Kamis, 17 November 2022

Bahasa dan Sastra (110)

 11. AWALI DENGAN KUTIPAN (5)

Subagio S. Waluyo


Bagian terakhir dalam penulisan paragraf yang diawali dengan kutipan adalah kutipan yang diambil dari teks yang terdapat di prosa, baik cerpen, novel, maupun naskah drama. Pada prinsipnya memulai kutipan dari teks-teks yang terdapat di prosa sama saja dengan lirik-lirik lagu atau baris-baris pada puisi. Bedanya muatan yang terdapat dalam lirik-lirik lagu atau baris-baris pada puisi dibutuhkan pencarian sesuatu di balik kata-kata atau frasa-frasa yang ditulis sang penulis lagu atau penyair. Sedangkan dalam teks-teks prosa lebih mudah dipahami sehingga tidak perlu mencari sesuatu yang ada di balik kata-kata atau frasa-frasa yang diungkapkan penulisnya. Memang, terkadang ada juga penulis cerpen yang dalam penyampaian kalimat-kalimatnya memerlukan kerutan dahi karena kalimat-kalimat yang diungkapkannya sulit dimengerti. Meskipun demikian, sebagian besar ungkapan penulis dalam karya-karya prosa mudah dipahami oleh pembacanya.

Selasa, 08 November 2022

Bahasa dan Sastra (109)

10. AWALI DENGAN KUTIPAN (4) 

Subagio S. Waluyo



Lirik pada lagu sama saja dengan puisi. Terkadang lirik lagu banyak juga yang bernilai sastra. Lirik-lirik lagu Ebiet G. Ade, misalnya, sebenarnya kalau ditelisik merupakan puisi yang dinyanyikan. Terkadang, lirik-lirik lagu Ebiet susah dipahami maknanya. Untuk bisa menyanyikan lirik-lirik lagunya memang mudah. Tapi, tidak semudah kita mengapresiasikannya. Terbayang di benak kita, bagaimana Ebiet menuliskan lirik-lirik lagunya? Tentu Ebiet perlu  berimajinasi dan berkontemplasi untuk menuangkan kata-katanya ke dalam lirik-lirik lagunya. Ebiet juga perlu banyak mempelajari fenomena sosial dan juga filsafat (bahkan agama sekalipun). Agar lirik-lirik lagunya benar-benar berbobot, dia padukan semua itu dengan aransemen musik yang siap untuk dinyanyikan. Kita pun tanpa disadari terbawa arus alunan lirik-lirik lagunya sehingga kita tidak sadar bahwa yang juga kita lantunkan lirik-lirik lagunya sebenarnya merupakan puisi-puisi yang bernuansa nilai-nilai sastra. Kita cukupkan saja pembicaraan kita tentang lirik-lirik lagu yang bernuansa sastra. Kita fokus saja pada puisi yang akan kita coba mengembangkannya menjadi sebuah tulisan berikut ini.

Rabu, 02 November 2022

Bahasa dan Sastra (108)

9. AWALI DENGAN KUTIPAN (3) 

Subagio S.Waluyo


(https://de.cleanpng.com/png-94q340/)

Oh my love for the first time in my life

My eyes are wide open

Oh my lover for the first time in my life

My eyes can see

 

I see the wind, oh I see the trees

Everything is clear in my heart

I see the clouds, oh I see the sky

Everything is clear in our world

………………………………………………….

(`Oh My Love`/John Lennon)

Minggu, 30 Oktober 2022

Bahasa dan Sastra (107)

8. AWALI DENGAN KUTIPAN (2) 

Subagio S.Waluyo


… Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri…. (Ar-Raad:11).

Potongan ayat Al-Quran di atas menjadi pemicu dan pemacu bagi umat Islam untuk mengubah nasib dirinya. Bahkan, ayat tersebut juga bisa dijadikan motivasi buat umat-umat lain untuk mengubah nasibnya. Yang jadi masalah masih banyak orang tidak berusaha  melakukan perubahan nasib. Mereka cenderung fatalis. Banyak di antara mereka bersikap menerima nasib yang katanya sudah digariskan Tuhan. Kok, bisa tahu ya kalau nasibnya kurang baik atau buruk karena sudah digariskan Tuhan? Bukankah masalah mati, jodoh, dan nasib (rezeki) hanya Tuhan yang tahu? Atau jangan-jangan ini hanya ungkapan orang-orang yang kalah bersaing dalam mengais rezeki di muka bumi ini? Terlepas dari itu semua, kita jadikan uraian di atas sebagai bahan masukan untuk kita belajar menulis yang diawali dengan kutipan dari Al-Quran atau hadits-hadits Nabi.

Jumat, 28 Oktober 2022

Bahasa dan Sastra (106)

7. AWALI DENGAN KUTIPAN (1) 

Subagio S. Waluyo



Mengawali dengan kutipan apakah dibolehkan? Apakah kita akan kena delik kalau mengutip tulisan orang lain? Apakah dengan melakukan copy paste (copas) tulisan orang lain yang kita tempatkan di awal kalimat sebagai pencurian? Mengawali sebuah kutipan entah diambil dari ungkapan seorang tokoh baik tokoh nasional maupun internasional sah-sah saja selama kita mencantumkan sumber tulisannya. Kita tidak akan dituding sebagai plagiator atau tukang copas. Karena mencantumkan sumber tulisan, kita tidak akan kena delik hukum. Kita tidak akan disebut penyerobot tulisan orang lain. 

Rabu, 26 Oktober 2022

Bahasa dan Sastra (105)

6. AWALI DENGAN YANG MEMIKAT 

Subagio S.Waluyo


Bagaimana caranya agar dapat memikat pembaca? Awali dengan kata-kata, frase-frase, atau kalimat-kalimat yang bombastis! Tetapi, ingat, biar bagaimana pun kita harus berpatokan pada data yaang valid. Tanpa data kita akan dikatakan orang asal `ngecap`, asal `bunyi, atau asal `bersuara`. Jadi, supaya terhindar dari itu semua, sekali lagi, setiap kali kita mau menulis harus memiliki data yang valid. Paling tidak kita harus berpatokan pada 5 W + 1 H. Dengan berpatokan pada 5 W + 1 H kita bisa mempertanggungjawabkan tulisan kita manakala ada orang yang penasaran ingin menelusuri tulisan kita. 

Minggu, 16 Oktober 2022

Bahasa dan Sastra (104)

5. MEMULAINYA DENGAN PERTANYAAN 

Subagio S.Waluyo


Selain memulai tulisan dengan definisi juga bisa kita lakukan dengan mengajukan pertanyaan. Bahkan, boleh jadi sebuah definisi bisa dimunculkan setelah diajukan pertanyaan. Pertanyaan `apa` yang kita letakkan di awal tulisan salah satu di antaranya bisa diwujudkan dalam bentuk definisi. Kita bisa ambil contoh ketika ada orang yang menulis tentang `vandalisme`. Bisa saja orang itu mengajukan pertanyaan apa itu `vandalisme`? Ada alternatif buat orang itu apakah mau langsung mendefinisikan `vandalisme` atau selain mengajukan pertanyaan apa, bisa saja mengajukan pertanyaan siapa yang melakukan `vandalisme`, mengapa orang melakukan `vandalisme`, dan bagaimana cara mengantisipasi perilaku `vandalisme`? Di sini setiap orang yang mau menulis diberi kebebasan apakah langsung membuat definisi atau mengajukan berbagai pertanyaan di seputar `vandalisme`.

Bahasa dan Sastra (259)

  `Wong Gemblung` dan `Psikopat` Subagio S. Waluyo            “Pak wong gemblung boleh tidak puasa kan?” “Ya, kamu boleh tidak berpuasa. A...