kehidupan, posisinya terhadap alam dan Tuhannya, batas kehidupannya, yang harus dilakukan kepada sesamanya, tujuan diciptakannya manusia, hak dan kewajibannya setelah diciptakannya, dan keberadaan manusia sesudah mati. Problematika itulah yang pada akhirnya melahirkan berbagai pandangan, aliran filsafat, aliran kepercayaan, dan agama. Semua orang yang terlibat di dalamnya – yang berangkat dari berbagai sisi tersebut – berusaha memberikan jawaban terhadap problema tersebut. Sebelum kita menjawab berbagai problematika kehidupan manusia yang selalu ada di sepanjang zaman, ada baiknya kita mendefinisikan dulu pengertian manusia. Apa itu manusia? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, coba kita simak puisi Chairil Anwar berikut ini.

All You Need Is Love (10)

KEADILAN — KETERTIBAN —KESEJAHTERAAN




/1/

Di banyak literatur selalu kata keadilan berkaitan dengan dua sisi, yaitu hukum dan sosial. Keadilan hukum akan berujung pada ketertiban. Sementara itu, keadilan sosial akan berujung pada kesejahteraan. Kalau keduanya bisa ditegakkan akan terwujud civil society `masyarakat madani`. Atau syarat mutlak untuk bisa mewujudkan masyarakat madani` harus dimulai dari menegakkan keadilan. Apakah negara ini sudah menegakkan keadilan? Keadilan apa? Hukum atau sosial atau kedua-duanya atau tidak kedua-duanya? Jawabannya, kedua-duanya (keadilan hukum dan sosial) belum dilaksanakan! Kata orang, “Jauh api dari panggang” sehingga yang mau dipanggang tidak matang-matang. Jadi, yang mau diwujudkan tidak pernah terlaksana. Kenapa? Kata Ebiet, “Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang”. Kalau begitu, apa yang pas jawabannya? Au ah gelap! Itu jawaban orang yang sudah frustrasi atau sudah tidak peduli karena harus bertanya pada rumput yang bergoyang. Apakah rumput yang bergoyang bisa memberikan jawaban? Karena Ebiet yang memunculkan pernyataan itu, sebaiknya coba bertanya pada Ebiet G. Ade. Syukur-syukur ada jawabannya.

Artikel Administrasi Publik (06)



Afiliasi – Partisipasi – Kontribusi

                                                      

(I)

Judul tulisan ini terus terang saja terinspirasi dari tulisan Anis Mata dalam Delapan Mata Air Kecemerlangan. Di buku tersebut yang cukup menarik untuk dijadikan inspirasi dalam tulisan ini terutama pada butir yang menyatakan bahwa untuk mewujudkan model manusia Muslim harus ditempuh tiga langkah, yaitu afiliasi, partisipasi, dan kontribusi. Ketiga langkah tersebut yang merupakan prasyarat untuk mewujudkan model manusia Muslim, bisa juga dijadikan prasyarat untuk model-model manusia yang dikaitkan dengan bidang-bidang kehidupan manusia. Di bidang pelayanan publik, misalnya, berkaitan dengan hal itu seorang birokrat selayaknya juga harus memenuhi ketiga langkah di atas agar menjadi birokrat yang siap melayani publik. Mungkin akan ada pertanyaan mengapa dan bagaimana melakukan ketiga langkah itu? Uraian berikut ini akan mencoba menjawab pertanyaan tersebut.

Artikel Agama (21)

ALLAH MASIH MENUTUP AIB KITA


Ketika di bulan Ramadhan, kita memenuhi bulan yang suci itu dengan berbagai aktivitas ibadah. Kita mengisi kurikulum yang telah kita susun. Hasilnya, bulan Ramadhan menampakkan diri sebagai bulan yang benar- benar penuh dengan limpahan rahmat, maghfiroh, dan (insya Allah) menjadikan hamba-Nya itqum minan naar. Ketika ramadhan itu berakhir, apakah kita meneruskan kurikulum yang telah kita susun di luar bulan suci itu? Rasa-rasanya kita tidak pernah lagi mengisinya. Bahkan, banyak sekali aktivitas ibadah yang kita lakukan di bulan Ramadhan bukan saja berkurang, tetapi juga kita tidak lakukan lagi.

Artikel Agama (20)



BERLINDUNG DARI 5 K


Prolog

Tulisan ini berangkat dari Sabda Nabi Muhammad SAW dari Anas yang merupakan do`a yang disampaikan Rasulullah SAW. Isi do`a tersebut adalah:

“Ya, Allah aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, kemalasan, kebodohan, kerentaan, dan kekikiran. Aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, berlindung kepada-Mu dari bencana kehidupan (dunia) dan bencana (setelah) kematian” (HR. Asy-Syaikhani).

Dari do`a di atas kita dapati ada 5 K, yaitu kelemahan, kemalasan, kebodohan, kerentaan, dan kekikiran. Kelima K tersebut jelas menunjukkan hal-hal yang negatif bagi seorang Muslim sehingga sangat layak kalau kita berdo`a mohon perlindungan pada Allah SWT. Selain itu, juga kita perlu berlindung dari siksa kubur, bencana kehidupan, dan bencana setelah kematian. Namun, dalam kesempatan ini kita akan lebih menekankan pada 5 K di atas.

Bahasa dan Sastra (259)

  `Wong Gemblung` dan `Psikopat` Subagio S. Waluyo            “Pak wong gemblung boleh tidak puasa kan?” “Ya, kamu boleh tidak berpuasa. A...