DENGAN CINTA GURU ITU MENGAJAR
Rabu, 16 Oktober 2013
All You Need Is Love (02)
Selasa, 15 Oktober 2013
Kebahasaan dan Kesastraan (13)
PUISI MBELING:
MENOLAK KERUTAN DAHI
Tulisan
ini dimulai dengan sebuah pernyataan yang disampaikan oleh Budi Darma dalam
salah satu ceramah sastranya di FKSS IKIP Surabaya (sekarang FBS Universitas
Negeri Surabaya), Juni 1973 yang antara lain berbunyi sebagai berikut:
“Kekalutan
dalam sastra Indonesia antara lain terjadi karena banyak tulisan-tulisan dalam
sastra Indonesia yang sebetulnya tidak dapat dimasukkan dalam sastra. Ada yang seharusnya masuk ke dalam kotak
sastra remaja, atau picisan atau entah ke mana lagi. Dan yang paling buruk adalah karya-karya yang
sebetulnya tidak dapat dimasukkan ke mana-mana, tapi karena keadaan-keadaan
tertentu terpaksa dianggap masuk kotak sastra.”
Artikel Administrasi Publik (01)
PEMEKARAN DAERAH DAN PEMEKARAN KORUPSI
Melihat judul di atas, penulis yakin banyak orang yang berkomentar "Kok, judul tulisannya sarkasme, ya?" Silakan setiap orang mengomentari judul tulisan saya kali ini. Tapi, coba kita perhatikan bersama gambar karikatur yang sengaja saya unduh dari google, apakah tidak lebih sarkasme daripada yang saya tulis judul tulisan ini? Jadi, saya didukung oleh pembuat karikatur itu lho?!
Senin, 14 Oktober 2013
Kebahasaan dan Kesastraan (12)
SASTRA DAN KEADILAN
Apa itu keadilan? Mengapa kita harus
berbuat adil? Adakah orang atau tokoh yang dianggap adil? Bilamanakah keadilan
bisa diwujudkan? Bagaimana cara kita menegakkan keadilan? Pertanyaan-pertanyaan itulah yang perlu kita
ajukan agar kita mengetahui bahwa keadilan memang sesuatu yang sampai saat ini
sedang kita perjuangkan. Kita memang berkewajiban memperjuangkan dan menegakkannya
karena keadilan sampai saat ini hanya sebatas ide-ide indah yang salah satu di
antaranya tercantum dalam sila kelima Pancasila.
Sabtu, 12 Oktober 2013
All You Need Is Love (01)
SEMUA ORANG MEMBUTUHKAN CINTA
Tulisan ini walaupun disertai dengan ucapan Mario Teguh bukan berarti tulisan ini berangkat dari pernyataan beliau.Tulisan ini (yang juga menjadi judul dari blog saya ini) lebih terinspirasi oleh lirik yang diambil dari The Beatles (selain itu juga mengambil dari pernyataan orang-orang bijak seperti Mario Teguh). Saya tertarik untuk menuliskannya karena kita saat ini jika bicara tentang cinta selalu dikaitkan dengan cinta pada lawan jenis. Selalu dikaitkan dengan masalah seksual. Padahal masalah cinta bukan saja menjadi ruang buat lawan jenis atau seksual (cnta kasih erotis) tetapi juga memiliki ruang yang lebih luas lagi. Boleh jadi cinta menjadi landasan buat seseorang untuk bekerja lebih giat, lebih sungguh-sungguh dalam membina rumah tangga, atau sebagai energi yang selalu hidup pada diri manusia.
Artikel Agama (4)
REGULASI DIRI (1)
Beberapa anak muda (pria dan wanita) dengan tertib berdiri mengantri. Sambil mengantri mereka sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Sebagian besar dari mereka asyik dengan hp-nya (ini menjadi salah satu kecirian di sebagian masyarakat kita saat ini) entah mereka berbicara, ber-sms, atau mungkin juga mencari jawaban-jawaban soal ujian melalui browsing di internet. Namun, yang pasti mereka mau berlelah-lelah untuk berdiri mengantri dengan tertib.
Rabu, 09 Oktober 2013
Kebahasaan dan Kesastraan (11)
Bahasa
Menunjukkan Kualitas Diri
Subagio
S. Waluyo
Siapapun orangnya kalau mau berhasil
dalam hidupnya harus punya kualitas diri. Orang yang punya kualitas diri memiliki
salah satu indikator dengan meminjam konsep yang dikemukakan A. Mangunhardjana
dalam bukunya Isme-Isme Dari A Sampai Z,
(1997:45) adalah orang yang sadar terlibat. Atau boleh juga disebut orang yang
mau berbuat sesuatu atas hal yang disadarinya. Orang yang minimal mengetahui
dan memahami tentang perannya di muka bumi sehingga dia melakukan hal-hal
positif baik untuk dirinya, orang lain, maupun bangsa (kalau perlu agamanya).
Dengan demikian, orang dinilai memiliki kualitas diri kalau orang tersebut
menyadari hakikat dirinya dan kemampuannya sebagai manusia. Tidak cukup sampai
di situ, dengan kemampuan (potensi) yang ada pada dirinya dia melakukan sesuatu
yang bermanfaat.
Langganan:
Postingan (Atom)
Bahasa dan Sastra (259)
`Wong Gemblung` dan `Psikopat` Subagio S. Waluyo “Pak wong gemblung boleh tidak puasa kan?” “Ya, kamu boleh tidak berpuasa. A...
-
Profesor dan Segumpal Daging Cerpen Subagio S.Waluyo Prof Sanusi pagi itu begitu kaget ketika di meja kerjanya, di...
-
Potongan Hati yang Tertinggal Subagio S. Waluyo Mengenang ibu-ibu perkasa yang telah dipanggil Allah di gerbong terakhir KRL...
-
Proses Kreatif Saya dalam Menulis Cerpen Subagio S.Waluyo Bermula dari Sini Dulu! Sebelum memaparkan hal-hal yang berkaitan dengan pros...




