“BERIBADAH
DENGAN BAIK DAN BENAR”
Bukan hanya `berbahasa
Indonesia dengan baik dan benar` dalam beribadah pada Allah SWT juga harus
`beribadah dengan baik dan benar`. Pernyataan itu berasal dari dua frase, yaitu
`beribadah dengan baik` dan `beribadah dengan benar`. `Beribadah dengan baik`
berarti dalam beribadah harus disertai keikhlasan. Untuk itu, setiap insan
harus menyadari bahwa Allah menciptakan jin dan manusia untuk beribadah
kepada-Nya (Surat Adz-Zariyat: 56). Berkaitan dengan pernyataan `beribadah
dengan baik` dalam hal ini ketika seseorang beribadah harus menyadari bahwa
seluruh aspek kehidupannya diniatkan semata untuk ibadah pada Allah. Tidak
boleh ada niatan-niatan yang lain. Dia harus ikhlas beribadah sehingga tidak
boleh ada unsur-unsur riya` agar
semua orang tahu bahwa dia ahli ibadah. Tidak boleh ada unsur takabur agar dirinya dipandang paling
suci karena ahli ibadah. Singkatnya, tidak boleh tercampur dalam ibadah pada
Allah SWT unsur-unsur penyakit hati yang cenderung pada kesyirikan. Dengan
demikian orang yang `beribadah dengan baik` adalah orang yang tergolong `G
Syirik`.





