Rabu, 11 Desember 2013

All You Need is Love (09)


REGULASI DIRI (4)


Subagio S.Waluyo 
/1/
Abu Lubabah  bin Mundzir salah seorang sahabat Nabi suatu kali mendapat amanah dari Rasulullah untuk menemuni Bani Quraidzhah dari kalangan Yahudi. Amanah yang diberikan Rasulullah disebabkan oleh permintaan dari Bani Quraidzah agar mengutus Abu Lubabah. Meskipun Rasulullah mengutus Abu Lubabah, yang mengambil keputusan pada mereka tetap Sa`ad bin Muadz. Tetapi, entah kenapa ketika mereka bertanya tentang ketundukannya pada Sa`ad bin Muadz, Abu Lubabah memberikan jawaban dengan tangannya yang diletakkan ke lehernya yang artinya mereka akan disembelih. Atau dia menyuruh mereka agar tidak mau menerima putusan Sa`id bin Muadz. Menyadari akan kesalahan perbuatannya bahwa dia merasa berikhianat pada Allah dan Rasul-Nya, Abu Lubabah kemudian pergi ke mesjid dan mengikatkan dirinya di salah satu tiang masjid. Selama tujuh hari dia tidak makan dan minum sehingga tidak sadarkan diri. Kemudian Allah SWT mengampuni kesalahannya dengan memerintahkannya untuk melepaskan ikatannya. Sebagai orang yang merasa bersalah Abu Lubabah bersedia meninggalkan kampung halamannya. Bahkan, bukan hanya itu, dia juga berkeinginan untuk menyerahkan seluruh kekayaannya untuk kepentingan umat. Meskipun demikian, Rasulullah SAW hanya mengizinkan dia menyerahkan sepertiga dari kekayaannya.  

Artikel Agama (16)


BERUSAHA MANDIRI




Seorang yang mengaku Muslim harus punya penghasilan bukan pendapatan. Kalau penghasilan jelas-jelas dari hasil `memeras keringat` (bekerja atau berbisnis). Sementara itu, kalau pendapatan bukan dari hasil bekerja atau berbisnis, tetapi dari hasil minta-minta (walaupun biar dianggap keren pakai proposal). Memang, kalau ditanya orang pasti disebutkan berapa pendapatannya sebulan bukan penghasilannya. Sebaiknya, diusulkan saja mulai saat ini diganti dengan berapa besar penghasilannya perbulan. Meskipun demikian, yang perlu ditekankan di sini seorang Muslim yang baik adalah orang yang sudah memiliki kemandirian. Dia tidak tergantung pada orang lain.

Artikel Agama (15)


HIDUPNYA BERMANFAAT



Hidup itu memang singkat. Singkatnya hidup ini harus bisa dimanfaatkan oleh manusia. Ada manusia umurnya panjang, tapi sepanjang hidupnya manusia itu bikin susah makhluk Allah (bukan hanya manusia yang dibikin susah, binatang juga dibikin susah). Ini tergolong manusia celaka karena sepanjang hidupnya menyia-nyiakan kesempatan hidup. Ada manusia yang singkat hidupnya, tapi usia yang singkat itu bermanfaat sepanjang hidupnya. Nah, manusia jenis inilah yang memang dibutuhkan dunia. Anehnya, manusia jenis ini demikian langka. Dengan demikian, sebagian besar manusia walapun umurnya panjang, kehadirannya di dunia `g ngepek`, `g ngaruh` untuk kemaslahatan manusia.

Rabu, 04 Desember 2013

All You Need is Love (08)

BUDAYA COPAS


Subagio S. Waluyo


Hasil gambar untuk Gambar kartun anak yang menyontekWilhelm von Humboldt berpendapat bahwa universitas harus menjadi tempat penelitian ilmiah dan kecendekiaan yang melibatkan insan-insan muda dalam penelitian untuk dididik melalui berbagai penelitian (Edward Shills dalam Etika Akademik, 1993:57).  Pendapat Humboldt tersebut kemudian dikembangkan oleh berbagai universitas untuk menjadikan universitas (perguruan tinggi) bukan saja sebagai lembaga pengajaran melainkan juga sebagai lembaga penelitian.  Di Amerika Serikat gagasan beliau mendapat sambutan yang luar biasa. Tidaklah heran jika saat ini di negara tersebut unsur penelitian lebih diutamakan daripada pengajaran.

Artikel Agama (14)

AKHLAKNYA? “VERY GOOD!!!”

Rasulullah SAW kalau ditanya soal akhlak, Aisyah RA mengatakan bahwa akhlak beliau itu adalah Al-Qur`an. Tentang karakternya bisa dijumpai dalam Surat Al-Mukminun :1-11, yaitu:
1.      orang yang khusyuk dalam sholatnya;
2.      orang yang menjauhkan diri dari perkataan dan perbuatan yang tidak berguna;
3.      orang yang menunaikan zakat;
4.      orang yang menjaga kehormatannya;
5.      orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya;
6.      orang yang memelihara sholatnya.

Minggu, 01 Desember 2013

Artikel Agama (13)

“FISIKNYA O.K.”



Ada orang yang mengatakan (bahkan ini sudah menjadi jargon) mensano in corpore sano `dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat`. Ternyata, jargon itu terpatahkan ketika didapati banyak olahragawan yang frustrasi, yang menjadi pecandu obat bius, yang tidak sedikit mengakhiri hidupnya bunuh diri, dan banyak juga di antara mereka yang berperilaku aneh-aneh dengan gaya hidup yang konsumtif dan menyimpang.  Singkatnya, fisik mereka yang kuat ternyata tidak disertai dengan jiwa yang sehat. Kalau begitu, jargon itu harus diganti dengan dalam jiwa yang sehat terdapat (Insya Allah) fisik yang kuat. Bagaimana?

Artikel Agama (12)

“BERIBADAH DENGAN BAIK DAN BENAR”


Bukan hanya `berbahasa Indonesia dengan baik dan benar` dalam beribadah pada Allah SWT juga harus `beribadah dengan baik dan benar`. Pernyataan itu berasal dari dua frase, yaitu `beribadah dengan baik` dan `beribadah dengan benar`. `Beribadah dengan baik` berarti dalam beribadah harus disertai keikhlasan. Untuk itu, setiap insan harus menyadari bahwa Allah menciptakan jin dan manusia untuk beribadah kepada-Nya (Surat Adz-Zariyat: 56). Berkaitan dengan pernyataan `beribadah dengan baik` dalam hal ini ketika seseorang beribadah harus menyadari bahwa seluruh aspek kehidupannya diniatkan semata untuk ibadah pada Allah. Tidak boleh ada niatan-niatan yang lain. Dia harus ikhlas beribadah sehingga tidak boleh ada unsur-unsur riya` agar semua orang tahu bahwa dia ahli ibadah. Tidak boleh ada unsur takabur agar dirinya dipandang paling suci karena ahli ibadah. Singkatnya, tidak boleh tercampur dalam ibadah pada Allah SWT unsur-unsur penyakit hati yang cenderung pada kesyirikan. Dengan demikian orang yang `beribadah dengan baik` adalah orang yang tergolong `G Syirik`.

Bahasa dan Sastra (259)

  `Wong Gemblung` dan `Psikopat` Subagio S. Waluyo            “Pak wong gemblung boleh tidak puasa kan?” “Ya, kamu boleh tidak berpuasa. A...