Sabtu, 03 Desember 2016

Kebahasaan dan Kesastraan (34)

SEGALANYA TENTANG PUISI (5)

Subagio S.Waluyo


D.    Pigura Bahasa

Pembicaraan tentang pigura bahasa atau bahasa figuratif dibagi dalam dua bagian besar, yaitu metafor dan simile. Untuk metafor sudah dijelaskan dan diuraikan di muka secara panjang lebar. Sekarang kita hanya menguraikan tentang simile saja.
Anda pernah mendengar ungkapan-ungkapan seperti: bagai kerbau dicocok hidung, seperti telur di ujung tanduk, dan laksana air di daun talas. Ungkapan-ungkapan itu menunjukkan suatu pemisalan. Sering untuk mengatakan ungkapan digunakan kata-kata bagai, bagaikan, sebagai, seperti, laksana, dan bak. Simile biasanya dinyatakan dengan memakai kata-kata tersebut. Oleh karena itu, bisa dikatakan simile ialah gaya pernyataan dengan membandingkan dua objek atau dua hal yang tidak sama.

Kebahasaan dan Kesastraan (33)

SEGALANYA TENTANG PUISI (4)

Subagio S.Waluyo


    C.    Metafor

Metafor atau metafora dalam bahasa Indonesia berarti pemakaian kata-kata bukan dengan arti yang sebenarnya, melainkan sebagai lukisan yang berdasankan persamaan atau perbandingan (Kamus Umum Bahasa Indonesia, 1983:648). Metafor boleh juga disebut sebagai perbandingan langsung. Metafor merupakan salah satu unsur bangunan puisi yang mengandung kesamaan dalam bentuk atau sifat.
Coba kita perhatikan puisi di bawah ini.

Kebahasaan dan Kesastraan (32)

SEGALANYA TENTANG PUISI (3)

Subagio S.Waluyo

3. Unsur-Unsur Puisi


Kalau kita ingin membangun rumah, kita harus tahu unsur-unsur yang harus dipenuhi. Kita bisa menyebutkan adanya fondasi rumah karena fondasi adalah dasar rumah. Rumah yang fondasinya rapuh, cepat rubuh apalagi jika terjadi gempa bumi. Dinding rumah juga turut membentuk rumah. Terakhir tentu saja atapnya. Satu sama lain unsur-unsur tersebut sangat berkaitan. Bahan bangunannya bergantung kepada jenis rumah yang akan dibangun. Apakah itu rumah gubuk, rumah mewah, ataukah bangunan bertingkat ?

Membuat sebuah puisi sama dengan membangun rumah. Ada unsur-unsur yang dipenuhi. Unsur-unsur puisi itu antara lain : bentuk, simbol, metafora, pigura bahasa, imaji, ritme, rima, dan tema. Unsur-unsur puisi itu berguna untuk menganalisis, memahami, dan mengapresiasi puisi. Untuk lebih jelasnya, unsur-unsur puisi itu di bawah ini dibahas satu per satu.

Senin, 28 November 2016

Kebahasaan dan Kesastraan (31)

Segalanya tentang Puisi (2)

Subagio S.Waluyo

2.   Bahasa Puisi

          Bahasa puisi itu bersifat memadu dan padat meskipun kehadiran puisi itu untuk dinikmati, dirasakan, dan dimengerti. Penghayatan kita terhadapnya tidaklah lepas dari unsur pikiran, perasaan, dan imajinasi yang menjadi bahan bangunannya. Semua elemen bangunan itu sebagian besar menunjukkan dirinya melalui bahasa sang penyair dalam puisinya. Penyair berkomunikasi lewat bahasa dalam puisi-puisinya.

Kebahasaan dan Kesastraan (30)

SEGALANYA TENTANG PUISI (1)


Subagio S.Waluyo


1.   Pengertian Puisi

          Salah satu wujud karya sastra adalah puisi. Puisi adalah untaian kata-kata yang dibentuk dengan cara yang khas dan yang memuat pengalaman yang disusun secara khas pula. Puisi dijadikan sarana untuk mengungkapkan pengalaman batin. Pengalaman yang terkandung dalam puisi disusun dari peristiwa yang telah diberi makna dan ditafsirkan secara estetik (indah). Dengan penggunaan bahasa yang khas itu puisi dapat menggugah perasaan haru pembaca atau pendengamya.

Sabtu, 08 Oktober 2016

All You Need Is Love (27)

Membangun Kreativitas,
Membangun Kepemimpinan,
Membangun Bangsa (3)

Subagio S.Waluyo

Membangun Bangsa

Melihat gambar di sebelah kiri ini kita jadi bertanya-tanya mengapa Bapak Proklamator Republik Indonesia ini menyampaikan pesan seperti itu? Kalau memang benar itu ucapan beliau, ada apa di balik pesan tersebut? Apakah memang saat ini kita mengalami kesulitan menghadapi bangsa sendiri? Lalu, kalau memang kita mengalami kesulitan menghadapi sesama anak bangsa, apa yang harus kita lakukan ke depan? Sekian banyak pertanyaan bisa saja melintas di benak kita. Meskipun demikian, kita perlu menganalisis dan menelaah lebih jauh tentang hal-hal yang terjadi selama ini setelah cukup lama kita merdeka.

Jumat, 07 Oktober 2016

All You Need Is Love (26)

Membangun Kreativitas,
Membangun Kepemimpinan,
Membangun Bangsa (2)

Subagio S.Waluyo

Membangun Kepemimpinan

Kalau ditelusuri secara teliti, media kita baik cetak, elektronik, maupun online dalam pemberitaannya tidak lepas dari liputan pelanggaran moral atau boleh juga berkaitan dengan kasus-kasus kriminal. Kasus-kasus kriminal yang ada di sekitar kita baik dari segi kuantitas maupun kualitas terjadi peningkatan. Coba saja kita perhatikan kasus-kasus yang berkenaan dengan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) walaupun sudah ada KPK tetap saja ada bahkan akhir-akhir ini ada kecenderungan meningkat. Orang seperti merasa tidak jera untuk melakukan KKN. Sebagai buktinya, berbarengan dengan desentralisasi, pelaku-pelaku KKN juga semakin meluas, merata ke semua kota dan kabupaten di Indonesia. Pelaku-pelaku KKN bukan hanya pejabat-pejabat negara di pusat, pejabat-pejabat di daerah seperti gubernur, walikota, bupati, dan para bawahannya juga melakukan KKN. Bahkan, biar jangan sampai dikatakan `ketinggalan zaman` banyak juga anggota dewan yang ikut-ikutan KKN. 

Bahasa dan Sastra (259)

  `Wong Gemblung` dan `Psikopat` Subagio S. Waluyo            “Pak wong gemblung boleh tidak puasa kan?” “Ya, kamu boleh tidak berpuasa. A...