Minggu, 30 Juli 2017

All You Need Is Love (35)

MASYARAKAT GPD

Subagio S.Waluyo


Masyarakat atau segelintir orang dari negeri kolam susu yang termasuk EGP tidak boleh berlama-lama bercokol karena cepat atau lambat punya andil besar menenggelamkan kapal Titanic. Sudah banyak yang tahu kalau mereka itu golongan iblis berbaju manusia. Mereka itu walaupun manusia didominasi oleh keserakahan, haus kekuasaan, dan kedzoliman. Saking serakah pada kekuasaan (termasuk serakah terhadap harta) sampai-sampai mereka lupa kalau ada kewajiban untuk menolong orang-orang duafa. Bahkan, boro-boro menolong mereka malah memarginalkan orang-orang duafa. Cita-cita negeri kolam susu sebagaimana yang tercantum dalam sila kelima `Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia` bukan hanya `nyaris` tapi memang `tidak akan terwujud`.  Jadi, demi mewujudkan sila kelima itu mereka yang tergolong EGP (egois) harus diganti oleh masyarakat yang tergolong GPD.

Rabu, 26 Juli 2017

All You Need Is Love (34)

BANGSA RAJAWALI
Subagio S.Waluyo


          Untuk mengubah negeri kolam air mata menjadi negeri kolam susu bangsa ini harus diubah dari bangsa ayam menjadi bangsa rajawali. Bangsa ayam itu melambangkan bangsa yang lemah. Ayam termasuk jenis hewan yang lemah karena memang sudah ditakdirkan menjadi hewan yang siap untuk dikonsumsi oleh siapapun termasuk musang. Dalam cerita-cerita fabel sering ditemui sang ayam yang tergolong ayam jago demikian mudah dikelabui oleh sang musang. Sebaliknya, rajawali menggambarkan karakter bangsa yang disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, dan tanggung jawab. Selain itu, rajawali menggambarkan sosok bangsa yang memiliki kekuatan luar biasa. Lihat saja gambar di atas, seekor burung rajawali dengan kekuatan cakarnya sambil terbang bisa mengangkat seekor domba. Itulah gambaran bangsa yang dikehendaki untuk mengubah negeri kolam air mata menjadi negeri kolam susu harus bisa diwujudkan menjadi bangsa rajawali.

All You Need Is Love (33)

NEGERI KOLAM AIR MATA
Subagio S.Waluyo


Kapal Titanic itu yang semula merupakan kapal pesiar termewah di zamannya perlahan-lahan tenggelam dan akhirnya lenyap dari pandangan mata. Rakyat yang menyaksikannya turut menangisinya sehingga banjir air mata. Air mata yang membanjir itu membentuk kolam. Itulah kolam air mata. Air mata mengucur deras dari orang-orang dhuafa, orang-orang jelata, orang-orang miskin negeri ini. Air mata orang-orang dhuafa, orang-orang jelata, orang-orang miskin negeri ini sampai-sampai bukan hanya air mata  yang mengucur deras, tetapi juga darah. Kapal Titanic yang ditangisi orang-orang miskin negeri ini (yang sampai-sampai berlumuran darah dari kedua pelupuk matanya) adalah Indonesia yang terlalu banyak bebannya. Indonesia yang habis-habisan dieksplorasi bangsa sendiri dan bangsa-bangsa asing yang serakah, yang haus kekuasaan, penganut neoliberalisme. Indonesia yang mewarisi hutang yang boro-boro bisa membayar hutang, untuk membayar bunganya saja harus berhutang lagi. Kata peribahasa yang terdengar sarkasme, `gali lubang, tutup lubang`.  Sampai kapan itu bisa berakhir?

Minggu, 23 Juli 2017

All You Need Is Love (32)

NEGERI KOLAM SUSU

Subagio S.Waluyo



Kolam Susu

                      Koes Plus

Bukan lautan hanya kolam susu
Kail dan jalan cukup menghidupimu
Tiada badai tiada topan kau temui
Ikan dan udang menghampiri dirimu

Bukan lautan hanya kolam susu
Kail dan jala cukup menghidupmu
Tiada badai tiada topan kau temui
Ikan dan udang menghampiri dirimu

Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman
Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman

Senin, 26 Juni 2017

Artikel Agama (34)

TITIK AKHIR PERUBAHAN

Subagio S.Waluyo

Ramadhan baru saja berlalu. Saatnya hamba-hamba Allah mengakhiri semua aktivitas ibadah yang begitu nikmat. Tapi, hamba-hamba Allah yang meraih ketaqwaan jangan terburu-buru karena Ramadhan mewarisi banyak hal yang perlu direnungkan. Hamba-hamba Allah yang semula jarang bahkan enggan berpuasa, begitu memasuki Ramadhan mau tidak mau juga berpuasa. Tentang di awal-awal berpuasa niatnya masih belum jelas antara terpaksa dan tidak terpaksa, tetapi dalam perjalanan ibadahnya Insya Allah telah terjadi perubahan karena ada pelurusan niat. Hamba-hamba Allah itu karena ingin meraih derajat taqwa juga melengkapi ibadah-ibadahnya dengan sholat tarawih sambil mendengar ceramah-ceramah tarawih yang mencerahkan, sholat subuh berjamaah di masjid atau mushollah, sholat-sholat sunnah lainnya, tilawah Qur`an, dzikir, bersedekah, dan menyediakan makanan dan minuman untuk berbuka bagi sesama Muslim yang berpuasa. Sepuluh hari menjelang berakhirnya Ramadhan, hamba-hamba Allah itu melaksanakan i`tikaf walaupun terkadang tidak bisa penuh karena masih ada urusan duniawi yang memang tidak bisa ditinggalkan. Lagi-lagi dengan i`tikaf itu hamba-hamba Allah belajar membina hubungannya pada Sang Khalik dan dan pada sesama Muslim yang melakanakan i`tikaf. Hamba-hamba Allah itu tanpa disadari telah menyempurnakan hubungannya bukan hanya pada Allah tetapi juga pada sesama manusia.

Kamis, 22 Juni 2017

Artikel Agama (33)

TITIK AWAL PERUBAHAN

Subagio S. Waluyo

Setelah melaksanakan ibadah Ramadhan, apa yang dirasakan saat ini? Betapa nikmatnya bukan ibadah Ramadhan? Meskipun di awal-awal terasa berat karena yang biasanya tidak puasa (shaum) tiba-tiba terpaksa harus shaum. Biasanya tidak pernah bangun malam beberapa saat menjelang sholat Subuh karena harus makan sahur, terpaksa harus dijalankan. Begitu terdengar azan Subuh bersegera berangkat sholat Subuh berjamaah entah di musholla atau masjid walaupun biasanya sholat Subuh sering kesiangan. Setelah itu harus menjaga hawa nafsu dari hal-hal yang membatalkan shaum di antaranya keinginan makan dan minum. Tidak cukup di situ, juga harus menjaga lisan, mata, telinga, dan keinginan-keinginan buruk (termasuk keinginan berhubungan seks dengan istri atau suami). Agar benar-benar sempurna shaumnya waktu-waktu luang diisi dengan banyak dzikir dan tilawah Qur`an.

Bahasa dan Sastra (259)

  `Wong Gemblung` dan `Psikopat` Subagio S. Waluyo            “Pak wong gemblung boleh tidak puasa kan?” “Ya, kamu boleh tidak berpuasa. A...