Kamis, 02 April 2020

Kebahasaan dan Kesastraan (62)


SASTRA DAN MASALAH SOSIAL (5)

Subagio S. Waluyo


"Seharusnya ada pepatah bijak yang berbunyi: `Bila engkau ambil satu jangan engkau ambil dua. Karena satu menggenapkan tapi dua melenyapkan. Sekalipun ganjil terdengar tapi itu penting. Pepatah bukan sekedar  kembang gula susastra. Dibutuhkan pengalaman pahit untuk memformulasikannya. Dibutuhkan orang yang setengah mati berakit-rakit ke hulu agar tahu nikmatnya berenang-renang santai ke tepian."

(Dikutip dari Cerpen "Mencari Herman (2004)" oleh Dee)

Senin, 30 Maret 2020

Kebahasaan dan Kesastraan (61)


SASTRA DAN MASALAH SOSIAL (4)


Subagio S. Waluyo


((https://images.app.goo.gl/KYhiF6RaC6RkMZj97)

Aku terbangun dan mengucek kedua mataku. Ada apa? Pintu rumah kami digedor-gedor. Ayah berjalan ke arah pintu diikuti Mak. Lalu Mae dan Agam, abang dan adikku.


Ketika pintu dibuka, tiba-tiba saja Ayah diseret keluar, juga Agam dan Mae! Beberapa orang mengangkat Mak dan membawanya pergi! Sebelum aku berteriak, beberapa tangan kekar merobek-robek bajuku! Aku meronta-ronta. Kudengar Ayah tak putus berdzikir. Dzikir itu lebih mirip jeritan yang menyayat hati.

“Ini pelajaran bagi anggota GPK!” teriak seorang lelaki berseragam. Kurasa ia seorang pemimpin. “Zakaria dan keluarganya membantu anak buah Hasan Tiro sejak lama!”

(Dikutip dari Cerpen "Jaring-Jaring Merah"/Helvy Tiana Rosa)

Sabtu, 28 Maret 2020

Kebahasaan dan Kesastraan (60)


SASTRA DAN MASALAH SOSIAL (3)

Subagio S.Waluyo


(https://images.app.goo.gl/aerG1sH6uXtwWobF6)


Hidupku akan terus bergulir. Meski di Malam Tahun Baru lalu, hidupku serasa telah berakhir. Aku meratapi hubunganku yang kandas. Aku meratapi Edo yang kini terbaring di dalam tanah. Aku tak bisa menghapus kenangan ketika ia  memelukku. Ia anak kecil yang tak berdaya meminta perlindungan orang tua. Meminta perlindungan terhadap ayahnya sendiri.

(dikutip dari Novel Pintu Terlarang/Sekar Ayu Asmara) 

Jumat, 27 Maret 2020

Kebahasaan dan Kesastraan (59)

  SASTRA DAN MASALAH SOSIAL (2)

Subagio S. Waluyo

Kesempurnaan bukanlah berlian yang pasti mencapai kualitas puncak pada hitungan karat. Kesempurnaan tidak terjadi begitu saja. Kesempurnaan haruslah diupayakan.

(Dikutip dari Novel Pintu Terlarang/Sekar Ayu Asmara)

Minggu, 22 Maret 2020

Kebahasaan dan Kesastraan (58)

SASTRA DAN MASALAH SOSIAL (1)

Subagio S. Waluyo

   


Perubahan tidak berasal dari alam, tetapi dari kesadaran manusia dan masyarakat itu sendiri. Perubahan tidak hanya terjadi pada individu-individu melainkan pada seluruh masyarakat. 
(dikutip dari Teori & Strategi Perubahan Sosial/Agus Suryono, 2020:85)

Sabtu, 21 Maret 2020

All You Need Is Love (68)

Berubah atau Mati

Subagio S. Waluyo


Dalam Surat Ar-Ra`ad:11 yang berbunyi “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu kaum kalau kaum itu sendiri tidak mau mengubah dirinya sendiri” ada perintah tersirat dari bunyi ayat tersebut, yaitu kita mau berubah atau mati? Perintah tersirat tersebut tentu saja membuat kita jadi bertanya-tanya yang salah satunya tentunya berbunyi : ”Apakah Allah demikian kejam sehingga menyuruh kita berubah atau mati?”. Coba kita singkirkan pertanyaan itu dari benak kita.  Kita ubah dengan sikap sangka baik kita pada Allah.  Bagaimana kalau perintah itu dijadikan motivasi agar kita mau berubah dalam segala hal?

Senin, 16 Maret 2020

Kebahasaan dan Kesastraan (57)

SAATNYA MENULIS (1)

Subagio S.Waluyo

(https://images.app.goo.gl/cvTEAk8gF16LzXmG8) 
 Masalah sudah ditemukan. Sekarang coba dari masalah itu kita mulai saja menulis kalimat pertama. Kalau sekarang ini sedang ramai-ramainya orang bicara tentang virus Corona atau Covid-19, dari sisi mana mau kita bahas. Kita bisa saja membahas hal-hal yang berkaitan dengan virus tersebut dari bidang kedokteran atau kesehatan entah itu ciri-cirinya atau indikator orang yang terkena virus Corona atau gejala- gejalanya. Boleh juga asal-muasal virus tersebut sehingga dengan cepat bisa menyebar ke seantero dunia ini. Boleh juga jumlah korban yang berjatuhan akibat virus Corona. Atau sah-sah saja kejadian ini berkaitan dengan perang antar negara yang berkaitan dengan masalah ekonomi.

Bahasa dan Sastra (259)

  `Wong Gemblung` dan `Psikopat` Subagio S. Waluyo            “Pak wong gemblung boleh tidak puasa kan?” “Ya, kamu boleh tidak berpuasa. A...