SEMUA ORANG MEMBUTUHKAN CINTA
Tulisan ini walaupun disertai dengan ucapan Mario Teguh bukan berarti tulisan ini berangkat dari pernyataan beliau.Tulisan ini (yang juga menjadi judul dari blog saya ini) lebih terinspirasi oleh lirik yang diambil dari The Beatles (selain itu juga mengambil dari pernyataan orang-orang bijak seperti Mario Teguh). Saya tertarik untuk menuliskannya karena kita saat ini jika bicara tentang cinta selalu dikaitkan dengan cinta pada lawan jenis. Selalu dikaitkan dengan masalah seksual. Padahal masalah cinta bukan saja menjadi ruang buat lawan jenis atau seksual (cnta kasih erotis) tetapi juga memiliki ruang yang lebih luas lagi. Boleh jadi cinta menjadi landasan buat seseorang untuk bekerja lebih giat, lebih sungguh-sungguh dalam membina rumah tangga, atau sebagai energi yang selalu hidup pada diri manusia.
Rasa cinta pasti ada
Pada makhluk yang bernyawa
Sejak dulu sampai kini
Tetap suci dan abadi
Takkan hilang selamanya
Sampai datang akhir masa
Renungkanlah
Dari potongan bait pertama tersebut, penyair itu mengatakan bahwa rasa cinta dimiliki oleh semua makhluk. Pernyataan tersebut memang tidak bisa kita tolak. Artinya, penyair memang memberikan gambaran yang sebenarnya bahwa setiap makhluk pasti memiliki rasa cinta. Jangankan manusia yang telah diberikan hati nurani, binatang pun dikaruniai rasa cinta. Coba kita amati gambar berikut ini.
Burung di atas membawa makanan. Untuk siapa makanan tersebut? Tentu saja untuk pasangannya (betina) atau anaknya. Mengapa ia membawa makanan tersebut dan tidak dimakannya sendiri? Kita bisa mengatakan bahwa ia membawa makanan tersebut (yang akan diberikan pada pasangannya atau anaknya) karena ia memiliki rasa cinta pada sesamanya. Bukankah demikian? Jika hewan seperti itu saja memiliki rasa cinta, bagaimana kita makhluk Tuhan yang demikian sempurna ciptaannya?
Rasa cinta yang dimiliki semua makhluk ciptaan Tuhan juga tidak akan hilang. Ia akan tetap abadi pada kehidupan manusia. Ia baru akan hilang manakala telah berakhir masa kontraknya di dunia alias berakhir masa hidupnya. Karena itu, cinta itu tak akan hilang begitu saja. Jadi, meskipun ada manusia yang telah berlumpur noda dan dosa, di dalam relung hatinya yang paling dalam pasti masih ada rasa cinta. Meskipun ia mengaku telah tidak memiliki lagi rasa cinta, ia pasti telah berbohong pada dirinya sendiri karena sebenarnya Tuhan telah memberikan rasa cinta kepada semua makhluknya. Dengan demikian, kita tidak bisa lagi untuk mengingkari bahwa rasa cinta memang ada pada diri kita semua. Sekali lagi, rasa cinta tersebut baru akan hilang ketika Tuhan (melalui malaikat-Nya) telah mencabut nyawa kita.
Coba kita perhatikan bait puisi berikutnya:
Perasaan insan sama
Ingin cinta dan dicinta
Bukan ciptaan manusia
Tapi takdir yang Kuasa
Janganlah Engkau mungkiri
Segala yang Tuhan beri
Renungkanlah
………………………………
Kalau sesama manusia ada rasa cinta, maka layaklah ada rasa saling mencintai di antara sesama manusia. Perasaan demikian pada setiap makhluk Tuhan yang (bernyawa) pasti sama karena rasa tersebut memang bukan ciptaan manusia. Ia merupakan takdir yang Kuasa, yang diberikan pada setiap insan. Untuk itu, kita tidak bisa memungkirinya segala yang telah diberikan Tuhan termasuk ke dalamnya rasa cinta itu sendiri.
****
Kalau lagu lawas yang pernah populer di Indonesia di tahun `50-an dan `60-an (sampai sekarang ini juga di kampung-kampung dekat tempat tinggal saya masih ada orang yang melantunkannya) saja menyampaikan masalah cinta dengan ungkapan yang demikian sederhana (tetapi tidak sesederhana dengan makna yang dikandungnya), demikian pula dengan grup band rock The Beatles dari Liverpool, Inggris. Grup band The Beatles menurut Wikipedia Indonesia adalah grup band yang seringkali dianggap sebagai pemusik tersukses secara komersial dan paling banyak mendapat pujian dalam musik populer. Selanjutnya, masih menurut Wikipedia Indonesia The Beatles dipandang sebagai perwujudan ide-ide
progresif yang berpengaruh terhadap revolusi sosial budaya dekade 60-an. Kembali ke tema tulisan ini yang mengangkat masalah cinta, The Beatles sebagai grup band populer yang sampai saat ini masih terhitung banyak penggemarnya juga mengangkat masalah cinta. Bahkan, sebagian besar lirik-lirik lagu grup band ini di awal-awal kemunculannya bertemakan tentang cinta. Baru di akhir-akhir menjelang bubarnya mereka beralih ke protes sosial. Seperti apa mereka menggambarkan masalah cinta? Coba kita simak lirik lagu berikut ini.
All You Need Is Love
Yang kau Butuhkan hanyalah Cinta
The Beatles
Love, love, love (3x)
cinta, cinta, cinta
There's nothing you can do that can't be done
Semua yang bisa kau lakukan bisa dilakukan orang lain
Nothing you can sing that can't be sung
Semua yang bisa kau nyanyikan bisa dinyanyikan orang lain
Nothing you can say but you can learn how to play the game
Tak ada yang bisa kau katakan tapi kau bisa belajar cara bermain
It's easy
Mudah saja
There's nothing you can make that can't be made
Semua yang bisa kau capai, bisa dicapai orang lain
No one you can save that can't be saved
Semua orang yang bisa kau selamatkan, bisa diselamatkan orang lain
Nothing you can do but you can learn how to be you in time
Tak ada yang bisa kau lakukan tapi pada saatnya kau bisa belajar menjadi dirimu
It's easy
Mudah saja
All you need is love
Yang kau butuhkan hanyalah cinta
All you need is love
Yang kau butuhkan hanyalah cinta
All you need is love, love
Yang kaubutuhkan hanyalah cinta, cinta
Love is all you need
Cinta lah yang kaubutuhkan
Love, love, love (3x)
cinta, cinta, cinta
There's nothing you can know that isn't known
Semua yang bisa kau tahu, orang lain bisa tahu
Nothing you can see that isn't shown
Semua yang bisa kau lihat, bisa dilihat orang lain
There's nowhere you can be that isn't where you're meant to be
Tlah jadi apa dirimu adalah yang tlah ditakdirkan untukmu
It's easy
Mudah saja
That is all you need (4x)
Itulah yang kaubutuhkan
Nothing you can see that isn't shown
Semua yang bisa kau lihat, bisa dilihat orang lain
There's nowhere you can be that isn't where you're meant to be
Tlah jadi apa dirimu adalah yang tlah ditakdirkan untukmu
It's easy
Mudah saja
Di bait pertama lirik lagu di atas, John dan Paul mengingatkan bahwa setiap manusia harus menyadari bukan cuma dirinya sendiri yang tahu karena orang lain juga bisa tahu dan bukan cuma dirinya sendri yang bisa melihat karena orang lain juga bisa melihat. Semua yang terjadi pada diri kita semua itu telah tersurat sebagai takdir. Di sini, mereka mengingatkan bahwa kita sebagai makhluk Tuhan memiliki banyak keterbatasan. Untuk itu, kita diminta menghindari kesombongan dan keangkuhan (merasa diri paling tahu sehingga layak dipuji sesama manusia). Pada saat-saat tertentu, karena yang kita ketahui dan lihat juga sama dilakukan oleh orang lain, kita pun sama dengan yang lainnya memiliki keterbatasan. Kita jika pada saat ini bisa menunjukkan ke-aku-annya, pada saatnya nanti juga bisa dihinakan oleh Tuhan. Semua itu, sangat mudah bagi Tuhan, Semua itu merupakan takdir yang sudah ditentukan Tuhan. Untuk itu, di bait berikutnya berulang-ulang mereka mengingatkan bahwa semua yang kita butukan agar terhindar dari perilaku negatif itu adalah cinta atau cintalah yang kita butuhkan:
All you need is love
Yang kau butuhkan hanyalah cinta
All you need is love
Yang kau butuhkan hanyalah cinta
All you need is love, love
Yang kaubutuhkan hanyalah cinta, cinta
Love is all you need
Cinta lah yang kaubutuhkan
Secara tersirat mereka ingin menyampaikan bahwa hanya cinta yang bisa menyelesaikan masalah tersebut. Dalam hal ini adalah cinta pada sesama yang dilandasi oleh cinta pada Tuhan. Orang yang cinta pada sesama manusia/makhluk Tuhan lainnya (ingat, bukan cinta kasih erotis) akan menjadikan manusia sadar akan eksistensi dirinya. Melalui cinta manusia akan menghargai sesamanya. Dia akan jauh dari kesombongan karena merasa paling tahu. Melalui cinta yang dilandasi cinta pada Tuhan, manusia akan menjadi rendah hati, menghormati sesamanya, memiliki kepedulian, dan memiliki regulasi diri (tentang yang terakhir ini lihat tulisan saya tentang "Regulasi Diri").
There's nothing you can do that can't be done
Semua yang bisa kau lakukan bisa dilakukan orang lain
Nothing you can sing that can't be sung
Semua yang bisa kau nyanyikan bisa dinyanyikan orang lain
Nothing you can say but you can learn how to play the game
Tak ada yang bisa kau katakan tapi kau bisa belajar cara bermain
It's easy
Mudah saja
There's nothing you can make that can't be made
Semua yang bisa kau capai, bisa dicapai orang lain
No one you can save that can't be saved
Semua orang yang bisa kau selamatkan, bisa diselamatkan orang lain
Nothing you can do but you can learn how to be you in time
Tak ada yang bisa kau lakukan tapi pada saatnya kau bisa belajar menjadi dirimu
It's easy
Mudah saja
Pesan yang ingin mereka sampaikan pada bait lirik lagu di atas hampir sama dengan yang sebelumnya, Di sini, lagi-lagi mereka mengingatkan bahwa orang lain juga bisa melakukan apa yang bisa kita lakukan. Orang lain juga bisa mencapai prestasi sama persis seperti prestasi yang kita capai. Termasuk ke dalamnya bahwa kita jangan merasa bahwa kitalah yang paling layak disebut sebagai dewa penolong/penyelamat karena orang lain juga bisa melakukan hal yang sama. Untuk itu, menurut mereka, kita harus banyak belajar memahami diri sendiri dan orang lain karena semua orang mempunyai potensi untuk berubah. Hal itu sebenarnya mudah kalau kita mau melakukannya. Semua itu harus dimulai dengan landasan cinta karena cinta memang menjadi kebutuhan manusia yang paling utama.
Semua yang kita lakukan di dunia ini harus berangkat dari cinta. Kalau kita melakukan sesuatu lebih didominasi oleh hawa nafsu, maka kita akan dapati hasil kerja kita akan membuahkan hal-hal yang kurang baik (buruk). Pengalaman hidup mengajar kita untuk melihat secara langsung apa yang terjadi kalau setiap melakukan pekerjaan tanpa landasan cinta? Penjajah seperti Belanda yang telah menjajah negeri kita selama lebih dari 350 tahun walaupun dalam melaksanakan aktivitas pembangunan di negara ini banyak memakan korban, di sisi lain sampai saat ini kita memperoleh warisan yang demikian berharga. Warisan berharga yang kita sampai saat ini nikmati tentu saja warisan berupa peninggalan-peninggalan fisik, Peninggalan-peninggalan fisik yang sampai saat ini masih bisa kita pergunakan (dan nikmati tentu saja) Insya Allah dibangun atas dasar cinta. Tetapi, bagaimana dengan bangsa dewek yang juga melakukan aktivitas pembangunan yang sama? Bagaimana hasilnya? Mudah ditebak, umurnya tidak pernah panjang. Bangsa dewek yang seharusnya sadar bahwa yang mereka bangun untuk kepentingan sesama manusia, anak bangsa, malah sebaliknya mereka korup sebagian anggaran pembangunannya sehingga sebagian besar yang mereka bangun tidak ada yang bertahan lama. Kalau mereka bekerja atas dasar cinta, selayaknya tidak ada anggaran yang dikorup. Karena mereka bekerja atas dasar mementingkan diri sendiri atau hawa nafsu ketimbang adanya rasa cinta pada sesama, hasilnya jauh dari harapan sehingga begitu banyak kerugian negara akibat ulah-ulah mereka.
Love is feeling, feeling love,
Love is wanting to be loved.
Love is touch, touch is love,
Love is reaching, reaching love,
Love is asking to be loved.
Love is you,
You and me,
Love is knowing,
We can be.
Love is free, free is love,
Love is living, living love,
Love is needing to be loved.
Untuk itu, agar kita memiliki komitmen dan tetap konsisten bahwa cinta menjadi dasar pijakan dalam melakukan yang terbaik untuk sesama manusia, kita harus menjadikan ucapan Mario Teguh bahwa cinta adalah semangat; cinta adalah kepercayaan; dan cinta adalah energi yang tak dapat dimusnahkan sebagai sesuatu yang harus kita pegang teguh. Wallahu a`lam bisawab.
cinta, cinta, cinta
There's nothing you can do that can't be done
Semua yang bisa kau lakukan bisa dilakukan orang lain
Nothing you can sing that can't be sung
Semua yang bisa kau nyanyikan bisa dinyanyikan orang lain
Nothing you can say but you can learn how to play the game
Tak ada yang bisa kau katakan tapi kau bisa belajar cara bermain
It's easy
Mudah saja
There's nothing you can make that can't be made
Semua yang bisa kau capai, bisa dicapai orang lain
No one you can save that can't be saved
Semua orang yang bisa kau selamatkan, bisa diselamatkan orang lain
Nothing you can do but you can learn how to be you in time
Tak ada yang bisa kau lakukan tapi pada saatnya kau bisa belajar menjadi dirimu
It's easy
Mudah saja
All you need is love
Yang kau butuhkan hanyalah cinta
All you need is love
Yang kau butuhkan hanyalah cinta
All you need is love, love
Yang kaubutuhkan hanyalah cinta, cinta
Love is all you need
Cinta lah yang kaubutuhkan
Love, love, love (3x)
cinta, cinta, cinta
There's nothing you can know that isn't known
Semua yang bisa kau tahu, orang lain bisa tahu
Nothing you can see that isn't shown
Semua yang bisa kau lihat, bisa dilihat orang lain
There's nowhere you can be that isn't where you're meant to be
Tlah jadi apa dirimu adalah yang tlah ditakdirkan untukmu
It's easy
Mudah saja
That is all you need (4x)
Itulah yang kaubutuhkan
****
Kita bisa mengatakan masalah cinta adalah masalah universal dan abadi sepanjang masa yang memang tidak pernah bosan-bosannya untuk dibicarakan. Masalah cinta adalah masalah yang berhubungan dengan manusia, Jika kita bicara manusia, masuk ke dalamnya hal-hal yang berhubungan masalah cinta. John Lennon penulis lirik lagu di atas (bersama-sama dengan Paul Mc Cartney) menulis beberapa kata atau frase yang menarik untuk kita simak. Di bait pertama, misalnya, bisa kita kutip (lirik lagu berikut terjemahannya):
There's nothing you can know that isn't known
Semua yang bisa kau tahu, orang lain bisa tahuNothing you can see that isn't shown
Semua yang bisa kau lihat, bisa dilihat orang lain
There's nowhere you can be that isn't where you're meant to be
Tlah jadi apa dirimu adalah yang tlah ditakdirkan untukmu
It's easy
Mudah saja
Di bait pertama lirik lagu di atas, John dan Paul mengingatkan bahwa setiap manusia harus menyadari bukan cuma dirinya sendiri yang tahu karena orang lain juga bisa tahu dan bukan cuma dirinya sendri yang bisa melihat karena orang lain juga bisa melihat. Semua yang terjadi pada diri kita semua itu telah tersurat sebagai takdir. Di sini, mereka mengingatkan bahwa kita sebagai makhluk Tuhan memiliki banyak keterbatasan. Untuk itu, kita diminta menghindari kesombongan dan keangkuhan (merasa diri paling tahu sehingga layak dipuji sesama manusia). Pada saat-saat tertentu, karena yang kita ketahui dan lihat juga sama dilakukan oleh orang lain, kita pun sama dengan yang lainnya memiliki keterbatasan. Kita jika pada saat ini bisa menunjukkan ke-aku-annya, pada saatnya nanti juga bisa dihinakan oleh Tuhan. Semua itu, sangat mudah bagi Tuhan, Semua itu merupakan takdir yang sudah ditentukan Tuhan. Untuk itu, di bait berikutnya berulang-ulang mereka mengingatkan bahwa semua yang kita butukan agar terhindar dari perilaku negatif itu adalah cinta atau cintalah yang kita butuhkan:
All you need is love
Yang kau butuhkan hanyalah cinta
All you need is love
Yang kau butuhkan hanyalah cinta
All you need is love, love
Yang kaubutuhkan hanyalah cinta, cinta
Love is all you need
Cinta lah yang kaubutuhkan
Secara tersirat mereka ingin menyampaikan bahwa hanya cinta yang bisa menyelesaikan masalah tersebut. Dalam hal ini adalah cinta pada sesama yang dilandasi oleh cinta pada Tuhan. Orang yang cinta pada sesama manusia/makhluk Tuhan lainnya (ingat, bukan cinta kasih erotis) akan menjadikan manusia sadar akan eksistensi dirinya. Melalui cinta manusia akan menghargai sesamanya. Dia akan jauh dari kesombongan karena merasa paling tahu. Melalui cinta yang dilandasi cinta pada Tuhan, manusia akan menjadi rendah hati, menghormati sesamanya, memiliki kepedulian, dan memiliki regulasi diri (tentang yang terakhir ini lihat tulisan saya tentang "Regulasi Diri").
****
Selanjutnya, John dan Paul menulis:
Semua yang bisa kau lakukan bisa dilakukan orang lain
Nothing you can sing that can't be sung
Semua yang bisa kau nyanyikan bisa dinyanyikan orang lain
Nothing you can say but you can learn how to play the game
Tak ada yang bisa kau katakan tapi kau bisa belajar cara bermain
It's easy
Mudah saja
There's nothing you can make that can't be made
Semua yang bisa kau capai, bisa dicapai orang lain
No one you can save that can't be saved
Semua orang yang bisa kau selamatkan, bisa diselamatkan orang lain
Nothing you can do but you can learn how to be you in time
Tak ada yang bisa kau lakukan tapi pada saatnya kau bisa belajar menjadi dirimu
It's easy
Mudah saja
Pesan yang ingin mereka sampaikan pada bait lirik lagu di atas hampir sama dengan yang sebelumnya, Di sini, lagi-lagi mereka mengingatkan bahwa orang lain juga bisa melakukan apa yang bisa kita lakukan. Orang lain juga bisa mencapai prestasi sama persis seperti prestasi yang kita capai. Termasuk ke dalamnya bahwa kita jangan merasa bahwa kitalah yang paling layak disebut sebagai dewa penolong/penyelamat karena orang lain juga bisa melakukan hal yang sama. Untuk itu, menurut mereka, kita harus banyak belajar memahami diri sendiri dan orang lain karena semua orang mempunyai potensi untuk berubah. Hal itu sebenarnya mudah kalau kita mau melakukannya. Semua itu harus dimulai dengan landasan cinta karena cinta memang menjadi kebutuhan manusia yang paling utama.
Semua yang kita lakukan di dunia ini harus berangkat dari cinta. Kalau kita melakukan sesuatu lebih didominasi oleh hawa nafsu, maka kita akan dapati hasil kerja kita akan membuahkan hal-hal yang kurang baik (buruk). Pengalaman hidup mengajar kita untuk melihat secara langsung apa yang terjadi kalau setiap melakukan pekerjaan tanpa landasan cinta? Penjajah seperti Belanda yang telah menjajah negeri kita selama lebih dari 350 tahun walaupun dalam melaksanakan aktivitas pembangunan di negara ini banyak memakan korban, di sisi lain sampai saat ini kita memperoleh warisan yang demikian berharga. Warisan berharga yang kita sampai saat ini nikmati tentu saja warisan berupa peninggalan-peninggalan fisik, Peninggalan-peninggalan fisik yang sampai saat ini masih bisa kita pergunakan (dan nikmati tentu saja) Insya Allah dibangun atas dasar cinta. Tetapi, bagaimana dengan bangsa dewek yang juga melakukan aktivitas pembangunan yang sama? Bagaimana hasilnya? Mudah ditebak, umurnya tidak pernah panjang. Bangsa dewek yang seharusnya sadar bahwa yang mereka bangun untuk kepentingan sesama manusia, anak bangsa, malah sebaliknya mereka korup sebagian anggaran pembangunannya sehingga sebagian besar yang mereka bangun tidak ada yang bertahan lama. Kalau mereka bekerja atas dasar cinta, selayaknya tidak ada anggaran yang dikorup. Karena mereka bekerja atas dasar mementingkan diri sendiri atau hawa nafsu ketimbang adanya rasa cinta pada sesama, hasilnya jauh dari harapan sehingga begitu banyak kerugian negara akibat ulah-ulah mereka.
****
Sebenarnya, yang disampaikan oleh John dan Paul demikian sederhana, yaitu masalah bagaimana manusia melakukan segala hal atas dasar cinta. Tetapi, masalah ini hampir tidak pernah diperhatikan orang. Sebagian besar manusia masih mengartikan dan mengimplementasikan kata cinta dalam konteks cinta kasih erotis sehingga muncul kata-kata making love `bercinta`. Orang hanya memahami konteks cinta dalam arti yang demikian sempit sementara cinta bukan sebatas cinta lawan jenis tetapi dia memiliki cakupan yang lebih luas. Termasuk ke dalamnya dalam konteks ini (sebagaimana dinyatakan oleh Erich Fromm) adalah cinta kepada Allah; cinta keibuan, cinta persaudaraan; cinta diri sendiri; dan juga cinta erotis. Tentu saja sebagai hamba Allah kita jangan menjadi orang yang rentan untuk mengubah pandangan kita tentang cinta sebagaimana John Lennon yang demikian berubah ketika The Beatles bubar dan menuliskan lirik lagu berikut ini:
Love
Love is real, real is love,Love is feeling, feeling love,
Love is wanting to be loved.
Love is touch, touch is love,
Love is reaching, reaching love,
Love is asking to be loved.
Love is you,
You and me,
Love is knowing,
We can be.
Love is free, free is love,
Love is living, living love,
Love is needing to be loved.
Untuk itu, agar kita memiliki komitmen dan tetap konsisten bahwa cinta menjadi dasar pijakan dalam melakukan yang terbaik untuk sesama manusia, kita harus menjadikan ucapan Mario Teguh bahwa cinta adalah semangat; cinta adalah kepercayaan; dan cinta adalah energi yang tak dapat dimusnahkan sebagai sesuatu yang harus kita pegang teguh. Wallahu a`lam bisawab.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar