16. BELAJAR MENULIS WACANA DESKRIPSI (3)
Subagio S. Waluyo
Setelah kita membahas wacana deskripsi yang menggambarkan suatu peristiwa dan suasana. Sekarang kita beralih membahas tulisan deskripsi yang juga masih mengambil gambaran suasana atau keadaan. Tetapi, untuk kali ini kita membahas gambaran suasana yang diambil dari karya fiksi (novel). Novel yang cukup panjang menggambarkan suasana (keadaan) di antaranya adalah novel yang ditulis oleh Mochtar Lubis: Harimau Harimau (HH). Novel ini ditulis ketika penulisnya masih mendekam di sebuah penjara di Madiun. Novel ini lebih merupakan sebuah tanggapan terhadap kepemimpinan Presiden Soekarno. Novel ini bercerita tentang tujuh orang pengumpul damar yang diserang oleh seekor harimau ketika pulang ke desanya. Pimpinan yang karismatik dalam novel ini pun gagal menghindari serangan harimau. Justru pimpinan tersebut yang dijadikan umpan untuk mengakhiri petualangan sang harimau yang telah memakan korban tiga orang dari tujuh orang pencari damar (satu orang dibunuh oleh Wak Katok sang pemimpin karismatik). Sebagai tambahan, novel yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Belanda, Inggris, dan Mandarin ini mendapat penghargaan sebagai Buku Terbaik dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (https://id. wikipedia.org/wiki/Harimau!_ Harimau!).



.jpg)

