Selasa, 06 Desember 2022

Bahasa dan Sastra (114)

 

15. BELAJAR MENULIS WACANA DESKRIPSI (2)

Subagio S. Waluyo



    Di samping bisa menulis deskripsi berkaitan dengan peristiwa yang dialaminya, seseorang bisa juga menulis deskripsi berdasarkan pengalaman hidupnya. Maksudnya, seseorang bisa saja menulis tulisan yang bersifat argumentasi yang didahului dengan tulisan deskripsi. Tulisan dengan judul `Kota Anak-Anak Alfa` yang dijadikan salah satu contoh tulisan di sini, ditulis oleh penulisnya (saya sendiri) sebagai pengantar sebelum membahas lebih jauh tentang gambaran anak-anak yang lahir di atas tahun 2010. Anak-anak yang lahir di tahun 2010 disebut sebagai `Anak-anak Alfa`. Mengutip pendapat Mark Mc Crindle (Nova, 22 September 2015), dimaksudkan dengan `generasi alfa` atau `generasi broadband` atau mobile ialah generasi keturunan awal generasi Y dan  terakhir generasi X. Karena yang dibicarakan adalah anak-anak yang tinggal di kota-kota besar di Indonesia, jadilah tulisan tersebut berjudul `Kota Anak-Anak Alfa`.

Kamis, 01 Desember 2022

Bahasa dan Sastra (113)

 14. BELAJAR MENULIS WACANA DESKRIPSI (1)

Subagio S. Waluyo


    Kita telah belajar menulis paragraf dengan menggunakan berbagai cara seperti yang dicontohkan dalam tulisan-tulisan yang terdapat di website: www.subagiowaluyo.com. Secara berurutan dijelaskan di website tersebut cara-cara, baik mengaitkan kalimat pertama dengan kalimat yang kedua dan seterusnya maupun mengawali tulisan pada saat kita kesulitan menuliskan kalimat pertama di sebuah paragraf. Cara pertama kita bisa menggunakan konjungsi atau kata penghubung antar kalimat. Ada 53 konjungsi baik berupa kata maupun frasa yang bisa kita gunakan (“2. Saatnya Menulis”). Cara kedua kita bisa menggunakan kata-kata kunci yang bisa digunakan secara berulang-ulang di setiap atau beberapa kalimat dalam satu paragraf (“3. Penggunaan Pengulangan Kata Kunci”). Cara ketiga kita bisa menggunakan definisi. Maksudnya, kita bisa mengawali sebuah tulisan dengan mengutip sebuah definisi (“4. Awali dengan Definisi”). Cara keempat kita juga bisa menggunakan kata tanya seperti apa, kapan, di mana, siapa, mengapa, dan bagaimana (“5. Memulainya dengan Pertanyaan”). Cara kelima kita tentu saja bisa menggunakan pernyataan-pernyataan yang memikat. Dalam hal ini bisa saja kita mengawali tulisan dengan kata-kata atau kalimat-kalimat yang bikin pembacanya penasaran. Dengan kata lain, bisa menggunakan kata-kata atau frasa-frasa, bahkan kalimat-kalimat yang bombastis (“6. Awali dengan yang Memikat”). Cara keenam sampai kesepuluh kita bisa mengawali tulisan dengan cara mengutip entah itu dari ungkapan para pakar atau ilmuwan, ayat-ayat Al-Quran dan hadis, lirik-lirik lagu, bait-bait puisi, atau petikan-petikan yang terdapat di cerpen, novel, atau naskah drama. Semua itu bisa dilihat dalam tulisan yang dimulai dari “7. Awali dengan Kutipan (1)” sampai dengan “11. Awali dengan Kutipan (5)”. Sebagai pelengkap, masih di website tersebut, kita juga diarahkan untuk bisa menulis paragraf yang dipancing dengan gambar-gambar, baik gambar-gambar ilustrasi maupun gambar-gambar karikatur (“12. Dipancing dengan Gambar Ilustrasi” dan “13. Dipancing dengan Gambar Karikatur”). Diharapkan dengan cara-cara tersebut, kita dimudahkan menulis paragraf pada saat kita mengalami kebuntuan untuk menuangkan gagasan kita ke dalam sebuah tulisan.

Senin, 28 November 2022

Bahasa dan Sastra (112)

 

13. DIPANCING PAKAI GAMBAR KARIKATUR

Subagio S.Waluyo

 

         Setelah mencoba menulis paragraf dipancing dengan gambar ilustrasi, sekarang kita mencoba menulis paragraf yang juga dipancing dengan gambar karikatur. Menulis paragraf, baik dipancing dengan gambar ilustrasi maupun karikatur pada prinsipnya sama. Sama-sama di tahap pertama kita mengamati gambar tersebut. Nanti dari hasil pengamatan kita menyimpulkan gambar ilustrasi yang dijadikan objek tulisan berisikan tentang, misalnya, perilaku konsumtif. Untuk gambar karikatur selain mengamati gambar juga ada kata-kata yang tercantum di situ, misalnya, pada gambar karikatur di atas tertulis `Hari Anak`. Selain itu, pada gambar karikatur ada misi tertentu yang ingin disampaikan oleh sang karikaturis, yaitu kritik sosial buat kalangan tertentu. Dalam hal ini kalangan tertentu bisa pemerintah, pengusaha, tokoh-tokoh nasional, masyarakat, kalangan pendidik, orang tua, atau bisa juga kalangan anak-anak milineal. Jadi, semua pihak bisa dijadikan sasaran kritik.

Sabtu, 26 November 2022

Bahasa dan Sastra (111)

12. DIPANCING PAKAI GAMBAR ILUSTRASI 

Subagio S. Waluyo



Menulis paragraf bisa dipancing pakai gambar ilustrasi? Di dunia ini tidak ada yang tidak bisa. Sekedar orang mau menulis paragraf dipancing pakai gambar ilustrasi pasti bisa. Gambar ilustrasi `kan cuma dipakai sebagai stimulus agar kita memulai menulis sebuah tulisan? Dengan melihat gambar ilustrasi seperti gambar  ilustrasi di atas, kita akan bereaksi menulis paragraf. Kalau sebuah paragraf sudah terwujud, kita tinggal meneruskan menjadi sebuah wacana. Apa yang susah? Supaya dimudahkan kita menulis, begitu kita melihat gambar ilustrasi langsung cari referensinya.Gambar ilustrasi di atas, misalnya, orang sedang memegang kotak Jendela Johari. Kita langsung saja cari di Google tentang konsep Jendela Johari pasti dapat kita temukan. Kalau sudah ditemukan, kita langsung saja bahas hal-hal apa saja yang diuraikan di Jendela Johari itu. Berikut ini bisa kita baca tulisan singkat tentang Teori Jendela Johari. 

Kamis, 17 November 2022

Bahasa dan Sastra (110)

 11. AWALI DENGAN KUTIPAN (5)

Subagio S. Waluyo


Bagian terakhir dalam penulisan paragraf yang diawali dengan kutipan adalah kutipan yang diambil dari teks yang terdapat di prosa, baik cerpen, novel, maupun naskah drama. Pada prinsipnya memulai kutipan dari teks-teks yang terdapat di prosa sama saja dengan lirik-lirik lagu atau baris-baris pada puisi. Bedanya muatan yang terdapat dalam lirik-lirik lagu atau baris-baris pada puisi dibutuhkan pencarian sesuatu di balik kata-kata atau frasa-frasa yang ditulis sang penulis lagu atau penyair. Sedangkan dalam teks-teks prosa lebih mudah dipahami sehingga tidak perlu mencari sesuatu yang ada di balik kata-kata atau frasa-frasa yang diungkapkan penulisnya. Memang, terkadang ada juga penulis cerpen yang dalam penyampaian kalimat-kalimatnya memerlukan kerutan dahi karena kalimat-kalimat yang diungkapkannya sulit dimengerti. Meskipun demikian, sebagian besar ungkapan penulis dalam karya-karya prosa mudah dipahami oleh pembacanya.

Selasa, 08 November 2022

Bahasa dan Sastra (109)

10. AWALI DENGAN KUTIPAN (4) 

Subagio S. Waluyo



Lirik pada lagu sama saja dengan puisi. Terkadang lirik lagu banyak juga yang bernilai sastra. Lirik-lirik lagu Ebiet G. Ade, misalnya, sebenarnya kalau ditelisik merupakan puisi yang dinyanyikan. Terkadang, lirik-lirik lagu Ebiet susah dipahami maknanya. Untuk bisa menyanyikan lirik-lirik lagunya memang mudah. Tapi, tidak semudah kita mengapresiasikannya. Terbayang di benak kita, bagaimana Ebiet menuliskan lirik-lirik lagunya? Tentu Ebiet perlu  berimajinasi dan berkontemplasi untuk menuangkan kata-katanya ke dalam lirik-lirik lagunya. Ebiet juga perlu banyak mempelajari fenomena sosial dan juga filsafat (bahkan agama sekalipun). Agar lirik-lirik lagunya benar-benar berbobot, dia padukan semua itu dengan aransemen musik yang siap untuk dinyanyikan. Kita pun tanpa disadari terbawa arus alunan lirik-lirik lagunya sehingga kita tidak sadar bahwa yang juga kita lantunkan lirik-lirik lagunya sebenarnya merupakan puisi-puisi yang bernuansa nilai-nilai sastra. Kita cukupkan saja pembicaraan kita tentang lirik-lirik lagu yang bernuansa sastra. Kita fokus saja pada puisi yang akan kita coba mengembangkannya menjadi sebuah tulisan berikut ini.

Rabu, 02 November 2022

Bahasa dan Sastra (108)

9. AWALI DENGAN KUTIPAN (3) 

Subagio S.Waluyo


(https://de.cleanpng.com/png-94q340/)

Oh my love for the first time in my life

My eyes are wide open

Oh my lover for the first time in my life

My eyes can see

 

I see the wind, oh I see the trees

Everything is clear in my heart

I see the clouds, oh I see the sky

Everything is clear in our world

………………………………………………….

(`Oh My Love`/John Lennon)

Bahasa dan Sastra (259)

  `Wong Gemblung` dan `Psikopat` Subagio S. Waluyo            “Pak wong gemblung boleh tidak puasa kan?” “Ya, kamu boleh tidak berpuasa. A...