UJIAN DAN PENGUJIAN
Subagio S.Waluyo
Dalam pemakaian imbuhan bahasa Indonesia kerap kali ditemukan dua bentuk imbuhan yang fungsinya sama namun maknanya berbeda. Karena pemakai bahasa umumnya tidak memahami baik makna maupun fungsinya. Pemakai bahasa sering kali dengan tidak disadari menggunakan sebuah imbuhan dan tidak memanfaatkan imbuhan lainnya meskipun maknanya jelas berbeda. Contoh konkrit yang bisa diambil di sini adalah kata ujian yang lebih sering digunakan daripada kata pengujian. Kedua kata tersebut apabila dianalisis proses pembentukannya dan maknanya jelas berbeda.
Namun, dalam pemakaian bahasa sehari-hari akhiran –an pada kata ujian seolah-olah sama maknya dengan gabungan peN-an pada kata pengujian sehingga kata ujian menggeser kata pengujian. Akhiran –an menurut Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (selanjutnya disingkat TBBI) bermakna seperti terurai berikut ini. a. Hasil tindakan yang dinyatakan oleh verba dengan meng (dapat juga dikatakan nomina dengan –an bermakna `apa yhang di ....`), misalnya anjuran – hasil menganjurkan/yang dianjurkan; kiriman – hasil mengirimkan/yang dikirimkan; asinan – hasil mengasinkan/yang diasinkan; kiloan – hasil mengilokan/yang dikilokan. b. Ke `tempat`, misalnya: tepian – tempat menepi; belokan – tempat membelok.
Sementara itu, imbuhan peN—an memiliki makna yaitu adanya suatu proses/perbuatan berlangsungnya suatu tindakan, misalnya pada kata pembangunan – proses/perbuatan membangun; pendidikan – proses/perbuatan mendidik; dan pencairan—proses/perbuatan mencairkan. Dengan demikian, kata pengujian – proses/ perbuatan menguji. Jadi, kalau ada kalimat yang berbunyi `Hari ini ujian nasional SMA untuk siswa kelas XII dimulai` jelas salah karena kata ujian bermakna hasil menguji. Sedangkan aktivitas itu masih berlangsung. Untuk itu, kalimat yang benar adalah `Hari ini penguajian nasional SMA untuk siswa kelas XII dimulai` sehingga singkatan `UN` yang kepanjangannya adalah `Ujian Nasional` harus diganti dengan `PN` yang kepanjangannya adalah `Pengujian Nasional`. Begitu juga dengan `UAS` yang kepanjangan adalah `Ujian Akhir Sekolah` harus diganti dengan `PAS` yang kepanjangannya adalah`Pengujian Akhir Sekolah`.
Bagaimana dengan kata ujian yang sudah terlanjur digunakan? Sebaiknya, kata tersebut digunakan sebagaimana mestinya sehingga jelas perbedaan antara kata ujian dan pengujian. Jadi, contoh kalimat di bawah ini: Anda besok harus menempuh pengujian sekali lagi. Ujian saya benar-benar mengecewakan. benar-benar bisa dibedakan yang bermakna proses dan hasil. Kata pengujian yang terdapat di kalimat pertama menunjukkan proses menguji. Sedangkan kata ujian yang terdapat di kalimat kedua menunjukkan hasil menguji. Dengan demikian, perlu juga dibedakan dalam pemakaian sehari untuk kata-kata pengarangan, pelatihan, pelukisan, penyaringan, dan penulisan semua kata tersebut menunjukkan proses mengarang, melatih, melukis, menyaring, dan menulis. Di sisi lain, kata-kata karangan, latihan, lukisan, saringan, dan tulisan semua kata tersebut menunjukkan hasil mengarang, melatih, melukis, menyaring, dan menulis. Singkatnya, untuk menyatakan proses yang akan/sedang berlangsung gunakan imbuhan peN-an dan yang menyatakan hasil gunakan akhiran –an.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar