Rabu, 23 Oktober 2013

Artikel Agama (6)

EMPAT WASIAT RASULULLAH SAW TENTANG
PENANAMAN NILAI-NILAI AQIDAH 
BAGI ANAK-ANAK 

Pembukaan 

Nabi Allah Ibrahim AS dalam menyampaikan sebuah do`a yang termaktub do`a itu dalam Surat Al-Furqon: 74. Do`a tersebut demikian sederhana karena semua orang beriman dengan mudah bisa melafalkannya. Bunyinya begini "... "Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami isteri- isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa."


Do`a tersebut pun bisa diwujudkan kalau memang ada kesungguhan karena tentang dianugerahkannya isteri-isteri dan keturunan sebagai penyenang hati bisa ditemukan. Bagian berikutnya yang agak berat, yaitu mewujudkan sebuah keluarga (suami, isteri, anak-anak, sampai keturunannya) menjadi imam (pemimpin) orang-orang yang bertaqwa. Bukan hanya itu, Beliau juga meminta pada Allah SWT dalam do`a yang lainnya yang terdapat dalam QS Ibrahim:34,  yaitu  "...Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala." Sebagai seorang penghulu para nabi, yang pertama-tama dilakukan adalah penanaman nilai-nilai aqidah baik pada isteri-isterinya maupun anak-anaknya.
****
Hal-hal yang Perlu Diketahui tentang Pentingnya Aqidah di antaranya adalah sebagai berikut:
-Aqidah merupakan alat untuk memantau dan memandu yang dapat mengatur dan mengarahkan setiap perilaku manusia
-Aqidah juga merupakan dasar agama yang paling utama atau sendi asasi yang di atasnya berdiri bangunan Dienul Islam
-Dienul Islam itu sendiri memiliki tiga unsur penting, yaitu hakikat keilahian (ketuhanan), penghambaan, dan hubungan antara hamba dan Khaliq-Nya.
-Aqidah yang baik tercermin dari berseminya ketiga unsur penting tersebut.
-Penyelewengan aqidah menjadi akar penyebab penderitaan manusia.
-Penyelewengan aqidah dapat dilakukan dengan cara penanaman aqidah pada anak-anak sedini mungkin.

****
Dalam hal penanaman aqidah pada anak-anak, Rasulullah SAW telah memberikan empat wasiat.  Keempat wasiat itu adalah seperti terurai berikut ini.
1.Membuka kehidupan anak dengan kalimat La Ilaha Illa`llah. Al-Hakim meriwayatkan dari Ibnu Abbas ra dari Nabi SAW bahwa Beliau bersabda yang artinya: “Bacakanlah kepada anak-anak kalimat pertama dengan La Ilaha Illa`llah.”
2.Mengenalkan hukum-hukum halal dan haram kepada anak-anak sebagaimana Ibnu Jarir dan Ibnu`l Mundzir meriwayatkan dari Ibnu Abbas ra bahwa Beliau berkata yang artinya: “Taatlah kepada Allah dan takutlah berbuat maksiat kepada Allah serta suruhlah anak-anak kamu untuk mentaati perintah-perintah dan menjauhi larangan-larangan.  Karena hal itu akan memelihara mereka dan kamu dari api neraka.”  
3.Menyuruh anak untuk beribadah pada usia tujuh tahun sebagaimana Al-Hakim dan Abu Daud meriwayatkan dari Ibnu Amr bin Ash dari Rasulullah SAW yang bersabda: “Suruhlah anak-anakmu menjalankan ibadah sholat jika mereka sudah berusia tujuh tahun.  Dan jika mereka sudah berusia sepuluh tahun, pukullah mereka jika tidak mau melaksanakan sholat dan pisahkanlah tempat tidur mereka.”
4.Mendidik anak untuk mencintai Rasul, keluarganya, dan membaca Qur`an sebagaimana Ath-Thabrani meriwayatkan dari Ali RA bahwa Nabi SAW bersabda: “Didiklah anak-anak kamu pada tiga perkara:mencintai Nabimu, mencintai ahli baitnya, dan membaca Qur`an.  Sebab orang-orang yang memelihara Al-Qur`an itu berada dalam lindungan singgasana Allah pada hari tidak ada perlindungan selain daripada perlindungan-Nya beserta para Nabi-nya dan orang-orang yang suci.”
Singkatnya, Rasulullah SAW sangat memperhatikan pendidikan aqidah pada anak-anak sedini mungkin agar terpelihara fitrahnya sebagaimana telah difirmankan Allah SWT dalam QS Ar-Rum: 30: "Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah.(Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,"

***
Sebagai hamba Allah yang ingin selamat dunia-akhirat yang harus diingat oleh kita sekalian adalah:
1.jangan menyerahkan anak-anak kita ke sekolah-sekolah yang dikelola oleh kalangan atau lembaga-lembaga pendidikan yang akan merusak aqidah anak-anak kita;
2.jangan menyerahkan anak-anak kita untuk dibimbing oleh guru-guru yang rusak aqidahnya yang mengajarkan dan menanamkan kekufuran;
3.jangan membiarkan anak-anak kita untuk bergaul bersama-sama dengan teman-teman yang jelas-jelas mengajak kesesatan yang berakibat anak-anak kita itu sendiri memperolok-olok agamanya sendiri;
  dan
4.jangan biarkan anak-anak kita terlibat aktif dalam organisasi massa atau organisasi politik yang sekuler, atheis, dan tidak mempunyai ikatan dengan Islam.  
****
Agar anak-anak kita terhindar dari penyelewengan aqidah perlu dicamkan keempat wasiat Rasulullah SAW di atas.  Dengan cara demikian, insya Allah, anak-anak kita akan benar-benar beriman kepada Allah. Selain itu, tertanam kekhusyu`annya dan ketaqwaannya dalam beridabah kepada Allah SWT.  Yang lebih penting lagi, tertanam dalam perasaannya untuk selalu ingat pada Allah SWT sebagaimana Allah firmankan dalam QS Al-Baqarah: 200-201:  "Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan, maka berlindunglah kepada Allah 590. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah , maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya." Wallahu a`lam bissawab. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bahasa dan Sastra (259)

  `Wong Gemblung` dan `Psikopat` Subagio S. Waluyo            “Pak wong gemblung boleh tidak puasa kan?” “Ya, kamu boleh tidak berpuasa. A...