Rabu, 21 Desember 2022

Bahasa dan Sastra (121)

 

22. BELAJAR MENULIS WACANA EKSPOSISI (5)

Subagio S.Waluyo



Sebagaimana telah dijelaskan di “18. Belajar Menulis Wacana Eksposisi (1)” bahwa yang disingkap dalam tulisan eksposisi adalah sesuatu yang selama ini tertutup, terlindungi, atau tersembunyi. Dalam hal ini buah pikiran, ide, perasaan, atau pendapat penulisnya. Salah satu yang juga perlu disingkap adalah buah pikiran yang dihasilkan Yok Koeswoyo, salah satu personal grup band: Koes Ploes, yang di tahun 1973 menulis sebuah lirik lagu `Kolam Susu`.  Ada apa dengan lirik lagu tersebut? Lirik lagu tersebut menarik untuk disingkap karena di lirik lagu tersebut kalau diamati secara mendalam ternyata isinya membahas kekayaan negeri kita tercinta: Indonesia.

Selasa, 20 Desember 2022

Bahasa dan Sastra (120)

 21. BELAJAR MENULIS WACANA EKSPOSISI (4)

Subagio S.Waluyo



Selain Samodra Wibawa, akademikus dari UGM, ada juga seorang akademikus dari UI yang juga pernah menuliskan wacana eksposisi. Adalah Koentjaraningrat seorang guru besar Antropologi yang kumpulan tulisan eksposisinya dikumpulkan oleh Redaksi Harian Kompas menjadi sebuah buku yang berjudul Kebudayaan, Mentalitas, dan Pembangunan. Sesuai dengan judulnya, buku tersebut memang membahas hal-hal yang berkaitan dengan kebudayaan Indonesia, mentalitas bangsa kita, dan pembangunan di masa orde baru (1969) yang baru saja ketika buku itu diterbitkan dilaksanakan. Namanya juga kumpulan tulisan, buku tersebut membahas secara singkat ketiga hal di atas. Walaupun hanya sebuah kumpulan tulisan, bahkan buku ini tergolong jadul (terbit pertama kali tahun 1974) buku ini sampai saat ini masih menjadi rujukan utama ketika orang membahas tentang hal-hal yang berkaitan dengan kebudayaan, mentalitas, dan pembangunan. Keunikan dari buku tersebut, selain isinya mudah dicerna dan dipahami adalah judul-judul tulisan yang terdapat di buku tersebut dari awal sampai akhir dimulai dengan kata tanya.

Sabtu, 17 Desember 2022

Bahasa dan Sastra (119)

20. BELAJAR MENULIS WACANA EKSPOSISI (3)

Subagio S.Waluyo


Seorang akademikus dari UGM, Samodra Wibawa, sebagai seorang yang ahli di bidang Manajemen Publik dan Kebijakan Publik pernah menulis di seputar Pandemi Covid-19 yang dikaitkan dengan tindak pidana kriminalitas. Judul tulisannya “Pandemi dan Kriminalitas” bisa digolongkan sebagai tulisan eksposisi yang mengarah pada pemberian informasi. Meskipun demikian, di dalam tulisannya itu Samodra Wibawa mengingatkan kita akan kematian. Di samping itu, sesuai dengan judul tulisannya, penulis juga membahas tentang banyaknya orang di masa Pandemi Covid melakukan perbuatan kriminal. Untuk lebih jelasnya, coba kita simak tesis tulisannya yang dimulai dari mengingatkan kita akan kematian. 

Kamis, 15 Desember 2022

Bahasa dan Sastra (118)

19. BELAJAR MENULIS WACANA EKSPOSISI (2)

Subagio S. Waluyo 


   Dalam penulisan wacana eksposisi bisa saja diawali dengan sebuah narasi singkat. Di sini penulis mengajak pembacanya untuk menyimak yang dilakukan penulis sebelum membahas inti tulisannya. Jadi, penulis di bagian tesis (pembuka) menyampaikan sebuah cerita yang diambil dari pengalaman hidupnya. Bisa saja pengalaman hidup itu diperoleh secara tidak sengaja menemukan sesuatu yang membuat dirinya tertarik sampai beberapa saat yang ditemukannya terus tersimpan di benaknya. Suatu saat sesuatu yang dulu pernah ditemukannya dan membuat dirinya penasaran juga secara tidak sengaja ditemukan. Dari situ si penulis berusaha membuat tulisan eksposisi karena boleh jadi sesuatu yang ditemukannya itu berkaitan dengan, misalnya, masalah penyimpangan sosial. Setelah memiliki referensi yang berkaitan dengan masalah penyimpangan sosial, si penulis mulai menggerakkan jari-jarinya di tuts laptopnya sehingga menjadi sebuah tulisan eksposisi.

Rabu, 14 Desember 2022

Bahasa dan Sastra (117)

18. BELAJAR MENULIS WACANA EKSPOSISI (1) 

Subagio S. Waluyo



    Dimaksudkan dengan eksposisi menurut Ismail Marahamin dalam Menulis Secara Populer adalah menyingkap. Dalam hal ini menurutnya yang disingkap adalah sesuatu yang selama ini tertutup, terlindungi, atau tersembunyi. Apa yang disingkap? Tentu saja buah pikiran, ide, perasaan, atau pendapat penulisnya. Di dalam tulisan eksposisi yang disingkap itu disebut sebagai tesis (2009: 193). Tesis merupakan bagian awal dalam tulisan eksposisi. Bisa juga tesis disebut sebagai pembuka. Karena sebagai pembuka, dalam tesis penulis menyajikan pengenalan isu, masalah, pandangan penulis, dan gagasan utamanya. Di bagian tesis inilah penulis mau tidak mau harus menyatakan pendapatnya. Untuk itu, penulis harus menentukan terlebih dahulu tujuan menulis eksposisi sebelum menuliskannya dalam tesisnya (https://www.detik.com/sulsel/berita/d-6371253/cara-membuat-teks-ekspo-sisi -berbagai-tema-dengan-mudah-beserta-contohnya).   

Kamis, 08 Desember 2022

Bahasa dan Sastra (116)

17. BELAJAR MENULIS WACANA DESKRIPSI (4) 

Subagio S.Waluyo


Bagian akhir dari penulisan wacana deskripsi adalah menulis deskripsi berdasarkan kutipan teks cerita rekaan yang dibacanya. Apakah bisa menulis deskripsi dari kutipan teks cerita rekaan yang kita baca? Bisa-bisa saja, kenapa tidak? Di bawah ini ada tulisan deskripsi yang ditulis berdasarkan kutipan teks cerita rekaan, tepatnya dari sebuah novel barat berjudul Never Let Me Go (NLMG) oleh Kazuo Ishiguro (KI). Novel tersebut ditulis penulis Inggris kelahiran Nagasaki, Jepang, 8 November 1954. Penulis ini pindah ke Inggris tahun 1960. Sejak saat itu sampai sekarang ini KI tinggal di Inggris. Sebagai penulis KI adalah salah satu penulis fiksi kontemporer paling terkenal di dunia berbahasa Inggris. KI telah menerima empat nominasi Man Booker Prize dan memenangkan penghargaan pada tahun 1989 untuk novelnya The Remains of the Day . Novel KI (2005), Never Let Me Go , dinamai oleh Time sebagai novel terbaik tahun ini. Novel tersebut dimasukkan dalam daftar 100 novel berbahasa Inggris terbaik majalah yang diterbitkan antara tahun 1923 sampai dengan 2005. Akademi Swedia (2017) menghadiahkan Ishiguro Penghargaan Nobel Sastra, menggambarkannya dalam kutipannya sebagai penulis "yang, dalam novel-novel dengan kekuatan emosional yang besar, telah menemukan jurang di bawah rasa ilusi kita tentang koneksi dengan dunia". Karena prestasinya di bidang sastra, KI dianugerahi gelar bangsawan dalam Daftar Penghargaan Ulang Tahun Ratu 2018 (https://id.wikipedia.org/wiki/ Kazuo_Ishiguro).

Selasa, 06 Desember 2022

Bahasa dan Sastra (115)

 

16. BELAJAR MENULIS WACANA DESKRIPSI (3)

Subagio S. Waluyo 



      Setelah kita membahas wacana deskripsi yang menggambarkan suatu peristiwa dan suasana. Sekarang kita beralih membahas tulisan deskripsi yang juga masih mengambil gambaran suasana atau keadaan. Tetapi, untuk kali ini kita membahas gambaran suasana yang diambil dari karya fiksi (novel). Novel yang cukup panjang menggambarkan suasana (keadaan) di antaranya adalah novel yang ditulis oleh Mochtar Lubis: Harimau Harimau (HH). Novel ini ditulis ketika penulisnya masih mendekam di sebuah penjara di Madiun. Novel ini lebih merupakan sebuah tanggapan terhadap kepemimpinan Presiden Soekarno. Novel ini bercerita tentang tujuh orang pengumpul damar yang diserang oleh seekor harimau ketika pulang ke desanya. Pimpinan yang karismatik dalam novel ini pun gagal menghindari serangan harimau. Justru pimpinan tersebut yang dijadikan umpan untuk mengakhiri petualangan sang harimau yang telah memakan korban tiga orang dari tujuh orang pencari damar (satu orang dibunuh oleh Wak Katok sang pemimpin karismatik). Sebagai tambahan, novel yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Belanda, Inggris, dan Mandarin ini mendapat penghargaan sebagai Buku Terbaik dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (https://id. wikipedia.org/wiki/Harimau!_ Harimau!).  

Bahasa dan Sastra (259)

  `Wong Gemblung` dan `Psikopat` Subagio S. Waluyo            “Pak wong gemblung boleh tidak puasa kan?” “Ya, kamu boleh tidak berpuasa. A...