|
Korea Selatan
Republik Korea (Hangul: 대한민국) atau
lebih dikenal sebagai Korea Selatan, adalah sebuah negara
di Asia Timur yang meliputi bagian selatan Semenanjung Korea. Di sebelah utara, Korea Selatan berbatasan dengan Korea
Utara, di mana
keduanya bersatu sebagai sebuah negara hingga tahun 1948. Laut
Kuning di
sebelah barat, Jepang berada di seberang Laut Jepang dan Selat Korea berada di bagian tenggara. Negara ini dikenal dengan nama Han-guk (한국).[14] oleh penduduk Korea Selatan dan disebut Nam Cho-sŏn (남조선) oleh orang Korea Utara. Ibu kota Korea Selatan
adalah Seoul (서울).
Penemuan arkeologis menunjukkan bahwa Semenanjung Korea telah dihuni
sejak Zaman Paleolitik Awal. Sejarah Korea dimulai dari pembentukan Gojoseon pada 2333 SM, oleh Dan-gun. Setelah unifikasi Tiga Kerajaan Korea di bawah Silla pada 668 M, Korea menjadi satu di bawah Dinasti Goryeo dan Dinasti Joseon hingga akhir Kekaisaran Han Raya pada 1910 karena dianeksasi oleh Jepang. Setelah liberalisasi
dan pendudukan oleh Uni Soviet dan Amerika Serikat pada akhir Perang Dunia II, wilayah Korea akhirnya dibagi menjadi dua.
Geografi
Luas Korea Selatan adalah 100.339 km2, lebih kecil dibanding Korea
Utara. Keadaan topografinya sebagian besar berbukit dan tidak rata.
Pegunungan di wilayah timur umumnya menjadi hulu sungai-sungai besar, seperti
sungai Han dan sungai Naktong. Sementara wilayah barat merupakan bagian
rendah yang terdiri dari daratan pantai yang berlumpur. Di wilayah barat dan
selatan yang terdapat banyak teluk terdapat banyak pelabuhan yang baik
seperti Incheon, Yeosu, Gimhae, dan Busan.
Korea Selatan memiliki sekitar 3.000 pulau, sebagian besar adalah
pulau kecil dan tidak berpenghuni. Pulau - pulau ini tersebar dari barat
hingga selatan Korea Selatan. Pulau Jeju yang terletak sekitar 100 kilometer
di bagian selatan Korea Selatan adalah pulau terbesar dengan luas area 1.845
km2. Gunung Halla adalah gunung berapi tertinggi sekaligus sebagai titik
tertinggi di Korea Selatan yang terletak di Pulau Jeju. Pulau yang terletak
di wilayah paling timur Korea Selatan adalah Uileungdo dan Batu Liancourt
sementara Marado dan Batu Socotra merupakan pulau yang berada paling selatan
di wilayah Korea Selatan.
Iklim Korea selatan dipengaruhi oleh iklim dari daratan Asia dan
memiliki 4 musim. Musim panas di Korea selatan yang dimulai bulan Juni bisa
mencapai temperatur 40 derajat celcius (di kota Daegu), yang ditandai dengan
datangnya musim hujan yang jatuh pada akhir bulan Juli sampai Agustus di
seluruh bagian semenanjung. Sementara temperatur musim dinginnya rata-rata
dapat jatuh pada suhu sejauh minus 10 derajat celcius di beberapa provinsi.
Korea Selatan juga rentan akan serangan angin taifun yang menerjang selama
bulan musim panas dan musim gugur. Beberapa tahun belakangan ini Korea
selatan juga sering dilanda badai pasir kuning yang dibawa dari Gurun Gobi di
Tiongkok yang juga melanda Jepang dan sejauh Amerika Serikat.
Politik
Korea Selatan adalah negara republik. Seperti pada negara-negara
demokrasi lainnya, Korea Selatan membagi pemerintahannya dalam tiga bagian:
eksekutif, yudikatif dan legislatif. Lembaga eksekutif dipegang oleh presiden
yang dipilih berdasarkan hasil pemilu untuk masa jabatan 5 tahun dan dibantu
oleh Perdana Menteri yang ditunjuk oleh presiden dengan persetujuan Majelis
Nasional. Presiden bertindak sebagai kepala negara dan Perdana Menteri
sebagai kepala pemerintahan.
Lembaga legislatif dipegang oleh dewan perwakilan yang menjabat selama
4 tahun. Pelaksanaan sidang paripurna diadakan setiap setahun sekali atau
berdasarkan permintaan presiden. Sidang ini terbuka untuk umum namun dapat
berlangsung tertutup.
Pengadilan konstitusional menjadi lembaga tertinggi pemegang kekuasaan
yudikatif yang terdiri atas 9 hakim yang direkomendasikan oleh presiden dan
dewan perwakilan. Hakim akan menjabat selama enam tahun dan usianya tidak
boleh melebihi 65 tahun pada saat terpilih.
Hubungan luar negeri dan militer
Korea Selatan melakukan hubungan diplomatik lebih dari 188 negara.
Korea Selatan juga tergabung dalam PBB sejak tahun 1991, bersamaan dengan
bergabungnya Korea Utara. Pada 1 Januari 2007, Menteri Luar Negeri Korea
Selatan pada saat itu, Ban Ki-moon resmi menjadi Sekretaris Jenderal PBB
menggantikan Kofi Annan. Selain itu, Korea Selatan juga menjadi mitra
stratergis ASEAN sebagai anggota Asean Plus 3 dan aktif dalam forum ekonomi
dunia lainnya seperti G-20, APEC dan Konferensi Tingkat Tinggi Asia Timur.
Korea Selatan menjalin hubungan erat dengan RRT, terutama sejak Korea
Selatan memutuskan hubungan dengan Republik Tiongkok. Uni Eropa menjadi mitra
penting perdagangan Korea Selatan dan menjadi tujuan utama ekspor Korea
Selatan.Hubungan diplomatik dengan Jepang tidak pernah dicatatkan secara
formal sejak Perang Dunia II, namun Traktat Hubungan Dasar antara Jepang dan
Korea Selatan yang ditandatangani tahun 1965 menjadi dasar utama hubungan
kedua negara. Korea Selatan dan Jepang mengalami persengketaan mengenai
masalah Batu Liancourt,namun secara administratif, kepulauan ini dimiliki
oleh Korea Selatan karena Pengawal Pantai Korea Selatan bermarkas di pulau
ini.
Invasi serta ketegangan dengan Korea Utara telah mendorong Korea
Selatan mengalokasikan 2.6% dari PDB dan 15% dari pengeluaran pemerintah
untuk pembiayaan militer serta mewajibkan seluruh pria untuk mengikuti wajib
militer. Jumlah tentara aktif Korea Selatan menempati urutan keenam terbesar
di dunia,urutan kedua dalam jumlah tentara cadangan dan sebelas besar dalam
urusan anggaran pertahanan.
Pasukan militer Korea Selatan terdiri atas Angkatan Darat (ROKA),
Angkatan Laut (ROKN) dan Korps marinir (ROKMC).Angkatan bersenjata ini
kebanyakan berkonsentrasi di daerah perbatasan Zona Demiliterisasi Korea. Seluruh
pria Korea Selatan diwajibkan secara konstitusi untuk mengikuti wajib
militer, umumnya untuk masa dua tahun.
Ekonomi
Korea Selatan memiliki ekonomi pasar dan menempat urutan kelima belas
berdasarkan PDB. Sebagai salah satu dari empat Macan Asia Timur,Korea Selatan
telah mencapai rekor ekspor impor yang memukau, nilai ekspornya merupakan terbesar
kedelapan di dunia. Sementara, nilai impornya terbesar kesebelas.
Kesuksesan ekonomi Korea Selatan dicapai pada akhir 1980-an ketika PDB
berkembang dari rata – rata 8% per tahun (US$2,7 miliar) pada tahun 1962
menjadi US$230 miliar pada 1989. Jumlah ini kira - kira 20 kali lipat dari
Korea Utara dan sama dengan ekonomi – ekonomi menengah di Uni Eropa. Kemajuan
ekonomi ini dikenal dengan nama Keajaiban di Sungai Han.
Krisis Finansial Asia 1997 membuka kelemahan dari model pengembangan
Korea Selatan, termasuk rasio utang/persamaan yang besar, pinjaman luar yang
besar, dan sektor finansial yang tidak disiplin. Pertumbuhan jatuh sekitar
6,6% pada 1998, kemudian pulih dengan cepat ke 10,8% pada 1999 dan 9,2% pada
2000. Pertumbuhan kembali jatuh ke 3,3% pada 2001 karena perlambatan ekonomi
dunia, ekspor yang menurun, dan persepsi bahwa pembaharuan finansial dan
perusahaan yang dibutuhkan tidak bertumbuh. Dipimpin oleh industri dan
konstruksi, ekonomi Korea Selatan mulai bangkit pada 2002 dengan pertumbuhan
sebesar 5,8%. Jumlah penduduk di bawah garis kemiskinan sebesar 15% pada
tahun 2003. Indeks gini menunjukkan perbaikan, dari angka 35.8 menjadi 31.3
pada tahun 2007. Nilai investasinya sebesar 29.3% dari PDB dan menempati
urutan ke dua puluh satu.
Pada 2005, di samping merupakan pemimpin dalam akses Internet
kecepatan tinggi,semikonduktor memori, monitor layar-datar dan telepon
genggam, Korea Selatan berada dalam peringkat pertama dalam pembuatan kapal,
ketiga dalam produksi ban, keempat dalam serat sintetis, kelima dalam
otomotif dan keenam dalam baja. Negara ini juga menempati peringkat ke tiga
puluh enam dalam hal tingkat pengangguran, kesembilan belas dalam Indeks
Kemudahan Berbisnis dan ketiga puluh satu dari 179 negara dalam Indeks
Kebebasan Ekonomi berdasarkan data tahun 2010.
Ekspor bergerak dalam bidang semi konduktor, peralatan telekomunikasi
nirkabel, kendaraan bermotor, komputer, baja, kapal dan petrokimia dengan
mitra ekspor utama RRT 21,5%, Amerika Serikat 10,9%, Jepang 6,6% dan Hong
Kong 4,6%.Korea Selatan mengimpor plastik, elektronik dan peralatannya,
minyak, baja dan bahan kimia organik dari RRT 17,7%, Jepang 14%, Amerika
Serikat 8,9%, Arab Saudi 7,8%, Uni Emirat Arab 4,4% dan Australia 4,1%.
Jumlah tenaga kerja berada di peringkat kedua puluh lima dunia.
Ekonomi Korea Selatan dipimpin oleh konglomerat besar yang dikenal dengan
sebutan chaebol. Beberapa chaebol yang terbesar antara lain: Samsung
Electronics, POSCO, Hyundai Motor Company, KB Financial Group, Korea Electric
Company, Samsung Life Insurance, Shinhan Financial Group, LG Electronics,
Hyundai dan LG Chem.
Transportasi
Transportasi di Korea Selatan terdiri dari kereta api, bus, kapal
ferry dan penerbangan udara. Jalur kereta api terdiri dari subway yang berada
di enam kota: Seoul, Busan, Daegu, Gwangju, Daejon dan Incheon. Operator
kereta api Korail menyediakan pelayanan kereta api hampir keseluruh kota
besar di Korea Selatan.
Korea Selatan memiliki 103 bandar udara dengan Bandar Udara
Internasional Incheon sebagai bandar terbesar. Bandar udara Incheon pernah
dinobatkan sebagai bandar udara terbaik di dunia oleh Airport Council
International. Bandar udara internasional lainnya yang terdapat di Korea
Selatan antara lain berada di Gimpo, Busan dan Jeju.
Maskapai penerbangan nasional Korean Air dibentuk pada tahun 1962,
melayani 21.640.000 penumpang dengan 12.490.000 penumpang internasional.
Asiana Airlines, dibentuk pada tahun 1988, melayani penerbangan domestik dan
internasional. Penerbangan lain seperti Hansung Airlines dan Jeju Air
melayani penerbangan domestik dengan harga yang lebih murah.
Ilmu pengetahuan dan teknologi
Perkembangan IPTEK di Korea Selatan awalnya tidak berkembang dengan
baik karena masalah pembagian korea dan Perang Korea yang terjadi setelah
masa kemerdekaan. Kemajuan IPTEK mulai dirasakan pada tahun 1960-an ketika
pemerintahan diktator Park Chung-hee di mana ekonomi Korea Selatan melaju
pesat.
Robotika telah menjadi penelitian dan pengembangan yang utama di Korea
Selatan sejak 2003. Pada 2009, pemerintah mengumumkan rencana untuk membangun
taman tematik robot di Incheon dan Masan dengan dana pemerintah maupun
swasta. Pada 2005, Institut Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Korea Selatan
mengembangkan robot humanoid kedua di dunia yang mampu berjalan. Institut
Teknologi Industri Korea juga berhasil mengembangkan android Korea yang
pertama, EveR-1 pada Mei 2006.
Demografi
Korea Selatan memiliki kepadatan penduduk yang tinggi, sekitar 487,7
jiwa/km².Jumlah ini sepuluh kali lebih banyak daripada rata – rata dunia.
Kebanyakan penduduk hidup di daerah perkotaan karena migrasi besar – besaran
dari pedesaan selama ekspansi ekonomi yang pesat pada tahun 1970, 1980 dan
1990. Pada tahun 2005, Seoul merupakan kota terpadat di Korea Selatan dengan
jumlah penduduk lebih dari 9 juta jiwa disusul oleh Busan (3,4 juta jiwa),
Incheon (2,4 juta jiwa), Daegu (2,3 juta), Daejeon (1,4 juta), Gwangju (1,4
juta) dan Suwon (1 juta).
Pada tahun 2008, tingkat kelahiran per tahun sebesar 9 kelahiran dari
1.000 orang.angka ini merupakan yang terendah di dunia sedangkan harapan
hidup rata - rata sebesar 79,10 tahun[yang merupakan tertinggi keempat puluh
di dunia.
Agama
Atheisme :46.50%
Kristen : 33.35%
Buddhist : 10.50%
Shamanisme : 4%
Hindu : 1%
Yahudi : 1%
Agama lain :
3.65%
Hampir sebagian besar rakyat Korea Selatan memilih tidak beragama atau
atheisme. Buddha adalah agama yang mempunyai penganut terbesar di Korea
Selatan dengan 10.7 juta penduduk. Agama lainnya yang terbesar adalah Kristen
Protestan dan Katolik Roma. Gereja Kristen terbesar di Korea Selatan, Yoido
Full Gospel Church berlokasi di Seoul. Diperkirakan kurang dari 35.000 warga
Korea yang beragama Islam, dengan 100.000 orang pekerja yang berasal dari
negara Muslim, yaitu Bangladesh, Indonesia, dan Pakistan.
Pendidikan
Pendidikan di Korea Selatan dibagi dalam beberapa bagian seperti pada
umumnya di negara lain: kelompok bermain, sekolah dasar, pendidikan menengah,
dan sekolah tinggi/universitas. Berdasarkan hasil penelitian 2006 tentang
Program Penilaian Pelajar Internasional dari OECD, Korea Selatan menempati
urutan pertama dalam pemecahan masalah, urutan ketiga dalam matematika dan
urutan kesebelas pada bidang sains. Teknologi pada pendidikan di Korea juga
dikembangkan hingga keseluruh daratan Korea dengan membuat jaringan akses
internet berkecepatan tinggi di sekolah dasar dan lanjutan. Pemerintah Korea
melalui Kementerian Pendidikan juga memberikan beasiswa bagi siswa-siswi yang
berasal dari luar Korea hingga mencapai 100.000 siswa per tahun.
Budaya
Korea Selatan dan Korea Utara memiliki kebudayaan yang sama, namun
sejak Pembagian Korea pada tahun 1945, masing - masing negara mengembangkan
bentuk kebudayaan kontemporer yang berlainan bentuk. Secara historis,
kebudayaan Korea dipengaruhi oleh RRT, namun Korea mampu mengembangkan
identitas budaya yang unik dan berbeda.Kementerian Kebudayaan, Olahraga dan
Pariwisata Korea Selatan aktif dalam mendorong budaya tradisional dalam
bentuk modern lewat pembiayaan dan program - program edukasi.
Musik kontemporer, film, dan televisi
Hingga tahun 1990-an, trot dan ballad adalah musik populer yang mendominasi
Korea Selatan. Bergabungnya grup rap Seo Taiji and Boys pada 1992 menandai
perubahan besar dalam dunia musik Korea Selatan yang dikenal dengan istilah
K-Pop, grup ini mencampurkan elemen genre musik populer seperti rap, rock,
dan techno ke dalam musik mereka.
Sejak kesuksesan film Shiri pada tahun 1999, Film Korea mulai
mendapatkan apresiasi secara internasional. Film lokal mulai mendominasi
pasar terutama sejak pemberlakuan kuota yang mewajibkan bioskop untuk
menampilkan film-film Korea paling sedikit 73 hari dalam satu tahun.
Sepak bola, basket, bulu tangkis, dan baseball adalah beberapa
olahraga terpopuler di kalangan masyarakat Korea Selatan. Di bidang sepak
bola, tim nasional Korea Selatan telah berhasil menembus babak kualifikasi
Piala Dunia FIFA selama 8 kali berturut – turut dan merupakan rekor terbanyak
di Asia. Baseball merupakan olahraga dengan jumlah spektator yang banyak,
para pemilik klub baseball biasanya adalah para chaebol Korea Selatan. Tim
baseball Korea Selatan berhasil meraih medali emas di Olimpiade 2008. Bulu
tangkis telah menjadi perhatian para masyarakat terutama sejak banyak para
pemain Korea Selatan yang menang dalam tingkat internasional.
Taekwondo adalah olahraga asli dari Korea yang berkembang dengan pesat
dan menjadi olahraga resmi pada Olimpiade sejak tahun 2000 di Sydney, selain
itu Korea juga memiliki beberapa macam olahraga bela diri lainnya seperti
taekkyeon, hapkido, tang soo do, kuk sool won, kumdo dan subak.
Selain sukses dengan pengembangan olahraga aslinya, Korea Selatan juga
berhasil menjadi tuan rumah berbagai perhelatan acara olahraga akbar. Pada
tingkat Asia, Korea Selatan pernah menjadi tuan rumah Asian Games tahun 1986
di Seoul, 2002 di Busan, dan akan kembali menjadi tuan rumah pada 2014 di
Incheon. Pada tingkat internasional, Korea Selatan pernah menjadi tuan rumah
Olimpiade tahun 1988 di Seoul dan bersama dengan Jepang menjadi tuan rumah
Piala Dunia FIFA 2002.
Prestasi olahraga Korea Selatan terus meningkat. Korea Selatan
menempati urutan keempat perolehan medali saat menjadi tuan rumah Olimpiade
Seoul 1988, serta menjadi satu-satunya tim Asia yang berhasil menembus babak
semifinal pada Piala Dunia FIFA 2002 yang diselenggarakan di Korea Selatan
dan Jepang.
Pada tahun 2010, Korea Selatan menjadi tuan rumah untuk balap mobil F1
di Yeongnam untuk pertama kalinya.
Sumber:
(https://id.wikipedia.org/wiki/Korea_Selatan)
|