Selasa, 02 Mei 2023

All You Need Is Love (125)

 7. SEKEDAR PEMBEKALAN (3)

Subagio S.Waluyo



Seorang pemuda duduk dalam ruang kaca tertutup sambil merapatkan kedua kakinya dengan kedua lengannya. Boleh jadi pandangannya kosong ke depan entah apa yang dilihatnya. Pemuda `brewok` dalam ruang kaca tertutup dengan pandangan kosong seperti orang frustrasi. Dia gambaran orang yang tidak berdaya. Gambaran orang yang (mungkin) menyesalkan karena merasa beban hidupnya demikian berat? Kalau ruang kaca itu menyimbolkan ruang yang terkungkung, berarti dia hidup dalam keterkungkungan yang sulit untuk  melepaskan diri dari kungkungannya. Dia terpenjara oleh namanya kehidupan yang demikian sulit. Kesulitan hidup itu boleh jadi disebabkan oleh entah gaya hidupnya yang cenderung konsumtif, hedonis, dan serba instan sehingga pada suatu saat ketika keinginannya tidak terpenuhi, dia hanya bisa duduk dengan merapatkan kedua kakinya dengan kedua lengannya disertai dengan pandangannya yang kosong.

Sabtu, 29 April 2023

All You Need Is Love (124)

 



Ada dua hal yang harus dimiliki oleh siapapun yang mau melakukan pencegahan tipikor: tanggung jawab dan keberanian. Keduanya tidak bisa dipisahkan. Orang yang mempunyai keberanian adalah orang yang punya tanggung jawab. Sebaliknya, orang yang mempunyai tanggung jawab harus memiliki keberanian menghadapi risiko. Bukankah sebaiknya setiap orang yang telah berbuat salah harus berani bertanggung jawab menghadapi risiko atas kesalahannya? Atau kalau ada seorang pejabat publik yang telah salah membuat dan menerapkan kebijakannya, bukankah seharusnya dia berani bertanggung jawab menanggung risiko atas kebijakan yang telah dibuatnya? Jadi, pejabat publik itu jangan menjadi pengecut dengan melakukan cara-cara yang tidak elegan atau bersikap hit and run (lempar batu sembunyi tangan). Perilaku-perilaku seperti itu tidak akan bisa melakukan pencegahan tipikor di negeri yang sudah semakin menggila korupsinya.

Jumat, 28 April 2023

All You Need Is Love (123)

5. SEKEDAR PEMBEKALAN (1) 

Subagio S. Waluyo




Kita sepakat korupsi yang melanda negara ini harus diberantas sampai ke akar-akarnya. Meskipun demikian, sebelum terjadi tipikor yang dilakukan calon-calon aktor koruptor harus ada upaya pencegahan. Siapa yang berperan dalam pencegahan tipikor? Siapa lagi kalau bukan masyarakat akademis,LSM, ormas, dan (bisa juga) mereka-mereka yang aktif dalam kegiatan di media,baik media mainstream maupun medio sosial. Sebenarnya di luar itu semua boleh-boleh saja yang termasuk dalam jajaran para birokrat. Jadi, tidak menutup kemungkinan adanya keterlibatan para birokrat yang tentu saja orang-orang yang masih tergolong punya integritas.

All You Need Is Love (122)

 4. KORUPSI ADA DAMPAKNYA

Subagio S. Waluyo


 

Korupsi dianggap sebuah kejahatan luar biasa karena memiliki dampak yang masif dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Tidak hanya merugikan negara, korupsi menyengsarakan rakyat di dalamnya. Berbagai dampak korupsi di berbagai bidang bisa dirasakan sendiri oleh kita semua.

Cerminan dampak korupsi bisa dilihat dari mahalnya harga jasa dan pelayanan publik, masyarakat yang semakin miskin, atau terbatasnya fasilitas pendidikan dan kesehatan. Perkembangan ekonomi mandek dan berbagai rencana pembangunan terhambat akibat korupsi. Belum lagi dari sisi budaya, korupsi semakin menggerus kearifan lokal dan menggantinya dengan tabiat yang buruk.

Senin, 24 April 2023

All You Need Is Love (121)

 3. KORUPSI ADA SEBABNYA

Subagio S.Waluyo


 

”Itu di luar money laundering yang tidak kasatmata. Kau tahu, dari seribu triliun anggaran negara, menurut ekonom senior, hampir dua puluh persen dikorup dan disalahgunakan. Siapa yang menampung uang itu? Perbankan nasional! Uang suap, sogok, pelicin, bahkan uang pajak yang tidak masuk ke kas negara, puluhan triliun nilainya. Ke mana uang itu berlabuh? Perbankan nasional! Kebanyakan orang hanya melihat money laundering dari kegiatan mafia, kejahatan bersenjata. Padahal di luar itu banyak sekali kasusnya. Kami membuka rekening untuk petugas korup, pejabat negara jahat, membuat rekening giro perusahaan fiktif, semua yang mungkin dilakukan. Aku tidak tahu detailnya, kepala cabang dan pemimpin Bank Semesta yang lebih tahu.” Om Liem menghela napas lagi, diam sejenak, membuat bagian belakang mobil boks laundry senyap. 

(Negeri Para Bedebah/Tere Liye, 2012:145)



Kamis, 13 April 2023

All You Need Is Love (120)

 

2. NAMANYA JUGA KORUPSI

Subagio S. Waluyo



Dalam serial "The Adventures of Pinocchio" (1883), penulis fiksi Italia Carlo Collodi menanamkan nilai moral betapa buruknya akibat yang harus diterima orang yang suka berbohong.

 

Melalui karakter boneka kayu Pinocchio (untuk selanjutnya kita sebut Pinokio) Colladi seolah menakuti anak-anak bahwa "kalau suka berbohong, nanti hidungnya bertambah panjang seperti Pinokio".

 

Tapi kisah Pinokio versi asli dari Colladi lebih dari sekedar dongeng kebohongan yang terus diulang. Dalam beberapa interpretasi, Colladi dinilai memberi kritik sarkastik tentang perlunya kepura-puraan, atau bahasa kasarnya kebohongan dalam berkomunikasi.

 

(https://www.kompasiana.com/primata/5d825d07097f362ce8414e72/pinokio-lebih-dari-sekedar-dongeng-kebohongan-yang-terus-diulang)

Minggu, 09 April 2023

All You Need Is Love (119)

 1. BIARKAN MEREKA-MEREKA BICARA TENTANG KKN

Subagio S. Waluyo




Ada tiga kata yang selalu bikin gaduh jagad yang bernama Indonesia ini: korupsi, kolusi, nepotisme (KKN). Ketiga kata ini tidak pernah (jangan-jangan malah tidak bisa) musnah dari negara ini. Ketiga kata ini makin kemari makin menjadi-jadi. Artinya, bukan mengecil malah makin membesar. Ketiga kata ini yang pernah menghancurkan sendi-sendi kehidupan bernegara di masa Orde Baru, di masa Reformasi ini pun berulang kembali. Khusus yang namanya korupsi, kalau dulu jelas-jelas tersentralisasi, berbarengan dengan perubahan dari sentralisasi ke desentralisasi korupsi juga ikut-ikutan latah terjadi yang namanya pemerataan korupsi. Orang menamakannya sebagai korupsi yang terdesentralisasi. Ada apa dengan negara ini?

Bahasa dan Sastra (259)

  `Wong Gemblung` dan `Psikopat` Subagio S. Waluyo            “Pak wong gemblung boleh tidak puasa kan?” “Ya, kamu boleh tidak berpuasa. A...