Rabu, 23 Oktober 2013

Kebahasaan dan Kesastraan (16)

ALIH KODE DAN CAMPUR KODE 
DALAM PENGAKUAN PARIYEM 


1. Pendahuluan

Banyak cara yang dapat ditempuh untuk meninjau sebuah karya sastra.  Ada yang meninjaunya dari segi pendidikan, agama, sosiologi, moral, psikologi, sastra, dan ada pula yang meninjaunya dari segi bahasa (linguistik) dengan segala aspeknya.  Sepanjang pengetahuan penulis, sampai dengan tahun `90-an masih jarang orang yang meninjau sebuah karya sastra dari segi sosiolinguistik.  
Pada kesempatan kali ini, penulis mencoba meninjau sebuah karya sastra dari segi sosiolinguistik.  Karya sastra yang dijadikan objek tinjauan penulis berupa prosa liris yang ditulis oleh Linus Suryadi Agustinus yang berjudul Pengakuan Pariyem (PP).  Prosa liris ini sebenarnya pernah ditinjau dari segi sosiolinguistik oleh Stephanus Djawanai pada acara Sarasehan Sanggar Bambu, tanggal 5 Maret 1982, di Yogyakarta.  Stephanus Djawanai pada sarasehan tersebut mencoba membahasnya dari tiga aspek, yaitu kosa kata, ragam sapaan, dan ciri formal tata bahasa.  Sedangkan penulis meskipun menijaunya dari segi yang sama,  penulis hanya membicarakannya dari aspek variasi bahasa, yaitu alih kode (AK) dan campur kode (CK).

Kebahasaan dan Kesastraan (15)

HUMANIORA, IPTEK, DAN SASTRA

1. Sedikit tentang Humaniora

           Setiap kita pasti tahu istilah humaniora karena istilah tersebut  cukup akrab di telinga kita. Mendengar istilah humaniora terbayanglah di benak kita, istilah tersebut sangat dekat hubungannya dengan kata humanus.  Memang benar istilah humaniora dekat dengan kata humanus karena istilah tersebut mempunyai akar kata yang sama, yaitu homo yang artinya `manusia`.  Dari kata homo kita kemudian memperoleh daftar panjang, di antaranya kata humanus  `bersifat manusiawi`, `sesuai dengan kodrat manusia`,  humanisme `paham yang berlandaskan pada kemanusiaan` (Mangunhardjana, 1997:93), humanistarisme `gerakan sosial yang berlandaskan pada paham humanisme` (Mangunhardjana, 1997:96), dan humaniora `seperangkat sikap dan perilaku moral manusia terhadap sesamanya` (Liek Wilardjo,  1990: 259). Boleh juga humaniora didefinisikan sebagai ilmu-Ilmu pengetahuan (seperti teologi, filsafat, ilmu hukum, ilmu sejarah, filologi, ilmu bahasa, ilmu kesusastraan, dan ilmu kesenian) yang dianggap bertujuan membuat manusia lebih berbudaya (Zainal Arifin, 1987: 60).         

Kebahasaan dan Kesastraan (14)

MEMPERKOSA DAN PERKOSAAN
VERSUS
MEMERKOSA DAN PEMERKOSAAN

Kita sering menjumpai kata memperkosa dan perkosaan. Tetapi, kita mungkin jarang menjumpai kata memerkosa dan pemerkosaan. Contoh kalimat di bawah ini turut menerangjelaskan distribusi pemakaian kedua kata yang sebutkan pertama tadi.
1. Namun, membuatnya singkat tidak berarti bahwa kita harus memperkosa aturan kaidah bahasa secara sewenang-wenang. (J.S. Badudu, Inilah Bahasa Indonesia yang Benar, 1983:6)  
2.      Pada minggu malam itu terjadi perkosaan atas diri JU (18 th.) oleh beberapa pemuda.

Artikel Agama (7)

REGULASI DIRI (2)

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang Telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. mereka Itulah orang-orang yang fasik.”
(Surat Al-Hasyr, 59 : 18-19)
Ayat Qur`an di atas mengajak kita untuk melakukan pengamatan diri dengan cara melihat diri sendiri beserta perilakunya. Dengan kata lain, kita melakukan introspeksi diri. Berkaitan dengan instrospeksi diri, sesuai dengan gambar yang disertakan dalam tulisan ini kalau kita sebagai hamba Allah terkena azab tidak ada jalan lain selain bertaubat dan beristigfar. Sementara, kalau mendapat ujian (karena orang beriman tidak luput dari ujian yang Allah berikan), dia harus bersabar dan bersyukur. Bagaimana cara mengimplementasikannya? Berikut ini berdasarkan gambar tersebut dikemukan langkah-langkahnya.

**** 

Artikel Agama (6)

EMPAT WASIAT RASULULLAH SAW TENTANG
PENANAMAN NILAI-NILAI AQIDAH 
BAGI ANAK-ANAK 

Pembukaan 

Nabi Allah Ibrahim AS dalam menyampaikan sebuah do`a yang termaktub do`a itu dalam Surat Al-Furqon: 74. Do`a tersebut demikian sederhana karena semua orang beriman dengan mudah bisa melafalkannya. Bunyinya begini "... "Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami isteri- isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa."

Atikel Agama (5)

A R O G A N

Arogan dalam istilah populer di kalangan umat Islam dikenal dengan istilah takabur. Takabur sendiri semakna dengan ta'azhum, yaitu menampak-nampakkan keagungan dan kebesarannya, merasa agung dan besar atau menampakkan kekagumannya terhadap dirinya dalam bentuk merendahkan dan meremehkan pribadi orang lain serta tidak mau menerima kebenaran yang datang dari orang lain. Tentang ancaman bagi orang yang arogan Allah berfirman dalam Surat Al-A`raf:146:
"Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar ...."

Senin, 21 Oktober 2013

Artikel Administrasi Publik (02)

LANGKAH-LANGKAH EVALUASI POTENSI DAERAH

Subagio S. Waluyo



Indonesia adalah negara terkaya di dunia. Mungkin banyak orang yang tidak percaya kalau Indonesia negara terkaya di dunia karena negara ini punya hutang di mana-mana, negar paling korup, negara yang belum bebas dari kemiskinan, dan kondisi moral bangsanya rusak (bangsa  yang karakternya tidak jelas), Tapi, di luar itu semua, coba kita lihat daftar kekayaan  yang perlu kita ketahui yang memang  menjadi milik kekayaan negara yang kita cintai. Kekayaan negara ini yang perlu kita ketahui di antaranya adalah pertama, negara ini punya pertambangan emas terbesar dengan kualitas yang terbaik di dunia, yaitu Tambang Emas PT Freeport yang telah menghasilkan 724,7 JUTA ton emas dan 7,3 JUTA ton tembaga. Jika dirupiahkan sebesar Rp.217.410.000.000.000. 000.000,00. Sayangnya negara ini hanya memperoleh 1%. Selebihnya, 99%, diambil yang memiliki teknologi, yaitu Amerika Serikat (AS). Kalau nanti emas dan tembaga menipis masih ada uranium yang jauh lebih kaya daripada perolehan emas dan tembaga.

Bahasa dan Sastra (259)

  `Wong Gemblung` dan `Psikopat` Subagio S. Waluyo            “Pak wong gemblung boleh tidak puasa kan?” “Ya, kamu boleh tidak berpuasa. A...