ALLAH MASIH MENUTUP AIB KITA
Ketika di bulan Ramadhan, kita memenuhi bulan yang suci itu dengan berbagai aktivitas ibadah. Kita mengisi kurikulum yang telah kita susun. Hasilnya, bulan Ramadhan menampakkan diri sebagai bulan yang benar- benar penuh dengan limpahan rahmat, maghfiroh, dan (insya Allah) menjadikan hamba-Nya itqum minan naar. Ketika ramadhan itu berakhir, apakah kita meneruskan kurikulum yang telah kita susun di luar bulan suci itu? Rasa-rasanya kita tidak pernah lagi mengisinya. Bahkan, banyak sekali aktivitas ibadah yang kita lakukan di bulan Ramadhan bukan saja berkurang, tetapi juga kita tidak lakukan lagi.






