Lima Syarat dalam
Bertaubat
Pada
dasarnya semua manusia lahir dalam keadaan fitrah tanpa dosa. Akan tetapi dalam
perjalanan hidupnya karena kelemahannya, lingkungannya, dan pengaruh godaan
syetan manusia banyak melakukan dosa. Meskipun demikian Allah swt mempunyai
sifat Ar-rahman yang memberi
kesempatan pada manusia untuk bertaubat dengan taubat yang sungguh-sungguh,
meninggalkan perbuatan dosa dan maksiat yang pernah dilakukan, dan bertekad
untuk tidak mengulanginya atau taubatan
nasuha. Allah berfirman :
“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah
kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan
menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu kedalam surga yang mengalir
di bawahnya sungai-sungai ….(At-tahrim
: 8).
“Tobatlah
kamu semua kepada Allah, hai orang-orang mukmin, supaya kamu beruntung” (An-nur :31)
Dalam
hadist Bukhori-Muslim diceritakan bahwa ada seorang laki-laki dari Bani Israil
yang telah membunuh sebanyak 99 orang. Lalu ia menyadari betapa kejinya
perbuatan itu. Ia pun ingin kembali ke jalan yang benar dan pergilah ia ke
seorang rahib untuk menanyakan perihal tobatnya. Akan tetapi rahib itu
menyatakan bahwa pintu tobat untuknya sudah tertutup sehingga putus asalah dia.
Lalu dibunuhnya rahib itu sehingga genaplah ia telah membunuh 100 orang. Ia pun
kemudian pergi ke seorang alim lainnya yang memberitahukan bahwa tobat yang
baik masih tetap ada. Ia pun pergi ke daerah yang penuh dengan ahli ibadah.
Dalam perjalanan ke daerah tersebut kematian pun merenggutnya dan malaikat
rahmat tahu betul akan tobatnya laki-laki tersebut dan dibawalah dia oleh
malaikat rahmat dan tobatnya diterima Allah. SWT
Bencana
alam, krisis politik, ekonomi, kepercayaan, sampai dengan berjangkitnya
penyakit baru, flu burung, yang belum diketahui obatnya yang melanda bangsa
kita sejak beberapa tahun terakhir ini adalah karena kesalahan kita semua
terutama para pengelola negara ini yang
kurang amanah dalam menjalankan tugasnya. Untuk itu, sudah saatnya kita
melakukan taubatan nasuha. Pertanyaan yang muncul: bagaimana kita melakukan
taubatan nasuha? Ini pertanyaan menarik
karena sampai saat ini banyak orang yang belum mengetahui cara melakukan
taubatan nasuha. Terus terang saja
banyak orang yang bertaubat sekedar bertaubat tetapi perilaku orang yang
bertaubat belum tampak. Untuk dapat
melakukan taubatan nasuha tentu saja harus ada beberapa persayaratan dan cara
yang mau tidak mau harus kita jalani.
Persyaratan penting dan cara bertaubat itu tergambar dari buku yang
ditulis Muhammad Al-Musnad: Orang-orang yang Bertaubat Abad 20 yang pada
intinya adalah:
- menghindari rasa pesimis kalau Allah tidak akan mengampuni hamba-hamba-Nya, sebaliknya menumbuhkan rasa optimis bahwa Allah pasti akan menghapuskan dosa hamba-hamba-Nya;
- meyakini bahwa jalan Allah adalah jalan kebahagiaan, kemenangan, dan keselamatan, sebaliknya jalan thogut adalah jalan kesengsaraan, kekalahan, dan kegagalan;
- senantiasa berpegang teguh (iltizam) dengan adab-adab dan nilai-nilai Islam meskipun hidup di tengah-tengah masyarakat yang jahiliyah;
- setiap saat menghadirkan di dalam dirinya bahwa dia pernah berbuat buruk bahkan dzolim pada orang lain; dan
- berupaya merenungi ayat-ayat Allah tentang pentingnya dan beruntungnya orang-orang yang bertobat dan alangkah meruginya orang-orang yang hidupnya masih bergelimpangan dengan dosa.
Dengan cara
demikian, Insya Allah setiap hamba yang berniat
melakukan taubatan nasuha akan dihapus dosa-dosanya oleh Allah swt.
Bukankah Allah swt Maha Pengasih dan Maha Penyayang.Wallahu a`lam bisawab.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar