Senin, 28 November 2016

Kebahasaan dan Kesastraan (31)

Segalanya tentang Puisi (2)

Subagio S.Waluyo

2.   Bahasa Puisi

          Bahasa puisi itu bersifat memadu dan padat meskipun kehadiran puisi itu untuk dinikmati, dirasakan, dan dimengerti. Penghayatan kita terhadapnya tidaklah lepas dari unsur pikiran, perasaan, dan imajinasi yang menjadi bahan bangunannya. Semua elemen bangunan itu sebagian besar menunjukkan dirinya melalui bahasa sang penyair dalam puisinya. Penyair berkomunikasi lewat bahasa dalam puisi-puisinya.

Kebahasaan dan Kesastraan (30)

SEGALANYA TENTANG PUISI (1)


Subagio S.Waluyo


1.   Pengertian Puisi

          Salah satu wujud karya sastra adalah puisi. Puisi adalah untaian kata-kata yang dibentuk dengan cara yang khas dan yang memuat pengalaman yang disusun secara khas pula. Puisi dijadikan sarana untuk mengungkapkan pengalaman batin. Pengalaman yang terkandung dalam puisi disusun dari peristiwa yang telah diberi makna dan ditafsirkan secara estetik (indah). Dengan penggunaan bahasa yang khas itu puisi dapat menggugah perasaan haru pembaca atau pendengamya.

Sabtu, 08 Oktober 2016

All You Need Is Love (27)

Membangun Kreativitas,
Membangun Kepemimpinan,
Membangun Bangsa (3)

Subagio S.Waluyo

Membangun Bangsa

Melihat gambar di sebelah kiri ini kita jadi bertanya-tanya mengapa Bapak Proklamator Republik Indonesia ini menyampaikan pesan seperti itu? Kalau memang benar itu ucapan beliau, ada apa di balik pesan tersebut? Apakah memang saat ini kita mengalami kesulitan menghadapi bangsa sendiri? Lalu, kalau memang kita mengalami kesulitan menghadapi sesama anak bangsa, apa yang harus kita lakukan ke depan? Sekian banyak pertanyaan bisa saja melintas di benak kita. Meskipun demikian, kita perlu menganalisis dan menelaah lebih jauh tentang hal-hal yang terjadi selama ini setelah cukup lama kita merdeka.

Jumat, 07 Oktober 2016

All You Need Is Love (26)

Membangun Kreativitas,
Membangun Kepemimpinan,
Membangun Bangsa (2)

Subagio S.Waluyo

Membangun Kepemimpinan

Kalau ditelusuri secara teliti, media kita baik cetak, elektronik, maupun online dalam pemberitaannya tidak lepas dari liputan pelanggaran moral atau boleh juga berkaitan dengan kasus-kasus kriminal. Kasus-kasus kriminal yang ada di sekitar kita baik dari segi kuantitas maupun kualitas terjadi peningkatan. Coba saja kita perhatikan kasus-kasus yang berkenaan dengan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) walaupun sudah ada KPK tetap saja ada bahkan akhir-akhir ini ada kecenderungan meningkat. Orang seperti merasa tidak jera untuk melakukan KKN. Sebagai buktinya, berbarengan dengan desentralisasi, pelaku-pelaku KKN juga semakin meluas, merata ke semua kota dan kabupaten di Indonesia. Pelaku-pelaku KKN bukan hanya pejabat-pejabat negara di pusat, pejabat-pejabat di daerah seperti gubernur, walikota, bupati, dan para bawahannya juga melakukan KKN. Bahkan, biar jangan sampai dikatakan `ketinggalan zaman` banyak juga anggota dewan yang ikut-ikutan KKN. 

Sabtu, 10 September 2016

Kebahasaan dan Kesastraan (29)

Variasi -Variasi Bahasa Puisi 

Darmanto Yatman (6)

Subagio S. Waluyo

Dalam pengajaran bahasa Indonesia siswa sering bertanya kepada gurunya tentang karya-karya sastra mutakhir yang tidak dimengertinya. Terutama bahasanya. Termasuk di antaranya sejenis puisi-puisi mutakhir. Salah satu dari puisi-puisi mutakhir yang banyak menyerap kata-kata bahasa daerah adalah puisi-puisi DY yang tergabung dalam KIBM. Di samping itu ditemukan pula dalam Pengakuan Pariyem karya Linus Suryadi AG. Untuk jenis karya prosa dapat dijumpai dalam Burung-burung Manyar karya Y.B.Mangunwijaya.

Kebahasaan dan Kesastraan (28)

Variasi-Variasi Bahasa Puisi
Darmanto Yatman (5)

Subagio S.Waluyo

Dalam puisi-puisi Darmanto saya menemukan ada tiga jenis ragam sapaan. Ketiga jenis ragam sapaan itu adalah seperti terurai berikut ini.

Ragam sapaan Formal/Resmi
Karenanya, kepada Bapak Presiden, yang telah mengangkat Bapak Menteri Pe dan Ka, yang micara lagi pinter, kami mengucapkan “sanget-sanget nuwun”,
Kepada Bapak Menteri yang telah ikhlas mengangkat Bapak Rektor Universitas Diponegoro di Semarang yang pinter lagi trampil, kami mengucapkan “Nuwun nuwun, sanget”
Kepada Bapak Rektor Universitas Diponegoro, yang telah mengangkat Bapak Dosen yang trampil lagi trengginas kami mengucapkan “nuwun”,
Kepada Bapak Dosen yang trengganis lagi ekhlas menghabiskan waktu dan tenaga serta harta untuk  menyelidiki kehidupan kami, kami mengucapkan “Nuw..”
Dan tentu saja kepada para mahasiswa, pemuda harapan bangsa, tumpuan harapan kami, yang telah dengan ikhlas dan greget meninggalkan kampus mereka yang rapih, perpustakaan yang bersih, kelas kelas yang tertib, asrama yang asri, bioskop, disko, rumah bola serta toko-toko serba ada untuk berada bersama kami, kami ucapkan “Sanget sanget nuwun, dan nuwun sanget”.

Kebahasaan dan Kesastraan (27)

Variasi-Variasi Bahasa Puisi

Darmanto Yatman (4)


Subagio S.Waluyo

Ragam Sapaan


Ragam rapaan memegang peranan penting dalam masyarakat. Dalam pergaulan pertama-tama yang dilakukan seseorang kalau berjumpa dengan sesamanya adalah dengan menyapanya. Kalau hendak menyapa seseorang tentu orang tersebut menyebutkan nama kecil orang tersebut atau jawaban yang dipegang oleh orang tersebut. Bentuk sapaan digunakan untuk menyapa ganti orang kedua. Sapaan merupakan panggilan seseorang, dengan menambahkan suatu nama di depan nama orang itu. Kata sapaan erat hubungannya dengan kata ganti orang. Sapaan diletakkan di depan nama yang sebenarnya. Dalam penyapaan tidak perlu menyebutkan nama  yang seharusnya, cukup kependekannya saja.

Bahasa dan Sastra (259)

  `Wong Gemblung` dan `Psikopat` Subagio S. Waluyo            “Pak wong gemblung boleh tidak puasa kan?” “Ya, kamu boleh tidak berpuasa. A...