Menegakkan
Benang Basah
Subagio
S.Waluyo
Ada pribahasa yang berbunyi `kejujuran
adalah mata uang yang berlaku di mana-mana`. Pribahasa yang demikian sederhana
itu jika ditilik dari segi isinya ternyata tidak sederhana. Di sana ada kata
`kejujuran` yang justeru sampai saat ini kata itu masih dianggap punya nilai
tersendiri karena secara hati nurani manusia masih menghendaki adanya sebuah
kejujuran. Yang menjadi pertanyaan, “Apakah memang benar banyak manusia yang
masih mengikuti hati nurani?” Pertanyaan
itu bisa dipastikan hanya segelintir saja manusia yang masih mengikuti hati
nurani. Sebagian besar manusia sudah jauh menyimpang dari hati nurani termasuk
ke dalamnya sudah tidak bisa lagi berlaku jujur.






