Jumat, 11 April 2014

Artikel Agama (23)


KARAKTERISTIK KEHIDUPAN SAHABAT RASUL SEBAGAI SARANA DAKWAH, JIHAD, TARBIYAH,DAN TAZQIYATUN NAFS




Gambar Kartun Sahabat Rasulullah saw
Merekalah yang telah mendapat petunjuk Allah, dan merekalah yang memiliki akal (Az-Zumar : 18).
Di antara orang-orang mu`min itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur.  Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak mengubah janjinya (Al-Ahzab : 23).
 Hai jiwa yang tenang.  Kembalilah kepada Rabbmu dengan hati yang puas lagi diridhoi-Nya. Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Ku. Dan masuklah ke dalam surga-Ku 
(Al-Fajr : 27-30)

Artikel Administrasi Publik (09)

INSTRUMEN SYAHWAT POLITIK

Subagio S. Waluyo


/1/
Pada tulisan terdahulu (lihat “Implementasi Syahwat Politik”) telah diuraikan bahwa untuk melenggangkan syahwat politik di antaranya  melalui praktek-praktek kotor, di antaranya melalui lembaga-lembaga survai (LS) melalui quick count (QC) yang memang telah dibayar untuk itu. Di Indonesia LS atau lembaga-lembaga sejenis  yang berkaitan dengan penelitian (boleh jadi LS tersebut juga dari kalangan perguruan tinggi yang para akademisinya telah melacurkan diri sehingga sangat-sangat mungkin melanggar etika akademis) sampai saat ini belum terakreditasi. Kalau lembaga-lembaga pendidikan dari Sekolah Dasar (SD) sampai dengan perguruan tinggi (PT) telah taat asas setiap lima tahun sekali untuk melakukan akreditasi, tidak demikian halnya dengan lembaga-lembaga swasta yang berhubungan dengan penelitian, seperti LS dan sejenisnya yang justru tampaknya menghindari adanya akreditasi. Sampai saat ini pun belum ada asosiasi atau semacam organisasi yang bertujuan mengikat mereka dalam satu wadah sejenis. Patut diduga dengan adanya asosiasi  mau tidak mau mereka juga harus siap diakreditasi sehingga mereka sepakat tidak perlu adanya asosiasi.

Rabu, 09 April 2014

Artikel Administrasi Publik (08)

IMPLEMENTASI SYAHWAT POLITIK

Subagio S.Waluyo


/1/
Dimaksudkan dengan syahwat politik ialah seorang pemimpin yang masih punya ambisi atau keinginan berkuasa, boleh juga, mempertahankan kekuasaannya meskipun untuk itu harus melakukan berbagai cara baik cara yang legal maupun ilegal (tidak lazim). Orang yang masih punya ambisi untuk berkuasa boleh-boleh saja asal selama ini orang seperti itu tidak pernah bikin permasalahan yang merugikan negara atau rakyat yang dipimpinnya. Selama dia jadi pemimpin di suatu daerah atau negara sekalipun, kondisi daerah atau negaranya semakin baik. Indikasi dari semakin baiknya kondisi negara atau daerah yang dipimpinnya salah satunya adalah negara atau daerah yang dia pimpin tidak mengalami kebangkrutan. Negara atau daerah yang dia pimpin tidak memiliki beban moral untuk membayar hutang karena hutang-hutangnya telah terlunasi. Selain itu, ini yang lebih penting, rakyat yang dia pimpin semakin sejahtera. Indikasi kalau rakyatnya sejahtera, mereka cukup sandang, pangan, dan papan. Mereka tidak ada masalah dengan masalah ekonomi. Begitu juga dengan masalah kesehatan, mereka benar-benar tergolong sehat wal afiat karena negara atau daerah telah menjamin sepenuhnya biaya-biaya kesehatan. Dalam hal pendidikan tidak ada satu pun warganya yang putus sekolah di tengah jalan karena biaya pendidikan sepenuhnya ditanggung oleh negara atau daerah. Cukup itu saja. Jadi, tidak perlu rumit-rumit untuk menilai bahwa dia pemimpin yang berhasil.

Artikel Administrasi Publik (07)

GOOD GOVERNANCE DAN BUDAYA PATRON-KLIEN

Subagio S.Waluyo

Bangsa manapun di dunia ini pasti suka dengan `good governance`. Makhluk yang satu ini telah menyihir seluruh bangsa untuk mengimplementasikannya dalam aktivitas mengelola negara atau pemerintahan. Dia demikian hebat bisa menyihir seluruh bangsa di dunia karena kalau ditilik dari definisinya juga menarik. Good governance yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sebagai tata kelola pemerintahan yang baik bagaimana tidak membikin tergiur bangsa-bangsa di dunia ini karena sekurangnya ada dua lembaga internasional yang merumuskan definisinya. UNDP merumuskan good governancesebagai pelaksanaan kewenangan/kekuasaan di bidang ekonomi, politik, dan administrasi untuk mengelola berbagai urusan negara pada setiap tingkatannya dan instrumen kebijakan negara untuk mendorong terciptanya kondisi kesejahteraan, integritas, dan kohesivitas sosial dalam masyarakat. Masih menurut UNDP, good governance ialah kepemerintahan yang mengembangkan hubungan yang sinergis dan konstruktif diantara negara, swasta dan masyarakat. Sedangkan World Bank (Bank Dunia) merumuskan good governance sebagai penyelenggaraan manajemen pembangunan yang solid dan bertanggung jawab yang sejalan dengan demokrasi dan pasar yang efisien, penghindaran korupsi, menjalankan disiplin anggaran serta menciptakan legal and political frameworks bagi tumbuhnya aktivitas kewiraswastaan. Sedangkan  PP 101 tahun 2000  tentang Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Negeri Sipil mendefinisikan good governance sebagai kepemerintahan yang mengembangkan dan menerapkan prinsip-prinsip profesionalitas, akuntabilitas, transparansi, pelayanan prima, demokrasi, efisiensi, efektifitas, supremasi hukum, dan dapat diterima oleh seluruh masyarakat.

All You Need Is Love (15)

LELAH DAN LENGAH

Subagio S.Waluyo


Kata `lelah` sudah melekat dalam hidup kita sejak kita lahir. Lelah dalam hal ini jelas tertuju pada fisik. Suatu hal yang wajar kalau fisik kita suatu saat mengalami kelelahan. Semakin tua, semakin cepat fisik ini merasa lelah. Hal ini jelas merupakan sunnatullah yang tidak bisa kita hindari. Kalau kita sudah mengalami kelelahan (fisiknya), tidak ada cara lain memang sudah saatnya kita harus beristirahat. Fisik yang lelah solusinya jelas harus mengistirahatkan fisik. Tapi, dalam hidup kita sehari-hari mungkinkah hanya fisik yang lelah? Ternyata, hati ini juga mengalami kelelahan. Kalau hati yang lelah apakah sama dengan fisik solusinya? Apakah hati ini perlu diistirahatkan? Ternyata, bisa berbeda jawabannya. Justru, hati ini tidak boleh kosong atau menganggur. Hati ini harus disibukkan dengan dzikir pada Allah SWT. Insya Allah dengan hati yang banyak berdzikir kita tidak mengalami kelelahan hati.

All You Need Is Love (14)

BLINDSPOT

Subagio S. Waluyo

Kita hidup membutuhkan cermin. Dengan cermin kita bisa melihat sendiri wajah kita. Apakah sudah tampak kerut-kerut di wajah kita? Apakah ada noda-noda hitam di wajah kita? Kalau seorang lelaki, apakah kumis dan janggut (kalau memang memelihara janggut) sudah berubah warnanya? Yang semula hitam menjadi putih (beruban)? Ketika kecil kita bercermin, mungkin kita tidak peduli dengan wajah kita? Tetapi, dari hari ke hari seiring dengan bertambahnya umur memasuki masa-masa pubertas kita akan mengomentari diri kita. Remaja laki-laki yang berwajah tampan atau ganteng akan mengomentari `Wow, betapa tampannya aku!`. Dia tiba-tiba saja jadi narsis karena melihat wajahnya sendiri. Begitu pun remaja perempuan ketika melihat di cermin wajahnya yang cantik akan mengomentari `Wow, betapa cantiknya aku!`. Semua anak manusia memasuki masa-masa pubertas tiba-tiba saja jadi lupa diri. Mereka menjadi narsis.

Artikel Agama (22)

KESOLEHAN DAN KESOSIALAN

 Gambar kartun orang soleh dan sosial


Apa yang terkandung dalam Surat Al-Maun? Sayyid Quthb dalam Tafsir Fi Zhilalil Qur`an menyatakan bahwa agama Islam merupakan sistem yang saling melengkapi karena ada interaksi ibadah dan syiar-syiarnya dengan tugas-tugas individual dan sosialnya. Dengan kata lain, menurut Sayyid Quthb, Islam sebagai rahmatan lil alamin hadir untuk kepentingan manusia dengan tujuan mensucikan hati, memperbaiki kehidupan, dan tolong-menolong sesama manusia dalam hal kebaikan, kesolehan, dan perkembangan manusia (masyarakat). Bahkan, menurut Sayyid Quthb, hakikat iman itu (apabila memang sudah benar-benar meresap di dalam hati manusia) akan bergerak merefleksikan dirinya dalam amal soleh. Jadi, kalau tidak ada amal soleh berarti hakikat iman pada diri  manusia itu belum terwujud.

Bahasa dan Sastra (259)

  `Wong Gemblung` dan `Psikopat` Subagio S. Waluyo            “Pak wong gemblung boleh tidak puasa kan?” “Ya, kamu boleh tidak berpuasa. A...