17. BELAJAR MENULIS WACANA DESKRIPSI (4)
Bagian akhir dari penulisan wacana deskripsi adalah menulis deskripsi berdasarkan kutipan teks cerita rekaan yang dibacanya. Apakah bisa menulis deskripsi dari kutipan teks cerita rekaan yang kita baca? Bisa-bisa saja, kenapa tidak? Di bawah ini ada tulisan deskripsi yang ditulis berdasarkan kutipan teks cerita rekaan, tepatnya dari sebuah novel barat berjudul Never Let Me Go (NLMG) oleh Kazuo Ishiguro (KI). Novel tersebut ditulis penulis Inggris kelahiran Nagasaki, Jepang, 8 November 1954. Penulis ini pindah ke Inggris tahun 1960. Sejak saat itu sampai sekarang ini KI tinggal di Inggris. Sebagai penulis KI adalah salah satu penulis fiksi kontemporer paling terkenal di dunia berbahasa Inggris. KI telah menerima empat nominasi Man Booker Prize dan memenangkan penghargaan pada tahun 1989 untuk novelnya The Remains of the Day . Novel KI (2005), Never Let Me Go , dinamai oleh Time sebagai novel terbaik tahun ini. Novel tersebut dimasukkan dalam daftar 100 novel berbahasa Inggris terbaik majalah yang diterbitkan antara tahun 1923 sampai dengan 2005. Akademi Swedia (2017) menghadiahkan Ishiguro Penghargaan Nobel Sastra, menggambarkannya dalam kutipannya sebagai penulis "yang, dalam novel-novel dengan kekuatan emosional yang besar, telah menemukan jurang di bawah rasa ilusi kita tentang koneksi dengan dunia". Karena prestasinya di bidang sastra, KI dianugerahi gelar bangsawan dalam Daftar Penghargaan Ulang Tahun Ratu 2018 (https://id.wikipedia.org/wiki/ Kazuo_Ishiguro).
Kembali pada penulisan
wacana deskripsi yang bahannya diambil dari teks cerita rekaan, di sini tidak semua cuplikan teks yang terdapat di dalam naskah novel NLMG diambil. Dalam hal ini kita hanya
mengambil beberapa cuplikan teks. Dari setiap cuplikan teks kita mencoba membuat
deskripsinya sehingga sering dijumpai terkadang deskripsinya (dalam bentuk
paragraf) lebih panjang daripada cuplikann teksya. Setiap cuplikan teks ditulis miring.
Sedangkan deskripsinya ditulis dalam kotak dan diberi nomor. Sekarang kita coba
memulainya!
……………………………………………………………………………………………..
“Tidak bagus bahwa aku merokok. Tidak baik untukku,
jadi aku berhenti. Tapi yang perlu kalian mengerti adalah bahwa bagi kalian,
kalian semua, jauh lebih buruk untuk merokok daripada untukku.”
“…. Kalian adalah siswa. Kalian…istimewa. Jadi menjaga kesehatan, menjaga agar kalian sehat di dalam, jauh lebih penting bagi kalian daripada bagiku.”
|
(1) Kathy berkisah tentang
teman-temannya seasrama di Hailsham. Hailsham kota kecil yang terletak di
Sussex Timur, Inggris (https://en.m. wikipedia.org/wiki/Hailsham).
Kathy boleh-boleh saja berkisah tentang kehidupannya yang indah selama di
Hailsham. Tentang persahabatannya dengan Ruth dan Tommy. Tapi, Kathy juga
nasibnya akan sama karena cepat atau lambat dia akan menjadi pendonor. Karena menjadi pendonor yang akan
mendonorkan organ-organ yang dimilikinya yang dibutuhkan penduduk dunia luar
yang sakit, Kathy dan teman-temannya seasrama di Hailsham harus menjaga
kesehatannya termasuk tidak diperbolehkan merokok. Lucy, salah seorang guardian yang secara terbuka menyampaikan pada siswa-siswa Hailsham
tentang pentingnya menjaga kesehatan karena siswa-siswa Hailsham itu
dipandang `istimewa.` |
|
(2) Lucy sebagai guardian memang agak lain dibandingkan dengan guardian-guardian yang lain. Kalau guardian yang lain cenderung menutup
diri sehingga tidak mau menyampaikan apapun pada para siswa Hailsham, tidak
demikian dengan Lucy. Lucy di hadapan siswa-siswa Hailsham, ada kemungkinan
karena terpanggil rasa kemanusiaannya, suatu saat pernah menyampaikan sesuatu
yang sebenarnya diharamkan untuk disampaikan. Dia menyampaikan kalau
siswa-siswa Hailsham jangan bermimpi pergi ke Amerika atau jadi seleberitis
atau bekerja di supermarket karena hidupnya sudah ditetapkan. Artinya, mereka
tidak akan berusia panjang karena sebelum memasuki usia tua atau separuh baya
mereka mendonasikan organ-organ vitalnya. Mereka juga sudah diingatkan bahwa
sebentar lagi akan meninggalkan
Hailsham. Maksudnya, ditempatkan di luar Hailsham (di cottage). Setelah itu
satu persatu mereka mempersiapkan donasinya. |
Satu hal yang sekarang kusadari adalah ketika para
guardian pertama kali memberi kami ceramah serius tentang seks, mereka
cenderung memadukan nya dengan ceramah tentang donasi. Pada usia itu – sekali
lagi, aku bicara tentang usia sekitar tiga belas—kami agak cemas dan bergairah
mengenai seks, dan tentu saja mengesampingkan hal yang lagi. Dengan kata lain
memang mungkin para guardian telah berhasil menyusupkan benak kami berbagai
fakta mendasar mengenai masa depan kami.
Lalu tiba-tiba, sementara kerangka tergeletak dalam posisi tak senonoh di meja, ia menoleh dan mulai memberitahu bahwa kami harus berhati-hati dengan siapa kami melakukan hubungan seks. Bukan hanya karena penyakit, tapi karena “seks mempengaruhi emosi dengan cara yang tak pernah kauduga. Kami harus sangat berhati-hati melakukan hubugan seks di dunia luar, terutama dengan orang-orang yang bukan siswa, karena di luar sana seks bisa berarti berbagai hal. Di luar sana orang-orang bahkan berkelahi dan saling membunuh gara-gara siapa berhubungan seks dengan siapa. Dan mengapa seks begitu besar artinya—jauh lebih daripada, misalnya, berdansa atau tenis meja—adalah karena orang-orang di luar sana berbeda dari kami para siswa; mereka bisa punya bayi karena seks. Itu sebabnya seks sangat penting bagi mereka, masalah tentang siapa melakukannya dengan siapa. Dan meskipun, seperti kami ketahui, sama sekali tak mungkin bagi kami untuk punya bayi, di luar sana kami harus bersikap seperti mereka. Kami harus menghormati aturan-aturan dan memperlakukan seks sebagai sesuatu yang cukup istimewa.
|
(3) Meskipun nantinya tidak berumur panjang, mereka dibebaskan untuk
menikmati hubungan seks. Mereka juga diceramahi tentang seks yang diselingi
dengan donasi yang mereka korbankan. Tapi, karena masih tergolong anak-anak
tanggung mereka tidak peduli dengan donasi. Mereka lebih bergairah (walaupun
juga agak cemas) dengan masalah seks.
Para guardian ketika berceramah menggunakan kerangka. Kerangka itu
diletakkan di meja dalam posisi yang tidak senonoh. Mereka memperagakan
cara-cara berhubungan seks. Meskipun demikian, mereka juga tidak lupa, mengingatkan para siswa Hailsham agar
berhati-hati ketika melakukan hubungan seks terutama dengan orang-orang yang
bukan siswa Hailsham. Karena sudah disebut oleh Lucy bahwa siswa-siswa
Hailsham adalah siswa-siswa `istimewa`, mereka juga dipesankan dalam
memperlakukan seks juga harus `istimewa`. Jadi, kebijakan di Hailsham membolehkan
para siswanya untuk berhubungan seks
sepanjang hubungan seks itu dilakukan antar siswa. Kalau dengan orang luar,
mereka disarankan untuk berhati-hati karena para siswa Hailsham sudah
disteril untuk tidak punya keturunan. |
Hannah
mempunyai teori bahwa sudah menjadi tugas para guardian untuk membuat kami
berhubungan seks, karena kalau tidak kelak kami takkan menjadi donor yang baik.
Menurut dia, organ-organ seperti ginjal dan pankreas tidak bekerja dengan baik
kecuali kau berhubungan seks. Yang lain berkata kami perlu ingat bahwa para
guardian adalah manusia “nomal” Itu sebabnya mereka bersikap aneh tentang itu,
bagi mereka seks dilakukan kalau ingin mempunyai bayi, dan meskipun secara
intelektual mereka tahu kami tak bisa punya bayi, mereka tetap aja merasa tidak
nyaman bahwa kami melakukannya, karena jauh di dalam hati mereka tidak
benar-benar percaya kami takkan mendapat bayi.
|
(4) Penjelasan para guardian
tentang hubungan seks yang akan dijalani para siswa Hailsham menimbulkan
spekulasi di antara mereka. Hannah, misalnya, kebijakan Hailsham tentang
hubungan seks berkaitan dengan organ-organ vital yang akan didonasikan.
Menurut dia organ-organ tubuh yang didonasikan tidak akan berfungsi dengan
baik kalau siswa-siswa Hailsham tidak berhubungan seks. Tapi, Kathy lebih
mempercayai pendapat Ruth karena dia menangkap kalau di balik ucapan para
guardian itu ada pesan terselubung agar melakukan hubungan seks secara benar
yang tidak memberikan efek negatif buat tubuh mereka mengingat mereka akan
mendonasikan organ-organ vitalnya. Hubungan seks itu bisa dilakukan setelah
mereka meninggalkan Hailsham. |
……Tapi, sekitar musim semi di tahun yang kubicarakan
sekarang, aku mulai berpikir aku tidak keberatan berhubungan seks dengan
laki-laki. Bukan hanya untuk mengetahui rasanya, tapi juga karena terpikir
olehku bahwa aku perlu mengakrabkan diri dengan seks, dan sebaiknya aku pertama
mempraktikkannya dengan anak laki-laki yang tidak terlalu kusukai. Nanti kalau
aku bersama seseorang yang istimewa, aku punya kesempatan lebih banyak untuk
melakukannya dengan benar. Maksudku adalah, kalau Miss Emily benar dan seks
adalah perkara penting bagi manusia, maka aku tak ingin melakukannya untuk
pertama kali pada saat justru sangat penting bahwa hal itu menyenangkan.
Maka
kau memilih Harry C. Aku memilihnya karena beberapa alasan. Pertama, aku tahu
ia sudah pernah melakukannya dengan Sharon D. Selanjutnya, aku tidak begitu
menyukainya, tapi aku tidak menganggapnya memuakkan. Juga ia pendiam dan sopan,
jadi tak mungkin ia bakal menyebarkan cerita tentang itu setelahnya bila
ternyata tidak berjalan lancar. Dan sudah beberapa kali ia memberi syarat bahwa
ia ingin berhubungan seks denganku.
……………………………………………………………………………………………..
Maka
aku menundanya minggu demi minggu, sementara aku terus bersiap, sampai musim
panas tiba dan aku memutuskan sudah sangat siap. Saat itu aku bahkan merasa
cukup percaya diri, dan mulai memberikan syarat-syarat kepada Harry. Semua
berjalan mulus dan sesuai rencana, sampai ketika Ruth dan Tommy putus dan
semuanya jadi membingungkan.
|
(5) Dari sekian banyak siswa Hailsham yang
ditempatkan di Cottage itu, hanya Kathy yang terbilang masih perawan
(meskipun pada akhirnya dia mau tidak
mau berhubungan seks dengan salah seorang siswa Hailsham yang bukan
pacarnya atau teman pacarnya). Kathy terbilang aneh dalam memilih pasangan
untuk berhubungan seks. Dia tidak ingin hubungan seksnya diketahui banyak
orang. Kathy cenderung memilih orang yang diperkirakan tidak suka
mengumbar-umbar omongon. Dari sekian siswa Hailsham yang ada di Cottage itu
semula dia memilih Harry C. Dia memilih Harry C karena dia tidak menyukainya.
Selain itu, Harry tidak memuakkan dan
pendiam. Tapi ketika hubungan Tommy dan Ruth sempat retak, dia ada rencana
mau berhubungan seks dengan Tommy. Karena berhasil diselesaikan hubungan
Tommy dengan Ruth, Kathy pun mengagalkannya. Namun, akhirnya Kathy mendapat
pasangannya untuk berhubungan seks dengan salah seorang mantan siswa Hailsham (Harry). |
……………………………………………………………………………………………..
Seperti bisa kauduga, seks di Cottage berbeda dengan dulu di Hailsham. Di Cottage masalah seks jauh lebih terus terang—lebih “dewasa”. Kau tidak menggunjingkan atau tertawa cekikan tentang siapa berhubungan seks dengan siapa. Bila kau tahu dua siswa berhubungan seks, kau tidak langsung mulai menduga-duga apakah mereka sudah jadi pasangan serius. Dan kalau suatu hari muncul pasangan baru, kau tidak membahasnya seakan-akan itu sangat penting. Kau hanya menerimanya dengan tenang, dan sejak itu bila kau menyebut salah satu, kau juga akan menyebut pasangannya, seperti “Chrissie dan Rodney” atau “Ruth” dan “Tommy”. Bila ada yang ingin berhubungan seks denganmu, itu pun jauh lebih blak-blakan. Seorang pemuda datang dan bertanya apakah kau mau melewatkan satu malam di kamarnya, “untuk selingan”, atau sesuatu semacam itu, sama sekali tidak heboh. Kadang-kadang si pemuda tertarik menjadi pasanganmu, kadang-kadang hanya untuk selingan semalam.
|
(6) Hubungan seks bebas (dilakukan
antarsiswa Hailsham) memang terjadi ketika Kathy dan beberapa temannya (ada
delapan orang termasuk Kathy) dipindahkan ke Cottage. Cottage digambarkan
sebagai bekas rumah pertanian tua yang disekelilingnya ada gudang-gudang, kamar
mandi, kandang-kandang yang semuanya telah diubah untuk tempat tinggal Kathy
dan teman-temannya (termasuk kakak kelasnya yang disebut `veteran`). Untuk
pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan Cottage (termasuk mengawasi
perilaku siswa-siswa Hailsham) itu sendiri dipercayakan pada Keffers (seorang
laki-laki tua yang selalu cemberut). Keffers datang ke Cottage 2-3 kali
seminggu. Untuk memelihara kebersihan dan kerapian Cottage, Keffers membuat
daftar siswa berikut butir-butir tugasnya. Mungkin karena Keffers terhitung
jarang datang ke Cottage atau memang melakukan pembiaran terhadap para siswa
Hailsham untuk melakukan apapun sehingga terjadi hubungan seks yang cenderung
bebas atau blak-blakan, Kalau di Hailsham hubungan seks antarsiswa walaupun
memang ada tapi terbatas dan kerap ada gunjingan di antara mereka, di Cottage
masalah seks jauh lebih terus terang dan lebih dewasa. Saking bebasnya sering
terjadi gonta-ganti pasangan dalam berhubungan seks sesama mereka. |
………………………………………………………………………………………………
….Hailsham akan segera tutup dan rumah serta lahannya akan dijual kepada sebuah perhotelan. Aku ingat reaksi pertamaku ketika ia memberitahu hal ini padaku. Aku berkata, “Tapi apa yang akan terjadi dengan semua siswa?” Roger jelas menyangka maksudku adalah para siswa yang masih di sana, yang masih bergantung kepada para guardian. Wajahnya menunjukkan ekspresi khawatir dan ia mulai berspekulasi bahwa mereka akan dipindahkan ke rumah-rumah lain di sekitarnya , meskipun beberapa sangat jauh berbeda dengan Hailsham. Tentu saja, bukan itu yang kumaksud. Maksudku kami, para siswa yang tumbuh bersamaku dan kini tersebar di seluruh negeri, perawat dan donor, semua terpisah tapi saling terkait oleh tempat asal kami.
|
(7) Perasaan
Kathy dan teman-temannya ketika melihat para veteran yang berangkat untuk
mulai mendonasi organ-organ tubuhnya jelas membikin nyalinya ciut. Ada
perasaan gelisah karena paling tidak mereka sudah merasakan kalau sebentar
lagi tiba gilirannya untuk ikut `pelatihan`. Setidak-tidaknya keberangkatan
satu persatu teman-teman di Cottage-nya membuat suasana yang semula perlu
keriangan menjadi kegelisahan. Di tengah-tengah kegelisahan para
penghuni Cottage terbetik berita kalau asrama mereka dulu di Hailsham
ditutup. Informasi ditutupnya asrama tersebut diperoleh dari salah seorang
siswa Hailsham, Roger C, yang setahun di bawah Kathy. Ditutupnya Hailsham
tidak mengubah kebijakan yang berkaitan dengan donasi organ-organ tubuh dari
siswa-siswa Hailsham. Artinya, mereka yang berasal dari asrama Hailsham biar
bagaimanapun tetap harus menjalani `pelatihan` sampai mengalami `penuntasan`
(istilah lain untuk kematian). Dangan demikian, orang-orang seperti Kathy
cepat atau lambat harus mendonasikan organ-organ vitalnya. |
Kemudian,
seingatku sekitar bulan April, Alice F menjadi yang pertama dari kelompok
Hailsham untuk pergi, dan tak lama sesudah Gordon C juga berangkat. Mereka
sudah diminta untuk memulai pelatihan, dan mereka pergi dengan senyum riang,
tapi setelah itu, setidaknya bagi kelompok kami, suasana di Cottage berubah
untuk selamanya.
Jadi aku bukan bermaksud membanggakan diri. Tapi aku jelas tahu mereka puas dengan pekerjaanku, dan secara keseluruhan aku pun demikian. Para donorku cenderung pulih lebih baik daripada yang diduga. Masa pemulihan mereka sangat mengesankan, dan nyaris tak satu pun dari digolongkan sebagai “gelisah”, bahkan sebelum donasi keempat.
|
(8) Satu
persatu teman-teman dekat Kathy menjalani pelatihan dan penuntasan. Ruth,
misalnya, setelah menjalani donasinya kedua langsung menemui kematiannya.
Sementara Tommy masih agak beruntung karena masih bisa menjalani donasi
sampai yang keempat. Tommy sudah berusaha agar memperoleh penangguhan. Untuk
memperoleh penangguhan dia berusaha menunjukkan hasil-hasil karyanya.
Ternyata upaya tersebut sama sekali tidak mengubah keputusan. Upaya
melekatkan hubungannya dengan Kathy juga tidak membawa hasil. Akhirnya,
setelah menjalani donasi yang keempat Tommy menghadapi kematian. Tinggal
Kathy yang masih tersisa. Dia beruntung karena berhasil menjadi perawat yang
dinilai berprestasi. Kathy beranggapan selama menjadi perawat banyak
pasiennya yang mengalami kepuasan.
Orang-orang yang akan mendonasikan organ-organ tubuhnya bisa pulih kembali
berkat perawatannya. Bahkan, mereka yang mau
mendonasikan organ-organ tubuhnya tidak merasa gelisah. Keberuntungan Kathy yang bisa bertahan menjadi
perawat sampai hampir dua belas tahun ada kemungkinan tidak berumur panjang.
Kathy juga akan mengalami hal yang sama mengingat dia juga manusia kloning
yang terikat perjanjian untuk mendonasikan organ-organ vitalnya. Entah dia
akan menjalani donasi sampai ke berapa kalinya sehingga pada saatnya dia akan
menemui kematiannya. |
|
(1) Kathy berkisah
tentang teman-temannya seasrama di Hailsham. Hailsham kota kecil yang terletak di
Sussex Timur, Inggris (https://en.m. wikipedia.org/wiki/Hailsham).
Kathy boleh-boleh saja berkisah tentang kehidupannya yang indah selama di
Hailsham. Tentang persahabatannya dengan Ruth dan Tommy. Tapi, Kathy juga
nasibnya akan sama karena cepat atau lambat dia akan menjadi pendonor. Karena menjadi pendonor yang akan
mendonorkan organ-organ yang dimilikinya yang dibutuhkan penduduk dunia luar
yang sakit, Kathy dan teman-temannya seasrama di Hailsham harus menjaga kesehatannya
termasuk tidak diperbolehkan merokok. Lucy, salah seorang guardian yang secara terbuka menyampaikan pada siswa-siswa Hailsham
tentang pentingnya menjaga kesehatan karena siswa-siswa Hailsham itu
dipandang `istimewa.` (2) Lucy sebagai guardian memang agak lain dibandingkan
dengan guardian-guardian yang lain.
Kalau guardian yang lain cenderung
menutup diri sehingga tidak mau menyampaikan apapun pada para siswa Hailsham,
tidak demikian dengan Lucy. Lucy di hadapan siswa-siswa Hailsham, ada
kemungkinan karena terpanggil rasa kemanusiaannya, suatu saat pernah
menyampaikan sesuatu yang sebenarnya diharamkan untuk disampaikan. Dia
menyampaikan kalau siswa-siswa Hailsham jangan bermimpi pergi ke Amerika atau
jadi seleberitis atau bekerja di supermarket karena hidupnya sudah
ditetapkan. Artinya, mereka tidak akan berusia panjang karena sebelum
memasuki usia tua atau separuh baya mereka mendonasikan organ-organ vitalnya.
Mereka juga sudah diingatkan bahwa sebentar lagi akan meninggalkan Hailsham. Maksudnya, ditempatkan
di luar Hailsham (di cottage). Setelah itu satu persatu mereka mempersiapkan
donasinya. (3) Meskipun nantinya tidak berumur panjang, mereka
dibebaskan untuk menikmati hubungan seks. Mereka juga diceramahi tentang seks
yang diselingi dengan donasi yang mereka korbankan. Tapi, karena masih
tergolong anak-anak tanggung mereka tidak peduli dengan donasi. Mereka lebih
bergairah (walaupun juga agak cemas) dengan masalah seks. Para guardian ketika berceramah menggunakan
kerangka. Kerangka itu diletakkan di meja dalam posisi yang tidak senonoh.
Mereka memperagakan cara-cara berhubungan seks. Meskipun demikian, mereka
juga tidak lupa, mengingatkan para
siswa Hailsham agar berhati-hati ketika melakukan hubungan seks terutama
dengan orang-orang yang bukan siswa Hailsham. Karena sudah disebut oleh Lucy
bahwa siswa-siswa Hailsham adalah siswa-siswa `istimewa`, mereka juga
dipesankan dalam memperlakukan seks juga harus `istimewa`. Jadi, kebijakan di
Hailsham membolehkan para siswanya
untuk berhubungan seks sepanjang hubungan seks itu dilakukan antar
siswa. Kalau dengan orang luar, mereka disarankan untuk berhati-hati karena
para siswa Hailsham sudah disteril untuk tidak punya keturunan. (4) Penjelasan
para guardian tentang hubungan seks yang akan dijalani para siswa Hailsham
menimbulkan spekulasi di antara mereka. Hannah, misalnya, kebijakan Hailsham
tentang hubungan seks berkaitan dengan organ-organ vital yang akan
didonasikan. Menurut dia organ-organ tubuh yang didonasikan tidak akan
berfungsi dengan baik kalau siswa-siswa Hailsham tidak berhubungan seks. Tapi, Kathy lebih mempercayai pendapat Ruth
karena dia menangkap kalau di balik ucapan para guardian itu ada pesan
terselubung agar melakukan hubungan seks secara benar yang tidak memberikan
efek negatif buat tubuh mereka mengingat mereka akan mendonasikan organ-organ
vitalnya. Hubungan seks itu bisa dilakukan setelah mereka meninggalkan
Hailsham. (5) Dari sekian banyak siswa Hailsham yang
ditempatkan di Cottage itu, hanya Kathy yang terbilang masih perawan
(meskipun pada akhirnya dia mau tidak
mau berhubungan seks dengan salah seorang siswa Hailsham yang bukan
pacarnya atau teman pacarnya). Kathy terbilang aneh dalam memilih pasangan untuk
berhubungan seks. Dia tidak ingin hubungan seksnya diketahui banyak orang.
Kathy cenderung memilih orang yang diperkirakan tidak suka mengumbar-umbar
omongon. Dari sekian siswa Hailsham yang ada di Cottage itu semula dia
memilih Harry C. Dia memilih Harry C karena dia tidak menyukainya.
Selain itu, Harry tidak memuakkan dan
pendiam. Tapi ketika hubungan Tommy dan Ruth sempat retak, dia ada rencana
mau berhubungan seks dengan Tommy. Karena berhasil diselesaikan hubungan
Tommy dengan Ruth, Kathy pun mengagalkannya. Namun, akhirnya Kathy mendapat
pasangannya untuk berhubungan seks dengan salah seorang mantan siswa
Hailsham. (6) Hubungan
seks bebas (dilakukan antarsiswa Hailsham) memang terjadi ketika Kathy dan
beberapa temannya (ada delapan orang termasuk Kathy) dipindahkan ke Cottage.
Cottage digambarkan sebagai bekas rumah pertanian tua yang disekelilingnya
ada gudang-gudang, kamar mandi, kandang-kandang yang semuanya telah diubah
untuk tempat tinggal Kathy dan teman-temannya (termasuk kakak kelasnya yang
disebut `veteran`). Untuk pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan
Cottage (termasuk mengawasi perilaku siswa-siswa Hailsham) itu sendiri
dipercayakan pada Keffers (seorang laki-laki tua yang selalu cemberut).
Keffers datang ke Cottage 2-3 kali seminggu. Untuk memelihara kebersihan dan
kerapian Cottage, Keffers membuat daftar siswa berikut butir-butir tugasnya.
Mungkin karena Keffers terhitung jarang datang ke Cottage atau memang
melakukan pembiaran terhadap para siswa Hailsham untuk melakukan apapun
sehingga terjadi hubungan seks yang cenderung bebas atau blak-blakan, Kalau
di Hailsham hubungan seks antarsiswa walaupun memang ada tapi terbatas dan
kerap ada gunjingan di antara mereka, di Cottage masalah seks jauh lebih
terus terang dan lebih dewasa. Saking bebasnya sering terjadi gonta-ganti
pasangan dalam berhubungan seks sesama mereka. (7) Perasaan
Kathy dan teman-temannya ketika melihat para veteran yang berangkat untuk
mulai mendonasi organ-organ tubuhnya jelas membikin nyalinya ciut. Ada perasaan
gelisah karena paling tidak mereka sudah merasakan kalau sebentar lagi tiba
gilirannya untuk ikut `pelatihan`. Setidak-tidaknya keberangkatan satu
persatu teman-teman di Cottage-nya membuat suasana yang semula perlu
keriangan menjadi kegelisahan. Di tengah-tengah kegelisahan para
penghuni Cottage terbetik berita kalau asrama mereka dulu di Hailsham
ditutup. Informasi ditutupnya asrama tersebut diperoleh dari salah seorang
siswa Hailsham, Roger C, yang setahun di bawah Kathy. Ditutupnya Hailsham
tidak mengubah kebijakan yang berkaitan dengan donasi organ-organ tubuh dari
siswa-siswa Hailsham. Artinya, mereka yang berasal dari asrama Hailsham biar
bagaimanapun tetap harus menjalani `pelatihan` sampai mengalami `penuntasan`
(istilah lain untuk kematian). Dangan demikian, orang-orang seperti Kathy
cepat atau lambat harus mendonasikan organ-organ vitalnya. (8) Satu
persatu teman-teman dekat Kathy menjalani pelatihan dan penuntasan. Ruth,
misalnya, setelah menjalani donasinya kedua langsung menemui kematiannya.
Sementara Tommy masih agak beruntung karena masih bisa menjalani donasi
sampai yang keempat. Tommy sudah berusaha agar memperoleh penangguhan. Untuk
memperoleh penangguhan dia berusaha menunjukkan hasil-hasil karyanya.
Ternyata upaya tersebut sama sekali tidak mengubah keputusan. Upaya
melekatkan hubungannya dengan Kathy juga tidak membawa hasil. Akhirnya,
setelah menjalani donasi yang keempat Tommy menghadapi kematian. Tinggal
Kathy yang masih tersisa. Dia beruntung karena berhasil menjadi perawat yang
dinilai berprestasi. Kathy beranggapan selama menjadi perawat banyak
pasiennya yang mengalami kepuasan.
Orang-orang yang akan mendonasikan organ-organ tubuhnya bisa pulih kembali
berkat perawatannya. Bahkan, mereka yang mau
mendonasikan organ-organ tubuhnya tidak merasa gelisah. Keberuntungan Kathy yang bisa bertahan menjadi
perawat sampai hampir dua belas tahun ada kemungkinan tidak berumur panjang.
Kathy juga akan mengalami hal yang sama mengingat dia juga manusia kloning
yang terikat perjanjian untuk mendonasikan organ-organ vitalnya. Entah dia
akan menjalani donasi sampai ke berapa kalinya sehingga pada saatnya dia akan
menemui kematiannya. (Dikutip dari “Manusia Kloning yang Pemurah” oleh
Subagio S.Waluyo) |
Setelah dideskripsikan beberapa cuplikan teks yang terdapat
dalam novel NLMG, kita yang membacanya diharapkan akan lebih memahami bunyi
setiap cuplikan. teks. Selain itu, kita pun mendapat gambaran utuh isi novel
tersebut. Cara seperti itu bisa juga dilakukan untuk semua karya sastra
(cerpen, novel, dan naskah drama). Bahkan, tidak mustahil sebuah puisi pun bisa
ditulis deskripsinya. Kalau ada yang mau mencoba, silakan saja cari karya-karya
sastra yang mau dijadikan objek penulisan wacana deskripsi! Kalau sudah
ditemukan karya sastranya, langkah selanjutnya kita mencoba menuliskan wacana
deskripsi seperti contoh di atas. Selamat mencoba!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar