“G SYIRIK”

Subagio S. Waluyo
Ada orang tergolong “G O`ON” tapi tidak bebas dari syirik. Kenapa ya? Seharusnya `kan orang “G O`ON” “G SYIRIK” dong? Eit, nanti dulu. Belum tentu orang “G O`ON” terbebas dari “G SYIRIK”. Buktinya, anggota DPR yang punya syahwat politik, yang begitu bersemangat menggolkan 65 RUU Pemekaran Daerah apakah tergolong o`on? Mereka termasuk golongan “G O`ON” tetapi tidak terbebas dari “G SYIRIK” `kan? Lha, kok bisa begitu? Ya, karena mereka telah menjadikan syahwat politiknya sebagai Tuhan-nya. Orang yang seperti itu jelas-jelas telah berbuat syirik karena mereka telah menjadikan Allah SWT sebagai tandingannya (Surat Al-Baqarah :165). Mereka telah menjadikan jabatan, kedudukan, pangkat sebagai Tuhannya. Boleh juga, demi 3 t (tahta, harta, dan wanita) mereka melakukan cara-cara ilegal sehingga merusak aqidahnya. Bukankah Allah SWT telah mewanti-wanti agar tidak menjadi menjadikan Allah sebagai tandingan-Nya (Surat Al-Baqoroh, Surat Al-Baqarah : 165)? Masih anggota DPR tapi yang ini lain lagi. Ada beberapa anggota DPR menjelang Pemilu 2014 kerapkali ke klenik-klenik. Mereka mendatangi `Mbah Dukun` yang dianggap kramat dan sakti mandraguna. Mereka siapkan sajen-sajen pesanan `Mbah Dukun`. Mereka minta do`a, jampi-jampi, dan jimat-jimat agar bisa terpilih lagi menjadi anggota DPR. Itu perbuatan syirik `kan? Padahal Allah SWT telah mengingatkan agar kita tidak berbuat syirik (mempersekutukan-Nya) sebagaimana firman-Nya: “Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. ….” (An-Nisa, 4:36). Selain itu, masih di surat yang sama ayat 48 Allah SWT tidak akan mengampuni dosa orang-orang yang mempersekutukan-Nya (syirik). Mempersekutukan Allah tergolong perbuatan dosa besar. Perbuatan syirik membuat orang yang melakukannya terhina dan tercela (Surat Al-Isra, 17: 22).