SEKEDAR MELAMPIRKAN
Subagio S. Waluyo
Sebagai bahan pelengkap, tidak ada salahnya kita berlatih menulis. Di sini kita langsung saja menulis wacana entah itu wacana deskripsi, eksposisi, petunjuk/tips, atau narasi. Sebagai langkah awal, kita belajar menulis satu paragraf,baik dari foto-foto, gambar-gambar ilustrasi, maupun gambar-gambar karikatur. Sesuai dengan petunjuk penulisan paragraf, sebelum menulis paragraf, kita tentukan dulu masalahnya. Dalam hal ini dari gambar ilustrasi atau karikatur yang ditampilkan kita temukan masalahnya. Setelah menemukan masalah, kita berusaha mencari jawaban masalah yang diajukan. Jawaban dari masalah itu merupakan tema tulisan kita. Dari tema tersebut kita bisa masukkan ke dalam kalimat. Kita sebut kalimat itu sebagai kalimat utama. Dari kalimat utama inilah kita teruskan ke kalimat-kalimat berikutnya yang kita kenal sebagai kalimat penjelas. Dengan cara demikian, kita sudah menulis satu paragraf. Kalau sudah menulis satu paragraf, kita teruskan menulis wacana sesuai petunjuk yang sudah kita pelajari. Agar tidak berpanjang kalam, kita lihat gambar-gambar ilustrasi dan karikatur berikut ini.
1. | ![]() | 2. | ![]() |
3. | ![]() | 4. | ![]() |
5. | ![]() | 6. | ![]() |
7. | ![]() | 8. | ![]() |
9. | ![]() | 10. | ![]() |
Sumber Foto dan Gambar:
1.(https://www.gramedia.com/literasi/kesenjangan-sosial/)
3.(https://hukamnas.com/contoh-kasus-pelanggaran-hak-warga-negara-serta
-penyebabnya)
5.(https://www.kabarpendidikan.id/2021/03/pentingkah-nilai-dalam-dunia-pendidikan.html)
***
Setelah foto-foto, gambar-gambar ilustrasi, dan karikatur-karikatur di atas dijadikan objek untuk penulisan paragraf, berikut ini berita-berita di media online juga bisa dijadikan objek penulisan paragraf. Kita amati baik-baik isi berita-berita di media online berikut ini. Dari isi berita yang termuat di situ kita berupaya menemukan masalahnya. Begitu masalahnya telah ditemukan, kemudian kita coba ajukan pertanyaan. Jawaban dari pertanyaan tersebut merupakan tema tulisan kita. Begitu menemukannya, kita masukkan tema itu ke dalam kalimat utama. Ketika sudah tertulis sebuah kalimat utama, langkah berikutnya kita coba tulis kalimat-kalimat berikutnya (kalimat penjelas) sampai terwujud sebuah paragraf. Kita amati dan pelajari berita-berita berikut ini. Selamat belajar!
1.
|
Mahasiswa UI Tewas Korban Tabrak Lari Jadi
Tersangka, Pakar Hukum Pidana: Penetapan yang Aneh - 28 Januari 2023, 19:05 WIB PIKIRAN RAKYAT - Polda Metro Jaya memastikan kasus tabrak lari yang melibatkan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) Muhammad Hasya Atallah Syaputra sudah selesai. Pasalnya, polisi
sudah menerbitkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) kasus tersebut. Dalam kecelakaan ini, polisi memastikan Muhammad Hasya Attallah
Syahputra, korban tewas tabrak lari sebagai tersangka. Hal ini sudah dikonfirmasi Direktur Lalu
Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Pol Latif Usman. Latif Usman menyatakan penghentian kasus tabrak lari mahasiswa UI dilakukan karena berbagai pertimbangan. Salah satunya karena
tersangka sudah ditetapkan dan sudah meninggal dunia. |
2.
|
Demo
Ricuh Tuntut Tragedi Kanjuruhan, 107
Aremania Ditahan CNN
Indonesia Jakarta, CNN Indonesia -- Ratusan orang yang mengatasnamakan Arek Malang Bersatu menggelar demo di Kantor Arema FC, Jalan Mayjen Panjaitan, Kota Malang, Minggu (29/1). Namun, demo berujung ricuh hingga perusakan kantor tersebut.Mereka mendesak Arema FC bertanggungjawab atas Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 orang lebih pada awal Oktober 2022 lalu. Massa aksi sempat diadang penjaga di Kantor Arema FC. Namun, massa tak tinggal diam hingga bentrokan terjadi. Beberapa orang terluka hingga dara bercucuran. Mereka menyampaikan Arema tak peduli dengan para supporter.Tak lama setelah terjadi bentrokan, Satpol PP Kota Malang, Kabag Ops Polresta Malang Kota, dan Kapolsek Klojen tiba di lokasi.Massa menolak kedatangan aparat dan meminta agar tak ikut campur. Salah satu demonstran mendesak agar Tragedi Kanjuruhan diusut tuntas. Setelah
kantor dirusak, manajemen PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi (PT AABBI)
Arema FC Tatang Dwi Arifianto mengatakan pihaknya terbuka untuk
berdialog. Ia menyesalkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, kantor bukan
hanya sebagai tempat untuk menjalankan operasional, melainkan sebagai tempat
untuk berkoordinasi dengan banyak pihak."Manajemen selalu terbuka untuk
berdialog, bahkan kami juga menerima keluh kesah Aremania. Bukan dengan cara
merusak rumah kami," kata Komisaris PT AABBI Tatang Dwi Arifianto dalam
rilisnya.Tatang juga meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas perusak
kantor dan menitipkan pesan agar aspirasi dilakukan dengan musyawarah untuk
mencapai mufakat."Bagi oknum pelaku yang melakukan perusakan dan
anarkisme agar tidak timbul fitnah untuk bisa diungkap. Anarkisme dan
perusakan bukan karakternya Arema," ucap Tatang. |
3.
|
Hukuman
Bagi Para Koruptor Dinilai Masih Kurang Adil JurnalPost – Korupsi adalah tindakan setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara. Sifat tamak merupaka sifat dasar manusia yang tidak pernah puas dan ingi mendapatkan sesuatu yang lebih dari pada orang lain. Gaya hidup yang harus mewah mengikuti gaya hidup orang lain . Apabila gaya hidup ini tidak seimbang dengan pendapatan seseorang, maka akan mengakibatkan seseorang melakukan segala hal untuk memenuhi kebutuhannya, salah satunya dengan cara melakukan tindak pidana korupsi. Hukum di indonesia menunjukkan penegakan hukum yang lemah dan mengarah ketidak adilan. Para pelaku korupsi yang merugikan negara ratusan sampai milyaran rupiah hanya diberi hukuman ringan berbanding terbalik dengan pelaku pencurian yang tak seberapa dan hanya merugikan satu pihak malah melebihi hukuman para korupsi. Contoh kasus yang menggambarkan lemahnya hukum di indonesia saat ini. Kasus korupsi Ketua DPRD Bengkalis, Dana bansos yang di kucurkan Rp 230 miliyar. Adapun praktek bancakan berjamaah dana bansos itu telah merugikan negara Rp. 31 miliyar. Majelis Hakin pengadilan negri Pekanbaru, Riau “Menyatakan terdakwa bersalah dan divonis satu tahun enam bulan penjara” kata ketua Majelis Hakim, Raden Heru Kunto Dewo dalam membacakan putusannya di PN Pekanbaru, Riau, Rabu 31 Mei 2017. Kasus pidana korupsi tersebut berbanding terbalik dengan nasib pencuri kelas bawah. Seperti halnya kasus pencurian sandal jepit yang dilakukan oleh pelajar inisial AAL (15) Palu, Sulawesi pada November 2010. Pengadilan Negri Palu Rommel F Tampubolon menyatakan melakukan tandak pidana sebagaimana pasal 362 KUHP Pidana tentang pencurian dan dituntut 5 tahun penjara. Kasus tersebut membuktikan bahwa hukum indonesia sangatlah lemah, Peraturan UU No.20/2002 tentang tindak pidana korupsi mengatur ancaman hukuman untuk para pelaku koruptor seumur hidup, paling singkat 1 tahun penjara dan paling berat 20 tahun penjara. Para penegak hukum harus adil dengan memberikan hukuman yang setimpal dan tidak memandang status mereka. Saya berharap hukum di indonesia ini diberlakukan adil, jujur dan terbuka kepada rakyatnya, agar rakyat merasa mempunyai hak yang sama atas hukum yang berlaku di indonesia. Penulis: Aprillah Fahan Firdaus/Mahasiswa Ilmu komunikasi,Fisib, Universitas Trunojoyo Madura (https://jurnalpost.com/hukuman-bagi-para-koruptor-dinilai-masih-kurang-adil/25550/) |
4.
|
14 Januari 2023 Cerita “paling getir” dari dunia pendidikan yang dipaparkan Ganta Semendawai melalui akun twitter @rgantas telah mencuri perhatian warganet di Indonesia. Ganta mengisahkan temannya bernama Riska yang berjuang melanjutkan kuliah di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), sampai akhirnya meninggal dunia pada Maret 2021. “Kala itu Riska hanya memegang Rp130 ribu untuk ongkos perjalanan naik
bus dan uang saku seminggu di Yogya. Tentu ini bukan bagian yang terburuk,” tulis Ganta mengawali cerita temannya yang berkampung halaman di Purbalingga,
Jawa Tengah. Riska kemudian menerima pengumuman biaya kuliah yang disebut Uang Kuliah Tunggal atau UKT mencapai Rp3 juta. Nominal itu dianggap melampaui kapasitas kemampuannya. Persoalan ini bukan hanya dialami Riska, kata Ganta sambil menyitir jajak pendapat yang menunjukkan hampir semua mahasiswa UNY terbebani oleh besaran UKT. Angka biaya kuliah tersebut diyakini muncul setelah Riska gagal mengunggah berkas-berkas yang diperlukan untuk membayar kuliah sesuai kondisi ekonominya. “Saat diminta upload beberapa berkas, ia tidak punya
laptop. Sehingga ia meminjam hp tetangganya di desa. “Karena android tetangganya tidak secanggih hp yang sedang Anda pakai. Akhirnya ia tidak bisa upload berkas-berkas yang diminta,” tambah Ganta. Riska memperoleh bantuan dari guru-gurunya di sekolahnya, sehingga ia bisa duduk di kelas selama semester pertama. Lalu, semester berikutnya menjadi lebih berat. Ia sempat mengajukan keringanan UKT, namun hanya diturunkan Rp600.000. Tapi, masih ada semester yang akan datang. Perjuangannya "masih belum usai". Dan pada akhirnya yang ditakutkan pun terjadi. Semester selanjutnya ia lagi-lagi tidak bisa membayar UKT,” tulis Ganta yang kemudian meyakini Riska cuti kuliah untuk bekerja, demi membayar UKT semester. Singkat cerita, Ganta menerima kabar temannya sedang kritis. “Selama ini dia mengidap hipertensi yang amat buruk. Ancaman putus kuliah kian memperburuk keadaannya. Setelah beberapa waktu tidak kuliah, tiba-tiba muncul kabar ia sedang kritis di RS. Pembuluh darah di otaknya pecah,” katanya. Ganta menyebut kisah Riska sebagai “korban komersialisasi pendidikan". Utas ini "ditujukan untuk Menteri Pendidikan Nadiem
Makarim," kata Ganta kepada BBC News Indonesia. Dalam keterangan kepada media, Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Profesor Nizam, mengaku terkejut dengan cerita mahasiswa dari UNY. Padahal, menurutnya, tidak boleh ada mahasiswa yang putus kuliah karena alasan ekonomi. Selama ini, kata Prof. Nizam, selalu ada bantuan dari Kartu Indonesia Pintar dari pemerintah dan bantuan dari kampus melalui beasiswa. |
Usahakan kita bisa menulis paragraf, baik dari foto-foto, gambar-gambar ilustrasi, dan gambar-gambar karikatur di atas. Jika telah selesai menuliskannya dalam satu paragraf, kita teruskan menuliskannya sehingga menjadi satu wacana. Silakan saja menulis wacana, baik wacana deskripsi maupun eksposisi (kalau mau menulis wacana petunjuk/tips juga boleh). Hal yang sama juga bisa dilakukan untuk menulis wacana dari berita-berita online di atas. Langkah-langkahnya sama saja. Setelah selesai menulis sebuah paragraf, kita teruskan saja dari paragraf pertama (paragraf pembuka) yang telah kita tulis ke paragraf selanjutnya. Tentang cara-cara meneruskan dari paragraf pembuka ke paragraf isi silakan saja lihat contoh-contohnya yang telah dipaparkan baik di saat kita belajar menulis wacana deskripsi, eksposisi, maupun petunjuk/tips. Bagaimana kalau ada yang berminat menulis wacana narasi berupa cerpen dari berita-berita online di atas? Silakan saja! Dalam hal pembelajaran penulisan, sangat terbuka setiap orang untuk menuangkan gagasannya. Jadi, kita tidak harus terpaku hanya untuk menulis salah satu wacana saja. Semua orang yang mau belajar menulis sangat terbuka untuk menuangkan gagasannya entah dalam bentuk tulisan wacana deskripsi, eksposisi, petunjuk/tips, atau narasi.
***
Kalau soal-soal di atas lebih ditujukan untuk menulis paragraf yang kemudian disusul dengan menulis wacana, berikut ini kita diminta menulis wacana. Tentang wacana yang mau ditulis terserah kita. Kalau dalam penulisan paragraf dimulai dulu dari menentukan tema dengan cara menemukan masalahnya, dari situ ditulis kalimat utamanya. Tidak demikian halnya dalam penulisan wacana. Dalam penulisan wacana, dimulai dari sebuah paragraf yang telah kita tuliskan. Nanti dari paragraf tersebut (paragraf pembuka), kita meneruskannya ke paragraf isi (paragraf penghubung atau isi) yang panjangnya kira-kira 3-5 paragraf. Terakhir,sebagai penutup yang berisikan kesimpulan (kalau mungkin ada rekomendasi/saran) kita diminta menulis satu paragraf saja. Tentang petunjuk penulisan wacana, kita sudah mempelajarinya di bahan-bahan terdahulu. Sekarang, kita baca dan pelajari saja paragraf-paragraf berikut ini. Setelah itu, kita tekan tuts-tuts di PC, laptop, atau notebook kita sampai terwujud sebuah wacana. Selamat belajar!
1.
|
(1) Sampai dengan hari Minggu
(15/3-2020) ada 157.476 orang terinfeksi virus Corona. (2) Jumlah itu
tersebar di 155 negara termasuk mereka yang ada di kapal pesiar Diamond
Princess yang berlabuh di Yokohama (Jepang). (3) Virus Corona yang
sampai saat ini belum ditemukan vaksin dan obatnya menelan korban sebanyak
5.845 orang yang meninggal. (4) Meskipun demikian, ada 75.953 orang
dinyatakan sembuh. (5) Dengan demikian, wajar saja jika Organisasi
Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan wabah virus Corona ini sebagai pandemi. |
2.
|
(1)
Berbicara tentang penggusuran, seorang Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi
Manusia (Komnas HAM), Hafidz Abbas, dengan tegas menyatakan bahwa penggusuran
secara paksa adalah bentuk pelanggaran HAM. (2) Kalau itu sudah jelas
pelanggaran HAM, mengapa sampai saat ini pemerintah masih giat melakukan
penggusuran? (3) Penggusuran dilakukan terhadap tempat-tempat tinggal masyarakat
kecil. (4) Sementara itu, kenapa tidak dilakukan penggusuran
terhadap vila-vila mewah yang dibangun orang-orang kaya di pegunungan yang
sudah jelas-jelas melanggar peraturan? (5) Kok, hukum yang berlaku di negara
ini tidak adil? (6) Artinya, hukum itu diibaratkan `pisau yang
tajam ke bawah dan tumpul ke atas`. (7) Hukum itu hanya berlaku untuk
orang-orang kecil yang sudah jelas tidak akan ada usaha melawan kalau sudah
berhadapan dengan hukum. (8) Untuk kalangan atas, hukum itu tidak berlaku.
(9) Hukum di negara ini bisa diatur. (10) Jadi, kita tidak usah
berbusa-busa bicara tentang penegakan hukum kalau masih ada sebagian anak
bangsa ini masih jadi korban penggusuran. (11) Hukum di negara ini hanya
sebatas retorika. (12) Dengan demikian, kita bisa mengatakan
negara menutup mata ketika orang-orang kecil terjerat hukum. (13) Tetapi
negara akan benar-benar melek matanya kalau menyangkut orang-orang besar,
orang-orang berduit, atau orang-orang yang memegang tampuk kekuasaan di
negara ini. (14) Negara ini memang belum menjamin sama sekali rasa
kenyamanan, keamanan, kesejahteraan, dan ketenangan bagi orang-orang kecil.
(15) Orang-orang yang teralienasi! |
3.
|
(1) COGITU
Ergo Sum `Aku berpikir maka aku ada`,demikian ungkapan yang
disampaikan Rene Descrates. (2) Dari kata-kata yang diungkapkan Rene
Descrates itu kita bisa mengatakan bahwa manusia akan diakui keberadaannya
kalau dalam hidupnya banyak berpikir. (3) Artinya, dengan berpikir kita bisa
menyelesaikan demikian banyak permasalahan yang dihadapi manusia. (4) Permasalahan
yang dihadapi manusia itu setelah dilakukan pengkajian — yang juga disertai
dengan proses berpikir — akan melahirkan konsep atau teori. (5) Tentu saja
konsep atau teori yang dilahirkan itu juga harus diimplementasikan sampai
benar-benar menghasilkan sebuah produk. (6) Produk dari hasil implementasi
konsep atau teori tersebut diharapkan bisa bermanfaat buat sesama manusia.
(7) Produk yang dihasilkan dari aktivitas manusia — sesuai dengan
perkembangan zaman — bisa saja suatu saat akan diperbaharui lagi. (8) Boleh
jadi sebuah produk yang dinilai baik, di masa berikutnya sudah tidak layak
lagi digunakan sehingga perlu dilakukan kajian untuk membuat produk baru
lagi. |
4.
|
(1) Peter R.
Senn mengungkapkan bahwa ilmu merupakan salah satu hasil usaha manusia untuk
memperadab dirinya. (2) Ungkapannya tentang ilmu memberikan isyarat pada kita
agar ilmu yang kita pelajari (dalami) bisa membentuk peradaban atau perilaku
kita sebagai ilmuwan. (3) Jadi, Peter R. Senn mengajarkan kita untuk tidak
memisahkan ilmu dengan moral karena kalau unsur moral dipisahkan dari
ilmu tidak akan membentuk manusia yang beradab. (4) Di balik ungkapan yang
disampaikan Peter R. Senn ada pesan yang ingin disampaikan, yaitu jangan
sampai ilmu yang kita pelajari merusak perilaku kita sebagai manusia
sekaligus ilmuwan. (5) Gambar di atas menunjukkan manusia dengan dua wajah
berbeda: wajah orang baik, ramah, penuh senyum dan wajah orang yang bengis,
penuh angkara murka, atau orang jahat. (6) Wajah tersebut mengingatkan kita
dengan novel yang ditulis Robert Louis Stevenson: Dr. Jekyll and Mr. Hyde
yang menceritakan petualangan seorang ilmuwan yang memiliki kepribadian
ganda. (7) Maksudnya, di dalam diri Dr. Jekyll ada dua kepribadian yang
berbeda, yaitu kepribadian yang menampakkan sisi orang baik dan orang jahat.
(8) Meskipun hanya sebuah kisah fiktif, dari novel tersebut kita perlu
belajar menghindari dampak yang dimunculkan akibat menyepelekan unsur moral
mendalami ilmu pengetahuan. (9) Salah satu dampak yang perlu dihindari adalah
munculnya dua kepribadian ganda pada diri seorang ilmuwan. |
5.
|
(1) Politik adalah
cara merampok dunia. (2) Politik adalah cara menggulingkan
kekuasaan, untuk menikmati giliran berkuasa. (3) Ungkapan itu dalam dunia
politik saat ini memang menjadi sebuah kenyataan, bukan? (4) Coba saja kita
lihat di dunia perpolitikan di negara ini saat ini bukankah
praktek-praktek kotor dalam berpolitik sudah benar-benar dilakukan? (5)
Permainan kotor itu bukan saja terjadi di masa Orde Baru di masa memasuki
Reformasi yang kata orang lebih baik daripada rezim terdahulu ternyata sama
saja. (6) Bahkan, permainan politik saat ini bisa dikatakan gila-gilaan.(7)
Buktinya, secara terang-terangan aktor-aktor politik di panggung politik
melakukan praktek-praktek politik uang. (8) Mereka yang semula tersingkirkan
di panggung politik karena kalah dalam pertarungan yang penuh dengan
kekotoran pada akhirnya bisa direkrut oleh rezim yang berkuasa. (9)
Dengan demikian, sebutan oligarki yang pernah muncul di masa Orde Baru
tampaknya muncul kembali di masa Reformasi sehingga yang dikatakan W.S.
Rendra`Politik adalah cara menggulingkan kekuasaan, untuk menikmati giliran
berkuasa` ada benarnya. |
6.
|
(1)
Soe Hok Gie mengungkapkan, `Makin redup idealisme dan heroisme pemuda,
makin banyak korupsi`. (2) Ungkapan Soe Hok Gie tentang itu tidak berlebihan.
(3) Buktinya, kita bisa menyaksikan pemuda-pemuda yang masih punya idealisme
dan jiwa heroisme pantang melakukan tindakan yang menyimpang. (4) Maksudnya,
mereka pantang melakukan tindakan yang melawan hukum. (5) Dalam hal ini
termasuk tindakan yang melawan hukum adalah seperti yang dikatakan Soe Hok
Gie di atas `… makin banyak korupsi`. (6) Agar perilaku positif yang mereka
miliki tetap terjaga, kita selaku pendidik perlu memberikan contoh teladan di
hadapan mereka. (7) Selain itu, kita terus menjalin hubungan baik dengan
mereka. (8) Bahkan, kita siap melakukan pendampingan karena orang-orang muda
memiliki jiwa yang rentan, jiwa yang mudah berubah. (9) Dengan cara demikian
kita akan menjaga pemuda-pemuda yang masih memiliki idealisme dan heroisme
dari penyakit sosial: korupsi. |
|
(1) Ketika
seseorang baru pertama kali jatuh cinta, bisa saja dia mengungkapkan
kata-kata indah. (2) Adalah John Lennon ( eks pentolan The Beatles) yang
menyampaikan di baris pertama dan kedua dalam lirik lagunya,` `Oh my
love for the first time in my life/My eyes are wide open`. (3) Di lirik
tersebut dia mengatakan kalau mata ini benar-benar terbuka lebar. (4) Saking
terbukanya dia bisa melihat semuanya serba jelas. (5) Sampai-sampai angin
juga pepohonan terlihat jelas. (6) Bukankah John memang melukiskannya,
`I see the wind, oh I see the trees/ Everything is clear in my
heart/I see the clouds, oh I see the sky/Everything is clear in our world`.
(7) Di sini John menggunakan majas hiperbola. (8) Dia menggunakan gaya bahasa
yang mengungkapkan sesuatu secara berlebihan, bahkan terkesan tak masuk akal.
(9) Namanya juga orang sedang jatuh cinta, wajar-wajar saja kalau menggunakan
ungkapan yang berlebihan. (10) Ungkapan itu seiring dengan bertambahnya usia
dan kedewasaan berpikir, lambat-laun pasti mengalami perubahan karena di
lirik lagu yang lain (`Jealous Guy`) John menulis, ` I began to lose
control/I began to lose control/I didn’t mean to hurt you/I’m sorry that I
made you cry/Oh no, I didn’t want to hurt you/I’m just a jealous guy`.
(11) Jadi, cinta itu memang benar-benar buta karena bisa membutakan
mata hati kita. |
8.
|
(1) `apa
gunanya ilmu/kalau hanya untuk mengibuli/apa guna baca buku/ kalau mulut kau
bungkam melulu`, tulis Wiji Tukul di puisinya `Di Bawah Selimut
Kedamaian Palsu`. (2) Tapi, itu sebuah kenyataan bukan kalau seorang
akademikus yang tidak menggunakan ilmunya untuk menegakkan kebenaran. (3)
Sebaliknya, justru mereka gunakan ilmunya untuk mengibuli. (4) Wiji
juga menambahkan, apa guna baca buku/ kalau mulut kau bungkam
melulu`. (5) Artinya, seorang akademikus ketika melihat adanya
ketimpangan cenderung diam, bungkam mulutnya. (6) Bukankah buku-buku yang
dibaca dan dikajinya membentuk seorang dirinya sebagai seorang akademikus?
(7) Jadi, seorang akademikus yang kerap melakukan berbagai kajian seharusnya
berani mengatakan yang benar itu benar dan yang salah itu salah. |
9.
|
(1)
Masalah-masalah penyimpangan sosial sering dijadikan objek oleh karikaturis
untuk menyampaikan kritik sosialnya. (2) Kritik sosial yang disampaikan
karikaturis disalurkan melalui gambar-gambar karikatur yang dimuat di
berbagai media massa, baik media cetak maupun online. (3) Gambar karikatur di
atas, misalnya, merupakan salah satu cara menyampaikan kritik sosial sang
karikaturis. (4) Gambar karikatur tersebut tampaknya dibuat dalam rangka
merayakan Hari Anak Nasional. (5) Hal itu jelas terlihat di layar TV yang
terdapat di gambar karikatur itu. (6) Anak yang sedang makan sambil nonton TV
terlihat menangis dan berteriak-teriak. (7) Sementara itu, kedua orang tuanya
dengan gawainya asyik bersilancar di dunia maya. (8) Bersilancar di dunia
maya tidak ada salahnya asalkan anak juga mendapat perhatian. (9) Jangan
karena asyik bersilancar di dunia maya sampai-sampai kurang perhatian pada
anak? |
10.
|
(1) Kalau
kita melihat karikatur tersebut, kita akan bisa mengambil kesimpulan
bahwa pemekaran daerah itu lebih merupakan kemauan penguasa dan pengusaha.
(2) Tidak salah juga kalau dikatakan pemekaran daerah itu wujud dari
implementasi pemuasan syahwat politik. (3) Mereka (penguasa dan pengusaha)
dengan adanya desentralisasi mengambil kesempatan (perilaku aji
mumpung) untuk berebut keuntungan yang namanya kue otonomi daerah. (4) Di
mana-mana yang namanya pemekaran daerah yang paling getol melempar isyu
ya…siapa lagi kalau bukan anggota dewan yang didukung pengusaha di belakang
layar (sengaja di-hidden-kan). (5) Karena itu, kalau pemekaran daerah
menyisakan sekian banyak dampak negatif, hal itu lebih disebabkan oleh nafsu
serakah mereka yang demikian bernafsu untuk melampiaskan syahwat politiknya. |
Sumber Gambar:
(https://primaindisoft.com/blog/7-alasan-mengapa-kita-harus -mengerjakan-pr/#.Y9hnEBdBzIU)











Tidak ada komentar:
Posting Komentar