Jumat, 20 Januari 2023

Bahasa dan Sastra (129)

 30. MASALAH-MASALAH KEBAHASAAN (1)

Subagio S. Waluyo

`Berjalan pelihara kaki. Berbicara pelihara lisan`, demikian orang membuat adagium yang ditujukan pada orang yang tidak bisa berbicara baik. Jadi, untuk mematahkan pembicaraan orang cukup dengan menyampaikan adagium tersebut. Syukur-syukur kalau orang itu mengerti, kalau tidak, akan keluar bentakan `jaga mulutmu!`, kata orang yang sudah sebel dengar kata-katanya yang (mungkin) tidak mengenakkan. Itu dalam bahasa lisan. Dalam bahasa tulisan juga berlaku adagium sama tapi tak serupa, yaitu: `menulis pelihara diksi`. Maksudnya, siapapun orangnya yang mau menulis pandai-pandai memilih diksi (pilihan kata).

Rabu, 18 Januari 2023

Bahasa dan Sastra (128)

29. BELAJAR MENULIS WACANA NARASI (2)

Subagio S. Waluyo



Narasi selain ceritanya diangkat dari fakta juga bisa dari fiksi. Orang sebut sebagai cerita rekaan. Namanya juga karya fiksi atau cerita rekaan, jenis tulisan seperti ini didominasi oleh reka-reka atau dari hasil khayalan. Karya hasil khayalan sudah tentu berasal dari khayalan (imajinasi) penulisnya. Selain imajinasi juga didominasi oleh perenungan (kontemplasi). Jadi, perpaduan imajinasi dan kontemplasi menghasilkan karya fiksi entah itu namanya cerita pendek (cerpen), novel, atau naskah drama. Orang semakin mendalam melakukan imajinasi dan kontemplasi, semakin baik hasil karya fiksinya. Sebaliknya, semakin cetek imajinasi dan kontemplasinya, semakin cetek juga hasil karya fiksinya. Kira-kira begitu kita berasumsi. Apakah bisa dibenarkan asumsi kita itu? Silakan saja dilakukan penelitian lebih mendalam tentang itu! Mudah-mudahan saja asumsi itu bisa dibuktikan!

Bahasa dan Sastra (127)

28. BELAJAR MENULIS WACANA NARASI (1)

 Subagio S.Waluyo


Narasi itu disebut juga cerita. Cerita bisa berangkat dari fakta. Orang sebut sebagai autobiografi atau biografi. Autobiografi Wikipedia menyebutnya sebagai riwayat hidup seseorang yang ditulis oleh dirinya sendiri (https://id.wikipedia.org/wiki/ Autobiografi). Sedangkan biografi Wikipedia menyebutnya sebagai karya sastra yang berisikan riwayat hidup seorang tokoh yang dianggap penting oleh masyarakat tertentu (https://id.wikipedia.org/ wiki/Biografi). Jadi, kalau merujuk pada Wikipedia biografi merupakan karya sastra. Autobiografi bukan karya sastra walaupun ditulis oleh seorang sastrawan? Tampaknya, kita tidak perlu memasalahkan kedua kata tersebut. Kita hanya memastikan autobiografi dan biografi termasuk narasi yang berangkat dari fakta walaupun terkadang muatan keduanya ada juga unsur imajinasinya. Berikut ini contoh keduanya yang bisa kita pelajari penulisannya. 

Jumat, 13 Januari 2023

Bahasa dan Sastra (126)

 27. BELAJAR MENULIS WACANA PETUNJUK/TIPS (3)

Subagio S.Waluyo


Bagian terakhir dari “Belajar Menulis Petunjuk/Tips” adalah tips menulis wacana. Untuk tips menulis wacana, alangkah baiknya kalau kita meninjau kembali tulisan-tulisan yang berkaitan dengan seseorang yang mengalami kesulitan ketika mengawali sebuah tulisan. Orang yang mengalami kesulitan ketika mengawali sebuah tulisan sebagaimana pernah disinggung dalam tulisan-tulisan terdahulu bisa dilakukan dengan berbagai cara. Cara-cara yang pernah ditawarkan di antaranya diawali dengan:

1.   menuliskan definisi;

2.   mengajukan berbagai pertanyaan;

3.   menunjukkan sesuatu yang memikat;

4.   mengutip dari berbagai kutipan;

5.   dipancing melalui gambar ilustrasi; dan

6.   menjadikan gambar karikatur sebagai insipirasi.

Keenam cara tersebut bisa kita coba pratekkan dalam tulisan kita kali ini yang membahas tentang tips menulis wacana.

 [Uraian di atas bisa dijadikan paragraf pembuka dalam tips menulis wacana.] 

Selasa, 10 Januari 2023

Bahasa dan Sastra (125)

 

26. BELAJAR MENULIS WACANA PETUNJUK/TIPS (2)

Subagio S. Waluyo


 

  1. Siapa lagi ..??? ya jelas  tikus got yg itu-itu aje bro. 
  2. Yang komen pada ga . ga tau permasalahannya dasar xxxx..lu pada.
  3. Untuk menusuk  pemerintah dari dalam dan menambah kekuatan mereka yang sudah ada di dalam plus mendapatkan proyek pemerintah agar kocek partai terisi kembali.
  4. Menpora wajib diganti sudah membunuh sepakbola yg merupakan olahraga masyarakat.
  5. Sejak kapan waras  otak lu. Apa lu udah baru saja minum obat. Tumben otak lu encer.
  6. Kalo semua keinginan warga dituruti sodetan ndak bakalan selesai. Sialnya warga maunya banyak. Sampe kiamatpun pun tak terwujud karena kalian kalo disuruh baik-baik tak di gubris jd terpaksa di gusur sajalah.
  7. kalau DPR-RI itu ibaratnya lampu lalulintas jalan: ada hijau (tanda jalan), ada kuning (peringatan), kemudian lampu merah (Stop): kegaduhan isu reshuffle!

(Dikutip dari Skripsi Dewi Erlinawati: “Penggunaan Disfemia dalam Komentar Para Netizen di Situs Online Kompas.Com pada Rubrik Politik)

 

Ketika membaca kutipan di atas, di mana biasanya kita temukan tulisan dengan gaya seperti itu? Kita pasti akan mengatakannya di What`s App (WA). Ya, memang gaya penulisan seperti itu adanya di WA. Rupanya ada juga yang tertarik melakukan penelitian tentang gaya penulisan di WA atau di dunia maya. Adalah Dewi Erlinawati seorang mahasiswa calon sarjana yang tertarik melakukan penelitian tentang “Penggunaan Disfemia dalam Komentar Para Netizen di Situs Kompas.Com pada Rubrik Politik”. Kata `disfemia` menurut Dewi Erlinawati merupakan antonim dari eufemisme: mengubah ungkapan halus menjadi ungkapan kasar dan digunakan untuk mengungkapkan rasa tidak senang. Ungkapan disfemia memang banyak digunakan para netizen ketika berselancar di dunia maya. Ungkapan-ungkapan yang disampaikan netizen tentu saja ungkapan-ungkapan yang menyakitkan hati, menjijikkan, vulgar, tabu, dan tidak senonoh.

***


Sesuai dengan uraian di atas, kali ini kita akan belajar menulis wacana dengan memasukkan tips yang berkaitan tips berselancar di dunia maya. Di atas telah dijelaskan bahwa ketika para netizen berselancar di dunia maya sering menyampaikan ungkapan-ungkapan yang menyakitkan hati, vulgar, tabu, menjijikkan, dan tidak senonoh. Ungkapan-ungkapan yang termasuk dalam disfemia itu jelas-jelas bertujuan menjatuhkan entah lawan bicaranya, orang-orang atau masyarakat yang dianggap berseberangan, atau pihak-pihak tertentu (bisa juga penguasa atau pemerintah) yang dikategorikan sebagai musuh yang layak untuk dideskriditkan atau dinyinyirkan. Perilaku seperti itu jelas merupakan cermin orang-orang yang dengki atau hasad. Perilaku seperti itu tidak bisa dibiarkan. Perilaku seperti itu harus dieliminasi. Meskipun boleh dikatakan sulit dan tidak mungkin mengeliminasinya, minimal kita harus berusaha setidak-tidaknya perilaku seperti itu harus berkurang. Bagaimana caranya? Ini sebuah pertanyaan yang harus dijawab. Sebagai langkah awal menjawab pertanyaan itu adalah kita tulis dulu paragraf pembukanya. Untuk paragraf pembukanya bisa saja kita ambil dari tulisan di atas dengan terlebih dahulu memasukkan contoh-contoh ungkapan yang dikategorikan sebagai disfemia tersebut.

 

       Ketika membaca kutipan di atas, di mana biasanya kita temukan tulisan dengan gaya seperti itu? Kita pasti akan mengatakannya di What`s App (WA). Ya, memang gaya penulisan seperti itu adanya di WA. Rupanya ada juga yang tertarik melakukan penelitian tentang gaya penulisan di WA atau di dunia maya. Adalah Dewi Erlinawati seorang mahasiswa calon sarjana yang tertarik melakukan penelitian tentang “Penggunaan Disfemia dalam Komentar Para Netizen di Situs Kompas.Com pada Rubrik Politik”. Kata `disfemia` menurut Dewi Erlinawati merupakan antonim dari eufemisme: mengubah ungkapan halus menjadi ungkapan kasar dan digunakan untuk mengungkapkan rasa tidak senang. Ungkapan disfemia memang banyak digunakan para netizen ketika berselancar di dunia maya. Ungkapan-ungkapan yang disampaikan netizen tentu saja ungkapan-ungkapan yang menyakitkan hati, menjijikkan, vulgar, tabu, dan tidak senonoh.

 

          Setelah menuliskan satu paragraf yang kita ambil dari paragraf di atas, langkah selanjutnya kita tuliskan tips berselancar di dunia maya.Tips yang akan kita sampaikan itu merupakan paragraf isi. Sama halnya yang pernah ditulis di “25. Belajar Menulis Petunjuk/Tips (1)”, kita bisa saja memulainya dengan menuliskan butir-butirnya. Butir-butirnya di antaranya adalah:

1.   cermat dalam membagikan unggahan;

2.   jangan mudah menyebarkan informasi tidak akurat atau isu sara;

3.   manfaatkan sisi positif media sosial;

4.   tetap menjaga etika berbahasa;

5.   harus bisa menahan emosi;

6.   mengikuti orang-orang yang inspiratif;

7.   membangun koneksi.

Ketujuh butir tersebut memang bukan murni dari hasil tulisan kita. Tapi, tidak ada salahnya kita mencoba menguraikan setiap butir tersebut ke dalam tulisan kita. Sebelum menuliskan uraiannya, boleh-boleh saja kita menjadikan uraian yang disampaikan penulis sebagai bahan referensi atau bandingan yang bisa menginspirasi kita untuk menulis. Tentang ketujuh tips tersebut bisa kita lihat dalam tulisan yang terdapat pada tabel berikut ini.

 

 

1. Cermat dalam membagikan unggahan

 

Sebelum memutuskan untuk mengunggah sesuatu, kita harus selalu berhati-hati ketika membagikan suatu postingan. Karena akan ada banyak orang yang melihat unggahan kita, hal tersebut akan menjadi berbahaya apabila Anda mengunggah sembarangan konten. Oleh sebab itu, pikirkan terlebih dahulu sebelum mem-posting sesuatu. Jangan sampai postingan tersebut malah menjadi boomerang bagi kita ataupun orang lain.

 

2. Jangan mudah menyebarluaskan informasi tidak akurat maupun isu SARA

 

Tidak menyebarkan hoax atau isu SARA juga menjadi salah satu cara menggunakan media sosial dengan bijak. Mengingat saat ini banyak berita hoax maupun isu SARA tersebar di media sosial sehingga tak jarang ada juga orang yang mempercayainya. Ada baiknya Anda telusuri fakta sebelum menyebarkan hal-hal yang tidak dipahami di media sosial.

Sebaliknya, saat menerima informasi yang terasa aneh dan janggal, telusuri dulu kebenarannya. Jangan menelan informasi secara bulat-bulat, filter dan telaah. Melihat fenomena tersebut, jangan sampai Anda ikut-ikutan membagikan berita tidak benar di platform social media. Sebab, perilaku itu akan membuat Anda rentan terjerat hukum.

 

3. Manfaatkan sisi positif media sosial

 

Banyak sisi positif dari media sosial yang bisa kita rasakan, antara lain: menjalin silaturahmi, memamerkan jualan atau dagangan kita, menemukan jejak teman lama dan lainnya. Di sisi lain, kita juga bisa mengubah hal negatif menjadi hal positif, seperti saat kita iri ketika melihat teman yang selalu membagikan kesuksesannya di Instagram. Daripada iri terus-menerus, kita bisa  menggunakan hal tersebut sebagai pendorong untuk memperbaiki diri supaya menjadi lebih baik lagi dan bisa mencapai apa yang kita cita-citakan.

 

4. Tetap menjaga etika berbahasa

 

Walaupun kita sedang berada di media sosial. Pasal undang-undang mengawasi dan jejak digital tidak akan hilang. Oleh sebab itu, tetaplah menjaga kesantunan dalam memberikan komentar. Jangan sampai menyinggung, menyakiti atau membully orang lain.

 

5. Harus bisa menahan emosi

 

Sebelum nekat memberikan komentar atau mengunggah curahan hati alias curhat. Ada baiknya tahan emosi dan jangan meluapkan emosi di media sosial, atau Anda bisa merugi sebab dapat mempermalukan diri sendiri dan/atau merugikan orang lain.


6. Mengikuti orang-orang yang inspiratif

 

Untuk mencapai kesuksesan hidup, tak ada salahnya Anda mengikuti kisah-kisah orang sukses yang inspiratif di media sosial. Selain dijadikan motivasi, dari mereka kita juga bisa belajar tentang cara membuat rencana yang baik demi meraih apa yang ditargetkan. Kita bisa menggunakan media sosial sebagai platform untuk mengembangkan diri. Misal bagi yang suka berbicara, Anda bisa menjadi content creator seputar public speaking. Jika banyak orang menyukai video Anda, bukan tidak mungkin ini jadi sumber penghasilan Anda, lho!


7. Membangun koneksi


Karena ruang lingkup media sosial sangatlah luas bahkan dapat dijangkau ke seluruh dunia, Anda bisa memanfaatkannya untuk membangun relasi sebanyak-banyaknya. Tujuannya adalah menambah wawasan yang baru. Semakin banyak Anda mendapatkan insight dari banyak orang di berbagai negara maka wawasan Anda juga akan semakin luas. Selain itu, akan lebih baik jika Anda juga mencari orang-orang yang bekerja di bidang yang Anda minati supaya bisa bertukar pengetahuan dan pikiran.

 Penulis: Sri Widyastuti

 (https://www.fimela.com/lifestyle/read/5049641/7-cara-cerdas-dan-bijak-menggunakan-media-sosial)

 ***


Sebagai kalimat pertama di paragraf isi, kita bisa menulis kalimat seperti ini: “Ungkapan-ungkapan yang menyakitkan hati, menjijikkan, vulgar, tabu, dan tidak senonoh yang dilakukan para nitizen tidak bisa dilakukan pembiaran”. Kemudian, teruskan dengan kalimat kedua yang isinya alasan tidak dibolehkan adanya pembiaran. Setelah itu, baru kita masukkan tips berselancar di dunia maya yang kesemuanya ada tujuh butir itu. Setiap butir dijelaskan entah itu pengertiannya (maksudnya apa), alasannya, dan solusinya. Boleh-boleh saja kita menuliskannya satu butir satu paragraf. Kalau tidak mampu menuliskan satu butir jadi satu paragraf, kita boleh saja menuliskannya dalam satu paragraf ada dua butir sehingga diperkirakan kita akan bisa menulis di paragraf isi ada empat paragraf. Langkah terakhir, kita menulis paragraf penutup. Di paragraf penutup, kita sah-sah saja memberikan rekomendasi pada pembaca untuk mencari referensi di luar tulisan kita yang diperkirakan akan memperkaya wawasan pembaca. Meskipun demikian, kita jangan sampai lupa untuk memberikan sedikit kesimpulan tentang isi tulisan kita.






Senin, 09 Januari 2023

Bahasa dan Sastra (124)

 25. BELAJAR MENULIS WACANA PETUNJUK/TIPS (1)

Subagio S. Waluyo


Manusia hidup harus dibekali dengan petunjuk. Ya, dengan petunjuk! Tanpa petunjuk manusia akan melakukan apa saja yang dia maui. Memang, manusia diberi kebebasan untuk melakukan apapun. Tapi, harap diingat, manusia ketika mau melakukan apapun yang dia maui baik yang dia maui itu masih dalam batas-batas kewajaran maupun yang dipandang sesama manusia tidak wajar harus mengikuti petunjuk. Kalau masih mengaku sebagai orang beragama, misalnya dalam hal ini Islam, petunjuknya sudah ada dalam kitab suci Al-Quran dan Hadis. Jadi,sebagai seorang Islam (Muslim) semua yang mau dilakukan harus berpatokan pada petunjuk yang sudah jelas-jelas ada: Al-Quran dan Hadis.

     Dalam kehidupan bermasyarakat juga ada petunjuk. Petunjuk itu boleh jadi dibuat oleh masyarakat. Bisa saja petunjuk itu tidak tertulis. Tapi, akan lebih baik lagi kalau tertulis. Petunjuk itu bisa saja disebut peraturan atau hukum adat yang sudah disepakati bersama. Hukum adat yang sudah disepakati bersama itu harus ditaati oleh seluruh anggota masyarakat yang ada di wilayah hukum adat itu diberlakukan. Konsekuensinya adalah siapa pun yang melanggar aturan harus mendapat sanksi hukum.   

     Dalam lingkup yang lebih besar, kehidupan bernegara, juga harus ada petunjuk. Petunjuk itu bisa bernama undang-undang, peraturan daerah, atau peraturan gubernur, peraturan walikota, dan peraturan bupati. Peraturan itu dibuat oleh anggota dewan, baik anggota dewan level daerah (provinsi dan kota atau kabupaten) maupun level nasional (anggota dewan pusat). Peraturan itu memang diamanahkan pada anggota dewan dalam penyusunannya. Tapi, dalam prakteknya bisa saja dipercayakan pada `orang-orang akademis` yang berasal dari perguruan tinggi (PT) atau lembaga swadaya masyarakat (LSM). Setelah naskah akademik dan peraturan daerah atau undang-undang selesai disusun, kini tiba gilirannya para wakil rakyat terhormat mempelajari dan sekaligus mengesahkan naskah akademik, peraturan daerah, atau undang-undang yang telah disusun oleh `orang-orang akademis`. Peraturan daerah atau undang-undang yang sudah disahkan harus diimplementasikan untuk dilaksanakan.

***

     Dalam menulis wacana juga bisa dimulai dari sebuah petunjuk. Orang biasa menyebut petunjuk dengan `tips`. Dalam buku Kamus Besar Bahasa Indonesia tidak ditemukan kata `tips`. Kata tersebut dianggap tidak baku. Yang ada `tip3 atau `tip (3)`. Tapi, kata tersebut tidak lazim digunakan. Untuk menghindari ketidaklaziman, kita gunakan saja kata `tips` sambil kita berdoa semoga saja Pusat Bahasa suatu saat mau menerima kata `tips`. Kalau sudah diterima, orang nanti akan lebih leluasa menggunakannya sehingga tidak mustahil orang akan menulis tentang, misalnya, tips hidup sehat. Menulis wacana yang berkaitan dengan tips banyak kita temukan. Tapi, dalam pembahasannya nanti di samping dimasukkan tipsnya bisa saja dipadukan dengan menulis wacana eksposisi. Dengan demikian, dalam pembahasannya kita tidak berhenti dari sekedar menulis tips, misalnya, hidup sehat tapi juga cara kita menerapkan hidup sehat setelah menemukan data banyaknya orang yang di masa muda sudah mengidap berbagai penyakit internis. 


Pada uraian di atas sudah dijelaskan bahwa dalam menulis wacana, baik wacana eksposisi maupun narasi boleh memasukkan tulisan yang di dalamnya ada tips.  Karena sudah terlanjur kita menjadikan tips hidup sehat sebagai permisalan, pada pembahasan kali ini kita coba menulis tips hidup sehat yang dikembangkan ke dalam tulisan wacana eksposisi. Sebagai langkah awal, kita bisa menuliskan tentang kondisi kesehatan sebagian besar bangsa kita. Kita uraikan saja bahwa bangsa kita adalah bangsa yang rentan terkena berbagai macam penyakit. Hal ini lebih disebabkan pola hidup sebagian besar bangsa kita yang kurang memperhatikan masalah makanan sehat. Padatnya aktivitas dan kesibukan yang luar biasa menyebabkan sebagian besar bangsa kita cenderung memakan makanan atau minuman cepat saji (instan). Padahal makanan dan minuman jenis ini jelas kurang sehat dan bisa dipastikan menimbulkan efek samping. Untuk itu, diperlukan tips hidup sehat seperti yang bisa kita lihat pada tabel di bawah ini. 

 

Halodoc, Jakarta - Cara menjaga gaya hidup sehat sehari-hari yang baik dan benar adalah bagaimana cara kamu berusaha untuk meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik terutama pada kesehatan. Banyak orang lupa menyisihkan waktu untuk makan, memilih menyelesaikan pekerjaan sampai larut malam, sehingga jam tidur tidak lagi 7-8 jam perhari.

 

Jika gaya hidup seperti itu terus dilakukan, maka akan berdampak negatif pada tubuh. Untuk memiliki tubuh yang sehat ada banyak cara yang bisa kamu terapkan, namun memang tidak mudah untuk mengubah gaya hidup yang tidak teratur menjadi gaya hidup sehat.

 

Memang benar ada banyak kendala yang akan kamu hadapi untuk mengubah dan menjaganya dengan gaya hidup sehat. Kendala terbesar adalah rasa malas yang timbul pada diri kamu dan menyepelekan pentingnya kesehatan. Oleh karena itu dibutuhkan niat yang cukup kuat dari dalam diri, jika sudah ada niat maka selanjutnya adalah memiliki kemauan, dengan begitu akan terwujudnya gaya hidup sehat yang kamu inginkan. Berikut tips 6 cara menjaga gaya hidup sehat yang bisa diterpakan pada kehidupan kamu sehari-hari:

 

6 Cara Menjaga Gaya Hidup Sehat

 

1.  Istirahat yang Cukup

Perlu kamu ketahui bahwa istirahat yang cukup sangat beperan penting untuk kesehatan tubuh. Karena jika tubuh disibukan dengan banyak aktivitas setiap harinya dan kurang beristirahat,  maka tubuh akan rentan terkena penyakit. Dengan istirahat yang cukup setiap harinya maka kamu sudah melakukan cara menjaga gaya hidup sehat dengan baik.

 

2.  Memperhatikan Asupan Makanan

 

Untuk cara menjaga gaya hidup sehat, kamu perlu mengatur makanan apa saja yang akan dikonsumsi setiap harinya. Contohnya berbagai macam zat gizi yang dibutuhkan oleh manusia adalah karbohidrat, protein, vitamin dan juga mineral. Selain itu kamu juga harus menghindari makanan berlemak tinggi. Makanan berlemak dapat menyebabkan penimbunan kolesterol dalam pembuluh darah. Hal ini bisa memicu berbagai macam penyakit kronis.

 

3.  Minum Air Putih

 

Minum air putih merupakan salah satu cara hidup sehat yang mudah. Karena dengan meminum air putih, bisa mengeluarkan racun yang ada di dalam tubuh, yang dikeluarkan melalui air seni. Tubuh sangat membutuhkan unsur cairan karena banyaknya aktivitas setiap hari sehingga kamu sangat dianjurkan untuk minum minimal setidaknya 8 gelas per hari.

 

4.  Rajin Berolahraga

 

Meluangkan waktu untuk berolahraga merupakan salah satu cara menjalani gaya hidup sehat. Karena olahraga membuat tubuh menjadi lebih fit dan bugar. Berolahraga dapat mengeluarkan racun dalam tubuh, yang dikeluarkan melalui keringat. Menjaga gaya hidup sehat tidak lengkap jika tidak berolahraga.

 

5.  Membiasakan Hidup Bersih

 

Menjaga kebersihan termasuk cara hidup sehat. Selain untuk kenyamanan dan kesehatan, kebersihan juga membuat suasana hati yang baik saat untuk kamu memulai beraktivitas. Tidak lupa juga untuk memperhatikan kebersihan tangan dengan rajin mencuci tangan. Karena dalam beraktivitas sehari-hari pastinya kamu memegang banyak benda atau barang-barang yang tidak diketahui kebersihannya.

 

6.  Meninggalkan Kebiasaan Buruk

 

Pada poin ini kamu harus benar-benar meninggalkan kebiasaan negatif, seperti merokok dan meminum-minuman berakohol. Karena merokok dan minum-minuman berakohol akan mengakibatkan organ-organ di dalam tubuh menjadi rusak.

 

Selain 6 tips di atas kamu juga bisa berdiskusi dengan dokter tentang cara menjaga gaya hidup sehat. Kamu bisa melakukannya dengan cara download aplikasi Halodoc pada smartphone, sehingga kamu tidak perlu repot datang ke rumah sakit. Lewat Halodoc kamu bisa bertanya seputar kesehatan melalui Chat dan Voice/Video Call dengan pilihan ribuan dokter terpercaya. Kamu juga bisa membeli obat secara online yang akan diantarkan ke rumah dalam waktu 1 jam. Segera download aplikasinya di App Store dan Google Play.

(https://www.halodoc.com/artikel/6-cara-mudah-menjaga-gaya-hidup-sehat )

 

          Berdasarkan bahan yang diperoleh dari google search, kita bisa mulai menulis paragraf pertama (dan kedua) yang merupakan sebuah prolog. Untuk menulis paragraf pertama tidak ada salahnya kita mengambil kutipan di atas yang dimulai dari paragraf pertama (paragraf-paragraf pada tulisan di atas tergolong pendek) sampai paragraf ketiga. Ketiga paragraf tersebut kita gabungkan saja menjadi dua paragraf. Paragraf pertama dimulai dari kalimat yang berbunyi: “Cara menjaga gaya hidup sehat……” sampai dengan “Jika gaya hidup seperti itu….”. Paragraf kedua dimulai dari untuk memiliki tubuh yang sehat ……” sampai dengan “Berikut tips 6 cara…..”. Meskipun mengambil tulisan orang, karena telah menyebutkan sumber kutipannya, mudah-mudahan kita bukan dicap sebagai plagiat. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat hasil pekerjaan kita di bawah ini. 

 

       Cara menjaga gaya hidup sehat sehari-hari yang baik dan benar adalah bagaimana cara kamu berusaha untuk meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik terutama pada kesehatan. Banyak orang lupa menyisihkan waktu untuk makan, memilih menyelesaikan pekerjaan sampai larut malam, sehingga jam tidur tidak lagi 7-8 jam perhari. Jika gaya hidup seperti itu terus dilakukan, maka akan berdampak negatif pada tubuh.

       Untuk memiliki tubuh yang sehat ada banyak cara yang bisa kamu terapkan, namun memang tidak mudah untuk mengubah gaya hidup yang tidak teratur menjadi gaya hidup sehat. Memang benar ada banyak kendala yang akan kamu hadapi untuk mengubah dan menjaganya dengan gaya hidup sehat. Kendala terbesar adalah rasa malas yang timbul pada diri kamu dan menyepelekan pentingnya kesehatan. Oleh karena itu dibutuhkan niat yang cukup kuat dari dalam diri, jika sudah ada niat maka selanjutnya adalah memiliki kemauan, dengan begitu akan terwujudnya gaya hidup sehat yang kamu inginkan. Berikut tips enam cara menjaga gaya hidup sehat yang bisa diterapkan pada kehidupan kamu sehari-hari.

(https://www.halodoc.com/artikel/6-cara-mudah-menjaga-gaya-hidup-sehat )

    Setelah menulis paragraf pertama dan kedua yang merupakan paragraf pembuka (prolog), selanjutnya kita menulis paragraf isi (penghubung). Dengan menjadikan kutipan di atas sebagai sumber dalam penulisan wacana petunjuk (tips), kita bisa menuliskan terlebih dahulu dalam bentuk butir-butirnya saja hal-hal yang harus diperhatikan dalam menjaga gaya hidup sehat. Yang harus diperhatikan untuk menjaga gaya hidup sehat di antaranya:

1.   istirahat yang cukup;

2.   memperhatikan asupan makanan;

3.   minum air putih;

4.   rajin berolah raga;

5.   membiasakan hidup bersih; dan

6.   meninggalkan kebiasaan buruk.

Keenam butir di atas, bisa kita tulis dalam tiga sampai enam paragraf. Setiap butir bisa saja kita jelaskan maksudnya, alasannya, dan caranya. Dengan cara menuliskan ketiga hal tersebut (maksudnya, alasannya, dan caranya) kita setidaknya telah menulis minimal tiga kalimat. Kalau ditetapkan satu paragraf memuat dua butir di atas (misalnya: istirahat yang cukup dan memperhatikan asupan makan), kita sudah menuliskan minimal enam kalimat dalam satu paragraf. Agar lebih baik lagi, setiap paragraf di awali dengan kalimat yang menjadi pembukanya. Kita bisa memulainya dengan kalimat yang berbunyi seperti ini: “Salah satu yang sering luput dalam menjalankan gaya hidup sehat adalah istirahat yang cukup.” Bisa  juga diteruskan dengan “Saking luputnya seseorang terkadang sering menyepelekan untuk beristirahat yang cukup”. Baru setelah itu kita mencoba menjelaskan yang dimaksudkan dengan istirahat yang cukup dan seterusnya.

    Setelah paragraf pembuka dan paragaf isi telah ditulis, untuk langkah selanjutnya kita menulis satu paragraf penutup.Sekali lagi, tidak ada salahnya kita mengutip bagian terakhir yang terdapat di kutipan di atas.Di bagian akhir kutipan di atas tertulis “Selain enam tips di atas kamu juga bisa berdiskusi dengan dokter tentang cara menjaga gaya hidup sehat. Kamu bisa melakukannya dengan cara download aplikasi Halodoc pada smartphone sehingga kamu tidak perlu repot datang ke rumah sakit. Lewat Halodoc kamu bisa bertanya seputar kesehatan melalui Chat dan Voice/ Video Call dengan pilihan ribuan dokter terpercaya. Kamu juga bisa membeli obat secara online yang akan diantarkan ke rumah dalam waktu satu jam. Segera download aplikasinya di App Store dan Google Play”. Karena hanya sebuah saran, boleh-boleh saja kita menulis dalam bentuk lain (sekalian kita belajar menulis paragraf penutup) yang bisa jadi menjadi bukti kemampuan kita menulis wacana.  

Sumber Gambar:

(https://retizen.republika.co.id/posts/26720/bagaimana-pola-hidup-sehat)





Sabtu, 31 Desember 2022

Bahasa dan Sastra (123)

 24. BELAJAR MENULIS WACANA EKSPOSISI (7)

Subagio S.Waluyo

Pada “23. Belajar Menulis Wacana Eksposisi (6)” telah kita coba berlatih menulis wacana eksposisi dengan mengambil inspirasinya di antaranya dari kutipan. Kutipan yang dijadikan inspirasinya diambil dari puisi Wiji Tukul yang berjudul   `Di Bawah Selimat Kedamaian Palsu`. Berikutnya, yang juga dijadikan inspirasi diambil dari naskah drama yang ditulis WS Rendra berjudul Panembahan Reso. Selain itu, sebagai tambahan, sumber inspirasi bisa diambil dari gambar-gambar karikatur. Dari gambar karikatur tersebut bisa dijadikan inspirasi menulis tentang kurangnya perhatian orang tua pada anak-anak karena kedua orang tuanya sibuk dengan gawainya. Gambar karikatur kedua diambil dari Oom Pasikom (GM Sudharta) tentang TKI yang mendapat gelar `pahlawan devisa`. Sekarang, kita akan mencoba menulis wacana eksposisi yang mengambil inspirasinya dari tulisan yang menggambarkan perbedaan dua negara yang mewakili dua ideologi: Korea Selatan (Kapitalis) dan Korea Utara (Komunis). Bagaimana menuliskannya ke dalam tulisan wacana eksposisi?

          Langkah pertama yang perlu kita lakukan adalah mencari referensi yang berkaitan dengan kedua negara tersebut. Setelah kita mendapatkannya, coba kita tulis dulu tentang Korea secara umum sebelum terpecah menjadi dua negara seperti sekarang ini. Tuliskan juga secara singkat tentang Perang Korea yang menjadi faktor penyebab terpecahnya dua Korea. Kemudian, kita tutup dengan akibat dari terpecahnya dua negara tersebut. Data di bawah ini bisa menjadi masukan untuk menuliskan akibat yang terjadi setelah terjadinya perpecahan menjadi dua negara: Korea Selatan dan Korea Utara. 

 

Konflik Korea Utara dan Korea Selatan:

Dampak Global dari Adanya Perang

Antara Korea Selatan dan Korea Utara

 

Siti Rahayu Diningrum 

Salah satu penyebab umum yang menimbulkan adanya perang korea adalah karena perbedaan dan persaingan ideologi di antara Amerika Serikat dan Uni Soviet. Penyebab spesifik dari adanya perang konflik antara Korea Selatan dan Korea Utara yaitu pada bulan Desember 1948 diadakan sidang umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang memberi pernyataan bahwa Korea Selatan-lah yang telah resmi disahkan dan diakui kepemerintahannya. 

Mendengar hal itu, Korea Utara memanas dan marah terhadap Korea Selatan maupun Amerika Serikat, hingga pada tahun 1950 muncullah perang di antara kedua wilayah tersebut. Dengan banyaknya pasukan tentara dan persenjataan yang dibawa oleh Korea Utara membuat Amerika Serikat khawatir terhadap pertahanan Korea Selatan. Amerika Serikat menyadari sengketa perbatasan dan perang tersebut tidak hanya sebuah konflik antara dua wilayah melainkan sebuah langkah awal para komunisme berkampanye guna mengambil alih dunia. Satu tahun kemudian, Amerika Serikat beserta pasukan militernya memasuki wilayah perang dan mengatasnamakan Korea Selatan dengan alasan memiliki misi dalam memerangi Komunisme.

Amerika Serikat menyadari sengketa perbatasan dan perang tersebut tidak hanya sebuah konflik antara dua wilayah melainkan sebuah langkah awal para komunisme berkampanye guna mengambil alih dunia. 

Pada satu tahun kemudian, Amerika Serikat beserta pasukan militernya memasuki wilayah perang dan mengatasnamakan Korea Selatan dengan alasan memiliki misi dalam memerangi Komunisme. Sehingga, hal lain yang juga menjadi penyebab terjadinya perang Korea adalah persaingan ideologi diantara Uni Soviet dan Amerika Serikat. 

Munculnya peristiwa ini memberi begitu banyak dampak baik dalam segi perekonomian hingga dampak bagi poltik itu sendiri, di antara lain dilihat dalam segi politiknya Korea Selatan menganut sistem politik dalam bentuk demokratis, sehingga memberik perbedaan yang begitu besar pada Korea Utara yang menganut Komunis-sentralistik. Maka dengan ini pihak militer harus meninggalkan perannya dari era politik.  

Begitu juga dengan dampak yang terjadi pada perekonomian kedua negara tersebut, adanya peristiwa ini mengakibatkan banyak kehancuran pada infrastruktur dan perekonomian negara, sehingga negara harus mendapatkan kerugian yang begitu besar, terutama pada Korea Selatan. 

Contradiction: Perbedaan ideologi

 

Adanya proxy war terjadi karena perbedaan ideologi antara Korea Utara dan Selatan.Yang mana Korea Utara didukung oleh Komunis Uni Soviet dan Republihk rakyat China, sementara Korea Selatan didukung oleh Amerika Beserta sekutu PBB nya. 

Attitude: Legitimasi Penyerangan korea Utara terhadap Korea Selatan 

Karena bentuk dari sikap itu berupa penyerangan, Korea Utara meluncurkan penyerangan terhadap Korea Selatan atas persetujuan Uni Soviet.Legitimasi penyerangan tersebut dilakukan dengan mengatakan bahwa pihak selatan telah lebih dulu melanggar perbatasan. 

Behavior: Invasi Darat dan udara oleh Korea Utara 

Amerika memberikan bantuan kepada Korea Selatan berupa militer, sementara Korea utara menginvasi korea Selatan udara dan daratan. 

Sumber Tulisan:

(https://www.kompasiana.com/sityrahayu/63365c1c4addee66074b0573/konflik-korea-utara-dan-korea-selatan-dampak-global-dari-adanya-perang-antara-korea-selatan-dan-korea-utara?page=all#section1) 

 

 

          Langkah kedua, setelah menulis sebuah paragraf pembuka, kita coba menuliskan perkembangan terakhir yang terjadi pada kedua negara tersebut yang akhir-akhir ini sempat memanas. Kita boleh saja mengkritisi, misalnya,  sejarah masa lalu pecahnya dua Korea itu yang lebih disebabkan oleh ego negara-negara adidaya yang masing-masing mewakili dua ideologi: kapitalis dan komunis. Ketika menuliskan tentang perkembangan yang terjadi saat ini, boleh jadi kita bisa menuliskannya dalam dua paragraf. Begitu juga ketika kita menulis tentang ego negara-negara adidaya yang menjadikan negara tersebut terpecah ke dalam dua negara dengan dua ideologi yang berbeda juga bisa kita tuliskan dalam satu paragraf. Jika masih dirasakan kurang, kita bisa menuliskan dalam satu paragraf tentang kemungkinan menyatunya kembali dua Korea seperti menyatunya dua Jerman: Jerman Barat dan Jerman Timur. Untuk melengkapi bahan tulisan, tidak ada salahnya kita pelajari bahan dari Google Search berikut ini tentang Korea Selatan. Untuk Korea Utara, silakan saja kalau ada yang mau mencari sendiri referensinya agar nantinya bisa ditulis perbedaan yang jelas antara Korea Selatan dan Korea Utara.

Korea Selatan

 

Republik Korea (Hangul: 대한민국) atau lebih dikenal sebagai Korea Selatan, adalah sebuah negara di Asia Timur yang meliputi bagian selatan Semenanjung Korea. Di sebelah utara, Korea Selatan berbatasan dengan Korea Utara, di mana keduanya bersatu sebagai sebuah negara hingga tahun 1948. Laut Kuning di sebelah barat, Jepang berada di seberang Laut Jepang dan Selat Korea berada di bagian tenggara. Negara ini dikenal dengan nama Han-guk (한국).[14] oleh penduduk Korea Selatan dan disebut Nam Cho-sŏn (남조선) oleh orang Korea Utara. Ibu kota Korea Selatan adalah Seoul (서울).

 

Penemuan arkeologis menunjukkan bahwa Semenanjung Korea telah dihuni sejak Zaman Paleolitik Awal. Sejarah Korea dimulai dari pembentukan Gojoseon pada 2333 SM, oleh Dan-gun. Setelah unifikasi Tiga Kerajaan Korea di bawah Silla pada 668 M, Korea menjadi satu di bawah Dinasti Goryeo dan Dinasti Joseon hingga akhir Kekaisaran Han Raya pada 1910 karena dianeksasi oleh Jepang. Setelah liberalisasi dan pendudukan oleh Uni Soviet dan Amerika Serikat pada akhir Perang Dunia II, wilayah Korea akhirnya dibagi menjadi dua.

Geografi

 

Luas Korea Selatan adalah 100.339 km2, lebih kecil dibanding Korea Utara. Keadaan topografinya sebagian besar berbukit dan tidak rata. Pegunungan di wilayah timur umumnya menjadi hulu sungai-sungai besar, seperti sungai Han dan sungai Naktong. Sementara wilayah barat merupakan bagian rendah yang terdiri dari daratan pantai yang berlumpur. Di wilayah barat dan selatan yang terdapat banyak teluk terdapat banyak pelabuhan yang baik seperti Incheon, Yeosu, Gimhae, dan Busan.

 

Korea Selatan memiliki sekitar 3.000 pulau, sebagian besar adalah pulau kecil dan tidak berpenghuni. Pulau - pulau ini tersebar dari barat hingga selatan Korea Selatan. Pulau Jeju yang terletak sekitar 100 kilometer di bagian selatan Korea Selatan adalah pulau terbesar dengan luas area 1.845 km2. Gunung Halla adalah gunung berapi tertinggi sekaligus sebagai titik tertinggi di Korea Selatan yang terletak di Pulau Jeju. Pulau yang terletak di wilayah paling timur Korea Selatan adalah Uileungdo dan Batu Liancourt sementara Marado dan Batu Socotra merupakan pulau yang berada paling selatan di wilayah Korea Selatan.

 

Iklim Korea selatan dipengaruhi oleh iklim dari daratan Asia dan memiliki 4 musim. Musim panas di Korea selatan yang dimulai bulan Juni bisa mencapai temperatur 40 derajat celcius (di kota Daegu), yang ditandai dengan datangnya musim hujan yang jatuh pada akhir bulan Juli sampai Agustus di seluruh bagian semenanjung. Sementara temperatur musim dinginnya rata-rata dapat jatuh pada suhu sejauh minus 10 derajat celcius di beberapa provinsi. Korea Selatan juga rentan akan serangan angin taifun yang menerjang selama bulan musim panas dan musim gugur. Beberapa tahun belakangan ini Korea selatan juga sering dilanda badai pasir kuning yang dibawa dari Gurun Gobi di Tiongkok yang juga melanda Jepang dan sejauh Amerika Serikat.

 

Politik

 

Korea Selatan adalah negara republik. Seperti pada negara-negara demokrasi lainnya, Korea Selatan membagi pemerintahannya dalam tiga bagian: eksekutif, yudikatif dan legislatif. Lembaga eksekutif dipegang oleh presiden yang dipilih berdasarkan hasil pemilu untuk masa jabatan 5 tahun dan dibantu oleh Perdana Menteri yang ditunjuk oleh presiden dengan persetujuan Majelis Nasional. Presiden bertindak sebagai kepala negara dan Perdana Menteri sebagai kepala pemerintahan.

 

Lembaga legislatif dipegang oleh dewan perwakilan yang menjabat selama 4 tahun. Pelaksanaan sidang paripurna diadakan setiap setahun sekali atau berdasarkan permintaan presiden. Sidang ini terbuka untuk umum namun dapat berlangsung tertutup.

 

Pengadilan konstitusional menjadi lembaga tertinggi pemegang kekuasaan yudikatif yang terdiri atas 9 hakim yang direkomendasikan oleh presiden dan dewan perwakilan. Hakim akan menjabat selama enam tahun dan usianya tidak boleh melebihi 65 tahun pada saat terpilih. 

Hubungan luar negeri dan militer

 

Korea Selatan melakukan hubungan diplomatik lebih dari 188 negara. Korea Selatan juga tergabung dalam PBB sejak tahun 1991, bersamaan dengan bergabungnya Korea Utara. Pada 1 Januari 2007, Menteri Luar Negeri Korea Selatan pada saat itu, Ban Ki-moon resmi menjadi Sekretaris Jenderal PBB menggantikan Kofi Annan. Selain itu, Korea Selatan juga menjadi mitra stratergis ASEAN sebagai anggota Asean Plus 3 dan aktif dalam forum ekonomi dunia lainnya seperti G-20, APEC dan Konferensi Tingkat Tinggi Asia Timur.

 

Korea Selatan menjalin hubungan erat dengan RRT, terutama sejak Korea Selatan memutuskan hubungan dengan Republik Tiongkok. Uni Eropa menjadi mitra penting perdagangan Korea Selatan dan menjadi tujuan utama ekspor Korea Selatan.Hubungan diplomatik dengan Jepang tidak pernah dicatatkan secara formal sejak Perang Dunia II, namun Traktat Hubungan Dasar antara Jepang dan Korea Selatan yang ditandatangani tahun 1965 menjadi dasar utama hubungan kedua negara. Korea Selatan dan Jepang mengalami persengketaan mengenai masalah Batu Liancourt,namun secara administratif, kepulauan ini dimiliki oleh Korea Selatan karena Pengawal Pantai Korea Selatan bermarkas di pulau ini.

 

Invasi serta ketegangan dengan Korea Utara telah mendorong Korea Selatan mengalokasikan 2.6% dari PDB dan 15% dari pengeluaran pemerintah untuk pembiayaan militer serta mewajibkan seluruh pria untuk mengikuti wajib militer. Jumlah tentara aktif Korea Selatan menempati urutan keenam terbesar di dunia,urutan kedua dalam jumlah tentara cadangan dan sebelas besar dalam urusan anggaran pertahanan.

 

Pasukan militer Korea Selatan terdiri atas Angkatan Darat (ROKA), Angkatan Laut (ROKN) dan Korps marinir (ROKMC).Angkatan bersenjata ini kebanyakan berkonsentrasi di daerah perbatasan Zona Demiliterisasi Korea. Seluruh pria Korea Selatan diwajibkan secara konstitusi untuk mengikuti wajib militer, umumnya untuk masa dua tahun.

 

Ekonomi

 

Korea Selatan memiliki ekonomi pasar dan menempat urutan kelima belas berdasarkan PDB. Sebagai salah satu dari empat Macan Asia Timur,Korea Selatan telah mencapai rekor ekspor impor yang memukau, nilai ekspornya merupakan terbesar kedelapan di dunia. Sementara, nilai impornya terbesar kesebelas.

 

Kesuksesan ekonomi Korea Selatan dicapai pada akhir 1980-an ketika PDB berkembang dari rata – rata 8% per tahun (US$2,7 miliar) pada tahun 1962 menjadi US$230 miliar pada 1989. Jumlah ini kira - kira 20 kali lipat dari Korea Utara dan sama dengan ekonomi – ekonomi menengah di Uni Eropa. Kemajuan ekonomi ini dikenal dengan nama Keajaiban di Sungai Han.

 

Krisis Finansial Asia 1997 membuka kelemahan dari model pengembangan Korea Selatan, termasuk rasio utang/persamaan yang besar, pinjaman luar yang besar, dan sektor finansial yang tidak disiplin. Pertumbuhan jatuh sekitar 6,6% pada 1998, kemudian pulih dengan cepat ke 10,8% pada 1999 dan 9,2% pada 2000. Pertumbuhan kembali jatuh ke 3,3% pada 2001 karena perlambatan ekonomi dunia, ekspor yang menurun, dan persepsi bahwa pembaharuan finansial dan perusahaan yang dibutuhkan tidak bertumbuh. Dipimpin oleh industri dan konstruksi, ekonomi Korea Selatan mulai bangkit pada 2002 dengan pertumbuhan sebesar 5,8%. Jumlah penduduk di bawah garis kemiskinan sebesar 15% pada tahun 2003. Indeks gini menunjukkan perbaikan, dari angka 35.8 menjadi 31.3 pada tahun 2007. Nilai investasinya sebesar 29.3% dari PDB dan menempati urutan ke dua puluh satu.

 

Pada 2005, di samping merupakan pemimpin dalam akses Internet kecepatan tinggi,semikonduktor memori, monitor layar-datar dan telepon genggam, Korea Selatan berada dalam peringkat pertama dalam pembuatan kapal, ketiga dalam produksi ban, keempat dalam serat sintetis, kelima dalam otomotif dan keenam dalam baja. Negara ini juga menempati peringkat ke tiga puluh enam dalam hal tingkat pengangguran, kesembilan belas dalam Indeks Kemudahan Berbisnis dan ketiga puluh satu dari 179 negara dalam Indeks Kebebasan Ekonomi berdasarkan data tahun 2010.

 

Ekspor bergerak dalam bidang semi konduktor, peralatan telekomunikasi nirkabel, kendaraan bermotor, komputer, baja, kapal dan petrokimia dengan mitra ekspor utama RRT 21,5%, Amerika Serikat 10,9%, Jepang 6,6% dan Hong Kong 4,6%.Korea Selatan mengimpor plastik, elektronik dan peralatannya, minyak, baja dan bahan kimia organik dari RRT 17,7%, Jepang 14%, Amerika Serikat 8,9%, Arab Saudi 7,8%, Uni Emirat Arab 4,4% dan Australia 4,1%.

 

Jumlah tenaga kerja berada di peringkat kedua puluh lima dunia. Ekonomi Korea Selatan dipimpin oleh konglomerat besar yang dikenal dengan sebutan chaebol. Beberapa chaebol yang terbesar antara lain: Samsung Electronics, POSCO, Hyundai Motor Company, KB Financial Group, Korea Electric Company, Samsung Life Insurance, Shinhan Financial Group, LG Electronics, Hyundai dan LG Chem.

 

Transportasi

 

Transportasi di Korea Selatan terdiri dari kereta api, bus, kapal ferry dan penerbangan udara. Jalur kereta api terdiri dari subway yang berada di enam kota: Seoul, Busan, Daegu, Gwangju, Daejon dan Incheon. Operator kereta api Korail menyediakan pelayanan kereta api hampir keseluruh kota besar di Korea Selatan.

 

Korea Selatan memiliki 103 bandar udara dengan Bandar Udara Internasional Incheon sebagai bandar terbesar. Bandar udara Incheon pernah dinobatkan sebagai bandar udara terbaik di dunia oleh Airport Council International. Bandar udara internasional lainnya yang terdapat di Korea Selatan antara lain berada di Gimpo, Busan dan Jeju.

 

Maskapai penerbangan nasional Korean Air dibentuk pada tahun 1962, melayani 21.640.000 penumpang dengan 12.490.000 penumpang internasional. Asiana Airlines, dibentuk pada tahun 1988, melayani penerbangan domestik dan internasional. Penerbangan lain seperti Hansung Airlines dan Jeju Air melayani penerbangan domestik dengan harga yang lebih murah.

 

Ilmu pengetahuan dan teknologi

 

Perkembangan IPTEK di Korea Selatan awalnya tidak berkembang dengan baik karena masalah pembagian korea dan Perang Korea yang terjadi setelah masa kemerdekaan. Kemajuan IPTEK mulai dirasakan pada tahun 1960-an ketika pemerintahan diktator Park Chung-hee di mana ekonomi Korea Selatan melaju pesat.

 

Robotika telah menjadi penelitian dan pengembangan yang utama di Korea Selatan sejak 2003. Pada 2009, pemerintah mengumumkan rencana untuk membangun taman tematik robot di Incheon dan Masan dengan dana pemerintah maupun swasta. Pada 2005, Institut Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Korea Selatan mengembangkan robot humanoid kedua di dunia yang mampu berjalan. Institut Teknologi Industri Korea juga berhasil mengembangkan android Korea yang pertama, EveR-1 pada Mei 2006.

 

Demografi 

Korea Selatan memiliki kepadatan penduduk yang tinggi, sekitar 487,7 jiwa/km².Jumlah ini sepuluh kali lebih banyak daripada rata – rata dunia. Kebanyakan penduduk hidup di daerah perkotaan karena migrasi besar – besaran dari pedesaan selama ekspansi ekonomi yang pesat pada tahun 1970, 1980 dan 1990. Pada tahun 2005, Seoul merupakan kota terpadat di Korea Selatan dengan jumlah penduduk lebih dari 9 juta jiwa disusul oleh Busan (3,4 juta jiwa), Incheon (2,4 juta jiwa), Daegu (2,3 juta), Daejeon (1,4 juta), Gwangju (1,4 juta) dan Suwon (1 juta).

Pada tahun 2008, tingkat kelahiran per tahun sebesar 9 kelahiran dari 1.000 orang.angka ini merupakan yang terendah di dunia sedangkan harapan hidup rata - rata sebesar 79,10 tahun[yang merupakan tertinggi keempat puluh di dunia. 

Agama

Atheisme            :46.50%

Kristen               : 33.35%

Buddhist            : 10.50%

Shamanisme      :   4%

Hindu                :   1%

Yahudi               :   1%

Agama lain         :   3.65% 

Hampir sebagian besar rakyat Korea Selatan memilih tidak beragama atau atheisme. Buddha adalah agama yang mempunyai penganut terbesar di Korea Selatan dengan 10.7 juta penduduk. Agama lainnya yang terbesar adalah Kristen Protestan dan Katolik Roma. Gereja Kristen terbesar di Korea Selatan, Yoido Full Gospel Church berlokasi di Seoul. Diperkirakan kurang dari 35.000 warga Korea yang beragama Islam, dengan 100.000 orang pekerja yang berasal dari negara Muslim, yaitu Bangladesh, Indonesia, dan Pakistan. 

Pendidikan 

Pendidikan di Korea Selatan dibagi dalam beberapa bagian seperti pada umumnya di negara lain: kelompok bermain, sekolah dasar, pendidikan menengah, dan sekolah tinggi/universitas. Berdasarkan hasil penelitian 2006 tentang Program Penilaian Pelajar Internasional dari OECD, Korea Selatan menempati urutan pertama dalam pemecahan masalah, urutan ketiga dalam matematika dan urutan kesebelas pada bidang sains. Teknologi pada pendidikan di Korea juga dikembangkan hingga keseluruh daratan Korea dengan membuat jaringan akses internet berkecepatan tinggi di sekolah dasar dan lanjutan. Pemerintah Korea melalui Kementerian Pendidikan juga memberikan beasiswa bagi siswa-siswi yang berasal dari luar Korea hingga mencapai 100.000 siswa per tahun. 

Budaya 

Korea Selatan dan Korea Utara memiliki kebudayaan yang sama, namun sejak Pembagian Korea pada tahun 1945, masing - masing negara mengembangkan bentuk kebudayaan kontemporer yang berlainan bentuk. Secara historis, kebudayaan Korea dipengaruhi oleh RRT, namun Korea mampu mengembangkan identitas budaya yang unik dan berbeda.Kementerian Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata Korea Selatan aktif dalam mendorong budaya tradisional dalam bentuk modern lewat pembiayaan dan program - program edukasi. 

Musik kontemporer, film, dan televisi 

Hingga tahun 1990-an, trot dan ballad adalah musik populer yang mendominasi Korea Selatan. Bergabungnya grup rap Seo Taiji and Boys pada 1992 menandai perubahan besar dalam dunia musik Korea Selatan yang dikenal dengan istilah K-Pop, grup ini mencampurkan elemen genre musik populer seperti rap, rock, dan techno ke dalam musik mereka. 

Sejak kesuksesan film Shiri pada tahun 1999, Film Korea mulai mendapatkan apresiasi secara internasional. Film lokal mulai mendominasi pasar terutama sejak pemberlakuan kuota yang mewajibkan bioskop untuk menampilkan film-film Korea paling sedikit 73 hari dalam satu tahun. 

Sepak bola, basket, bulu tangkis, dan baseball adalah beberapa olahraga terpopuler di kalangan masyarakat Korea Selatan. Di bidang sepak bola, tim nasional Korea Selatan telah berhasil menembus babak kualifikasi Piala Dunia FIFA selama 8 kali berturut – turut dan merupakan rekor terbanyak di Asia. Baseball merupakan olahraga dengan jumlah spektator yang banyak, para pemilik klub baseball biasanya adalah para chaebol Korea Selatan. Tim baseball Korea Selatan berhasil meraih medali emas di Olimpiade 2008. Bulu tangkis telah menjadi perhatian para masyarakat terutama sejak banyak para pemain Korea Selatan yang menang dalam tingkat internasional.

 

Taekwondo adalah olahraga asli dari Korea yang berkembang dengan pesat dan menjadi olahraga resmi pada Olimpiade sejak tahun 2000 di Sydney, selain itu Korea juga memiliki beberapa macam olahraga bela diri lainnya seperti taekkyeon, hapkido, tang soo do, kuk sool won, kumdo dan subak.

 

Selain sukses dengan pengembangan olahraga aslinya, Korea Selatan juga berhasil menjadi tuan rumah berbagai perhelatan acara olahraga akbar. Pada tingkat Asia, Korea Selatan pernah menjadi tuan rumah Asian Games tahun 1986 di Seoul, 2002 di Busan, dan akan kembali menjadi tuan rumah pada 2014 di Incheon. Pada tingkat internasional, Korea Selatan pernah menjadi tuan rumah Olimpiade tahun 1988 di Seoul dan bersama dengan Jepang menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA 2002.

 

Prestasi olahraga Korea Selatan terus meningkat. Korea Selatan menempati urutan keempat perolehan medali saat menjadi tuan rumah Olimpiade Seoul 1988, serta menjadi satu-satunya tim Asia yang berhasil menembus babak semifinal pada Piala Dunia FIFA 2002 yang diselenggarakan di Korea Selatan dan Jepang. 

Pada tahun 2010, Korea Selatan menjadi tuan rumah untuk balap mobil F1 di Yeongnam untuk pertama kalinya. 

Sumber:

(https://id.wikipedia.org/wiki/Korea_Selatan)

     Langkah ketiga, sebagai penutup, kita bisa membuat kesimpulan dari uraian yang terdapat di bagian paragraf penghubung. Sebaiknya, agar terlihat adanya kerapian dalam tulisan, kita tulis butir-butir kesimpulannya. Setelah itu tidak ada salahnya kita masukkan rekomendasi atau saran-saran. Dengan demikian, kita telah menuntaskan tulisan wacana eksposisi yang terinspirasi dari membandingkan dua negara dengan dua ideologi besar: kapitalis dan komunis. Mau mencoba menuliskannya?  




Bahasa dan Sastra (259)

  `Wong Gemblung` dan `Psikopat` Subagio S. Waluyo            “Pak wong gemblung boleh tidak puasa kan?” “Ya, kamu boleh tidak berpuasa. A...