“G O`ON”
Melihat judul di atas, orang yang terbiasa sms-an jelas
tidak ada yang aneh. “G O`ON” jika ditulis lengkap bisa menjadi “Ngga Blo`on”
atau “Tidak Bodoh”. Cuma biar terasa lebih akrab kita gunakan saja “G O`ON”. “G
O`ON” jelas ditujukan buat kita semua. Kenapa? Ya, supaya kita bisa menjadi
anak bangsa atau umat manusia yang tidak mudah dibodohi. Supaya kita menjadi
orang-orang yang cerdas. Supaya kita tidak menjadi orang-orang yang selalu
ikut-ikutan tanpa ilmu karena sebagaimana telah diingatkan Allah SWT (Surat
Al-Isra`:36)
"
|
Dan
janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan
tentangnya. sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan
diminta pertanggunganjawabnya."
|
Ayat di atas jelas-jelas melarang kita mengikuti
perkataan, perintah, ajaran, atau larangan orang secara membabi buta. Kita
boleh-boleh saja mengikuti perkataan, perintah, ajaran, atau larangan orang
yang kita anggap orang tersebut `orang pintar` tapi kita juga harus punya
pengetahuan tentang itu. Kalau kita tidak punya pengetahuan, jadilah kita
mengikuti apa kata orang. Kalau ada `orang pintar` menyuruh kita bunuh diri (naudzubillahi mindzalik) karena kita
o`on kita pun bunuh diri.
Kita harus menjadi orang-orang yang terhindar “G
O`ON”? Bagaimana caranya? Akal kita harus diisi dengan ilmu. Untuk mengisi akal
kita dengan ilmu, ya harus belajar. Ingat, Allah SWT telah memberikan
peringatan dalam Surat At-A`raf:179:
Dan
sesungguhnya Kami jadikan untuk isi nereka Jahannam kebanyakan dari jin dan
manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergukan untuk memahami
(ayat-ayat Allah ) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya
untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah ), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak
dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah ). Mereka itu sebagai
binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Meraka itulah orang-orang
yang lalai."
|
Jadi, Allah SWT telah menyediakan kapling bagi
makhluk-makhluk ciptaan-Nya, yaitu jin
(termasuk setan) dan manusia di neraka jahanam (terutama untuk manusia) yang
tidak pernah mempelajari ayat-ayat Allah, baik ayat kauniyah (yang tampak di
hadapan mata manusia) maupun kauliyah (yang tertulis dalam Al-Qur`an). Ada
pesan yang tersirat di balik peringatan Allah SWT tersebut, yaitu agar kita
selaku hamba Allah mengisi akal kita dengan ilmu.
Kalau kita tidak memiliki ilmu, kita menjadi
orang-orang yang mudah diajar dan diperintah oleh `orang-orang pintar` yang
`kebelinger` yang punya kepentingan politis, yang punya niatan untuk
menghancurkan anak bangsa ini, (singkatnya) yang mengajak kita ke kehidupan
yang sengsara dunia-akhirat. Ujung-unjungnya menggiring kita neraka jahanam.
Mereka-mereka ini yang bermulut manis, yang pandai beretorika sampai
bermenir-menir mulutnya. Untuk menarik orang-orang o`on mereka juga menggunakan
sarana-sarana yang menarik bukan cuma lewat omongan atau tulisan tapi juga
lewat media visual yang menarik. Kalau perlu mereka juga tidak segan-segan
memberikan kebutuhan materi yang kita butuhkan. Tidak aneh, kalau terjadi
konflik horisontal sesama anak bangsa, sesama umat manusia, sesama umat
beragama karena ulah mereka. Apakah kita masih mau memanjakan akal kita agar
tidak diisi dengan ilmu?
Melalui tulisan ini, kita harus melakukan perubahan.
Perubahan hanya bisa dilakukan dengan memulainya dari diri sendiri karena Allah
SWT telah mengisyaratkan dalam Surat Ar-Ra`ad:11:
“….. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan
suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri….”. Singkatnya,
mulai hari ini dan seterusnya kita harus melakukan perubahan. Salah satu bukti
bahwa kita melakukan perubahan, kita harus belajar. Kita harus isi akal kita
agar kita “G O`ON”. Bagaimana?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar