Dinamakan
Pembelajaran Penulisan
Subagio S.Waluyo
Submenu Bahasa
ini dinamakan Pembelajaran Penulisan karena memang sengaja disediakan kolom
untuk siapa saja yang ingin belajar menulis. Dinamakan Pembelajaran Penulisan
karena belajar menulis merupakan sebuah proses. Tentang lamanya mengikuti
proses belajar menulis itu sendiri bukan semata-mata adanya talenta, tapi juga
dibutuhkan keseriusan. Selain itu, perhatian harus fokus. Perlu juga dicamkan,
belajar menulis harus disertai kesabaran dan tetap konsisten dengan komitmen
yang telah dicanangkan di awal ketika belajar. Komitmen yang harus ada pada
seorang calon penulis adalah dia mau belajar menulis untuk memperoleh
tulisan-tulisan yang bermanfaat bagi pembacanya. Memberikan wawasan pada setiap
pembacanya. Tentu saja wawasan yang bermanfaat bagi kehidupan pembacanya di
masa depan dan diharapkan (setidak-tidaknya) membantu memecahkan permasalahan
yang dihadapi pembaca.
Setiap orang
yang mau belajar menulis harus punya komitmen. Tulisan yang mau dibuat hanya
akan mengarah pada dua tujuan, tulisan yang berangkat dari ide-ide cemerlang,
smart, atau cerdas akan melahirkan tulisan yanga cemerlang, smart, atau cerdas,
Sementara itu, tulisan-tulisan yang mengarah pada hal-hal yang negatif, yang berangkat
dari ide-ide gila atau senewen akan melahirkan tulisan-tulisan yang penuh
kegilaan atau kesenewenan. Di submenu ini hanya disediakan bagi mereka yang mau
belajar menulis dengan tujuan untuk mencerdaskan anak bangsa. Jadi, yang akan
dilakukan adalah pembelajaran penulisan yang diawali dengan ide-ide cemerlang,
smart, atau cerdas. Tidak ada tempat bagi penulis `nyeleneh` yang hanya
menghasilkan tulisan-tulisan murahan. Tulisan-tulisan yang cenderung ke arah
pembodohan. Bangsa ini sudah terlalu lelah dengan banyaknya orang bodoh yang
terjerembab ke dalam lubang yang sama. Jangan lagi ada orang-orang bodoh yang
terjerembab di lubang yang sama. Karena itu, buatlah program pencerdasan bangsa
melalui tulisan-tulisan yang cemerlang, smart, dan cerdas agar bangsa ini
terselamatkan dari kebodohan.
Imbuhan peN-an
pada kata belajar dan tulis mengandung arti `proses`. Untuk menjadi penulis handal memang
membutuhkan proses. Di dunia ini untuk diketahui saja tidak ada segalanya serba
instan. Semuanya membutuhkan proses. Tidak ada orang menjadi besar dan tersohor
tanpa ada sebuah perjalanan panjang, sebuah proses. Karena dia merupakan sebuah
proses, diperlukan kesabaran, ketekunan, keseriusan, dan kekonsistenan. Terasa
berat bagi siapa saja yang mau menjalaninya. Tapi, memang harus demikian
caranya dan tidak ada cara lain. Penulis-penulis pemula siap-siap saja diuji
oleh pembaca yang akan mengomentari tulisannya. Siap-siap saja kalau ada yang
mengomentari dengan cara yang memerahkan telinga. Semua penulis yang sekarang
ini telah menjadi penulis besar dan tersohor di awal-awal menulis selalu diuji
dengan penolakan untuk diterbitkan oleh redaksi-redaksi surat kabar atau
majalah. Mereka, para redaksi, ada juga yang memberikan motivasi untuk tetap
semangat menulis. Tetapi, ada juga yang langsung berkomentar kalau tulisannya
tidak berbobot dan layak dimasukkan ke keranjang sampah. Itulah ujian yang
memang harus dilalui. Dalam hidup ini bukankah manusia diuji dengan sesuatu
yang tidak mengenakkan? Orang yang punya tekad kuat akan tetap menulis, tetapi
orang cepat putus asa akan berhenti untuk menulis lagi. Berarti dia orang yang
tidak tahan ujian. Jadilah orang yang tahan ujian meskipun harus berkali-kali
jatuh bangun menghadapi berbagai ujian.
Pembaca yang
baik, Insya Allah, menjadi penulis yang baik. Banyak membaca akan memberi
manfaat bagi siapa saja yang ingin tulisannya dinikmati pembacanya. Penulis
yang miskin kosa kata karena kurang baca akan menghasilkan tulisan yang kering.
Membiasakan diri untuk membaca juga merupakan pekerjaan kebiasaan yang sulit.
Tetapi, memang tidak ada cara lain mau tidak mau harus dipaksa diri ini untuk
membaca. Sesuatu yang awalnya berat, Insya Allah, akan menjadi terasa nikmat
manakala mau mencobanya. Awali dulu dengan bacaan-bacaan yang ringan, yang
mudah dicerna, yang tidak membutuhkan banyak kerja otak. Setiap kata yang
dianggap sulit dicatat. Cari padanannya atau definisinya di kamus. Kamus Besar
Bahasa Indonesia (KBBI) terbitan Pusat Bahasa bisa dijadikan rujukan. Nanti,
perlahan-lahan sesuai dengan kebutuhan membaca bacaan-bacaan yang sedikit
berat. Mulailah membaca sehari 10-20 halaman dan berkelanjutan. Dengan cara
demikian, diharapkan sesuatu yang di awalnya berat akan terasa ringan bahkan
tidak mustahil ternyata membaca itu merupakan sebuah kenikmatan tersendiri.
Setelah
kebiasaan membaca telah menjadi sebuah kebutuhan, buku-buku yang dibaca
setidak-tidaknya akan membentuk pemikiran seseorang. Orang yang kerap membaca
buku-buku yang berkaitan dengan pendidikan karakter diharapkan akan terbentuk
karakternya persis seperti yang digambarkan dalam buku tersebut. Begitu juga
orang yang sering membaca karya fiksi sastra yang banyak mengajarkan tentang
perilaku yang baik akan terbentuk perilaku seperti yang digambarkan di karya
fiksi sastra tersebut meskipun ada penolakan dalam dirinya. Pada saat seseorang
telah terbentuk kepribadiannya melalui bacaan, dia akan memiliki konsep nilai.
Konsep nilai yang dimilikinya boleh jadi bertentangan dengan yang didapati
dalam kehidupannya sehari-hari. Di saat-saat seperti itu dia telah menemukan
masalah. Sekarang masalah yang didapatkannya akankah didiamkan saja sehingga
tersimpan di arsip pikirannya atau diselesaikan dengan cara menuangkannya dalam
tulisan? Kembali pada judul tulisan ini
yang dijadikan submenu dari menu bahasa: “Pembelajaran Penulisan”, menulis
merupakan sebuah proses. Menulis juga butuh untuk fokus perhatian pada masalah
yang ditemukan. Untuk itu, catat dengan teliti hal-hal yang berkaitan dengan
masalah yang ditemukan. Siapkan bahan-bahan yang diperkirakan akan mendukung
tulisan yang akan dibuat. Setelah itu, coba cari gagasan atau ide untuk
memecahkan masalah itu. Corat-coret yang telah dibuat jangan sampai dibuang
karena boleh jadi ada manfaatnya nanti. Karena sebuah proses, tulisan ini Insya
Allah bersambung.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar