IDE—AKTIVITAS—PRODUK—IDE
Subagio S. Waluyo
Tidak ada orang yang memungkiri bahwa
manusia hidup pasti punya masalah. Hanya ada orang yang bisa memecahkan
masalah. Ada juga yang masalahnya tidak terselesaikan yang akhirnya
terjadi penumpukan masalah. Tapi, coba dipikir, mengapa timbul masalah? Masalah
timbul karena antara ide dan fakta terjadi ketidaksinambungan yang jika dibuat
dalam bentuk simbol seperti ini:≠ . Kalau simbolnya seperti
ini : ═ berarti ada kesinambungan antara ide dan fakta sehingga tidak
timbul masalah. Tetapi, lain lagi kalau begini : ≠
berarti tidak ada kesinambungan ide dengan fakta sehingga timbul masalah.
Bagaimana caranya memecahkan masalah? Munculkan ide baru. Itu jawabannya.
Apakah cukup sampai di situ? Harus diteruskan ide itu dengan aktivitas. Nanti
dari aktivitas akan memperoleh produk. Produk yang diperoleh beberapa waktu
kemudian akan menimbulkan masalah baru sehingga perlu adanya ide baru.
Begitulah seterusnya wujud sebuah kebudayaan yang jika disingkat menjadi judul
tulisan ini “Ide—Aktivitas—Produk—Ide” . Agar lebih mudah lagi disingkat saja
lagi menjadi “IAPI”.
Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan
yang dalam hidupnya selalu berkelindan dengan masalah juga diberi kemampuan
untuk memecahkan masalah. Manusia bisa memecahkan masalah karena manusia
diberikan kelebihan oleh Tuhan dibandingkan makhluk-makhluk Tuhan lainnya.
Salah satu kelebihan manusia terletak pada kemampuan otaknya untuk memecahkan
beragam permasalahan hidupnya. Melalui otaknya sebagai sarana kemampuan
berpikir, manusia mampu mewujudkan segala macam keinginannya. Keinginan manusia
untuk bisa memberikan manfaat baik bagi dirinya maupun orang lain dapat
diwujudkan oleh kemampuan berpikirnya. Keinginan manusia untuk bisa
menghancurkan dirinya dan juga sesama manusia (karena manusia juga tidak lepas
dari hawa nafsu yang mengarah pada hal-hal yang negatif) dapat diwujudkan oleh
kemampuan berpikirnya. Jadi, ada dua bagian besar keinginan manusia, yaitu
keinginan untuk memberikan manfaat bagi dirinya dan sesama manusia dan
keinginan untuk menghancurkan dirinya dan sesama manusia. Keinginan yang
pertama berangkat dari ide-ide briliant, ide-ide cemerlang, atau
ide-ide smart. Sedangkan keinginan kedua berangkat dari ide-ide
gila atau senewen. Pada tulisan ini yang difokuskan hanya keinginan
manusia yang berangkat dari ide briliant, cemerlang, atau smart.
Ide-ide manusia yang brilliant, cemerlang,
atau smart terbukti memang memberikan banyak manfaat bagi
sesama manusia. Di satu sisi memang demikian. Di bidang kesehatan, misalnya,
melalui berbagai riset ditemukan obat-obatan dan alat-alat kedokteran yang
menyehatkan (bukan hanya menyembuhkan) sekian ratus juta orang yang sakit atau
terluka. Di bidang informatika dan komunikasi dunia ini seakan-akan semakin
sempit karena dengan mudah orang berkomunikasi melalui bukan hanya telpon,
tetapi juga telpon seluler (ponsel), internet, dan alat-alat informatika dan
komunikasi lainnya. Di bidang transportasi orang tinggal pilih jenis angkutan
yang mau digunakan. Mereka yang berkantong tebal bisa menggunakan kendaraan
pribadi yang mewah dengan perlengkapan asesoris yang aduhai. Kalau ingin bepergian
jarak jauh dan harus menyeberangi pulau atau harus bepergian antarbenua dan
negara bisa menggunakan pesawat pribadi atau maskapai penerbangan baik dalam
maupun luar negeri.
Di bidang properti orang tinggal pilih
dimana dia mau tinggal. Di pusat-pusat keramaian kota dengan harga tanah yang
selangit atau di flat-flat pencakar langit dengan harga yang juga selangit.
Atau boleh juga jauh dari keramaian kota mendekati perkampungan dengan udara
sejuk tanpa AC karena ingin mewujudkan kehidupan yang go green atau back
to nature. Di bidang kuliner orang tinggal pilih makanan apa saja yang dia
maui. Ada makanan khas dalam negeri dengan ciri kedaerahan yang kental yang
mudah didapat di setiap penjuru kota-kota besar di Indonesia. Boleh juga
mencicipi makanan Eropa, Cina, Jepang, Timur Tengah, atau India sekalipun. Atau
boleh juga mencicipi produk makanan blasteran makanan daerah
campur Eropa, daerah campur Jepang, dan sebagainya (kalau memang ada itu jenis
makanan blasteran). Mau makanan fastfood seperti
KFC biar dibilang America minded juga ada. Atau fastfood asli
Indonesia seperti Ayam Goreng Lepaaas dengan rasa sambelnya yang khas. Ibu-ibu
rumah tangga yang hobi memasak tidak perlu beli buku-buku atau majalah-majalah
yang memuat menu-menu makanan. Cukup buka hp Android atau gadget
bahkan kalau perlu notebook atau tablet di dapur lewat Paman
Google sudah terjawab. Tinggal pilih saja mau jenis makanan apa yang
dimasak.
Dengan teknologi maju dunia di depan
mata manusia. Dunia hanya tinggal klik dengan mouse atau
biarkan jari-jemari menyentuh layar monitor hp atau tablet.
Biarkan crusor dari mouse notebook atau laptop atau
jari-jemari menyentuh hp atau tablet dengan sekian banyak
pilihan icon yang siap dibuka atau dikunjungi. Hidup bagi
manusia modern terasa lebih mudah dan lebih menghemat waktu. Bahkan, boleh
jadi, lebih murah. Kenapa? Manusia yang tidak gagap teknologi (gaptek) tidak
akan lagi direpotkan dengan harus keluar rumah sekedar menyampaikan kabar,
mengirim surat/undangan (termasuk makalah, naskah tulisan, dan segala macam
bentuk tulisan), mentransfer uang, atau memesan tiket bus, pesawat, atau kereta
api atau booking kamar hotel atau memesan biro
perjalanan/travel yang siap mengurus vakansi liburannya karena semua bisa
dilakukan cukup di depan laptop, notebook, tablet atau cukup dengan
hp android atau gadget. Dengan demikian, manusia modern
cenderung malas karena dimanjakan oleh teknologi yang banyak membantu
kebutuhannya. Manusia modern walaupun berbiaya murah karena menggunakan
teknologi maju perlu juga diingat, mereka cenderung boros karena sering
kepincut dengan produk-produk yang lebih baru dan sering mengundang orang untuk
memilikinya. Mereka pada akhirnya karena sering tidak mau tertinggal atau malu
disebut gatek menjadi hamba-hamba budaya konsumtif yang sekarang memang telah
menjadi fenomena tersendiri di kalangan masyarakat perkotaan.
Apakah semua kemajuan teknologi yang
sekarang dinikmati oleh sekian ratus juta bahkan milyaran umat manusia itu
dengan mudah diciptakan? Tentu saja tidak. Semua itu butuh waktu dan
pengorbanan ilmuwan si penemu atau pengembang sains dan teknologi (sainstek).
Para ilmuwan saintek benar-benar berjibaku untuk menemukan dan mengembangkan
hasil-hasil temuannya. Mereka mengorbankan waktunya berjam-jam, berhari-hari,
berbulan-bulan, dan bahkan bertahun-tahun menemukan sebuah alat yang kelak
berguna bagi kemaslahatan manusia. Mereka menemukan masalah tentang kehidupan
manusia di masanya waktu itu yang memproduk sandang, pangan, dan papan yang
memerlukan waktu begitu panjang. Dari masalah yang mereka hadapi muncul ide
untuk menemukan alat agar semua masalah yang berkaitan dengan hidup manusia
terbantukan. Akhirnya, kerja keras mereka yang berangkat dari ide yang
benar-benar smart ditemukan alat yang pada saat itu dianggap
banyak menolong manusia meskipun sesuai dengan perkembangan zaman alat yang
mereka temukan beberapa masa kemudian dianggap terbelakang karena banyak
kelemahannya (bisa jadi kalau menurut orang sekarang `lemot`).
Mereka yang berjasa menemukan alat
yang berguna untuk kemaslahatan manusia tidak berhenti sampai di situ. Mereka
juga terus melakukan inovasi-inovasi terhadap alat-alat yang ditemukan.
Upaya-upaya mereka diteruskan generasi-generasi sesudahnya dengan sarana dan
prasarana yang lebih baik dan produk-produk yang dihasilkan juga sudah lebih
maju dari yang terdahulu. Begitu seterusnya dari generasi ke generasi selalu
ada orang yang fokus untuk mengembangkan sainstek yang hasilnya sekarang bisa
dinikmati oleh milyaran umat manusia di dunia. Milyaran umat manusia yang sudah
sangat bergantung dengan teknologi maju akhirnya menjadi manusia-manusia hamba
teknologi yang sudah kecanduan pada penggunaan sarana-sarana teknologi maju
(sekarang memasuki era teknologi digital).
Semua yang dilakukan ilmuwan yang
bergelut di bidang saintek menggunakan pola “IAPI”. Mereka memulainya dari
masalah yang kemudian memunculkan ide. Ide untuk memecahkan masalah diteruskan
dengan kerja atau aktivitas. Ketika beraktivitas, mereka juga tidak lepas dari
kerja-kerja riset. Berjam-jam, berhari-hari, berbulan-bulan, dan bahkan
bertahun-tahun mereka mengadakan riset di lab-lab yang akhirnya mereka
memproduk teknologi baru atau terbarukan. Jadi, kerja-kerja mereka tidak lepas
dari sekian kali mengadakan riset sehingga menghasilkan temuan yang siap pakai.
Hasil temuan tersebut dengan berjalannya waktu juga tidak lepas dari evaluasi.
Temuan-temuan mereka setelah digunakan umat manusia diaudit. Boleh jadi setiap
temuan itu akan memunculkan berbagai pertanyaan kritis, misalnya, di antaranya
apakah temuan tersebut setelah digunakan sekian lama masih efisien dan efektif
penggunaannya? Boleh juga memunculkan pertanyaan: apakah ada efek samping dari
hasil temuan tersebut? Apakah hasil temuan tersebut ramah lingkungan? Bahkan, kalau
ada yang sedikit `nyeleneh`, apakah produk tersebut masuk kategori produk
gagal mengingat setelah digunakan masyarakat banyak mengundang keluhan.
Semua pertanyaan itu lebih merupakan evaluasi agar sang ilmuwan lebih
giat lagi memunculkan ide-ide smart yang memproduk
temuan-temuan di bidang sainstek yang jauh lebih baik. Harus diingat, semua hal
yang mengundang tanya lebih merupakan bukti bahwa masih ada masalah yang
memerlukan cara untuk memecahkan masalah sehingga memunculkan ide-ide baru.
Ide-ide baru itu tidak disimpan sebagai arsip tetapi diimplementasikan dalam
bentuk aktivitas sehingga pada akhirnya menghasilkan produk-produk inovatif
yang siap pakai. Supaya lebih afdhol lagi tidak ada salahnya kalau disimak
hasil-hasil kreatif orang-orang yang mempraktekkan pola kerja IAPI.
Citizen6,
Jakarta Setiap orang sebenarnya bisa mengembangkan dirinya sendiri untuk
bisa memunculkan kreatifitas secara maksimal, caranya dengan mengasah sisi
kreatif untuk memiliki karya yang hebat.
Orang
kreatif pada umumnya mengetahui permasalahan dengan sangat baik dan disiplin,
biasanya mereka dapat melakukan sesuatu yang berbeda dari cara-cara yang biasa
dilakukan orang lain.
Salah
satu orang kreatif tersebut adalah Martin De Pasquale yang berasal dari
Argentina, ia memiliki ide kreatif dalam menyajikan foto-foto dirinya dalam situs
Internet. Martin menciptakan foto yang benar-benar berbeda
dengan menggabungkan beberapa gambar untuk menciptakan efek baru di
Photoshop.
Martin
menggunakan aplikasi Photoshop untuk memasukan unsur-unsur baru di dalam
fotonya agar terlihat menakjubkan. Foto-foto yang ia hasilkan kebanyakan
terlihat konyol dengan memperlihatkan aksi seperti sihir maupun
potongan-potongan tubuhnya yang ia gabungkan dengan benda-benda aneh.
Mungkin terlihat
sulit untuk menghasilkan satu gambar yang dihasilkan Martin, namun Martin tidak
pelit dalam memberikan ilmunya. Dalam situs Youtube ia menggunggah bagaimana ia
membuat satu gambar dengan menggunakan Photoshop. Video yang dibuatnya dengan
Judul Speed
Art tersebut menjelaskan bagaiman
tahap-tahapan menggunakan Photoshop dalam menyatukan gambar satu dengan lainnya
untuk memberikan efek agar terlihat nyata.
(https://www.liputan6.com/citizen6/read/2062070/kreatif-foto-foto-hasil-manipulasi-yang-menakjubkan)
KOMPAS.com - Ide- ide
terbaik kerap datang di waktu dan tempat yang tak terduga. Tidak perlu pergi ke
tempat mewah dan jauh, terkadang ide bisa muncul di tempat-tempat tak terduga,
seperti kamar mandi. Penelitian mengungkapkan bahwa berada di kamar mandi
ternyata dapat membuat pikiran kita lebih inovatif.
Pakar psikologi dari Universitas Harvard, Shelley H.Carson, mengatakan bahwa gangguan kecil saat bekerja, misalnya keinginan pergi ke toilet sebenarnya adalah hal baik bagi kreativitas. Shelley menjelaskan bahwa interupsi dan pengalihan perhatian saat bekerja merupakan 'masa inkubasi' yang memacu kreativitas. "Dengan kata lain, gangguan saat bekerja dapat memberi jeda pada otak untuk melepaskan diri dari fokus yang berlebihan dan tidak efektif," papar Shelley.
Banyak orang sukses yang mendapatkan ide cemerlang saat berada di kamar mandi. Berikut ini beberapa orang terkenal yang kerap mendapat ide cemerlang di tempat "biasa". - Woody Allen Penulis, aktor dan sutradara papan atas ini sering mandi dengan shower untuk mendapatkan inspirasi. Terkadang, dia berada di bawah guyuran shower hampir 1 jam agar ide mengalir deras. Dilansir dari majalah Esquire, Allen mengatakan bahwa saat berada di kamar mandi, terutama saat merasakan air hangat mengalir ke kulitnya, dia seperti meninggalkan dunia nyata dan pikirannya terbuka untuk ide-ide baru. "Ini seperti mengubah pandangan dan mengusir segala hal yang mebuat otak buntu," katanya.
- Archimedes Archimedes adalah penemu prinsip massa jenis dan gaya apung pada benda yang diletakkan dalam zat cair yang kemudian terkenal dengan Hukum Archimedes. Saat menceburkan diri dalam bak mandi, ia menyadari bahwa massa jenis benda dapat ditentukan saat meletakkan benda ke dalam zat cair. Lalu, massa jenis tersebut dapat dihitung lewat banyaknya zat cair yang tumpah. Legenda juga menceritakan bahwa matematikawan tersebut melompat keluar dari bak mandi, lalu berlari-lari kegirangan di sepanjang jalan sambil berteriak "Eureka!" "Eureka!" -
Gertrude Stein Penulis terkenal di AS, Getrude Stein mendapat "aha moment" saat dia melihat sapi dari dalam mobilnya. Setiap hari dia berkeliling di peternakan sapi dan berhenti untuk memandangi berbagai jenis sapi sampai menemukan sapi yang paling memberinya inspirasi. Lalu, penulis yang menghabiskan sebagian hidupnya di Perancis ini akan menulis hanya selama 30 menit. Harry Potter(BUZZNET.COM)
-John Lennon Siapa yang tidak mengenal legenda rock satu ini. John Lennon ternyata mendapatkan ide untuk menulis lagu 'Being for the Benefit of Mr.Kite' saat melihat sebuah poster di toko barang antik. George Harrison, gitaris band The Beatles, juga menceritakan John mendapat ide untuk menulis lagu tersebut saat mampir ke toko barang antik dalam perjalanan makan siang. "Saat itu kami sedang melihat-lihat koleksi di toko tersebut. Lalu, John tertarik dengan sebuah poster kecil. Hampir semua lirik dalam lagu 'Being for The Benefit of Mr.Kite' terinspirasi dari poster tersebut," tambah George. -
Nikola Tesla Nikola Tesla memiliki banyak penemuan-penemuan cemerlang. Salah satu penemuannya yang paling mutakhir adalan arus listrik bolak-balik (ac/arus listrik yang besar dan arahnya berubah secara bolak-balik). Ide penemuan tersebut ternyata didapatkannya saat sedang berjalan-jalan santai. Dilansir dari Science Channel, Nikola menggunakan tongkatnya untuk menggambarkan ide temuannya demi menjelaskan rangkaian arus yang ditemukannya pada pasangannya.
- J.K Rowling Novelis Inggris tersebut mendapatkan ide untuk menulis ' Harry Potter' saat berada di kereta yang ramai. Saat itu dia tidak membawa pena untuk menuliskan idenya dan malu untuk meminjam pena pada penumpang lainnya. Jadi, dia mereneungkan konsep untuk membuat 'Harry Potter' ini selama empat jam perjalanan kereta agar ide tersebut tidak hilang dari otaknya.
Pakar psikologi dari Universitas Harvard, Shelley H.Carson, mengatakan bahwa gangguan kecil saat bekerja, misalnya keinginan pergi ke toilet sebenarnya adalah hal baik bagi kreativitas. Shelley menjelaskan bahwa interupsi dan pengalihan perhatian saat bekerja merupakan 'masa inkubasi' yang memacu kreativitas. "Dengan kata lain, gangguan saat bekerja dapat memberi jeda pada otak untuk melepaskan diri dari fokus yang berlebihan dan tidak efektif," papar Shelley.
Banyak orang sukses yang mendapatkan ide cemerlang saat berada di kamar mandi. Berikut ini beberapa orang terkenal yang kerap mendapat ide cemerlang di tempat "biasa". - Woody Allen Penulis, aktor dan sutradara papan atas ini sering mandi dengan shower untuk mendapatkan inspirasi. Terkadang, dia berada di bawah guyuran shower hampir 1 jam agar ide mengalir deras. Dilansir dari majalah Esquire, Allen mengatakan bahwa saat berada di kamar mandi, terutama saat merasakan air hangat mengalir ke kulitnya, dia seperti meninggalkan dunia nyata dan pikirannya terbuka untuk ide-ide baru. "Ini seperti mengubah pandangan dan mengusir segala hal yang mebuat otak buntu," katanya.
- Archimedes Archimedes adalah penemu prinsip massa jenis dan gaya apung pada benda yang diletakkan dalam zat cair yang kemudian terkenal dengan Hukum Archimedes. Saat menceburkan diri dalam bak mandi, ia menyadari bahwa massa jenis benda dapat ditentukan saat meletakkan benda ke dalam zat cair. Lalu, massa jenis tersebut dapat dihitung lewat banyaknya zat cair yang tumpah. Legenda juga menceritakan bahwa matematikawan tersebut melompat keluar dari bak mandi, lalu berlari-lari kegirangan di sepanjang jalan sambil berteriak "Eureka!" "Eureka!" -
Gertrude Stein Penulis terkenal di AS, Getrude Stein mendapat "aha moment" saat dia melihat sapi dari dalam mobilnya. Setiap hari dia berkeliling di peternakan sapi dan berhenti untuk memandangi berbagai jenis sapi sampai menemukan sapi yang paling memberinya inspirasi. Lalu, penulis yang menghabiskan sebagian hidupnya di Perancis ini akan menulis hanya selama 30 menit. Harry Potter(BUZZNET.COM)
-John Lennon Siapa yang tidak mengenal legenda rock satu ini. John Lennon ternyata mendapatkan ide untuk menulis lagu 'Being for the Benefit of Mr.Kite' saat melihat sebuah poster di toko barang antik. George Harrison, gitaris band The Beatles, juga menceritakan John mendapat ide untuk menulis lagu tersebut saat mampir ke toko barang antik dalam perjalanan makan siang. "Saat itu kami sedang melihat-lihat koleksi di toko tersebut. Lalu, John tertarik dengan sebuah poster kecil. Hampir semua lirik dalam lagu 'Being for The Benefit of Mr.Kite' terinspirasi dari poster tersebut," tambah George. -
Nikola Tesla Nikola Tesla memiliki banyak penemuan-penemuan cemerlang. Salah satu penemuannya yang paling mutakhir adalan arus listrik bolak-balik (ac/arus listrik yang besar dan arahnya berubah secara bolak-balik). Ide penemuan tersebut ternyata didapatkannya saat sedang berjalan-jalan santai. Dilansir dari Science Channel, Nikola menggunakan tongkatnya untuk menggambarkan ide temuannya demi menjelaskan rangkaian arus yang ditemukannya pada pasangannya.
- J.K Rowling Novelis Inggris tersebut mendapatkan ide untuk menulis ' Harry Potter' saat berada di kereta yang ramai. Saat itu dia tidak membawa pena untuk menuliskan idenya dan malu untuk meminjam pena pada penumpang lainnya. Jadi, dia mereneungkan konsep untuk membuat 'Harry Potter' ini selama empat jam perjalanan kereta agar ide tersebut tidak hilang dari otaknya.
Brilio.net - Denny Kurien dikenal sebagai sosok yang berkecimpung di dunia
kreatif digital. Berbagai desain hasil karya Denny Kurien ini sudah tak
diragukan lagi. Lewat ide-ide segar dan kreatif dari pria asal Toronto, Kanada
ini hasil karyanya bisa memberikan inovasi di bidang periklanan, desain, dan
animasi.
Lebih dari 17 tahun,
Denny Kurien berkecimpung di dunia industri kreatif. Maka tak heran apabila
karya-karyanya selalu menarik perhatian banyak orang. Seperti salah satu karya
darinya yang menggabungkan benda sekitar dengan ilustrasinya. Tema ilustrasi
yang dipilih adalah superhero. Tak sembarangan, Denny menggabungkan benda
sekitar menjadi ilustrasi keren.
Ide menyatukan ilustrasi
dengan benda sekitar ini muncul secara tak sengaja. Denny melihat benda
sehari-hari ini berserakan di dekatnya. Ide cemerlang pun muncul jadi karya
yang makin hidup.
Berikut 5 ilustrasi superhero yang
jadi makin hidup dengan benda-benda sekitar dihimpun dari instagram dkurien
pada Rabu (24/8).
1. Superman mengangkat beban yang
berat. Bebannya alpukat nih!
2. Thor yang khas dengan senjata Mjolnirnya.
3. Saking perkasanya bisa bengkokin
besi.
4. Si hijau, Hulk makin berbentuk dengan potongan brokoli.
Jerih payah sang ilmuwan sainstek atau
kreatif digital seperti yang dilakukan Denny Kurien yang berkecimpung di dunia
industri kreatif semata-mata dilakukan untuk mewujudkan sebuah kerja kebudayaan.
Melalui “IAPI” mereka memasuki ruang wujud kebudayaan. Manusia perlu memahami
bahwa dalam merealisasikan wujud kebudayaan mau tidak mau manusia harus
memasuki siklus yang bernama “IAPI”. Tanpa memasuki siklus “IAPI” manusia tidak
akan menemukan karya-karya inovatif. Tanpa memasuki siklus “IAPI” manusia tidak
akan bisa memecahkan permasalahannya sendiri.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar