Rabu, 06 November 2013

Artikel Agama (8)

“G  O`ON”


Melihat judul di atas, orang yang terbiasa sms-an jelas tidak ada yang aneh. “G O`ON” jika ditulis lengkap bisa menjadi “Ngga Blo`on” atau “Tidak Bodoh”. Cuma biar terasa lebih akrab kita gunakan saja “G O`ON”. “G O`ON” jelas ditujukan buat kita semua. Kenapa? Ya, supaya kita bisa menjadi anak bangsa atau umat manusia yang tidak mudah dibodohi. Supaya kita menjadi orang-orang yang cerdas. Supaya kita tidak menjadi orang-orang yang selalu ikut-ikutan tanpa ilmu karena sebagaimana telah diingatkan Allah SWT (Surat Al-Isra`:36)


"
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggunganjawabnya."
Ayat di atas jelas-jelas melarang kita mengikuti perkataan, perintah, ajaran, atau larangan orang secara membabi buta. Kita boleh-boleh saja mengikuti perkataan, perintah, ajaran, atau larangan orang yang kita anggap orang tersebut `orang pintar` tapi kita juga harus punya pengetahuan tentang itu. Kalau kita tidak punya pengetahuan, jadilah kita mengikuti apa kata orang. Kalau ada `orang pintar` menyuruh kita bunuh diri (naudzubillahi mindzalik) karena kita o`on kita pun bunuh diri.
Kita harus menjadi orang-orang yang terhindar “G O`ON”? Bagaimana caranya? Akal kita harus diisi dengan ilmu. Untuk mengisi akal kita dengan ilmu, ya harus belajar. Ingat, Allah SWT telah memberikan peringatan dalam Surat At-A`raf:179: 



Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi nereka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergukan untuk memahami (ayat-ayat Allah ) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah ), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah ). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Meraka itulah orang-orang yang lalai."

Jadi, Allah SWT telah menyediakan kapling bagi makhluk-makhluk ciptaan-Nya,  yaitu jin (termasuk setan) dan manusia di neraka jahanam (terutama untuk manusia) yang tidak pernah mempelajari ayat-ayat Allah, baik ayat kauniyah (yang tampak di hadapan mata manusia) maupun kauliyah (yang tertulis dalam Al-Qur`an). Ada pesan yang tersirat di balik peringatan Allah SWT tersebut, yaitu agar kita selaku hamba Allah mengisi akal kita dengan ilmu. 

Kalau kita tidak memiliki ilmu, kita menjadi orang-orang yang mudah diajar dan diperintah oleh `orang-orang pintar` yang `kebelinger` yang punya kepentingan politis, yang punya niatan untuk menghancurkan anak bangsa ini, (singkatnya) yang mengajak kita ke kehidupan yang sengsara dunia-akhirat. Ujung-unjungnya menggiring kita neraka jahanam. Mereka-mereka ini yang bermulut manis, yang pandai beretorika sampai bermenir-menir mulutnya. Untuk menarik orang-orang o`on mereka juga menggunakan sarana-sarana yang menarik bukan cuma lewat omongan atau tulisan tapi juga lewat media visual yang menarik. Kalau perlu mereka juga tidak segan-segan memberikan kebutuhan materi yang kita butuhkan. Tidak aneh, kalau terjadi konflik horisontal sesama anak bangsa, sesama umat manusia, sesama umat beragama karena ulah mereka. Apakah kita masih mau memanjakan akal kita agar tidak diisi dengan ilmu?

Melalui tulisan ini, kita harus melakukan perubahan. Perubahan hanya bisa dilakukan dengan memulainya dari diri sendiri karena Allah SWT telah mengisyaratkan dalam Surat Ar-Ra`ad:11:
“….. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri….”. Singkatnya, mulai hari ini dan seterusnya kita harus melakukan perubahan. Salah satu bukti bahwa kita melakukan perubahan, kita harus belajar. Kita harus isi akal kita agar kita “G O`ON”. Bagaimana?






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bahasa dan Sastra (259)

  `Wong Gemblung` dan `Psikopat` Subagio S. Waluyo            “Pak wong gemblung boleh tidak puasa kan?” “Ya, kamu boleh tidak berpuasa. A...